MicroLingo: Chatbot WhatsApp Berbasis AI untuk Pelatihan Bahasa Inggris dengan Pendekatan Microlearning untuk Pelaku UMKM Generasi Z di Indonesia

Authors

  • Maria El Qibthiya Az Zahra Telkom University
  • Fathah Noor Prawita Telkom University

Abstract

Abstrak—MicroLingo: Chatbot WhatsApp Berbasis AI untuk Berlatih Bahasa Inggris dengan Pendekatan Microlearning bagi Pelaku UKM Generasi Z di Indonesia. Di era industri 4.0, kemampuan berbahasa Inggris sangat penting, terutama bagi pelaku UKM yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. MicroLingo merupakan platform pelatihan bahasa Inggris berbasis AI yang diimplementasikan sebagai chatbot WhatsApp dengan pendekatan microlearning. Platform ini dirancang untuk membantu pelaku UKM Generasi Z meningkatkan keterampilan bahasa Inggris mereka dengan cara yang mudah diakses dan dipahami. Proyek akhir ini bertujuan untuk mengatasi keterbatasan aplikasi serupa sebelumnya, seperti Duolingo, dengan menambahkan fitur simulasi pitching dan menggunakan metode microlearning. MicroLingo memanfaatkan berbagai teknologi seperti LangChain dengan OpenAI untuk menyediakan LLM dengan data tambahan dari materi MicroLingo, dan WhatsApp API untuk integrasi dengan aplikasi WhatsApp. Hasil dari proyek ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pengguna dengan menyediakan pelatihan bahasa Inggris yang interaktif dan fleksibel. Dengan menggunakan pendekatan microlearning, setiap modul pembelajaran dipecah menjadi unit-unit kecil yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Hal ini memungkinkan pengguna untuk berlatih bahasa Inggris di waktu luang dengan lebih fokus dan fleksibel. Penggunaan WhatsApp sebagai platform utama juga meminimalkan kebutuhan perangkat keras, sehingga MicroLingo dapat diakses oleh lebih banyak pengguna. Meskipun target utamanya adalah pelaku UKM muda di Indonesia, MicroLingo dirancang untuk digunakan oleh siapa saja yang ingin belajar bahasa Inggris dengan mudah, kapan saja dan di mana saja.

Kata kunci—chatbot, bahasa Inggris, microleaning, UKM, whatsapp.

References

[1] Isadaud, D., Fikri, M. D., & Bukhari, M. I. (2022). The Urgency of English in the Curriculum in Indonesia toPrepare Human Resources for Global Competitiveness. DIAJAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 1(1), 51-58.

[2] Rachmawati, M. (2020). Kontribusi sektor UMKM pada upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia. Jurnalekonomi, sosial & humaniora, 1(07), 1-13.

[3] Nurcahyo, R., Harahap, R. H., & Gharnaditya, D. (2015). Peran umkm menghadapi mea 2015 melalui pelatihan bahasa inggris. Jurnal Ilmu Manajemen & Ekonomika,8(1), 4153.

[4] Nugraha, H., Rusmana, A., Khadijah, U. L. S., &Gemiharto, I. (2021). Microlearning sebagai upaya

dalam menghadapi dampak pandemi pada prosespembelajaran. JINOTEP (Jurnal InovasiTeknologi Pembelajaran), 8(1), 225-236.

[5] Nurhayati, I. K., Prawita, F. N., Kurniasih, N., & Nurhasanah, Y. (2023). Virtual Reality (VR)Technology in Foreign Language Training for Indonesia9s SMEs Actor. Jurnal Sosioteknologi, 22.https://doi.org/10.5614/sostek.itbj.2023.22.3.2

[6] Krasnova, T., Kouznetsova, A., Ovsyannikova, М.,& Loginova, A. (2023). Microlearning for Generation Z in

the Foreign Language Classroom. In EDULEARN23Proceedings (pp. 987-996). IATED.

[7] Mohammed, G. S., Wakil, K., & Nawroly, S. S. (2018). The effectiveness of microlearning to improve students9 learning ability. International Journal of Educational Research Review, 3(3), 32-38.

[8] About supported devices. WhatsApp Help Center Website. https://faq.whatsapp.com/2366980643469578/?cms_pla tform=android

[9] Anggraini, Y. (2022). Persepsi Guru Terhadap Penggunaan Chatbot Sebagai Media Pembelajaran Bahasa Inggris. Prosiding Seminar Nasional Batch 1,184.

[10] Prasetyo, J. A., Rakhmania, A. E., & Priskilia, D. (2022). Laravel-Based Web Application for Alumni Books.

Journal of Telecommunication Network (Jurnal Jaringan Telekomunikasi), 12(4), 276-280.

[11] Yin, J., Goh, T. T., Yang, B., & Xiaobin, Y. (2021). Conversation technology with microlearning: The impact of chatbot-based learning on students9 learning motivation and performance. Journal of EducationalComputing Research, 59(1), 154-177.

[12] Biehl, M. (2016). RESTful Api Design (Vol. 3). APIUniversity Press.

[13] Sunkari, S., Moogu, S. S. K. T., Khandrika, B. S., & Bejgam, R. (2022). Integration of WhatsApp with Salesforce by RESTful Services. Available at SSRN 4202240.

[14] Pallets Projects. (t.t.). Dokumentasi Flask (2.1.x). Diakses dari https://flask.palletsprojects.com/en/latest/

[15] Langchain. (n.d.). Introduction to Langchain. Python Langchain. Diakses darihttps://python.langchain.com/v0.2/docs/introductio/

[16] Langchain. (n.d.). Langchain Retrieval-Augmented Generation (RAG) Tutorial. Diakses dari https://python.langchain.com/v0.2/docs/tutorials/rag/ [17] Amalia, H. A. (2021). Survei Pancake: Baru 15% PelakuUMKM Indonesia Pakai Chatbot. Diakses pada 31 Juli 2024, dari https://www.beritasatu.com/news/835281/surveipancae- baru-15-pelaku-umkm-indonesia-pakaichatbot

[18] Sri Ramlah, Dewi Purnamasari, Hanif Ashsidiqqy, RitaYulianti. (2024). "Tantangan Sumber Daya Manusiabagi Pelaku UMKM di Era Generasi-Z." JurnalHombis3(1), 1258. Universitas Muhammadiyah Gombong. DOI:10.26753/hombis.v3i1.1258.

[19] Duolingo (2012). Aplikasi Duolingo: BelajarBahasaInggris, Jerman. Diakses pada 2 Agustus 2024, darihttps://www.duolingo.com/

[20] Laravel. (2024). Eloquent ORM. Diakses pada 12September 2024, dari https://laravel.com/docs/11.x/eloquent

[21] Elsa (2024). ELSA: Meet ELSA Your Personal Al Powered English Speaking Coach. Dialses pada 3Agustus 2024, dari https://elsaspeak.com/en/

[22] Cake Corp (2018). Aplikasi Cake: Belajar BahasaAsing. Diakses pada 3 Agustus 2024, dari

https://play.google.com/store/apps/details?id=me.mycke&pcampaignid=web share

Published

2025-03-12

Issue

Section

Program Studi D3 Rekayasa Perangkat Lunak Aplikasi