Pembuatan Game Edukasi Bahasa Sunda Si Asep Nyasab Di Labirin Berbasis Android

Yubi Taufikullah Detria, Anang Sularsa, Tafta Zani

Abstract

Abstrak—Seiring dengan perkembangan zaman,
masyarakat tidak menyadari pentingnya bahasa
daerah, bahkan tidak sedikit orang tua tidak
mengenalkan, dan mengajarkan bahasa daerahnya
masing-masing kepada anak-anaknya ,termasuk
bahasa Sunda. Anak usia dini merupakan kelompok
usia yang berada dalam proses perkembangan.
Memperkenalkan bahasa Sunda di Sekolah Dasar
merupakan hal yang tepat untuk menumbuhkan minat
mereka dalam belajar bahasa Sunda. Beberapa jenis
media banyak digunakan untuk metode edukasi anak
usia dini, salah satunya adalah game.
Game adalah media yang paling disukai oleh anakanak sehingga lebih mudah mendapatkan minat,
semangat, dan perhatian mereka untuk belajar bahasa
Sunda. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini penulis
membuat sebuah media pembelajaran yang inovatif,
kreatif, dan menarik yaitu sebuah game edukasi
berbasis android bernamaâ€Si Asep Nyasab di
Labirinâ€. Dalam game yang dibangun menyediakan
beberapa bentuk soal yang diambil dari materi
pelajaran Bahasa Sunda kelas 4 SDN 2 Kebalen
Bekasi. Dengan menggunakan metodologi pengerjaan
GDLC (Game Development Lyfe Cycle), dan
menggunakan 2 jenis pengujian yaitu black box, dan
beta testing (user). Pengujian black box merupakan
pengujian yang dilakukan terhadap seluruh
fungsionalitas yang terdapat di dalam game tersebut,
kemudian dilanjutkan dengan pengujian beta testing
yang merupakan tahapan akhir pengujian kepada
siswa kelas 4 SDN 2 Kebalen Bekasi.
Kata Kunci: Bahasa Sunda, Usia Dini, Sekolah Dasar,
Game Edukasi, GDLC, Black Box, Beta Testing
Abstract— Along with the times, people do not realize
the importance of regional languages, not even a few
parents do not introduce, and translate their
respective regional languages to every child,
including Sundanese. Early childhood is an age group
that is in the process of development. Introducing
Sundanese in elementary school is the right thing to
foster their interest in learning Sundanese. Several
types of media are widely used for early childhood
education methods, one of which is games.
Therefore, in this study the authors made an
innovative, creative and interesting learning media, an
android-based educational game called "Si Asep
Nyasab in the Labyrinth". In the game that was built
provides several forms of questions taken from
Sundanese language class 4 SDN 2 Kebalen Bekasi.
By using the GDLC (Game Development Lyfe Cycle)
methodology, and using 2 types of testing, namely
black box, and beta testing (user).
Keywords: Sundanese, Early Childhood, Elementary
School, Educational Games, GDLC, Black Box, Beta
Testing

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0