PERANCANGAN ULANG INTERIOR SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI CICENDO KOTA BANDUNG DENGAN PENDEKATAN BEHAVIOR SETTING
Abstract
Penelitian ini berfokus pada perancangan ulang interior Sekolah Luar Biasa
Negeri (SLBN) Cicendo, sebuah bangunan cagar budaya yang berlokasi di Kota Bandung,
dengan menerapkan pendekatan Behavior Setting untuk menciptakan lingkungan belajar
yang inklusif, nyaman, dan adaptif bagi siswa-siswi tunarungu. Urgensi perancangan ini
muncul dari beberapa permasalahan yang teridentifikasi, yaitu perpaduan warna interior
yang monoton sehingga kurang merangsang stimulasi visual, akustik ruang kelas yang
belum optimal dalam mendukung kebutuhan komunikasi, serta pola sirkulasi yang
terganggu oleh keberadaan pengunjung eksternal selama jam sekolah. Proses
perancangan diawali dengan identifikasi masalah dan kajian literatur untuk
mengeksplorasi teori-teori yang relevan terkait pendidikan inklusif, optimasi akustik, dan
komunikasi visual bagi siswa tunarungu. Studi banding terhadap institusi sejenis dilakukan
untuk mengidentifikasi praktik terbaik, yang kemudian menjadi dasar perumusan tema
“Inclusive Harmony” dan konsep “Structured Unity” sebagai panduan integrasi elemen
fungsional dan estetis. Tahap pengembangan desain meliputi optimalisasi zonasi ruang,
pemilihan material dan warna yang tepat, penerapan elemen akustik, serta penyesuaian
tata ruang untuk mendukung sirkulasi dan aksesibilitas yang efisien. Rancangan awal
dievaluasi melalui pengujian berulang guna memastikan kesesuaian dengan kebutuhan
pendidikan sekaligus ketentuan pelestarian bangunan cagar budaya.
Kata kunci: Desain Interior, Sekolah Luar Biasa, Tunarungu, Behavior Setting, Inklusif,
Cagar Budaya.
References
Brown, A. (2019). Hearing loss and education: Challenges and strategies.
Journal of Special Education Research, 15(2), 112–125.
Ching, F. D. K. (2008). Architecture: Form, space, and order. Wiley.
Damayanti, S. (n.d.). Pendidikan inklusif di Indonesia. Jurnal Pendidikan
Khusus, 8(1), 45–53.
Grandjean, E. (1998). Fitting the task to the human. Taylor & Francis.
Hartono, A., & Sari, M. (2018). Bahasa isyarat sebagai media pembelajaran.
Jurnal Pendidikan Khusus Indonesia, 10(1), 55–63.
Higgins, I. (2015). The architecture of schools: A design for learning.
Routledge.
Itard, J. M. G. (1806). Essay on the education of the deaf and dumb.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2008). Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional No. 33 Tahun 2008 tentang Standar Sarana dan Prasarana
untuk SDLB, SMPLB, dan SMALB.
Panero, J., & Zelnik, M. (2003). Human dimension & interior space. WatsonGuptill.
SNI 6197:2020. (2020). Konservasi energi pada sistem pencahayaan. Badan
Standardisasi Nasional.
Smith, R., & Jones, L. (2017). Auditory processing and educational needs.
International Journal of Inclusive Education, 9(3), 215–229.
Suparno. (2022). Pendidikan luar biasa: Perspektif sosial dan kultural.
Pustaka Edu.
Sunardi. (2010). Kurikulum pendidikan luar biasa di Indonesia dari masa ke
masa. Direktorat Pendidikan Khusus.
Yuliana, R. (2020). Strategi visual dalam pembelajaran anak tunarungu.
Jurnal Desain Komunikasi Visual, 4(2), 80–89.



