PERANCANGAN ULANG GEDUNG BANDUNG TECHNO PARK DENGAN PENERAPAN INTERIOR HEALTH AND COMFORT (IHC)
Abstrak
Bandung ditetapkan sebagai kota kreatif dunia oleh UNESCCO pada tahun 2015
sehingga semakin memperkuat Bandung sebagai pusat inovasi dan industri kreatif di
Indonesia. Atmosfer kewirausahaannya yang kuat membuat banyak startup bermunculan.
Pertumbuhan startup ini perlu didukung dengan fasilitas seperti coworking space. Bandung
Techno Park berperan dalam penyediaan fasilitas coworking space. Dalam perancangan ini
dilakukan tiga metode untuk mengumpulkan data yaitu, observasi atau survei, studi literatur,
dan wawancara untuk mengetahui permasalahan yang ada pada BTP guna meningkatkan
kenyamanan dan memenuhi fasilitas. Dengan penerapan interior health and comfort ini
bertujuan pada meningkatkan Kesehatan serta kenyamanan bagi pengguna-Nya.
Kata kunci: Bandung Techno Park, coworking space, startup, Interior Health and Comfort,
kenyamanan
Referensi
Damayanti, V., Wismoyo, D., & Siregar, H. (2024). Pemanfaatan coworking space
bagi mahasiswa dalam pengembangan startup di era digital. Jurnal
Desain & Inovasi, 12(1), 45–58.
Daningtya, G. R., Hapsoro, A., & Budiono, H. (2022). Pengaruh desain interior
terhadap kenyamanan pengguna ruang kerja bersama. Jurnal
Arsitektur Nusantara, 10(2), 77–90.Ergin, D. (n.d.). Handbook for coworking space. [eBook]. Retrieved from
Green Building Council Indonesia. (n.d.). Panduan greenship rating tools. Retrieved
from https://www.gbcindonesia.org
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Peraturan Menteri Kesehatan
No. 48 tahun 2016 tentang Standar Baku Mutu Kesehatan
Lingkungan. Retrieved from https://peraturan.bpk.go.id
Mujahidin, A. (2022). Transformasi ruang kerja: Studi tentang coworking space di
kota besar. Jurnal Perkotaan dan Teknologi, 8(3), 112–120.
Putri, A. T., Rusyda, H. F. S., & Ismiranti, A. (2024). Evaluasi penerapan signage
larangan merokok pada bangunan publik berbasis IHC. Jurnal
Arsitektur Hijau, 9(1), 33–41.
Rachmayanti, S., & Roesli, R. (2014). Green Architecture: Arsitektur ramah
lingkungan dan hemat energi. Jakarta: Penerbit Arsitektur Hijau.
Santoso, A., & Susan, R. (2024). Penerapan sistem penilaian Greenship pada
bangunan perkantoran. Jurnal Lingkungan Binaan, 6(2), 21–29.
SNI 03-6197-2000. (2000). Konservasi energi pada sistem pencahayaan. Badan
Standardisasi Nasional.
SNI 03-6386-2000. (2000). Tingkat kebisingan maksimum di dalam bangunan
gedung. Badan Standardisasi Nasional.
Wulandari, D. (2023). Penggunaan material low VOC dalam desain interior
berkelanjutan. Jurnal Material Interior, 5(1), 54–62.
Telkom University. (2025). Bandung Techno Park. Retrieved from



