Aplikasi Permainan Sebagai Media Edukasi Sejarah Islam
Abstract
Abstrak—Aplikasi permainan telah menjadi alat yang semakin penting dalam pendidikan, khususnya dalam
pengajaran sejarah Islam kepada generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi aplikasi permainan yang dapat digunakan sebagai media edukasi untuk mengajar sejarah Islam. Aplikasi ini dirancang untuk
memberikan pengalaman belajar yang interaktif dan menyenangkan, sehingga memotivasi siswa untuk
mengeksplorasi berbagai aspek sejarah Islam dengan cara yang menarik.
Kata kunci— Aplikasi permainan, game interaktif, media edukasi, sejarah Islam, teknologi pendidikan.
References
.[1] Sejarah dan sosial. (2023). Sejarah Nabi Muhammad dan pengaruhnya bagi peradaban dunia. Kumparan.
Diakses dari https://kumparan.com/sejarah-dansosial/sejarah-nabimuhammad- dan-pengaruhnya-bagiperadaban-
dunia-207lSz3OnNf
.[2] Matanasi, P. (2016). Mengapa pelajaran sejarah tak disukai. Tirto. Diakses dari https://tirto.id/mengapapelajaran-sejarah-tak-disukai- bUc2.
.[3] Sastriyono, M. A. (2016). Pembuatan game dengan genre puzzle menggunakan augmented reality
bertema pakaian adat nusantara sebagai upaya
mengenalkan budaya lokal. Diakses dari https://dinamika.ac.id/12510160008-2016- STIKOMSURABAYA.pdf.
.[4] Sari, N. I. (2020). Pemanfaatan aplikasi game edukasi sebagai media pembelajaran. IA Education.
Diakses dari https://www.iaeducation. com/2020/07/10/pemanfaatanaplikasi-gameedukasi-sebagai-media-pembelajaran/.
.[5] Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2024). Kurikulum 2013. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
.[6] Azqiya, D. (2021). Mengenal aplikasi Unity. Leskompi.
Diakses dari https://www.leskompi.com/mengenalaplikasi-unity/.
.[7] IT rsudsekayu teams. (2023). 5 bahasa pemrograman yang digunakan untuk membuat game. Diakses
dari https://it.rsudsekayu.mubakab.go.id/.
.[8] Diharjo, W., Sani, D. A., & Arif, M. F. (2020). Game edukasi bahasa Indonesia menggunakan metode Fisher
Yates Shuffle pada genre puzzle game. Integer, 1(2). Diakses dari:https://ejurnal.itats.ac.id/integer/article/view/1171.
.[9] Fissler, P., Kuster, O. C., Laptinskaya, D., Loy, L. S.,
Christine, A. F., & Iris-Tatjana, F. (2018). Jigsaw puzzling taps multiple cognitive abilities and is a
potential protective factor for cognitive aging. Frontiers in Aging Neuroscience. Diakses dari 28 https://www.frontiersin.org/journals/agingneuroscience/articles/10.3389/fnagi.2018.00299/full?trk=public_post_comment-text
.[10] Kolb, A. Y., & Kolb, D. A. (2017). Experiential learning theory as a guide for experiential educators in higher education. Experiential Learning & Teaching in Higher
Education, 1(1), 7–44. Diakses dari https://nsuworks.nova.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1005&context=elthe/
.[11] Budiman, M. A. (2017). Pendidikan Agama Islam.
Poliban Repository. Diakses dari https://repository.poliban.ac.id/id/eprint/460/1/Buku%20PAI_Mochammad%20Arif%20Budiman%20%282017%29.pdf
.[12] Dalamislam. (2023). Sejarah Islam dunia lengkap. Dalam Islam. Diakses dari https://dalamislam.com/sejarahislam/sejarah-islam- dunia
.[13] Nurwijaya, A. M. (2023). Berhala keempat di muka bumi (Bag. 1): Kisah Nabi Ibrahim dan Kaum Babil.
Muslim.Or.Id. Diakses dari https://muslim.or.id/85139- kisah-nabiibrahim-dan-kaum-babil.htm
.[14] Yasmin, P. (2020). Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail lengkap tentang perayaan Idul Adha. Detik News. Diakses dari https://news.detik.com/berita/d-5108463/kisah-nabi-ibrahimdan-ismail-lengkap-tentangperayaan-dul-adh