Visualisasi Sifat Ambivalensi Sebagai Dorongan Pengembangan Diri Melalui Karya Seni Lukis

Authors

  • Khuzaimah Nur Faizah Ismail Telkom University
  • Iqbal Prabawa Wiguna Telkom University
  • Ganjar Gumilar Telkom University

Abstract

Ambivalensi dipahami sebagai kondisi psikologis di mana seseorang merasakan dua emosi
atau nilai yang saling bertentangan secara bersamaan. Kondisi ini sering memicu konŇik baƟn,
kebingungan, serta menyebabkan keƟdakkonsisten dalam pengambilan keputusan, terutama keƟka
nilai pribadi bertentangan dengan ekspektasi. Dengan melalui pendekatan seni kontemporer, penulis
menciptakan karya seni lukis yang dapat memvisualisasikan ketegangan antara aspek kogniƟf dan
emosional dalam diri manusia. Visualisasi ini diwujudkan dengan penggunaan simbol visual seperƟ
otak, haƟ, buku, bunga, air, lilin, dengan bentuk kanvas lingkaran sebagai medium kanvasnya,
metafora dari dinamika baƟn yang terus berkesinambungan dan akan terus berubah. Warna merah
dan biru digunakan sebagai penanda sisi emosional dan kogniƟf. Karya ini bertujuan sebagai medium
reŇekƟf sekaligus komunikaƟf dalam memahami sifat ambivalensi sebagai bagian dari proses
berpikir dan bertumbuh. Dengan menggunakan teknik cat aklirik di atas kanvas dengan pendekatan
visual metaforis dan simbolis. Diharapkan karya ini mampu membuka ruang pemaknaan baru
terhadap emosi dan logika dalam diri manusia .
Kata kunci : Ambivalensi, KogniƟf , Emosional, simbol, pengembangan diri

References

BarreƩ, L. F. (2017). How emoƟons are made: The secret life of the brain. Houghton Miŋin

Harcourt.

Birren, F. (1961). Color psychology and color therapy: A factual study of the inŇuence of color

on human life. McGraw-Hill.

Clark, A. (2016). SurĮng Uncertainty: PredicƟon, AcƟon, and the Embodied Mind. Oxford

University Press.

Davidson, R. J. (2012). The emoƟonal life of your brain. Penguin Group.

Elkins, J. (2001). What painƟng is. Routledge.

Fitzgerald, F. S. (2020). The Crack-Up and Other Essays. New York, NY: Scribner.

Frankl, V. E. (2006). Man's Search for Meaning. Beacon Press. (Original work published 1946)

Hassin, R. R., Uleman, J. S., & Bargh, J. A. (2006). The New Unconscious. Oxford University

Press. Jung, C. G. (1964). Man and his symbols. Dell Publishing.62

Krauss, R. E. (1999). A voyage on the North Sea: Art in the age of the post medium condiƟon.

Thames & Hudson.

Lyotard, J.-F. (1984). The postmodern condiƟon: A report on knowledge. University of

Minnesota Press.

Mahnke, F. H. (1996). Color, environment, and human response: An interdisciplinary

understanding of color and its use as a beneĮcial element in the design of the architectural

environment. John Wiley & Sons.

Manson, M. (2016). The subtle art of not giving a fck: A counterintuiƟve approach to living

a good life.

Smith, T. (2009). What is contemporary art?. University of Chicago Press. Solzhenitsyn, A.

(1973). The Gulag Archipelago: 1918–1956 (Vol. 1). Harper & Row.

Sukarman, B. (2020). Pengetahuan dasar seni rupa. Kementerian Pendidikan

dan Kebudayaan. Arnheim, R. (1974). Art and visual percepƟon: A psychology of the creaƟve eye

(New version). University of California Press. Accessed from :

hƩps://www.academia.edu/17883222/Art_and_Visual_PercepƟon_by_Rudolph _Arnheim

Rosyidi, H. (2015). Psikologi Kepribadian : Paradigma Traits, KogniƟf,

BehaviorisƟk dan HumanisƟk. Accessed from :

hƩp://repository.uinsa.ac.id/id/eprint/1474/63

Jurnal Online

Wiguna, I. P., Hernawan, A. R., Yuningsih, C. R., Widyaevan, D. A., & Mohktar, M. (2025). The

changing percepƟon of death in AnnuiƩerra arƟculated skeleton set. In The Bandug CreaƟve

Movement 2023 – Enchaning CollaboraƟon in Arts, Design and CraŌ for Sustainable CreaƟve

Industries : Technology and Art (pp. 91-98). KnE Social Sciences.

doi.org/10.18502/kss.v10i3.17901

Published

2025-11-20

Issue

Section

Prodi S1 Seni Rupa