Inovasi Lapek Bugih Dari Buah Sukun

Suci Ramadhani, Ratna Gema Maulida, Nurlena Nurlena

Abstract

ABSTRAK Di Indonesia, buah sukun sangat banyak dan mudah sekali ditemukan, pada umumnya buah sukun jarang sekali diolah oleh masyarakat dan buah sukun adalah buah yang belum banyak diketahui kandungan gizinya. Buah sukun termasuk limbah karena buah sukun yang matang jarang diminati oleh masyarakat. Salah satu pemanfaatan buah sukun adalah inovasi lapek bugih dari buah sukun. Lapek bugih adalah jenis kue tradisional Indonesia dari Sumatra Barat yang berbahan dari tepung ketan. Lapek bugih sering dijadikan pambukoan atau makanan pembuka bagi masyarakat Minang. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen dengan metode rancangan acak lengkap 3 siklus dengan perbandingan 30% buah sukun 70% tepung ketan, 50% buah sukun 50% tepung ketan, dan 70% buah sukun 30% tepung ketan. Setelah didapat formulasi yang tepat, dilakukan uji daya terima konsumen. Hasil penelitian ini menunjukan formulasi resep yang paling tepat yaitu dengan menggunakan siklus ke 3 yaitu 70% buah sukun 30% tepung ketan. Produk lapek bugih dalam pembuatan adonan atau membuat kulit lapek bugih kalis dan lembut, setelah matang tidak lengket di daun pisang dan aroma sukunnya harum, tekstur Lapek Bugih kenyal, rasa sukunnya terasa dan warnanya menarik kuning karena pure sukun yang banyak didalam adonan. Hasil dari uji organoleptik menunjukan bahwa produk ini diterima dan disukai oleh konsumen untuk rasa, aroma, tekstur, warna, dan penampilan fisik total penilaian positif 90% dan total penilaian negatif 10%. Kata Kunci : Inovasi, Buah Sukun, Lapek Bugih ABSTRACT In Indonesia, breadfruit is very abundant and easy to find, generally breadfruit is rarely processed by the community and breadfruit is a fruit whose nutritional content is not widely known. Breadfruit is a waste because ripe breadfruit is rarely in demand by the public. One of the uses of breadfruit is the innovation of lapek bugih from breadfruit. Lapek bugih is a type of traditional Indonesian cake from West Sumatra made from glutinous rice flour. Lapek bugih is often used as pambukoan or appetizer for the Minang community. This research was conducted with an experimental method with a complete randomized design 3 cycles with a ratio of 30% breadfruit 70% glutinous rice flour, 50% breadfruit 50% glutinous rice flour, and 70% breadfruit 30% glutinous rice flour. After obtaining the right formulation, the consumer acceptance test is carried out. The results of this study indicate that the most appropriate recipe formulation is to use the third cycle, namely 70% breadfruit 30% glutinous rice flour. The product of Lapek Bugih in making dough or making the skin dry and soft, not sticky when cooked, not sticky on banana leaves and the aroma of breadfruit is fragrant, the texture of Lapek Bugih is chewy, the taste of breadfruit feels and the color is attractive yellow because of the breadfruit puree which is a lot in the dough. The results of the organoleptic test show that this product is accepted and liked by consumers for its taste, aroma, texture, color, and physical appearance, with a total positive assessment of 90% and a total negative rating of 10%. Keywords: Innovation, Breadfruit, Lapek Bugih

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
max_upload :0