Perancangan Ulang Interior Kantor Pos Di Kota Bandung

Aldo Supriadi, Djoko Murdowo, Reza Hambali Wilman Abdulhadi

Abstract

Abstrak
Kantor Pos Indoneisa merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa pengiriman paket seperti surat
dan barang. Perusahaan tersebut merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Perusahaan tersebut
berada di dalam Gedung Graha Pos Indonesia, gedung tersebut menyediakan tempat untuk anak perusahaan
dari kantor pos itu sendiri yaitu Pos Logistik, Pos Finansial, dan Pos Properti yang bergerak dibidang logistik,
keuangan, dan properti. Pelayanan yang tersedia pada Kantor Pos Indonesia adalah pengiriman paket atau
barang, pengiriman surat, pengiriman untuk uang pensiunan, layanan dibidang online (E-POS Locker),
menyediakan produk Pos (Filateli dan Konsinyasi), pengiriman internasional (antar negara) dan membarayar
pajak. Dalam melakukan proses layanan memerlukannya sarana, prasarana, fasilitas dan ruang yang akan
memberikan kepuasan kepada pelanggan. Di gedung tersebut ada beberapa ruangan selain Kantor Pos akan
habis masa waktu sewanya, pihak gedung akan merubah wajah baru Graha Pos Indonesia sesudah beresnya
wabah corona ini. Pihak Graha Pos Indonesia juga menginginkan gedung tersebut untuk lantai satu diisi
dengan Kantor Pos dan tidak ada perusahaan atau agensi lain untuk bergabung, dikarenakan ingin
memperlihatkan identitas Pos pada saat pengunjung datang ke gedung Graha Pos Indonesia. Kantor POS ini
masih ditemukannya beberapa ketimpangan atau kekurangan yaitu, suasana kantor yang kurang mendukung
sebagai ruang pelayanan public, sirkulasi dan penataan ruang yang tidak teratur, masih kurangnya saran dan
prasarana, yang menyebabkan kurang optimalnya dalam pelayanan. Hanya ada ruangan administrasi dan
gudang, kekurangan karyawan dengan menggunakan sistem shift. Sebelum terjadinya corona virus
perusahaan ini mengalami tingkat kebisingan yang cukup tinggi. Karena kantor Pos ini berada dalam satu
gedung dengan Starbucks dan Co-Working yang ada di kawasan jalan utama sehingga tingkat kebisingannya
sangat tinggi. Selain itu terdapat permasalahan di bagian penataan furniture. Perancangan ulang ini bertujuan
untuk menyediakan fasilitas Kantor Pos yang lebih memadai dan lebih lengkap dari segi kinerja karyawan
dan pelayanan untuk para pelanggan. Dan ada juga untuk ruang Kantor Pos sendiri yang lebih nyaman dan
aman dari segi interior, diantara lainnya yaitu dari segi lokasi, bentukan ruangan, fasilitas, kegiatan, sirkulasi,
material, pencahayaan, keamanan, furniture, dan akustik / tingkat kebisingan. Pada perancangan ulang
interior Kantor Pos ini memakai metode data primer, sekunder, dan Analisa yang ada didalam ruangan
tersebut, untuk pendekatan yang akan diterapkan adalah aktivitas karena kantor pos adalah jasa ekspedisi
melayani banyak orang dan barang, jadi menyesuaikan dengan aktivitas banyak pengguna, dan memakai
konsep yang modern minimalis, karena setiap pengguna tidak mau menjalani proses yang lama, membuat
para pengguna menjadi tidak nyaman atau bosan, pengguna ingin menjalankan proses yang cepat dan instan.
Kata Kunci: Kantor Pos, Pengguna, Graha Pos Indonesia
Abstract
The Indonesian Post Office is a company engaged in package delivery services such as letters and goods. The
company is a state-owned company (BUMN). The company is located in the Graha Pos Indonesia Building, the
building provides a place for subsidiaries of the post office itself, namely the Logistics Post, the Financial Post,
and the Property Post which are engaged in logistics, finance and property. Services available at the Indonesian
Post Office are delivery of packages or goods, mail delivery, remittances for pensioners' money, online services
(E-POS Locker), providing postal products (philately and consignment), international shipping (between
countries) and paying taxes. In carrying out the service process it requires facilities, infrastructure, facilities
and space that will provide satisfaction to customers. In the building there are several rooms besides the Post
Office the lease period will expire, the building will change the new face of Graha Pos Indonesia after the
completion of this corona outbreak. Graha Pos Indonesia also wants the building for the first floor to be filled
with a Post Office and no other company or agency to join, because they want to show the identity of the Post
when visitors come to the Graha Pos Indonesia building. This POS office still finds some imbalances or shortcomings, namely, the office atmosphere is not supportive as a public service space, irregular circulation
and spatial planning, lack of advice and infrastructure, which causes less optimal service. There are only
administrative rooms and warehouses, lack of employees using the shift system. Prior to the occurrence of the
corona virus this company experienced a high enough noise level. Because the Post office is in the same building
as Starbucks and Co-Working in the main road area, the noise level is very high. In addition, there are problems
in the furniture arrangement. The redesign aims to provide more adequate and more complete Post Office
facilities in terms of employee performance and customer service. And there is also the Post Office space itself
which is more comfortable and safer from an interior perspective, including in terms of location, room
formation, facilities, activities, circulation, materials, lighting, security, furniture, and acoustics / noise levels.
In the interior redesign of this Post Office using primary, secondary, and analysis data methods that are in the
room, the approach to be applied is activity because the post office is an expeditionary service serving many
people and goods, so it adapts to the activities of many users, and uses a modern minimalist concept, because
every user does not want to go through a long process, makes users uncomfortable or bored, users want to run
a fast and instant process.
Keywords: Post Office, User, Graha Pos Indonesia

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.