PENGOLAHAN DAUN ALPUKAT SEBAGAI PEWARNA ALAMI PASTA UNTUK DIAPLIKASIKAN PADA LEMBAR TEKSTIL

Authors

  • Syarifah Awaliyah Telkom University
  • Gina Shobiro Takao Telkom University
  • Ahda Yunia Sekar Fardhani Telkom University

Abstract

Tanaman alpukat merupakan tanaman perkebunan yang banyak ditemukan di Indonesia, khususnya di Jawa Barat. Pada dasarnya, dalam proses perawatan tanaman alpukat perlu adanya pemangkasan berupa ranting dan daun, hal ini menjadi peluang dimanfaatkannya daun alpukat hasil dari pemangkasan untuk dijadikan sebagai sumber pewarna alami tekstil karena daun alpukat mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan kuinon yang tinggi, sehingga dapat menghasilkan warna yang pekat. Akan tetapi, pemanfaatan pewarna alami daun alpukat pada umumnya menggunakan teknik pencelupan. Berdasarkan hal tersebut, penulis melakukan penelitian dalam mengembangkan daun alpukat yang diolah menjadi pasta menggunakan zat pengental organik untuk dapat menghasilkan motif pada tekstil, melalui penerapan beberapa teknik tekstil seperti lukis, cap, dan sablon. Pada penelitian ini metode yang digunakan yaitu metode kualitatif yang mengacu pada studi literatur, wawancara, observasi, dan eksplorasi. Hasil akhir dari penelitian ini adalah berupa lembaran kain dengan motif yang terinspirasi dari morfologi tanaman alpukat dan kontur tanah di Indonesia.

Kata kunci: pasta, pewarna alami daun alpukat, teknik tekstil, tekstil

References

Abdurahman, S. N., & Kahdar, K. (2021). Eksplorasi Ekstrak Pewarna Alami Sebagai Bahan Pewarna Organik Untuk Tekstil Cetak. JURNAL RUPA, 6(2), 134. https://doi.org/10.25124/rupa.v6i2.3792

Eskak, & Salma. (2020). Diterbitkan oleh Balai Besar Industri Hasil perkebunan Review: Use of Plantations Waste for Substitution of Natural Batik Color Materials.

Fitrihana. (2007). TEKNIK PEMBUATAN ZAT WARNA ALAM UNTUK BAHAN TEKSTIl.

Lestari. (2014). Ekstraksi Tanin Dari Daun Alpukat (Persea americana Mill) Sebagai Pewarna Alami.

Lestari, S., & Supriyo, E. (2023). Pembuatan Pewarna Alami dari Ekstrak Daun Alpukat dengan Penambahan Tawas, Kapur Sirih, dan Tunjung. METANA, 19(1), 62–68. https://doi.org/10.14710/metana.v19i1.54292

Lutfi Syamsi, V., & Hendrawan, A. (2021). PENERAPAN PEWARNA ALAMI TEH MENGGUNAKAN TEKNIK SABLON.

Subaryono, Tazwir, Husni, A., Ustadi, & Pranoto, Y. (2015). APLIKASI CAMPURAN ALGINAT DARI Sargassum crassifolium DAN GUM SEBAGAI PENGENTAL TEXTILE PRINTING.

Takao, & Widiawati D. (2020). Prosiding Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik 2020 Yogyakarta.

Yovalzy, T., Hendrawan, A., Cory, M., & Siagian, A. (2024). PEMANFAATAN PEWARNA ALAMI MERBAU GAMA INDIGO ND SEBAGAI CAT LUKIS TEKSTIL DAN PENERAPANNYA PADA PRODUK TEKSTIL.

Published

2024-12-01

Issue

Section

Program Studi S1 Kriya