PENGEMBANGAN INTERIOR MTs DAN MA PONDOK PESANTREN SABILUNNAJAH PUTRI DI BANDUNG MELALUI PENDEKATAN AKTIVITAS TERHADAP PERILAKU PENGGUNA
Abstract
Pondok pesantren berfungsi tidak hanya sebagai pusat pendidikan agama,
tetapi juga sebagai tempat pembinaan karakter dan kepribadian santri. Struktur sebuah
pesantren pada umumnya tediri dari beberapa komponen utama, diantaranya adalah
kiai, santri, masjid dan asrama. Pondok pesantren dapat dibagi menjadi dua macam :
tradisional dengan metode pembelajaran klasik berfokus pada kajian kitab- kitab islam,
serta modern yang mencangkup perkembangan pendidikan melalui penggabungan
sistem tradisional dan pendidikan formal seperti madrasah. Perbedaan antar keduanya
terletak pada pendekatan pembelajaran, kurikulum dan fasilitas. Perancangan ini
bertujuan menciptakan ruang yang nyaman dan fungsional berdasarkan dengan
kurikulum, capaian pembelajaran serta standarisasi pondok pesantren dengan
menggunakan pendekatan aktivitas perilaku pengguna, dimana pembentukan tata
ruang memiliki keterkaitan yang kuat sesuai dengan pendekatan yang ada. Melalui
metode observasi, wawancara, kuesioner, studi banding, dan kajian pustaka, rancangan
difokuskan pada ruang-ruang seperti kelas, asrama, laboratorium, ruang keterampilan,
perpustakaan, dan area komunal. Aspek ergonomi, pencahayaan, material, dan privasi
menjadi pertimbangan utama dalam desain, yang ditujukan untuk menunjang
pembentukan santri muslimah yang berkarakter, berpengetahuan, dan adaptif terhadap
perkembangan zaman.
Kata kunci: Pondok pesantren , desain interior, pendidikan islam, perilaku santri,
remaja putri
References
Abdurrahman. (2018). Pemikiran Tentang Pendidikan Pesantren. Jurnal Pusaka:
Media Kajian Dan Pemikiran Islam, 5(2), 48–70.
Alfionisystrya, O., & Maharani, R. T. (2024). PENGARUH PENATAAN RUANG
PESANTREN BUDI GUNA TERHADAP KENYAMANAN SANTRI DENGAN
PENDEKATAN ARSITEKTUR PERILAKU. Vitruvian : Jurnal Arsitektur,
Lingkungan Dan Bangunan, 14(1), 51–60.
https://doi.org/10.22441/vitruvian.2024.v14i1 .005
Addzaky, K. U. (2024). Perkembangan Peserta didik SMA (Sekolah Menengah
Atas). Jurnal Ilmiah Nusantara ( JINU), 1(3), 75–85.
https://doi.org/10.61722/jinu.v1i3.1532
Azmi, D. N., Mahardika, I. K., Mutmainah, N., & Lestari, P. (2023). Pengertian
Perkembangan dan Pertumbuhan Anak Usia SMP Ditinjau dari
Pemahamannya Terhadap Pembelajaran IPA. Jurnal Pendidikan Tambusai,
(3), 27171–27176.
BSNP. (2018). Standar Sarana dan Prasarana Sekolah/Madrasah ( Peraturan
Mentri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007).
Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 3(1), h. 35-66.
https://medium.com/@arifwicaksanaa/pengertian-use-casea7e576e1b6bf
Cardiah, T., & Sudarisman, I. (2019). Full Day School Education Concept as
Forming Characteristics of Interior Space. … on Creative Industries 2018 (5th
BCM …, 197, 552–559. https://www.atlantis-press.com/proceedings/bcm18/125910983%0Ahttps://www.atlantis-press.com/article/125910983.pdf
Firmansyah, R., Shaari, N., Ismail, S., Utaberta, N., & Usman, I. M. S. (2021).
Observation of Female Dorm Privacy in Islamic Boarding Schools in West
Java, Indonesia. Journal of Islamic Architecture, 6(4), 360–368.



