Re-desain Stasiun Kereta Api Besar Rangkasbitung Dengan Pendekatan Budaya Suku Baduy
Abstract
Abstrak Stasiun Kereta Api Besar Rangkasbitung merupakan sebuah sarana untuk transportasi pengguna kereta api di Rangkasbitung, Lebak, Banten. Stasiun ini merupakan stasiun terbesar yang ada di Provinsi Banten, di bangun pada masa kolonial stasiun ini diperuntukan untuk membawa hasil bumi dari Rangkasbitung ke Betawi. Stasiun Rangkasbitung menjadi transportasi alternatif yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Kabupaten Lebak untuk menjadi jembatan penghubung antar kota bahkan provinsi. Karena jumlah bertambahnya pengguna jasa kereta api ini perlu adanya perbaikan yang mendukung segala aktivitas di stasiun sesuai dengan standar yang dikeluarkan oleh PT.KAI. Fasilitas untuk publik dalam area stasiun merupakan hal yang harus diperhatikan dengan baik. Maka dari itu fasilitas publik stasiun Rangkasbitung akan di rancang ulang demi terciptanya kenyamanan , efektifitas dan keselamatan pengguna jasa kereta. Konsep desain fasilitas publik stasiun kereta api Rangkasbitung ini adalah budaya suku Baduy berarti mendesain fasilitas publik dengan penggayaan yang menggambarkan suasana budaya tradisional suku baduy dengan hasil pengolahan dari berbagai aspek desain. Sedangkan tema yang digunakan adalah “Baduy’s Culture In Urban Lifestyle†yang maksudnya adalah menghadirkan suasana budaya tradisional baduy dalam balutan desain yang terkini untuk memperkenalkan kepada masyarakat sekaligus sebagai dara tarik stasiun. Kata kunci: stasiun kereta api, desain interior, fasilitas publik, Banten. Abstract Rangkasbitung Railway Station is a vehicle for transportation of train users in Rangkasbitung, Lebak, Banten. This station is the largest station in the province of Banten, built in the colonial period the station is intended to bring agricultural products from Rangkasbitung to Betawi. Rangkasbitung Station is the most widely used alternative transportation for the people of Lebak Regency to become a connecting bridge between cities and even provinces. Because of the increasing number of train service users there needs to be improvements that support all activities at the station in accordance with standards issued by PT. KAI. Facilities for the public in the station area are things that must be considered properly. Therefore the Rangkasbitung station public facilities will be redesigned for the sake of creating convenience, effectiveness and safety of train service users. The concept of the design of the Rangkasbitung train station public facility is the culture of the Baduy, which means designing a public facility with a style that illustrates the traditional cultural atmosphere of the Baduy with the results of processing from various aspects of design. While the theme used is "Baduy's Culture In Urban Lifestyle" which means to present the atmosphere of traditional Baduy culture in its latest design to introduce to the public as well as station attraction. Keywords: train station, interior design, public facilities, BantenDownloads
Published
2020-08-01
Issue
Section
Program Studi S1 Desain Interior



