VISUALISASI INFERIORITY COMPLEX DALAM KARYA FILM EKSPERIMENTAL THE DANCER

Authors

  • Avisha Ersya Ramadhani Telkom University
  • Didit Endriawan Telkom University
  • Teddy Ageng Maulana Telkom University

Abstract

Karya ini mengangkat konsep tentang salah satu jenis penyakit mental yaitu Inferiority Complex yang merupakan salah satu penyakit mental yang menyebabkan hilangnya rasa percaya diri secara ekstrem pada seseorang. pada karya ini pengkarya membawakan konsep permasalahan berdasarkan pengalaman personal sehingga konsep ini akan di bawakan dalam suatu narasi perjalanan seorang karakter yang memiliki permasalahan yang sama seperti pengkarya dari kemunculannya permasalahan mental tersebut hingga tahap penyembuhan diri dengan metode self-acceptance. Konsep ini diwujudkan dalam medium film eksperimental yang menampilkan pertunjukan tarian kontemporer dengan menggabungkan berbagai aspek artistik dan simbolik untuk menggambarkan permasalahan dari inferiority complex. Tujuan dari karya ini adalah untuk meningkatkan kepedulian terhadap pentingnya Kesehatan mental dan membantu orang-orang dengan kondisi mental serupa untuk mengenali permasalahan diri mereka. diharapkan karya ini dapat membawa manfaat sebagai tahap penyembuhan diri dari berbagai permasalahan mental yang dialami orang lain.

Kata Kunci: film eksperimental, penyakit mental, inferiority complex

References

Adler, A. (1917). Study of organ inferiority and its psychical compensation. New York: Nervous and Mental Disease Publishing Co.

Adler, A. (2013). The practice and theory of individual psychology (Vol. 133). Routledge.

Adler, A. (2013). Understanding human nature (Psychology revivals). Routledge.

Bordwell, D., Thompson, K., & Smith, J. (2004). Film art: An introduction (Vol. 7). New York: McGraw-Hill.

Rogers, C. R. (1957). Becoming a Person. In Symposium on Emotional Development, Oberlin College, Oberlin, OH, US; This chapter represents a lecture by Dr.

Rogers given at the aforementioned symposium.. Association Press. Rogers, C. R. (1957). The necessary and sufficient conditions of therapeutic personality change. Journal of consulting psychology, 21(2), 95.

Greenwald, H. (Ed.). (2017). Experimentation and Innovation in Psychotherapy. Routledge.

Sitney, P. A. (2002). Visionary film: the American avant-garde, 1943-2000. Oxford University Press, USA.

Endriawan, Didit, et al. "Menafsirkan

Endriawan, D., & Maulana, T. A. (2023). VISUALISASI DEPRESI MELALUI TEKNIK DOUBLE EKSPOSURE DAN SLOW SHUTTERSPEED DALAM KARYA FOTOGRAFI ARCHIVE OF FEELINGS. eProceedings of Art & Design, 10(4).

Hernandi, W. A., Endriawan, D., & Maulana, T. A. (2023). VISUALISASI DEPRESI MELALUI TEKNIK DOUBLE EKSPOSURE DAN SLOW SHUTTERSPEED DALAM KARYA FOTOGRAFI ARCHIVE OF FEELINGS. eProceedings of Art & Design, 10(4).

Turnip, J. M. J., Yuningsih, C. R., & Rachmawati, R. (2023). KETIDAKPERCAYAAN DIRI SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS. eProceedings of Art & Design, 10(4).

Academy of Ideas. The Psychology of Alfred Adler: Superiority, Inferiority, and Courage. November 30, 2017. https://youtu.be/t3TbSjZ_fxc?si=qpdCh6m9_OMx2VEb

Academy of Ideas. Carl Jung - Inferiority Complexes and the Superior Self. September 8, 2020. https://youtu.be/XsY19pHzuh4?si=Uo26DjrGN8tpddwV

Saluja, Kulwant. 2023. "The Transformative Power of Self-Acceptance: Exploring Carl Rogers’ Paradox" di akses dari https://medium.com/@kulwantsaluja/the-transformative-power-of-selfacceptance-exploring-carl-rogers-paradox- pada 20 Juli 2024

Published

2024-12-01

Issue

Section

Program Studi S1 Seni Rupa Murni