PERANCANGAN ULANG GEREJA SANTA THERESIA JAMBI DENGAN PENDEKATAN KEARIFAN LOKAL JAMBI

Penulis

  • Telkom University
  • Telkom University
  • Telkom University

Abstrak

Gereja Katolik masa kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah,
tetapi juga sebagai ruang komunitas yang memenuhi kebutuhan rohani dan jasmani
umatnya. Hal ini menjadi penting bagi Gereja Santa Theresia Jambi yang melayani
lebih dari 7.000 umat, sementara kapasitas bangunannya hanya menampung 750
orang. Pertumbuhan jumlah umat, meningkatnya aktivitas kategorial, serta buruknya
kualitas akustik menunjukkan perlunya dilakukan perancangan ulang gereja.
Renovasi gereja tidak hanya ditujukan untuk perbaikan fisik dan kapasitas, tetapi juga
sebagai upaya memperkuat citra dan Gereja melalui kearifan lokal. Konteks kearifan
lokal Jambi memiliki keterkaitan erat dengan kearifan lokal Jawa, yang tercermin dari
sejarah, bahasa, kesenian batik, hingga situs Candi Muaro Jambi. Hal ini turut
memengaruhi desain awal Gereja Santa Theresia Jambi yang banyak mengadopsi
unsur kearifan lokal Jawa. Namun, seiring pertumbuhan umat lokal Jambi, muncul
kebutuhan untuk merancang ulang Gereja dengan pendekatan yang sesuai arahan
Konsili Vatikan II, pendekatan kearifan lokal, yang diperbolehkan selama tidak
bertentangan dengan nilai iman Katolik. Perancangan ulang dilakukan dengan tetap
mempertahankan kearifan lokal Jawa yang sudah melekat, sekaligus menghadirkan
elemen kearifan lokal Jambi secara harmonis.
Kata kunci: Gereja Katolik, kearifan lokal, Jambi, Jawa

Referensi

Adryamarthanino, V., & Ningsih, W. L. (2022). Sejarah Batik Jambi.

Kompas.Com.

https://www.kompas.com/stori/read/2022/03/17/160000079/sejarahbatik-jambi?page=all

Anonim. (2015). Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus, Perawan dan

Pelindung Karya Misi, 1 Oktober. https://www.mirifica.net/santatheresia-dari-kanak-kanak-yesus-perawan-dan-pelindung-karya-misi-1-

oktober/

Anonim. (2024a). Mengenal Perbedaan Arsitektur Neo Vernakular dan

Vernakular. Colorbrand. https://colorbond.id/colorbondstories/mengenal-perbedaan-arsitektur-neo-vernakular-dan-vernakular

Anonim. (2024b). Menyusuri Sejarah Jambi: Dari Hubungan Internasional

Kuno hingga Berdirinya Provinsi. https://sinarmas.co.id/read/jelajahnusantara/menyusuri-sejarah-jambi-dari-hubungan-internasional-kunohingga-berdirinya-provinsi#gsc.tab=0

Fadyla, P. (2024). 5 Kerajinan Tangan Khas Jambi, Cocok untuk Jadi Oleh-oleh.

Detiksumbagsel. https://www.detik.com/sumbagsel/wisata/d7690954/5-kerajinan-tangan-khas-jambi-cocok-untuk-jadi-oleh-oleh

Fikriyah, F. N., Koesoemadinata, M. I. P., & Trihanondo, D. (2024). Motif Batik

Sebagai Representasi Budaya Pada Revitalisasi Interior Gedung Sarinah

Jakarta. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 9(11), 6111–6119.

Griffiths, A. (2012). Inscriptions of Sumatra; II. Short epigraphs in Old

Javanese. Wacana, Journal of the Humanities of Indonesia, 14(2).

https://doi.org/10.17510/wacana.v14i2.61

Hanifah, M. N. (2023). 15 Motif Batik Jambi yang Beraneka Ragam dan

Maknanya. Detiksumbagsel.

https://www.detik.com/sumbagsel/budaya/d-6934135/15-motif-batikjambi-yang-beraneka-ragam-dan-maknanya

Hariri, F. H., Putri, D. A., Putri, Y. D., Putri, D. F., & Hariadi, U. (2024). Jarigan

Ulama Melayu Jambi Peran dan Pengaruhnya Dalam Perkembangan Islam Abad 19-20. Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner, 8(12), 5–10.

Kania. (2021). Kenali 5 Tipe Ukiran Tradisional di Indonesia. Dekoruma.

https://www.dekoruma.com/artikel/84577/tipe-ukiran-tradisional-diindonesia

Konsili Vatikan II. (1963). Sacrosanctum Concilium.

https://www.vatican.va/archive/hist_councils/ii_vatican_council/docu

ments/vat-ii_const_19631204_sacrosanctum-concilium_en.html

Murdowo, D., Haristianti, V., Andrianawati, A., & Fatiharani, N. A. (2024).

Inovasi Booth Penjualan Berbasis Kearifan Lokal Untuk Meningkatkan

Pendapatan UMKM Binaan Koperasi BSM. BERNAS: Jurnal Pengabdian

Kepada Masyarakat, 5(4), 2443–2450.

Nyaming, G. (2021). Gereja Menghargai Budaya Lokal (7). Sesawi Net.

https://www.sesawi.net/gereja-menghargai-budaya-lokal-7/

Perdana, A. B. (2022). A Jambi Coin with Kawi Inscription from Indonesia.

Indonesia and the Malay World, 50(148), 358–369.

https://doi.org/10.1080/13639811.2022.2123155

Santiko, H. (2014). The Structure Of Stūpas At Muara Jambi. Kalpataru, 23(2),

–15.

Siallagan, J. (2015). Melestarikan Kearifan Lokal Sebagai Upaya Untuk

Meningkatkan Kesadaran Budaya Di Era Globalisasi. TE DEUM (Jurnal

Teologi Dan Pengembangan Pelayanan), 5(1), 41–61.

https://ojs.sttsappi.ac.id/index.php/tedeum/article/view/112

Sinaga, H. A. M. S. (2024). Candi Muaro Jambi: Sejarah, Keunikan, Mitos,

Kompleks Bangunan. DetikSumut.

https://www.detik.com/sumut/budaya/d-6594365/candi-muaro-jambisejarah-keunikan-mitos-kompleks-bangunan

Sunarto, A. E., & Priyono, B. (2014). Batik Jambi: Melintas Masa. Rumah Batik

Azmiah.

Sutrisno, Y. (2021). Proposal Permohonan Bantuan Dana Pembangunan

Gedung Gereja Santa Theresia Jambi.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-12-19

Terbitan

Bagian

Prodi S1 Desain Interior