VISUALISASI KESEIMBANGAN HITAM PUTIH DALAM KARYA FILM EKSPERIMENTAL REDUP DAN PUCAT
Abstract
Keselarasan antara hitam dan putih sangatlah penting bagi manusia. Meski nilai masing-masing dianggap sangat bertolak belakang, namun keseimbangan antar keduanya menjadi kunci utama untuk mencapai kehidupan yang ideal tanpa ada yang mendominasi melebihi porsinya masing-masing. Merujuk kepada filsafat Cina beserta ajaran klasiknya yaitu Yin-Yang, di mana kedua warna ini saling melengkapi satu dengan lainnya sehingga menciptakan suatu harmoni. Melalui film eksperimental Redup dan Pucat, penulis bertujuan untuk menghadirkan sisi 8ketidaksempurnaan9 dari warna 8putih9 serta menunjukkan sisi 8kebenaran9 dalam warna 8hitam9 lewat penggambaran karakter anak-anak yang belum bisa membedakan baik-buruknya suatu perilaku, serta menyampaikan pesan bahwa hitam dan putih diciptakan bukan untuk dicampur aduk atau digabungkan, melainkan untuk dibawa beriringan untuk mencapai suatu keaslian yang sebenarnya.Dalam film eksperimental mengandung dua utama yaitu abtract form dan associational form yang turut ditampilkan lewat berbagai simbol suatu objek, penggunaan efek warna pada color grading guna menampilkan makna dan nilai estetikanya sendiri, juga suara-suara yang dapat memperkuat emosi dalam film.
Kata kunci: hitam, putih, film eksperimental, yin-yang, harmoni.
References
Alkitab. (2011). Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia.
Alfathoni, M. A. M., & Manesah, D. (2020). Pengantar teori film. Yogyakarta: Deepublish.
Bordwell, D., Thompson, K., & Smith, J. (2004). Film art: An introduction (Vol.7).
New York: McGraw-Hill.
Darmaprawira, S. (2002). Warna: teori dan kreativitas penggunaannya. Penerbit ITB.
Dhammananda, K. S. (1970). Buddhism and duties of a lay Buddhist. Buddhist Missionary Society.
Ladd, G. E. (1993). A Theology of the New Testament. United States: Eerdmans Publishing Company.
Nugroho, E. (2008). Pengenalan teori warna. Yogyakarta: Andi.
Powers, J. (2023). Technology and the Making of Experimental Film Culture. Oxford University Press.
Sadono, S. (2023). Budaya Nusantara. Ponorogo: Uwais Inspirasi Indonesia. Sihotang,D. (2012). Sang Buddha. (n.p.): PT Balai Pustaka (Persero).
Tan, C. (2022). Feng Shui Modern. United Kingdom: Bloomsbury Publishing. Artikel
Kirani, Gheani (2024). Review Film Monster (2023): Viral karena Mengupas Sisi Terdalam Manusia, diakses pada 11 Juni 2024, https://blog.metamata.id/review-film-monster-2023.
Nurtaeni, Meiranie. (2023). Teknik Terkutuk Jujutsu Kaisen, diakses pada 11 Juni 2024, https://www.rukita.co/stories/teknik-terkutuk-jujutsu-kaisen.
Yucki, Bernadetta. (2024). Best of Hirokazu Koreeda, diakses pada 11 Juni 2024, https://www.cultura.id/best-of-hirokazu-koreeda.
GotQuestion. Apakah anak-anak dihukum karena dosa-dosa orangtua mereka. https://www.gotquestions.org/Indonesia/dosa-orangtua.html (diakses 1 Juli 2024)
Greatmind.Manusia:HitamPutihYangTakPernahMutlak. https://greatmind.id/article/manusia-hitam-putih-yang-tak-pernah-mutlak (diakses pada 26 April 2024)
Kumparan. Menilik Filosofi Hitam Putih sebagai Perwujudan Kebaikan dan Kejahatan.https://kumparan.com/sejarah-dan-sosial/menilik-filosofihitam-putih-seba gai-perwujUdan-kebaikan-dan-kejahatan (diakses pada 14 April 2024)
Supriami, Stefanie (2020). Karma Si Penentu Kehidupan, diakses pada 1 Juli 2024, https://kmbdharmavira.org/artikel/karma-si-penentu-kehidupan-bystefani e-hadi-supriami/
Tirta, Wesiana (2022). Mengenal Hubungan Karma Orangtua dan Anak dalam AgamaBuddha,diaksespada1Juli2024, https://www.popmama.com/bigkid/10-12-years-old/wesianatirta/mengen al-hubungan-karma-orangtuadan-anak-dalam-agama-buddha?page=all
Adiputra, S., Wiguna, I. P., & Yeru, A. I. (2021). Analisis Penerapan Teknik Sinematografi Dalam Membangun Kesan Trauma Pada Film kucumbu Tubuh Indahku. Proceedingsof Art & Design, 8(2).
Arifin, S., & Anshori, M. S. (2022). Studi Semiotik Feminisme pada Film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak (Analisis Semiotika Roland Barthes). Jurnal Indonesia Sosial Sains, 3(02), 191-200.
Gea, M. A. (2024). Peran Quality Time Keluarga Dalam Menangani Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Dalam Perspektif Yohanes 9: 2-3. Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama, 2(3), 202-215.
Marta, R. (2017). Penanganan kognitif down syndrome melalui metode puzzle pada anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 32-41.
Paksi, D. N. F., & Nur, D. (2021). Warna dalam Dunia Visual. IMAJI: Film, Fotografi, Televisi & Media Baru, 12(2), 90-97. Pongdatu, L. L., Tandi, A., &
Pongdatu, L. L. (2023). Kajian teologis keselamatan bayi dalam perspektif Jhon Calvin dan implikasinya bagi warga gereja Toraja. Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi, 1(3), 30-44.
Sadono, S., Nugroho, C., & Nasionalita, K. (2018). Pewarisan kesenian Wayang Golek di Jawa Barat. Jurnal Rupa, 3(2), 150-163.
Simanjuntak,F., Lahagu A., Lase Y., & Priscilla A. (2018). Konsep Dosa Menurut Pandangan Paulus. Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 3(2), 17-27.
Sintowoko, D. A. W., Zen, A. P., & Febrian, Y. (2021). Practical learning: Analisis visual pada karya anak-anak. Brikolase: Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa, 13(1), 59-67.
Trihanondo, D., Haryotedjo, T., & Wiguna, I. P. (2017, October). Psikologi Ruangan pada Program Studi Intermedia dalam Mendukung Atmosfer Akademik. In Seminar Nasional Seni dan Desain 2017 (pp. 486-490). State University of Surabaya.
Widiana, I. W. (2019). Filsafat Cina: Lao Tse Yin-Yang kaitannya dengan Tri Hita Karana sebagai sebuah pandangan alternatif manusia terhadap pendidikan alam. Jurnal Filsafat Indonesia, 2(3), 110-123
Yuningsih, C. R., Al Ghiffary, F., & Sintowoko, D. A. (2021). Representasi paradoks dan harmoni dalam berkarya. Jurnal Rupa, 6(2), 112-117.