REPRESENTASI KAIN TENUN JANGGAWARI SUKU BADUY DALAM MEDIUM INSTALASI
HITAM PUTIH JANGGAWARI
Abstract
Pengkaryaan ini bertujuan untuk mengabadikan dan melestarikan kebudayaan Kain Tenun Suku Baduy, khususnya Kain Janggawari, melalui medium instalasi seni. Kain Janggawari dipilih karena memiliki nilai sakral dan filosofi mendalam yang mencerminkan kehidupan dan kebudayaan masyarakat Baduy. Seni instalasi dipilih sebagai medium karena mampu menampilkan detail visual dan tekstur kain dengan lebih baik, sehingga nilai estetika dan keindahannya dapat lebih diapresiasi oleh masyarakat luas. Latar belakang dari pengkaryaan ini adalah ancaman modernisasi dan perubahan sosial yang mengikis praktik tradisional Suku Baduy, termasuk dalam pembuatan Kain Tenun. Tujuannya yaitu Menggali filosofi yang mengalir di dalamnya. Melalui medium Instalasi, upaya ini bertujuan tidak hanya untuk menyimpan dan mengamankan warisan budaya ini bagi generasi mendatang, tetapi juga untuk menghidupkan kembali kisah-kisah yang tersembunyi di balik setiap motif dan warna yang digunakan dalam Kain Tenun tersebut.
Kata kunci: Kain Tenun Baduy, Kain Janggawari, Seni Instalasi, pelestarian budaya, seni tradisional, modernisasi, visualisasi estetika
References
Adhayati, T. (2021). Cerita dari Suku Baduy. Retrieved from https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/resource/doc/files/cerita_ dari_Suku_Ba duy_spread_ok.pdf.
Afrizal malna. (2023). Performance art dan medan pasca seni.
Ahimsa-Putra, Heddy shri. 2006. Strukturalisme Levi Strauss: Mitos dan Karya Sastra . Yogyakarta: Kepel Press
Aihong Li (2015). Contemporary Installation Art. Claire Bishop.(2005) Installation Art A Critical History
Gie Liang The. 1996. Filsafat Keindahan Pusat Belajar Ilmu Berguna (PUBIB). Jogyakarta.
Gingko Press.(2013). Installation Art Now.
Junaedi, D. (2016). Estetika: Jalinan Subjek, Objek, dan Nilai. ArtCiv
Samudra, e., & soenarjo, h. (2020). Perancangan instalasi buku 8jiwa yang patah9karya i ngurah suryawan.
Vivian van Saaze.(2013).Installation Art and the Museum
Amalia, S., Endriawan, D., & Sintowoko, D. A. W. (2024). Visualisasi quarter life crisis dengan karya instalasi. Eproceedings of Art & Design, 11
Belinda, G. A., Trihanondo, D., & Sintowoko, D. A. W. (2023). Mental illness depresi dengan judul karya mentally unstable pada performance Bessette, Sakchin. (2018). "Sakchin
Bessette: Whispers." Retrieved from Pinterest.
Diningrum, A. E., Sadono, S., & Sintowoko, D. A. W. (2023). Visualisasi perspektif perokok pasif dalam karya seni instalasi. Eproceedings of art & design, 10(5).
Fajarwati, N. K., Susilawati, E., & Fitrianti, R. (2022). Kain Tenun Baduy: Simbol Komunikasi Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal. Batara Wisnu: Indonesian Journal of Community Services, 2(1), 178-188.
Farhan, A. M., Trihanondo, D., & Maulana, T. A. (2023). Representasi isi pikiran korban cyberbullying di instagram melalui karya performance art. eProceedings of Art & Design, 10(4).
Fitri Rahmadani, S. I. S. K. A. (2020). Video Tutorial Pembuatan Kompres Kayu Manis (Cinnamomum burmanii) Segabai Upaya Menurunkan Nyeri Sendi Pada Lansia Hak Kekayaan Intelektual (HKI) (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Ponorogo)
Galela, D. (2017). Seni dan Budaya Tobelo. Kajian Linguistik, 4(3).
Goldberg, R. (1988). The Contemporary Art of Performance The Art of the Theatre. London Methuen Drama
Kartika Sony Dharsono, 2007. Estetika Rekayasa Sains. Bandung.
Muhammad Husein (2019) proses pelatihan tabuhan iringan sisingaan untuk anakanak di sanggar (ls) trisnawangi kabupaten subang. Muhammad Husein : 126040065. Skripsi(S1) thesis, Seni Musik.
Paik, N. J. (1965). Manifesto. NY: New York. In J. Reichardt, (1971), The computer in art. London: Vista. 95
Purnama. (2013). Konsep Dasar Multimedia. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Rabindranattagore, M. H. H., Trihanondo, D., & Kusumanugrah, S. (2023). Karya video art inner sebagai media katarsis. eProceedings of Art & Design, 10(1).
Ramandiaz, A. R., Endriawan, D., & Rachmawanti, R. (2024). Permainan tradisional anak di era digital dalam karya instalasi. eProceedings of Art & Design, 11(2).
Sobarna, C., & Afsari, A. S. (2020). Pola Nama pada Masyarakat Baduy. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 9(2), 287-300.
Sutarjo Adisusilo.J.R. 2012. Pembelajaran Nilai-Nilai Karakter
Syah, R. A., Sadono, S., & Sintowoko, D. A. W. (2021). Analisa Motif Batik Sawung Patok Sebagai Identitas Aparatur Sipil Negara Pemerintah Kota Serang. eProceedings of Art & Design, 8(2).
Westgeest, H. (2015). Video Art theory: a comparative approach. John Wiley & Sons.
Client: International Digital Art Biennial, Arsenal Contemporary Art. (2018). Whispers International Digital Art Biennial. Retrieved from https://www.codaworx.com/projects/whispersinternational-digital-Art- biennial/.
GuÈrive, SÈbastien. (2016). "The Making of Omega II." Retrieved from Pinterest.
Hujatnikajennong, A. (2023, July 2). Mahaguru VideoArt Indonesia: Krisna Murti. Retrieved fromn
https://www.kompas.id/baca/opini/2023/07/01/mahaguru- SeniVideo-indonesia-krisna-murti-1957-2023.
Hartney, M. (2009). Video Art. Retrieved from
http://www.moma.org/collection/details.php?theme_id=10215.
Murti, Krisna. (1957). "Penari Agung Rai." Retrieved from YouTube