KAJIAN PENERAPAN PENDEKATAN BEHAVIOR SETTING TERHADAP TERMINAL LEUWI PANJANG TIPE A DI BANDUNG STUDY ON THE APPLICATION OF THE BEHAVIOR SETTING APPROACH TO LEUWI PANJANG TYPE A TERMINAL IN BANDUNG

Penulis

  • Telkom University
  • Telkom University
  • Telkom University

Abstrak

Terminal Leuwi Panjang merupakan terminal tipe A utama dan terbesar di
Kota Bandung yang telah mengalami revitalisasi, namun masih menghadapi
permasalahan dalam penataan ruang dan fasilitas yang belum optimal sehingga
dapat menghambat alur sirkulasi pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk
merancang ulang interior terminal dengan menggunakan pendekatan Behavior
Setting sehingga dapat mengoptimalkan penggunaan ruang, memperbaiki sirkulasi
alur aktivitas pengguna, serta meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi
pengguna, termasuk penumpang penyandang disabilitas, lansia dan ibu hamil.
Metode penelitian meliputi observasi, wawancara, studi literatur, dan studi banding
dengan terminal tipe A lain seperti Terminal Pulo Gebang, Harjamukti, dan Tirtonadi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penataan ulang ruang berdasarkan zonasi
aktivitas dapat memperbaiki alur sirkulasi dan meningkatkan hubungan antar ruang
serta dapat memaksimalkan fungsi fasilitas terminal. Konsep desain yang diusulkan
mengintegrasikan elemen ergonomi, pencahayaan, penghawaan, serta signage yang
jelas untuk mendukung aktivitas pengguna. Perancangan ulang ini diharapkan dapat
meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum melalui terminal
yang lebih nyaman, aman, dan terorganisir.
Kata kunci: perancangan ulang; interior terminal; Behavior Setting; sirkulasi ruang;
kenyamanan pengguna

Referensi

Brown, G., & Raymond, C. (2014). The Relationship Between Place

Attachment and Landscape Values: Toward Mapping Place

Attachment. Environment and Behavior, 46(1), 9-31.

Ching, F. D. K. (2014). Architecture: Form, Space, and Order (4th ed.). John

Wiley & Sons.

Departemen Perhubungan. (2015). Peraturan Menteri Perhubungan Republik

Indonesia Nomor PM 132 Tahun 2015 tentang Terminal Angkutan

Jalan. Jakarta: Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Departemen Perhubungan. (2017). Peraturan Menteri Perhubungan Nomor

Tahun 2017 tentang Penyediaan Aksesibilitas Pada Pelayanan Jasa

Transportasi Publik Bagi Pengguna Jasa Berkebutuhan Khusus.

Jakarta: Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Departemen Perhubungan. (2018). Peraturan Menteri Perhubungan Nomor

Tahun 2018 tentang Pedoman Penetapan Kode Terminal

Penumpang Angkutan Jalan. Jakarta: Kementerian Perhubungan

Republik Indonesia.

Fitri, R., et al. (2020). Pengaruh Kualitas Fasilitas Terminal terhadap Minat

Pengguna Transportasi Umum. Jurnal Transportasi dan Infrastruktur,

(1), 45-58.

Gehl, J. (2010). Cities for People. Island Press.

Gifford, R. (2013). Environmental Psychology: An Interdisciplinary Perspective

(5th ed.). Wiley.

Haryadi, B. S. (2009). Ergonomi dan Antropometri dalam Desain Interior.

Penerbit Gadjah Mada.

Haryadi, B. S. (2024). Pendekatan Behavior Setting dalam Desain Interior.

Bandung: Telkom University Press.

Lynch, K. (1960). The Image of the City. MIT Press.

Norman, D. (2013). The Design of Everyday Things. Basic Books. Salvendy, G. (2016). Handbook of Human Factors and Ergonomics (4th ed.).

Wiley.

Sedarmayanti. (2009). Manajemen Sumber Daya Manusia dan Ergonomi.

Bandung: Mandar Maju.

Steiner, T., & Parker, B. (2009). Wayfinding and Signage in Public Spaces.

Urban Design International, 14(3), 215-225.

Steinfeld, E., & Maisel, J. (2012). Universal Design: Creating Inclusive

Environments. Wiley.

Suryantini, E., & Tangoro, T. (2001). Desain Signage dan Wayfinding untuk

Ruang Publik. Jakarta: Gramedia.

Taufiq, M., et al. (2016). Komunikasi Visual dalam Desain Signage Terminal.

Jurnal Desain Komunikasi Visual, 8(2), 112-120.

Whyte, W. H. (1980). The Social Life of Small Urban Spaces. Project for Public

Spaces

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-12-19

Terbitan

Bagian

Prodi S1 Desain Interior