Perancangan Interior Bukatana Makerspace Di Bandung

Aditya Mochammad Luthfi Hamid, Dea Aulia Widyaevan, Akhmadi Akhmadi

Abstract

Abstrak
Makerspace atau bengkel kreatif merupakan sebuah tempat bagi orang-orang dengan minat dan
ketertarikan yang sama terutama pada kegiatan makers untuk berkumpul, berbagi pengetahuan,
menambah relasi, melakukan suatu proyek dan membuat sesuatu untuk merekanikmati sendiri atau
produk bernilai komersil. Kebera daan ruang kreatif seperti ini di Indonesia, khususnya di kota Bandung
masih dikeluhkan para pelaku kreatifnya. Fasilitas atau bangunan fisik menjadi salah satu kendala dalam
pengembangan ruang kreatif ini. Bukatana makerspace menjadi salah satu makerspace yang ada di kota
Bandung, letaknya cukup strategis, berada di rooftop sebuah pusat perbelanjaan sehingga lokasi mudah
untuk ditemui dan diakses. Dari data internal yang didapat, pengunjung Bukatana makerspace ini berasal
dari golongan usia produktif, berstatus sebagai pelajar / mahasiswa atau masyarakat umum yang ingin
mencoba pengalaman baru. Karena dalam aktivitasnya, Bukatana makerspace berfokus pada kegiatan
produksi dan edukasi serta konsultasi pengembangan produk bagi startup-startup yang akan memulai
bisnisnya. Namun demikian hasil observasi dan studi lapangan terhadap makerspace Bukatana masih
ditemukan adanya ketimpangan dan kekurangan terutama pada kurangnya fasilitas ruang penunjang dan
area workshop, seperti tidak adanya tempat pendaftaran, area tunggu dan istirahat sehingga aktivitas
tersebut dilakukan di area workshop yang sebetulnya bukan peruntukannya, selain itu besaran ruang pada
area workshop tidak sebanding dengan pengguna, aktivitas dan peralatan termasuk tempat penyimpanan
bahan baku dan alat yang tidak teratur serta hubungan antar ruang yang kurang optimal sehingga
berdampak pada terhambatnya aktivitas dan mengurangi kenyamanan pengguna. Untuk itu diperlukan
perancangan baru untuk Bukatana makerspace ini supaya dapat menunjang aktivitas-aktivitas pengguna
dengan tempat baru yang lebih luas. Pada perancangan ini memakai metode data primer, sekunder dan
analisa pada eksisting serta studi banding, sementara pendekatan desain menerapkan desain kolaboratif
dengan tujuan untuk merangsang pengguna untuk berinteraksi satu sama lain, karena utamanya selain
kegiatan produksi terdapat kegiatan networking yang terjadi di dalam sebuah makerspace.
Kata Kunci: Makerspace, Kreatif, Aktivitas
Abstract
Makerspace or creative workshop is a place to accommodate those (makers) with diverse activities to
gather, share knowledge, enlarge networking, carry out project and create commercial and noncommercial product. In Bandung, one of a well-known makerspaces is Bukatana, a makerspace located in
a rooftop of a convenient big mall. Providing space that accommodates the activities focusing on education
and production including the product development consultation for entrepreneurs to launch business,
Bukatana is visited by many people coming from various age and background; young and old, students,
workers, and common people. However, the study found out that many of visitors complain about the
facilities especially the unavailability of admission room, waiting room, and lounge. All visitors occupy the
workshop area. As the consequence, the workshop area can not be optimally used for working. Pertinent to
the problem, this study intends to design Bukatana makerspace to enable its users work effectively. This is
a comparative study employing primary, and secondary methodology. With this account, the study applied
collaborative design aiming at facilitating the users to interact one to another so that networking can also
take place in markerspace. Keywords: Makerspace, Creative, Activity

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.