PENERAPAN METODE UPCYCLE MELALUI PENGOLAHAN LIMBAH KEBAYA DEFECT DAN LIMBAH KAIN BROKAT DENGAN INSPIRASI KINTSUGI

Authors

  • Aliya Risqi Salsabila Telkom University
  • Arini Arumsari Telkom University
  • Liandra Khansa Utami Putri Telkom University

Abstract

Perkembangan trend fashion yang cepat menyebabkan busana tradisional seperti kebaya ditinggalkan. Hal ini disebabkan karena minimnya pilihan kebaya modern berkualitas baik di pasaran, termasuk di Rumah Kebaya Neng Lina yang masih memproduksi kebaya lawas dan tidak luput dari produk defect. Di sisi lain, saat ini kebaya hanya digunakan di acara formal sehingga menyebabkan kesan eksklusivitas terhadap penggunaan kebaya. Lebih lanjut, hal ini menyebabkan masyarakat cenderung memilih untuk membuat kebaya dengan sistem custom-made sehingga membuat limbah kain sisa produksi kebaya menumpuk dan tidak terorganisasi, termasuk di Konfeksi Kebaya Susan. Penelitian ini menerapkan Kintsugi, sebuah seni memperbaiki keramik asal Jepang, sebagai inspirasi karena terdapat kesamaan nilai kandungan antara kebaya dan Kintsugi yakni nilai kealamiahan serta nilai kesederhanaan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat produk fashion baru berupa kebaya modern dari hasil pengolahan limbah kebaya defect pada Rumah Kebaya Neng Lina dan limbah kain brokat pada Konfeksi Kebaya Susan dengan menggunakan metode kualitatif, analisis, serta eksplorasi.

Kata kunci: brokat, kebaya, kintsugi, limbah tekstil, upcycle fashion

References

Behesti, N. F., & Arumsari, A. (n.d.). MENGGUNAKAN TEKNIK SURFACE TEXTILE DESIGN YANG TERINSPIRASI DARI JUMPUTAN PALEMBANG.

Falah, M. W., Nasrudin, N., Jayanti, Y., & Utami, S. (2013). Rumah Indonesia Bernuansa

Fitria, F., & Wahyuningsih, N. (2019). Kebaya kontemporer sebagai pengikat antara tradisi dan gaya hidup masa kini. ATRAT: Jurnal Seni Rupa, 7(2), 128–138.

Irma Hadisurya, N. (2013). Kamus Mode Indonesia. Gramedia Pustaka Utama.

Nordholt, H. S. (2005). Outward appearances. LKIS PELANGI AKSARA.

Nuraziza, H., & Ciptandi, F. (2018). PERANCANGAN PRODUK BUSANA READYTO-WEAR DENGAN MENGGUNAKAN KAIN TENUN GEDOG TUBAN DAN KINTSUGI SEBAGAI INSPIRASI. 5(3), 2948.

Nursari, F., & Djamal, F. H. (2019). Implementing Zero waste fashion in apparel design. 6th Bandung Creative Movement 2019, 98–104.

putri, dwiyanti yusnindya. (2017). Upcycle Busana Casual Sebagai Pemanfaatan Pakaian Bekas. Jurnal Online Tata Busana, 7(1).

Programme), B. and U. (Ministry of N. P. and D. I. and the U. N. D. (2021). The Economic, Social, and Environmental Benefits of a Circular Economy in Indonesia. Kementerian PPN/Bappenas and UNDP Jakarta.

Rachman, M. N., Nur, W., Bastaman, U., Yunia, A., & Fardhani, S. (2024). DEKONSTRUKSI KEBAYA MELALUI MANIPULASI ASPEK STRUKTUR DAN DEKORATIF BUSANA MENGGUNAKAN METODE SCAMPER (Vol. 11, Issue 1).

Santini, C. (2019). Kintsugi: Finding strength in imperfection. Andrews McMeel Publishing.

Seri, D. (2012). Nyonya Kebaya: A Century of Straits Chinese Costume. Tuttle Publishing.

Simanungkalit, D. C. (2018). Filosofi dan nilai nilai estetika Jepang pada kintsugi. Skripsi. Jakarta: Universitas Darma Persada.[Online] Https://Repository. Unsada. Ac. Id (Akses Pada 28 September 2020).

Published

2024-12-01

Issue

Section

Program Studi S1 Kriya