PEMANFAATAN AMPAS KOPI SEBAGAI PEWARNA ALAMI DENGAN TEKNIK IKAT CELUP DAN SULAM BENANG
Abstract
Saat ini penggunaan kopi meluas akhir-akhir ini menjadi hal yang umum untuk dikonsumsi sehingga menghasilkan limbah melimpah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi dari sisa ampas kopi sebagai pewarna alami serta untuk mencari formula tepat untuk diaplikasikan di bidang kain dan serat benang. Metode pada penelitian ini bersifat kualitatif dengan melakukan studi literatur observasi, wawancara dan eksplorasi. Proses eksperimen dimulai dengan mengekstrak ampas kopi Arabika, Robusta, Blend yang sudah kering kemudian dilakukan proses pencelupan pada material kain katun, katun twill, linen, tencel linen, tencel kanvas, benang katun, benang rami, dan serat nanas. Untuk menghasilkan warna bervariasi maka digunakan beberapa mordan yaitu tunjung, tawas, jeruk nipis, garam, dan kapur tohor. Hasil eksperimen dalam penelitian ini menyatakan bahwa pewarnaan dengan tiga jenis ampas kopi menghasilkan warna yang optimal, namun warna yang pekat dan merata terdapat pada jenis Arabika dan pada kain linen, tencel linen, katun twill, benang pensi, serta serat nanas. Warna yang dihasilkan adalah krem, cokelat, cokelat keabuan, cokelat kemerahmuda, abu, hijau hingga hijau tua. Dengan demikian sisa ampas kopi dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami pada material kain dan serat benang.
Kata kunci: ampas kopi, ikat celup, material serat, pewarna alami, sulam benang
References
E-book dari Sofyan Salam (2020) https://play.google.com/store/books/details/Sofyan_Salam_Pengeta huan_Dasar_Seni_Rupa?id=pRoMEAAAQBAJ
Hafnur, Y. (2007). Sulam Benang, Pita, & Payet. Indonesia: Kriya Pustaka.
Herjanto, E. (2007). Analisis perkembangan SNI bidang tekstil dan produk tekstil. Jurnal Standardisasi, 9(3), 116-122.
Kusumaningtyas, Ida Ayu, and Urip Wahyuningsih. "ANALISA HASIL PENELITIAN TENTANG TEKNIK ECOPRINT MENGGUNAKAN MORDAN TAWAS, KAPUR, DAN TUNJUNG PADA SERAT ALAM." Jurnal Online Tata Busana 10.3 (2021): 9-14.
Ma9alhunah, F., & Hendrawan, A. (2019). Pengolahan limbah kulit kopi arabica sebagai pewarna alama pada produk fesyen. vol, 6, 2135-2144.
Nursari, F., & Takao, G. S. (2022, November). THE ROLE OF WATER IN THE FABRIC DYEING PROCESS FROM A SUSTAINABLE FASHION PERSPECTIVE. In Proceeding Bali-Bhuwana Waskita: Global Art Creativity Conference (Vol. 2, pp. 32-36).
Pressinawangi, K. P., Nissa, R., & Widiawati, D. (2014). Eksplorasi teknik ecoprint dengan menggunakan limbah besi dan pewarna alami untuk produk fashion (Doctoral dissertation, Bandung Institute of Technology).
Pujilestari, T. (2017). Optimasi pencelupan kain batik katun dengan pewarna alam tingi (Ceriops tagal) dan Indigofera sp. Dinamika Kerajinan dan Batik, 34(1), 53-62.
Putri, Rumanintya Lisaria, and Rina Armeniza Aziz. "Pewarnaan Batik Menggunakan Ampas Kopi Dalam Konteks Pariwisata." Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat 2.1 (2022): 93-105.
Sulam Benang pada Busana muslim. N.p., Niaga Swadaya, Fenny S. Herawati.
Susyanti, S. (2020). Warna alami dari ekstrak tanaman kopi robusta. Corak: Jurnal Seni Kriya, 9(1), 69-74.
Syakur, Afif. 2019. Batikku, Yogyakarta: Paguyuban Pecinta Batik Indonesia – Sekar Jagad.
Tandepadang, A. J., & Hendrawan, A. (2019). Eksplorasi Kulit Kopi Arabika sebagai Pewarna Alami dengan Fiksasi Tunjung pada Kain Katun. eProceedings of Art & Design, 6(3
Wardoyo, Sugeng, and Suryo Tri Widodo. Kreasi motif pada produk tie-dye (ikat celup) di Kota Yogyakarta. BP ISI Yogyakarta, 2018.
Widodo, Suryo Tri. "Kriya Tekstil Tie-Dye (Ikat Celup): Sebuah Media Eksplorasi Estetis Yang Populer." Corak: Jurnal Seni Kriya 1.2 (2012).
Yahya, Prebiestian Taufik, and Darwoto Darwoto. "THE UTILIZATION OF COFFE PASSES AS TEXTILE DYES WITH DYNING BACKGROUND TECHNIQUES." Arty: Jurnal Seni Rupa 10.1 (2021): 45-52.
Yusrina, T., & Ramadhan, M. S. (2018). Pengaplikasian Teknik Shibori Dengan Eksplorasi Motif Dan Tekstur Taktil Pada Produk Fashion. ATRAT: Jurnal Seni Rupa, 6(3).
Mengenal bahan katun: Definisi, Ciri-ciri, dan Jenisnya (2023). Diakses 2024 dari https://www.buttonscarves.com/blogs/lifestyle/mengenalbahan-katun-definisi-ciri-ciri-dan-jenisnya
Fitinline, 2021 diakses 23 Mei 2024 dari https://fitinline.com/article/read/kelebihan-dan-kekurangan-bahankatun-twill-yang-perlu-anda-ketahui/
Rahma Fiska (2023). Diakses 23 Mei 2024 dari Mengenal Bahan Linen, Kirakira Seperti apa ya https://www.gramedia.com/best-seller/bahanlinen/
Seradia.id (2024). Tencel Product https://seradia.id/collections/tencelproduct