PEMANFAATAN KUAS SEBAGAI PENGGANTI CANTING UNTUK MOTIF BATIK KONTEMPORER INSPIRASI KAIN SONGKET SILUNGKANG DAN PANDAI SIKEK

Authors

  • Fatihatull Zahranika Telkom University
  • Ahda Yunia Sekar Fardhani Telkom University
  • Liandra Khansa Utami Putri Telkom University

Abstract

Batik kontemporer merupakan bentuk batik yang menonjolkan inovasi dengan motif yang bebas dan tidak terikat pada aturan tradisional. Berbeda dari batik tradisional, batik kontemporer memungkinkan penggunaan prinsip mirip teknik lukisan, memanfaatkan berbagai inspirasi termasuk wastra, seperti kain songket Silungkang dan Pandai Sikek. Penelitian ini fokus pada penggunaan kuas sebagai alternatif untuk canting dalam menciptakan motif batik kontemporer. Teknik ini memanfaatkan karakteristik visual songket, seperti garis putus-putus dan penggunaan warna cerah yang di gradasi. Metode penelitian kualitatif digunakan, mencakup studi literatur, observasi, wawancara, dan studi visual. Observasi dilakukan di rumah batik di Yogyakarta yang menggunakan kuas, sedangkan wawancara diadakan dengan seniman batik yang juga menggunakan kuas. Studi visual dilakukan untuk memahami motif songket. Eksplorasi dilakukan dalam beberapa tahap: analisis karakteristik kuas, pembuatan komposisi manual, dan desain motif serta warna secara digital dan manual. Data hasil penelitian dianalisis dengan mempertimbangkan produk pembanding dan target pasar. Konsep desain akhir diterapkan pada berbagai jenis kain, seperti sutera 56, Dy-ry Sateen, dan Euca Voille. Penelitian ini menunjukkan bagaimana kuas dapat menghidupkan inovasi dalam batik kontemporer dengan mengintegrasikan elemen tradisional dan teknik modern.

Kata kunci: alat alternatif kuas, batik kontemporer, motif songket silungkang dan songket pandai sikek

References

Aini, S., & Affanti, T. B. (2022). Penciptaan Batik Kontemporer Dengan Cap Berbahan Kertas. Imajinasi: Jurnal Seni, 16(1), 25-32.

Azzahra, T. S., Fardhani, A. Y. S., & Yuningsih, S. (2024). Perancangan Motif Batik Kontemporer Dengan Penggayaan Visual Pop Art Yang Terinspirasi Dari Macan Tutul Jawa. E-Proceedings of Art & Design, 11(1).

Amelia, H. R., Fardhani, Novita, Y., Saputra, H., Fatmawati, Helmi, D. (2023). Eksistensi Kerajinan Tenun Pandai Sikek di Sumatera Barat. Vol 03(01)

Ajim, N. (2017). Retrieved from mikirbae: http://www.mikirbae.com/2017/05/jenis-jenis-ornamen-motifbatik.html

Bantul, P. K. (2023). Sejada Februari. Bantul: Pemkab Bantul.

Dr. Budiwirman, M. (2019). Keistimewaan Kain Songket Minangkabau. Padang: Scritto

Damayanti, R. A. (2017). Pengaruh Islam pada bentuk ornamen ukiran 8Itik Pulang Patang9Sumatera Barat. Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain, 13(2), 141-152.

Enrico, E., Sunarya, Y. Y., & Hutama, K. (2020). Perancangan motif batik kontemporer berbasis estetika budaya motif batik Lasem. Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain, 2(2), 161-172.

Fitinline. (2017). Retrieved from Fitinline: https://fitinline.com/article/category/batik/

Larasati, F. U., Aini, N., & Irianti, A. H. S. (2021). Proses pembuatan batik tulis remekan di kecamatan ngantang. Prosiding Pendidikan Teknik Boga Busana, 16(1).

Latifah, R. N., & Rosandini, M. (2023). Pengolahan Motif Menggunakan Teknik Rotation Escher Dengan Inspirasi Ragam Hias Kain Batik Madura. Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain, 19(2), 185-196.

Marina Wardaya, S. M. (2023). Mengenal Dasar Desain. Universitas Ciputra.

Nugroho, S. A., Rudjiono, D., & Rahmadhika, F. (2021). Perancangan Identitas Perusahaan Dalam Bentukstationery Desain Di Rumah Kreasi Grafika. Pixel: Jurnal Ilmiah Komputer Grafis, 14(1), 48-57.

Nurcahyanti, D., & Affanti, T. B. (2018). Pengembangan Desain Batik Kontemporer Berbasis Potensi Daerah Dan Kearifan Lokal. Jurnal Sosioteknologi, 17(3), 391-402.

Prayudha, B. A., & Ramadhan, M. S. (2018). Eksplorasi Kuas Alternatif Untuk Membuat Motif Berkarakter Sapuan Kuas Pada Batik Bleaching. EProceedings of Art & Design, 5(3).

Sabatari, W. (2011). Motif Hias Geometris Sajian Khusus Seni Ornamen Indonesia. Prosiding Pendidikan Teknik Boga Busana, 6(1).

Saputra, B. U., & Andriani, W. (2023). Pengenalan Motif Batik Pesisir Pulau Jawa Menggunakan Convotuional Neural Network. Nuansa Informatika, 17(2), 119-125.

Seprisyam, S. (2021). Komodifikasi Songket Silungkang Dalam Pengembangan Pariwisata Di Kota Sawahlunto. (Doctoral dissertation, Fakultas Ilmu Budaya).

Sukarna, T. H., & Ramadhan, M. S. (2018). Perancangan Batik Dengan Menggunakan Alat Sederhana Sebagai Alternatif Pengganti Cap. EProceedings of Art & Design, 5(3).

S, D. D. (2017). Sejarah Batik Indonesia. Bandung: Sarana Panca Karya Nusa, 2014.

Susanti, K., & Azhar, F. (2020). Pengenalan Proses Membatik sebagai Upaya Pelestarian Batik Tulis. Senada: Semangat Nasional Dalam Mengabdi, 1(1), 97-106.

Susana, S., Ismawan, I., & Nurlaili, N. (2018). Proses Pembuatan Kain Songket Tenun di Desa Ujung Tanah Kecamatan Samadua Kabupaten Aceh Selatan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik, 3(2).

Syamsuddin, F., & Amir, S. (2021). Pembuatan Batik Sebagai Upaya Pelestarian Budaya Dan Peningkatan Pendapatan Masyarakat. In Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (SEPAKAT) (Vol. 2).

Trixie, A. A. (2020). Filosofi motif batik sebagai identitas bangsa Indonesia. Folio, 1(1), 1-9.

Tarigan, M. (2021). Retrieved from Cantika: https://www.cantika.com/read/1483318/6-kain-tradisionalindonesia-ini-sudah-dikenal-dunia

Utami, M. B. (2022). Songket Tradisional Silungkang (Kajian Teknik dan Motif). Relief: Journal of Craft, 1(2), 43-49.

Wijanarko, T. (2018). Retrieved from Tempo.co Batusangkar: https://travel.tempo.co/read/1104515/tenun-songket-pandaisikek-menarik-minat-konsumen-asing

Yandri, Y. (2014). Tenun Songket Pandai Sikek Dalam Budaya Masyarakat Minangkabau. Humanus: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora, 13(1), 28-34.

Zamil, I. Karakter Jujur Dalam Motif Songket Minangkabau. https://www.angelfire.com/id/pusako/songket.html

Published

2024-12-01

Issue

Section

Program Studi S1 Kriya