PERANCAN GAN STRATEGI BRANDING PRODUK KULINER TUMPENG JENDRAL

George Erick Junior, Ilhamsyah Ilhamsyah, Aisy Syafikarani

Abstract

Abstrak: Indonesia merupakan negara yang terdiri dari macam-macam Suku, Adat, Ras, dan Agama, sehingga budaya tradisional yang dimiliki oleh Indonesia sangatlah beragam, terlebih lagi kulinernya. Salah satu kuliner tradisional yang cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia adalah Tumpeng. Tumpeng merupakan kuliner tradisional yang digunakan sebagai simbol perayaan dan ucapan terimakasih di berbagai acara sejak dahulu. generasi muda Indonesia merasa kurang tertarik dengan kuliner tradisional, karena mereka menganggap Tumpeng kurang menarik secara penampilan, dan lebih memilih untuk mengonsumsi makanan modern (Adiasih at. el., 2015). Fenomena kurangnya minat generasi muda untuk mengonsumsi Tumpeng juga dirasakan oleh Tumpeng Jendral selaku produsen dari produk kuliner Tumpeng. Berdasarkan wawancara dan observasi yang dilakukan, Tumpeng Jendral mengaku kurang bisa untuk menggapai target market yang berasal dari generasi muda karena kurangnya brand awareness. Sehingga diperlukan lah branding strategy yang tepat untuk menambah variasi dari target market dari Tumpeng Jendral. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang dilakukan dengan cara melakukan observasi dan wawancara dan kuesioner serta studi Pustaka. Metode analisis data yang digunakan adalah SWOT, AOI, AISAS, dan teori pendukung lainnya. Setelah menyelesaikan keseluruhan proses, maka dapat dihasilkan bentuk visual dan media yang akan digunakan sebagai media promosi untuk menetapkan branding serta meningkatkan brand awareness mereka.

Kata kunci: branding, budaya nusantara, kuliner tradisional, tumpeng

Full Text:

PDF

References

DAFTAR PUSTAKA

Aaker, D. A. (2018). Manajemen Equitas Merek Memanfaatkan Nilai Dari Suatu

Merek. Jakarta: Mitra Utama.

Aisyi Syafikarani, M. T. (2022). Strategi Komunikasi Visual pada Iklan Animasi

Khong Guan

Anholt, S. (2003). Brand New Justice: The Upside of Global Branding. London:

Butterworth-Heinemann.

Darmadi Durianto, S. T. (2004). Strategi Menaklukkan Pasar Melalui Riset Ekuitas

dan Perilaku Merek. Bangka: Gramedia Pustaka Utama.

Ilhamsyah. (2021). Pengantar Strategi Kreatif ADVERTISING ERA DIGITAL. Penerbit

Andi.

Kartika, D. S. (2007). Estetika. Bandung: Rekayasa Sains.

Koentjaraningrat. (1991). Metode-metode Penelitian Masyarakat. Jakarta:

Gramedia Pustaka Utama.

Kotaro Sugiyama, T. A. (2010). The Dentsu Way: Secrets of Cross Switch Marketing

from the World’s Most Innovative Advertising Agency. New York: McGraw

Hill Professional.

Kotler, P. G. (2008). Prinsip-prinsip Pemasaran. Jakarta: Erlangga.

Landa, R. (2005). Designing Brand Experiences. Cengage Learning.

Moh Nazir, R. S. (2009). Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.

Ni Nyoman Sri Witari, I. G. (2014). Desain Komunikasi Visual. Yogyakarta: Graha

Ilmu.

Prawira, S. D. (1989). Warna Sebagai Salah Satu Unsur Seni dan Desain. Jakarta:

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan

Tinggi, Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.

Rangkuti, F. (2014). Analisis SWOT: Teknik Membedah Kasus Bisnis Cara

Perhitungan Bobot Rating Dan OCAI. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Sean Adams, N. M. (2006). Logo Design Workbook. Rockport Publishers.

Soewardikoen, D. W. (2013). Metodologi Penelitian Visual. Bandung: Dinamika

Komunikasi.

Soewardikoen, D. W. (2020). Metode Penelitian Desain Komunikasi. Yogyakarta:

Kanisius.

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuntitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung:

Alfabeta.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.