PENGOLAHAN LIMBAH BUTIK FERRY SUNARTI UNTUK PRODUK FASHION DENGAN TEKNIK MACHINE STITCH DAN FLAT IRON

Authors

  • Ynez Lee Telkom University
  • Tiara Larissa Telkom University
  • Marissa Corry Agustina Siagian Telkom University

Abstract

Limbah merupakan hasil dari kegiatan manusia, dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Setiap tahun ada sekitar 30% produk yang diproduksi tidak terjual dan sisa-sisa produk tersebut nanti akan berakhir di pembuangan dan dibakar. Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) 2021 melalui SIPSN menerangkan bahwa, Negara Indonesia sendiri memiliki limbah pakaian sejumlah 2,3ton dan hanya 0,3ton saja limbah tersebut yang bisa didaur ulang. Terdapat 92 juta ton sampah tekstil hasil produksi industri tidak diolah kembali dan terus bertambah setiap tahunnya, dan kedepannya akan berakhir di tempat pembuangan dan menyebabkan pencemaran tanah. Limbah kain diambil dari desainer Indonesia yaitu Ferry Sunarto, yang sudah berkarya sejak tahun 1992 silam, desainer Ferry Sunarto tidak memiliki kerjasama atau hubungan dengan pengepul sehingga beliau membuang kain sisa produksinya begitu saja, melalui petugas kebersihan yang bekerja disekeliling butik. Limbah yang dihasilkan oleh Butik Ferry Sunarto ini bejumlah 20 karung trashbag dengan total berat berkisar 300kg limbah. Selain itu ukuran, jenis, dan warna kain yang ada beragam. Berdasarkan hasil dari proses eksplorasi teknik machine stitch dan flat iron memiliki potensi lebih untuk pengolahan limbah, karena teknik ini menggunakan limbah dengan ukuran yang sangat kecil serta dapat menggunakan beragam jenis kain dalam teknik ini, hasil akhir dari penggunaan teknik ini berupa aksesoris fashion.

Kata Kunci : limbah, limbah kain, produk fashion, machine stitch, flat iron

References

Published

2024-12-01

Issue

Section

Program Studi S1 Kriya