RECALL MEMORY REPRESENTASI RASA KEHILANGAN PERPISAHAN ORANG TUA DALAM KARYA LUKIS MIX MEDIA

Authors

  • Muhammad Agam Nugrahadi Telkom University
  • Cucu Retno Yuningsih Telkom University
  • Firdaus Azwar Ersyad Telkom University

Abstract

Setiap orang pasti memiliki sebuah kenangan, entah itu kenangan baik atau pun buruk. Tapi bagaimana jadinya ketika seseorang memiliki kenangan buruk yang terus teringat. Terutama jika kenangan buruk itu berasal dari lingkungan yang lebih dekat yaitu keluarga, seperti perpisahan orang tua. Tentu kenangan buruk yang dimiliki akan terus dirasakan semakin dalam dan menjadi sebuah keresahan. Ini lah hal yang menjadi gagasan dari karya lukis tugas akhir <Recall Memory Representasi Rasa Kehilangan Perpisahan Orang Tua Dalam Karya Lukis Mix Media=. Karya ini menjadi salah satu metode mengingat kembali (recall memory) terhadap rasa kehilangan untuk pelampiasan dan pemrosesan emosi ke dalam dua buah kanvas. Dengan adanya karya ini menjadikan media atau wadah sebagai curhat dan lebih menggali lebih dalam mengenai rasa kehilangan yang terjadi terhadap perpisahan orang tua, dengan menuangkan emosi dan pengalaman pribadi ke dalam medium visual dapat memproses duka cita yang terpendam. Karya ini bukan hanya sekadar representasi visual dari pengalaman pribadi, tetapi juga sebuah undangan bagi pembaca untuk merenung dan mungkin menemukan refleksi diri dalam proses pengalaman manusiawi yang kompleks.

Kata kunci: recall memory, kenangan, rasa kehilangan, lukis mix media, surealis.

References

Nofindra, Rudi (2019). INGATAN, LUPA DAN TRANSFER DALAM BELAJAR DAN PEMBELAJARAN.

K, A. A. (2019b). Fantasi memori sebagai ide penciptaan seni lukis.

Brown, A. (2018). Memory Palace: How To Remember Everything You Learn; A Guide To Learning With Unlimited Potential

Ramadhanty, S. a. U., & Albertus, H. (2021b). Memori Episodik sebagai Terra Incognita yang Membatasi Neuroteknologi.

Albertus, Ramadhanty (2021). MEMORI EPISODIK SEBAGAI TERRA INCOGNITA YANG MEMBATASI NEUROTEKNOLOGI

Dewi & Herdiyanto (2018). Dinamika Penerimaan Diri Pada Remaja Broken Home di Bali

Christiani, Y., Mulyanto, M., & Wahida, A. (2021). Terapi Seni di Masa Pandemi Corona Virus Disease-19 (Covid-19).

Wibowo, S., Amboningtyas, D., Fathoni, A., & Darsin, D. (2017). Analisis Pengaruh Kebutuhan Fisiologis, Kebutuhan Keamanan, Kebutuhan Sosial, Kebutuhan Penghargaan, Kebutuhan Aktualisasi Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Fleet Departemen di PT. Serasi Autoraya Cabang Semarang.

Swan Foster, N. (2018). Jungian Art Therapy: Images, Dreams, and Analytical Pyschology.

Haq, B. N., & Rachmawaty, M. (2023). Strategi Pembelajaran Melukis dengan Teknik Mix-Media untuk Siswa Usia 4-7 Tahun.

Azwar Ersyad F. (2022). Semiotika Komunikasi dalam perspektif Charles Sanders

Achmad Hidayat, Dr. A. (2022). Khazanah Terapi Komplement ER-Alternatif: Telusur Intervensi Pengobatan Pelengkap Non-Medis

Hahury, S, M, R. (2022). Analisi Pengaplikasian Teori Warna dan Penggunaan Siluet dalam Desain Karakter

Ali, S. A., & Ruzlan, S. M. (2018b). ULASAN MINI: GELOMBANG MUZIK DAN ALUNAN RITMA SEBAGAI TERAPI KEMURUNGAN

Timarsh Mark. (2017). Expanded Painting:Ontological Aesthetics and The Essence of Color

Published

2024-12-01

Issue

Section

Program Studi S1 Seni Rupa Murni