PERANCANGAN BARU GEDUNG KESENIAN GRAHA BAKTI BUDAYA DENGAN PENDEKTANA HUMAN CENTER DESIGN DI BANDUNG
Abstrak
Tingginya antusiasme masyarakat Bandung terhadap kesenian, yang tercermin dari
pertumbuhan sanggar dan komunitas seni lokal, belum diimbangi dengan ketersediaan
fasilitas teater yang memadai untuk menunjang kegiatan pertunjukan secara optimal.
Menjawab tantangan tersebut, perancangan teater baru yang modern, fungsional, dan
sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat menjadi sangat penting. Perancangan ini
mengadopsi pendekatan Human-Center Design (HCD), yang menempatkan manusia sebagai
pusat dari proses desain. Melalui tahapan empati, perumusan masalah, ideasi, pembuatan
prototipe, dan pengujian, pendekatan ini menggali secara mendalam pengalaman serta
kebutuhan pengguna utama, seperti seniman, penonton, dan pengelola. Hasil desain yang
dihasilkan tidak hanya memenuhi fungsi teknis dan estetika, tetapi juga menciptakan ruang
yang inklusif, nyaman, dan berkelanjutan. Pendekatan HCD juga memastikan bahwa
rancangan ini selaras dengan konteks sosial dan budaya lokal Bandung, khususnya dalam
memanfaatkan potensi kawasan Kiaracondong sebagai pusat seni yang dinamis dan
partisipatif. Dengan demikian, teater ini diharapkan dapat menjadi ruang budaya yang
hidup dan membina hubungan yang erat antara masyarakat dan kesenian, serta mendorong
perkembangan ekosistem seni yang lebih luas dan berkelanjutan di Kota Bandung.
Kata kunci: Aktivitas, Fasilitas teater, Fungsional, Human-centered design, Peraturan
pemerintah, Seni pertunjukan
Referensi
Andini, R.A. and Natalia, T.W. (2024) ‘PENGARUH INTERIOR AUDITORIUM
TERHADAP KENYAMANAN’, 5(September), pp. 72–82.
Appeleton, I. (2008) ‘Building for The Performing Art’, p. 6.
Budi, I. et al. (2015) ‘Penerapan Elemen-elemen Akustika Ruang Dalam Pada
Perancangan Auditorium Mono-Fungsi, Sidoarjo-Jawa Timur’.
Desain, P.S. and Magister, P. (2023) ‘AUDITORIUM BALAI BUDAYA GIRI NATA
MANDALA ANTHROPOMETRY AND ACOUSTIC REVIEW AT
AUDITORIUM Program Studi Desain , Program Magister digunakan di
ruangan lain . Umumnya , kursi auditorium menggunakan jenis fixed
seating , seating menggunakan heavy upholstery berwarna merah
dilengkapi dengan sandaran tinggi
, duduk milik Indonesia pada ruang auditorium Balai Budaya Giri Nata Mandala milik Pusat’, pp. 49–60.
Elim, K. et al. (2001) ‘Perhitungan Dan Metode Konstruksi Sistem Pendinginan
Terhadap Auditorium’, Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen
Petra, pp. 1–7.
Fasilitas, P. et al. (2025) ‘PENERAPAN AKUSTIK DALAM PERANCANGAN RUANG
AUDITORIUM’, 8(2), pp. 406–415.
Hedy C. Indrani (2004) ‘Pengaruh Elemen Interior Terhadap Karakter Akustik
Auditorium’, Dimensi Interior, 2(1), pp. 66–79. Available at:
http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/int/article/view/ 16247.
Kusumawati, A.A. (2009) ‘Menengok Seni Teater/Drama Umat Islam Di Indonesia’,
Adabiyyāt: Jurnal Bahasa dan Sastra, 8(2), p. 371. Available at:
https://doi.org/10.14421/ajbs.2009.08209.
Laksitarini, N., Purnomo, A.D. and Akmal, R.F. (2023) ‘Implementasi Material Rotan
Pada Furniture Dan Interior Hotel Sebagai Strategi Pengembangan
Industri Kreatif’, Online) SENADA, 6, pp. 230–
Available at: http://senada.idbbali.ac.id.
Lambonan, O.M. et al. (2024) ‘Optimalisasi Pencahayaan di Lingkungan Kampus :
Implementasi Smart Lighting pada Taman dan Perbaikan Instalasi
Penerangan Ruang Teater GKT Politeknik Negeri Manado’, 4, pp. 1–5.
Lee, C.R. and Wibowo, M. (2025) ‘PENDEKATAN HUMAN-CENTERED DESIGN PADA
DESAIN INTERIOR DUNKIN ’ DONUTS RMI NGAGEL SURABAYA’, 3(128),
pp. 130–144.
Prabowo, W. and Dewi, T.R. (2023) ‘Redesain Gedung Auditorium Sarsito
Mangoenkusumo RRI Surakarta dengan Pendekatan Revitalisasi Cagar
Budaya’, SPECTA Journal of Technology, 7(1),pp. 414–426.
Available at: https://doi.org/10.35718/specta.v7i1.372.
Putra, A.R. and Nazhar, R.D. (2020) ‘Peranan Material Interior dalam
Pengendalian Akustik Auditorium Bandung Creative Hub’, Waca Cipta Ruang, 6(2),
pp. 71–76. Available at: https://doi.org/10.34010/wcr.v6i2.4123.
Rama, A.I.D., Triwahyono, D. and Susanti, D.B. (2021) ‘Auditorium Kampus 2 Itn
Malang Tema: Arsitektur Modern’, Pengilon: Jurnal Arsitektur, pp. 275–
Strong, J. (2010) Theater building design guide.



