Perancangan Media Informasi Untuk Meningkatkan Apresiasi Dan Konsumsi Kopi Specialty Di Jawa Barat

Geigo Saka Yudha, Riky Siswanto

Abstract

ABSTRAK
Trend kopi menjadi marak akhir – akhir tahun ditandai dengan banyaknya coffee shop yang dibangun di
sepanjang jalan di kota Bandung, serta banyak produk kopi yang ramai dijual di coffee shop. Hal ini tidak
terlepas dari kehidupan masyarakat di Bandung yang meminati minuman kopi ataupun produk kopi lain.
Namun trend yang ada sekarang bertentangan dengan kondisi kopi lokal yang berada di Jawa Barat, seperti
yang dijelaskan di salah satu artikel Republika.co.id tentang “Kopi Lokal Masih Kalah dari Kopi Imporâ€
mengatakan bahwa kini presentase kopi lokal di Indonesia sekitar 30 persen. Sisanya, kebutuhan kopi dalam
negeri dipenuhi lewat impor. Disisi lain terdapat salah satu dari kopi Specialty Jawa Barat dengan naman
Arabica Preanger telah dikenal dunia dan mendapatkan penghargaan sebagai kopi terbaik ke-2 setelah kopi
dari Brazil. Hal ini menunjukan bahwa kualitas kopi lokal bisa bersaing dengan kopi – kopi yang berada di
belahan negara lain, Jelas bahwa keadaan kopi lokal sekarang tidak mendapat perhatian dari konsumen
masyarakat Indonesia. Kurangnya informasi dan edukasi menjadi penyebab rendahnya konsumsi kopi lokal
di Indonesia, serta sejauh ini tidak ada media yang memuat jenis – jenis kopi Specialty yang berada di Jawa
Barat untuk bisa menjadi sarana informasi dan edukasi bagi masyarakat Indonesia ter- khususnya di Jawa
Barat. Dapat disimpulkan bahwa keberadaan media diperlukan untuk bisa meningkatkan perhatian dan
konsumsi masyarakat terhadap kopi lokal, khususnya di Jawa Barat.
Kata kunci: media komunikasi visual, masyarakat, kopi, Jawa Barat
ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.8, No.2 April 2021 | Page 226ABSTRACT
The coffee trend is rife at the end of the year, marked by the number of coffee shops built along roads
in the city of Bandung, as well as many coffee products that are sold in coffee shops. This is
inseparable from the lives of people in Bandung who are interested in coffee drinks or other coffee
products. However, the current trend is contrary to the condition of local coffee in West Java, as
explained in one of the Republika.co.id articles on "Local Coffee Still Lose from Imported Coffee"
says that now the percentage of local coffee in Indonesia is around 30 percent. The rest, domestic
coffee needs are met through imports. On the other hand, there is one of the typical coffee from West
Java with the name Arabica Preanger has been known worldwide and received an award as the 2nd
best coffee after coffee from Brazil. This shows that the quality of local coffee can compete with coffee
in other parts of the country. It is clear that the current condition of local coffee does not get the
attention of consumers in Indonesia. Lack of information and education is the cause of the low
consumption of local coffee in Indonesia, and so far there is no media that contains the types of
typical coffee in West Java to be a means of information and education for the people of Indonesia,
especially in West Java. It can be concluded that the presence of the media is needed to be able to
increase people's attention and consumption of local coffee, especially in West Java..
Keywords: visual communication media, people, coffee, West Java

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.