PENGOLAHAN BUNGA KRISAN (CHRYSANTHEMUM) SEBAGAI PEWARNA ALAMI PADA TEKSTIL DENGAN TEKNIK SHIBORI
Abstract
Penggunaan pewarna alami dalam industri tekstil mengalami kebangkitan seiring dengan meningkatnya kesadaran publik terhadap lingkungan dan tren global seperti go back nature, slow fashion, dan go green. Salah satu bunga yang berpotensi sebagai zat pewarna alami adalah bunga Krisan (Chrysanthemum). Krisan merupakan bunga subtropis yang memiliki keunggulan salah satunya kesegaran relatif lama. Penelitian pewarnaan alami pada bunga Krisan masih jarang dilakukan sehingga pada penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi bunga Krisan sebagai pewarna alami pada material tekstil. Ekstraksi bunga Krisan menghasilkan warna merah tua dan fiksasi menggunakan mordan tunjung menghasilkan warna pada kain yaitu hijau tua. Dengan menggunakan teknik shibori, dilakukan eksperimen menggabungkan beberapa jenis motif dari teknik shibori sehingga menghasilkan kombinasi motif yang beragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bunga Krisan memiliki potensi dalam pewarna alami yang dapat diterapkan pada industri tekstil. Penggunaan bunga Krisan sebagai pewarna alami tidak hanya mendukung kelestarian lingkungan tetapi juga dapat menambah nilai ekonomi dan estetik dalam produksi tekstil. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan pewarna alami dan diharapkan dapat mendorong lebih banyak industri tekstil untuk beralih ke solusi yang lebih ramah lingkungan.
Kata kunci: pewarna alami, bunga krisan, teknik shibori
References
Abdurahman, S. N., & Kahdar, K. (2021). Eksplorasi Ekstrak Pewarna Alami Sebagai Bahan Pewarna Organik Untuk Tekstil Cetak. Jurnal Rupa Vol 6 No 2, 136 - 137.
Hayati, N. Q., Nurmalinda, & Marwoto, B. (2018). Inovasi Teknologi Tanaman Krisan yang Dibutuhkan Pelaku Usaha. Jurnal Holtikultura.
Aberoumand, A. (2011). A Review Article on Edible Pigments Properties and Sources as Natural Biocolorants in Foodstuffs and Food Industry. World J Dairy Food, 71-78.
Amalia, R., & Akhtamimi, I. (2016). Studi Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Zat Fiksasi Terhadap Kualitas Warna Kain Batik dengan Pewarna Alami Limbah Kulit Buah Rambutan. Teknik Batik Politeknik Pusmanu Pekalongan.
Arumsari, A., Sachari, A., & Kusmara, A. R. (2018). Pemanfaatan Pewarna Alami sebagai Trend Baru pada Fashion Brands di Indonesia. Program Studi Doktor Ilmu Seni Rupa dan Desain, Institut Teknlogi Bandung , 119.
Dewantara, M., & Arif, M. (2022). Uji Coba Limbah Serbuk Kayu Sebagai Pewarna Alami Pada Kain Katun Prima. Jurnal Seni Rupa, Vol. 10 No. 1, 6.
Hayati, E. K. (2012). Konsentrasi Total Senyawa Antosianin Ekstrak Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.): Pengaruh Temperatur dan pH. Jurnal Kimia.
Ika. (2022). Menghidupkan Kembali Pewarna Alami Nusantara. Yogyakarta: Kurnia Ekaptiningrum.
Listyani, N. G. (2013). Eksplorasi Bunga Krisan (Chrysanthemum) Sebagai Zat Pewarna Alami Pada Kain Sutera Untuk Produk Fashion. Jurnal Tingkat Sarjana bidang Senirupa dan Desain, 2.
Litani, & Dhamma, A. (2013). Taman Budidaya Krisan di Yogyakarta UAJY, 26.
Mahreni. (2016). Batik Warna Warlami. ISBN.
Megavitri. (2023). Pengembangan Produk Urban Fashion Semi Formal Dengan Pengaplikasian Pewarna Alami. Telkom University.
Nilamsari, Z., & Giari, N. (2018). Uji Coba Pewarna Alami Campuran Buah Secang dan Daun Mangga Pada Kain Katun Prima. Jurnal Seni Rupa, 839 - 847.
Pujilestari , T. (2017). Sumber dan Pemanfaatan Zat Warna Alami Untuk Keperluan Industri. Balai Besar Kerajinan dan Batik.
Pujilestari, T. (2014). Pengaruh Ekstraksi Zat Warna Alami dan Fiksasi Terhadap Ketahanan Luntur Warna Pada Kain Batik. Balai besar kerajinan dan batik, 32.
Purnomo. (2004). Zat Pewarna Alami sebagai Alternatif Zat Warna yang Ramah Lingkungan. Jurnal Seni Rupa.
Ramadhan, B., & Widiawati, D. (2012). Eksplorasi Serat Ramie Dengan Efek Animal Fur Pada Produk Fashion. Jurnal Tingkat Sarjana Senirupa dan Desain.
Ramamoorthy, S. (2007). Status of natural dyes and dyeyielding plants in India. JSTOR, 916-925.
Rayani, E. F. (2020). Penerapan Penggabungan Teknik Batik dan Ikat Celup Pada Tenun Gedog dengan Inspirasi Motif Lokchan Khas Tuban. Telkom University.
Shafa, F. A. (2024). Pengolahan Kulit Bawang Merah Varietas Podomoro Sebagai Pewarna Alami Tekstil Dengan Proses Lake Pigment. Telkom University.
Sofyan, F. d. (2015). Pengaruh Perlakuan Limbah dan Jenis Mordan Kapur, Tawas, dan Tunjung Terhadap Mutu Pewarnaan Kain Sutera dan Katun Menggunakan Limbah Cair Gambir (Uncaria Gambir Roxb). Jurnal Litbang Industri Padang.
Sunarya, I. K. (2012). Zat Warna Alami Alternatif. FBS Universitas Negri Yogyakarta.
Takao, G. S., & Widiyati, D. (2020). Pengolahan Mordan Pada Zat Warna Alami Jelawe (Terminalia Bellirica) Untuk Menghasilkan Motif Teknik Cap. SNKIB. Yogyakarta.
Zulikah, K., & Adriani. (2019). Perbedaan Teknik Mordanting Terhadap Hasil Pencelupan Bahan Katun Primisima Menggunakan Warna Alami Ekstrak Daun (Leucaena leucocephala) Dengan Mordan Kapur Sirih. Gorga Jurnal Seni Rupa.