PERANCANGAN BARU HOTEL RESORT BINTANG 4 DI DESA KADUWULUNG DENGAN PENDEKATAN LOKALITAS
Abstract
Perkembangan pariwisata lokal mendorong peningkatan kebutuhan akomodasi
yang tidak hanya nyaman, tetapi juga mampu merepresentasikan identitas budaya
setempat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang hotel resort yang mengusung
pendekatan lokalitas Sunda di kawasan pedesaan Jawa Barat sebagai bentuk pelestarian
budaya sekaligus strategi diferensiasi destinasi wisata. Pendekatan kualitatif dengan studi
literatur, observasi lapangan, dan wawancara digunakan untuk menggali elemen-elemen
arsitektur dan interior khas Sunda. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan
elemen lokalitas seperti bentuk atap Julang Ngapak, material alami, pola ruang tradisional,
serta ornamen dan motif khas mampu menciptakan ruang akomodasi yang tidak hanya
estetik tetapi juga bermakna. Diharapkan rancangan ini dapat menjadi model perancangan
akomodasi berkelanjutan yang berpihak pada kearifan lokal.
Kata kunci: perancangan hotel resort, lokalitas Sunda, budaya lokal, arsitektur tradisional,
interior etnik
References
Badan Pusat Statistik (BPS). 2019. Kunjungan Wisatawan Nusantara. Badan Pusat
Statistik. From bps.go.id.
Badan Pusat Statistik (BPS). 2020. Tingkat Penghunian Kamar Hotel 2020. From
bps.go.id.
Davis, M. (2009). The Fundamentals of Branding. (1sted.). London, UK: AVA
Publishing.
Dzulkifli.M. & Mustafar.M. (2013). The Influence of Colour on Memory Performance:
A Review. The Malaysian Journal of Medical Sciences. 20(2),3.
Retrieved from
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/?term=MustafarMFFauzi, D.K, Murdowo, D., Nugroho, A."Pengembangan coworking space bandung
digital valley dengan pendekatan psikologi warna." Jurnal Tugas Akhir, Vol.7,
No.2 Agustus 2020 :11.
Imani, N., Shishebori, V. (2014). Branding With The Help of Interior Design. Indian :
Journal of Scientific Research.
Indonesia. 2013. Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif Nomor PM.53/HM.001/MPEK/2013 Tentang usaha dan klasifikasi hotel.
Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.
Indonesia. 2019. Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif Nomor PM.53/HM.001/MPEK/2013 Tentang Standar Usaha Hotel.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. BN. 2019 No. 1111.
jdih.kemenparekraf.go.id
Keller, K. L. (2000). The brand report card. Harvard business review, 78(1), 147 158.
Laksitarini, N, Purnomo, A.D, Akmal, R.F."Implementasi Material Rotan Pada
Furniture Dan Interior Hotel Sebagai Strategi Pengembangan Industri Kreatif."
Jurnal Prosiding Seminar Nasional Manajemen, Desain & Aplikasi Bisnis
Teknologi (SENADA), Vol.6, Maret 2023:232.
Mirzah, L.A, Gunawan, A.N.S, Salayanti, S."Penerapan Pencahayaan Buatan Pada
Interior Restoran Atmosphere Bandung Di Malam Hari" Jurnal Ide dan Dialog
Indonesia, Vol.2 No.1 (April 2017):196.
Muarrafah, Annisa. 2022. “PERANCANGAN BARU INTERIOR HOTEL RESORT BINTANG
EMPAT DI MANDALIKA DENGAN PENDEKATAN LOKALITAS LOMBOK.”
Murdowo, D., Prameswari, N, S., Meirissa, A, S. "Engaging the Yin-Yang Concept to
Produce Comfort and Spatial Experience: An Interior Design for a Chinese
Restaurant in Indonesia." ISVS e-journal, Vol. 8, no.2, April, 2021:66.
Palnero, Julius , dan Martin Zelnik. 2023. Dimensi Manusia & Interior: Buku Panduan
Untuk Standar Pedoman Perancangan. Erlangga.
Pratama, D.A. & Budiono, I.Z. (2021). Perancangan Jendela dan Partisi Pembatas
dengan Pertimbangan Kenyamanan Termal. Jurnal Desain Interior, Volume 6
(2). 56.
Ralali.com. 2023. “Melihat Dari 2 Sisi, Ini Keuntungan Dan Kerugian Bisnis Hotel”
https://news.ralali.com/ini-keuntungan-dan-kerugian-bisnis-hotel/ . Diakses
pada 11 November 2023.
Widanaputra, A.A.GP dkk. 2009. Akuntansi Perhotelan Pendekatan Sistem Informasi.
Yogyakarta : Graha Ilmu.
Neufert Ernst. (2002). Data Arsitek Jilid 2. Terjemahan, Sunarto Tjah: Erlangga.



