PENGEMBANGAN TEKNIK JUMPUTAN IKAT GANDA MELALUI PENYUSUNAN KOMPOSISI MOTIF MENGGUNAKAN PEWARNA ALAM KAYU TINGI (CERIOPS TAGAL) PADA LEMBARAN KAIN
Abstract
Pengembangan teknik dalam pembuatan produk kriya tekstil di Indonesia, termasuk jumputan terus mengalami kemajuan. Kain jumputan dihasilkan melalui metode ikat celup, yang membutuhkan ketelitian dan keahlian tinggi untuk menghasilkan karya seni yang bermutu. Teknik ini berkembang di berbagai wilayah Indonesia seperti Jawa, Bali, Palembang, dan Kalimantan. Pewarnaan menggunakan zat pewarna alami tetap dipertahankan sebagai warisan budaya karena lebih ramah lingkungan. Salah satu pewarna alami yang digunakan adalah kulit kayu tingi (Ceriops tagal), yang menghasilkan warna coklat kemerahan. Berdasarkan penelitian sebelumnya, penerapan teknik ikat celup motif ganda dengan pewarna alam kulit kayu mahoni. Penemuan tersebut mengarahkan penelitian ini pada potensi pengembangan formula pewarna alam kayu tingi dengan mordan tawas dan tunjung, serta pengembangan penerapan teknik jumputan motif ikat ganda melalui penyusunan komposisi secara dinamis dengan prinsip rupa keseimbangan dan proporsi pada kain tencel. Metodempenelitian yang digunakanmuntuk mendapatkan data dalamppenelitian ini menggunakan studipliteratur denganmmengumpulkan data melalui buku atau jurnal, wawancara dengan melibatkan pihak lain yang dianggap memahami bidang dan pihak industri terkait, observasi untuk mendapatkan data dengan adanya pengamatan secara langsung terhadap suatu objek, dan eksperimen untuk mengetahui penerapan metode yang tepat dalam penerapan teknik jumputan ikat ganda dengan pewarna alam tingi.
Kata kunci: dinamis, pewarna alam kayu tingi, teknik jumputan, tencel
References
Aprilia, D., & Hendrawan, A. (2020). Pemanfaatan Daun Ketapang (Ficus Lyrata) Sebagai Pewarna Alam Dengan Teknik Ikat Celup Pada Produk Fashion. Eproceedings of Art & Design, 7(2).
Kurniati, K. (2022). Analisis Penggunaan Kulit Kayu Mahoni Sebagai Pewarna Alami Pada Kain Mori Primissima Dengan Teknik Ikat Celup-Analysis Of The Use Of Mahogany Bark As A Natural Dye On Mori Fabrics Primissima With The Tie Dip Technique. Journal HomeEc, 17(2), 49–52.
Prihatini, T., & Sari, Y. R. A. (2022). Pembuatan Kain Jumputan Dari Kain Primisima Dengan Zat Warna Indigosol Dan Zat Warna Indigofera. Jurnal Socia Akademika, 8(1), 66–73.
Pujilestari, T. (2017). Optimasi pencelupan kain batik katun dengan pewarna alam tingi (Ceriops tagal) dan Indigofera sp. Dinamika Kerajinan dan Batik, 34(1), 53–62.
Rahmaningtyas, W. D., Hendrawan, A., & Ramadhan, M. S. (2021). Pemanfaatan Daun Eceng Gondok Sebagai Pewarna Alami Dengan Teknik Ecoprint.eeProceedings of Art & Design,i8(6).
Ristiani,oS.,o&oSulistyaningsih,oT.o(2016). PengembanganoTeknikiTritik Jumputan DenganoSistemoLipat Ikat Dan Lipat Jelujur. Indonesian Ministry of Industry.
Salam, S., & Muhaemin, M. (2020). Pengetahuan dasar seni rupa. Badan Penerbit UNM.
Takao, G. S., & Widiawati, D. (2020). Pengolahan Mordan Pada Zat Warna Alami Jelawe (Terminalia Bellirica) Untuk Menghasilkan Motif Dengan Teknik Cap. Prosiding Seminar Nasional Industri Kerajinanidan Batik, 2(1), B01–B01.
Viona,uN., &iSuprayitno,iG.iS.i(2021). PENGGUNAANiPEWARNAmALAMImPADA BATIKmJUMPUTANmUNTUKmMENGURANGImPENCEMARAN LINGKUNGAN.iFolio, 2(2).
Yasmin,mA.,u&uHendrawan,uA.u(2019).uPengaplikasianiPewarnaiAlam Indigofera, Jelawe, dan Tingi Pada Produk Fesyen.oeProceedings of Arti&iDesign, 6(3).
Zulyus,mD.mR.,u&uHendrawan, A. (2021). Penerapan PewarnamAlamimTingi Menggunakan Teknik Sablon. eProceedings of Art & Design, 8(4).