SMART GARDEN UNTUK TANAMAN BUNGA MATAHARI BERBASIS IOT
Abstrak
Bagi pecinta tanaman, teknologi smart garden ini sangat disarankan karena memungkinkan pemilik tanaman untuk merawat tanamannya dengan baik dan mengetahui kondisi tanaman seperti tingkat airnya. tersedia untuk Sangat penting untuk mempertimbangkan apa yang dianjurkan dan waktu yang tepat untuk menyiram tanaman. Bunga matahari ini sendiri mampu hidup hingga ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut di lingkungan tropis dan subtropis. Suhu pertumbuhan ideal adalah 22–30 derajat Celcius, dan sinar matahari penuh. Penulis menggunakan metode SDLC (Software Development Life Cycle) dalam penelitian ini. Selain itu, SDLC dapat digunakan untuk membangun sistem yang dapat memberikan gambaran yang jelas menggunakan tahapan SDLC dan sesuai dengan yang diharapkan. SDLC adalah tahap pengembangan sistem untuk mendapatkan hasil proyek yang berkualitas tinggi & sesuai dengan harapan, serta metode yang dikembangkan secara sistematis yang dapat meningkatkan persentase proyek yang selesai tepat waktu dan menjaga standar proyek. Hasil penelitian ini sesuai dengan rencana. Dengan menggunakan sensor kelembaban tanah yang terhubung secara otomatis ke sensor, pompa berisi air terus mengalir dari tanah kering ketika kelembaban mencapai 0% hingga 60%. Ketika kelembaban mencapai lebih dari 61%, pompa mati secara otomatis. Ketika kelembaban tanah mulai turun dari tanah basah hingga kurang dari 39%, pompa menyala kembali secara otomatis.
Kata Kunci: bunga matahari, sensor kelembapan tanah, smart garden
Referensi
R. K. Ghito and N. Nurdiana,
Moisture dan Arduino Berbasis Android (Studi Kasus_:_: Di Gerai Bibit
Narnea Cikijing),= Univ. Majalengka, pp. 166-170, 2018, [Online]. Available: https://www.arduino.cc/
K. Affandi,
M. Reza Fahrisi and Fatoni,
Comput. Sci., pp. 119-131, 2018, [Online]. Available: https://portfolium.com/entry/finaldeliverable-for-sdlc
D. Endah, I. H. Santoso, and N. B. A. Karna,
MENGGUNAKAN TELEGRAM DAN BLYNK DESIGN AND IMPLEMENTATION SMART GARDEN FOR WATERING BASED ON IoT USING TELEGRAM AND BLYNK,= eProceeding Eng., vol. 8, no. 5, pp. 1- , 2021.
I. W. B. Darmawan, I. N. S. Kumara, and D. C. Khrisne,
Sebagai Implementasi Sistem Kontrol Dan Monitoring Tanaman Berbasis
Teknologi Cerdas,= J. SPEKTRUM, vol. 8, no. 4, p. 161, 2022, doi: 24843/spektrum.2021.v08.i04.p19.
R. Mastita, N. Janah, V. K. Bakti, and R. Mustofa,
C. Michael Lauw and S. Hadi,
K. Jasa, "Bab 2 Landasan Teori," Apl. dan Anal. Lit. Fasilkom UI, vol. m, no., pp. 7-34, 2000, [Online].
Available: http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/655/j
bptunikompp-gdl-supriadini-32740-6- unik-i.pdf
N. H. L. Dewi, M. F. Rohmah, and S. Zahara,
H. A. Nugroho,
SPEKTRUM, vol. 7, no. 2, p. 46, 2020, doi: 24843/spektrum.2020.v07.i02.p7.
D. Alexander and O. Turang,
Inform., vol. 2015, no. November, pp. -85, 2015.
A. R. Putri, M. Iqbal, and A. Suprapto,
Terkendali Untuk Tanaman Cabe Dengan Media Pemberitahuan Melalui
Twitter,= e-Proceeding Appl. Sci., vol., no. 1, pp. 906-914, 2015.
Andriyana,
Bandung,= pp. 5-18, 2011.
Rostini, Edwinanto, dan Anggy
Pradifta Junfithrana, J. Rekayasa Teknol. Dalam jurnal Nusa Putra, edisi ke-7, nomor 1, halaman 1-7, tahun , dengan nomor referensi 52005/rekayasa.v7i1.59.
R. N. Ikhsan and N. Syafitri,
T. I. Ramdhian,
Berbasis Mikrokontroler Atmega32,= Other thesis, Politek. Negeri
Sriwijaya., pp. 8-45, 2015.
Azis Samsinar,
Tanaman Bayam (Amaranthus sp.),= p. 107, 2018.
B. Veteriner,
J. Arduino Softw., pp. 5-26, 2014.
A. Ulinuha and A. Ghulam Riza,



