Perancangan Konsep Environment Dengan Identitas Kota Bandung Untuk Video Game “overgrown"
DOI:
https://doi.org/10.25124/eoe.v6i3.11038Abstract
Abstrak Perancang melakukan perancangan konsep yang berfokus kepada bagian environment di dalam video game dengan judul “Overgrown†yang mengambil identitas kota Bandung sebagai acuan utama di dalam desain. Perancangan tersebut bertujuan untuk meningkatkan wawasan terhadap perancangan environment yang visualnya menggunakan daerah di Indonesia dan diharapkan dapat menjadi daya tarik yang tidak kalah dengan visual environment lainnya yang berasal dari mancanegara. Studi visual dilakukan dengan menggunakan dua teknik pengumpulan informasi yaitu observasi secara langsung di kota Bandung, serta studi pustaka yang berhubungan dengan identitas kota Bandung. Untuk teori penciptaan konsep environment digunakan buku berbasis teori yaitu Fundamentals of Game Design dari Adam Ernest, Drawing Basics dan Video Game Art dari Chris Solarski, dan Becoming Video Game Artist dari John Pearl. Selain itu sebagai panduan dalam proses kreatif dilakukan studi pustaka yang berkaitan dengan alam dan kerusakan alam di perkotaan khususnya kota Bandung, serta analisis terhadap tiga karya sejenis yaitu buku concept art dari video game The Last of Us, Nier;Automata, serta animasi Nausicaa The Valley of The Wind. Data yang telah didapatkan diproses melalui analisis data dengan metode kualitatif serta dibuat perbandingan dengan menggunakan metode analisis matriks. Diharapkan dengan adanya hasil dari perancangan konsep environment video game ini dapat menjadi salah satu contoh dari menarik yang membawa unsur-unsur kelokalan dengan konsep yang kekinian. Sehingga dapat mengunggah desainer lainnya dalam mengangkat bentuk visual yang dimiliki oleh lingkungan di Indonesia. Kata Kunci: Environment Video Game, Identitas Kota Bandung, Dominasi Alam Abstract The designer designed the concept that focused on the environment in the video game with the title "Overgrown" which took the identity of the city of Bandung as the main reference in the design. The design aims to improve the insight into the design of the visual environment using regions in Indonesia and is expected to be an attraction that is not inferior to other visual environments that come from abroad. Visual studies are carried out by using two information gathering techniques, namely direct observation in Bandung, as well as literature studies related to Bandung city identity. For the theory of the creation of the concept of environment used theory-based books namely "Fundamentals of Game Design" by Adam Ernest, "Drawing Basics" and "Video Game Art" by Chris Solarski, and "Becoming Video Game Artist" by John Pearl. In addition, as a guide in the creative process, literature studies related to nature and natural damage in urban areas, especially in Bandung, and analysis of three similar works, namely concept art books from video games "The Last of Us", "Nier; Automata", and animation "Nausicaa The Valley of The Wind". Data that has been obtained is processed through data analysis with Qualitative Methods and made comparisons using Matrix Analysis Methods.It is expected that with the results of the design of the concept of the video game environment it can be one example of an interesting one that brings elements of locality with current concepts. So that it can trigger other designers to use the visual form that is owned by the environment in Indonesia. Keywords: Environment Video Game, Bandung City Identity, Nature Domination



