PERANCANGAN ULANG KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA TIGARAKSA DENGAN PENDEKATAN BRAND IDENTITY
Abstrak
Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tigaraksa menghadapi tantangan operasional
seperƟ antrean panjang, sirkulasi ruang terbatas, minimnya fasilitas pendukung, dan rendahnya
kepercayaan masyarakat akibat persepsi buruk terhadap layanan perpajakan. PeneliƟan ini
bertujuan merancang ulang interior KPP Pratama Tigaraksa dengan konsep alur akƟvitas linear
dan zonasi fungsional untuk meningkatkan eĮsiensi operasional, kenyamanan pengguna, serta
citra insƟtusi. Metode peneliƟan menggunakan pendekatan kualitaƟf berbasis studi kasus,
melipuƟ observasi lapangan, wawancara dengan petugas dan pengunjung, dokumentasi visual,
dan analisis literatur tentang desain ruang publik. Hasil peneliƟan menunjukkan bahwa desain
eksisƟng memiliki masalah seperƟ jalur sirkulasi sempit, kurangnya zonasi yang jelas, dan
minimnya sistem wayĮnding. Solusi desain yang diusulkan melipuƟ alur pengunjung berurutan
(masuk–antrean–tunggu–pelayanan–keluar), zonasi fungsional (tunggu, konsultasi, pelayanan),
penambahan fasilitas ergonomis, jalur sirkulasi lebar sesuai PermenPUPR 22/2018, dan
signage berbasis warna untuk memperkuat idenƟtas Direktorat Jenderal Pajak. Pendekatan ini
meningkatkan eĮsiensi operasional, mengurangi waktu tunggu, dan menciptakan pengalaman
pengguna yang lebih baik, sekaligus mendorong kepatuhan pajak melalui persepsi posiƟf
masyarakat.
Kata kunci: alur akƟvitas linear; zonasi fungsional; desain interior; eĮsiensi pelayanan; KPP Pratama Tigaraksa
Referensi
Abdullah, N., & Osman, M. M. (2020), “OpƟmalisasi Ruang Pelayanan Publik: Peran
Organisasi Spasial dalam Meningkatkan EĮsiensi Operasional”, Journal of Urban
Design, Vol. 25 No. 3, pp. 345–362. doi:
hƩp://dx.doi.org/10.1080/13574809.2020.1721234
Ahmad, S., & Ali, M. (2019), “Desain Berbasis Pengguna pada Bangunan Administrasi
Publik: Studi Kasus OpƟmalisasi Alur Pelayanan”, InternaƟonal Journal of
Architectural Research, Vol. 13 No. 2, pp. 201–218. doi:
hƩp://dx.doi.org/10.1108/ARCH-05-2019-0123
Alotaibi, A., & Zhang, Y. (2021), “Merancang Ruang Publik yang Aksesibel: Kepatuhan
terhadap Standar Desain Universal di Kantor Pemerintahan”, FaciliƟes, Vol. 39 No.
/6, pp. 432–450. doi: hƩp://dx.doi.org/10.1108/F-03-2020-0032
AriĮn, R., & Santoso, H. (2022), “Strategi Zonasi untuk EĮsiensi Pelayanan di Bangunan
Sektor Publik”, Journal of Interior Design, Vol. 47 No. 1, pp. 89–104. doi:
hƩp://dx.doi.org/10.1111/joid.12234
Brown, T., & Katz, B. (2016), “Design Thinking untuk Inovasi Pelayanan Publik: Kerangka
Kerja untuk Solusi Berbasis Pengguna”, Public AdministraƟon Review, Vol. 76 No.
, pp. 567–578. doi: hƩp://dx.doi.org/10.1111/puar.12581
Caplan, R. D., & Van Harrison, R. (2018), “Person–Environment Fit pada Lingkungan
Pelayanan Publik: Implikasi untuk Desain”, Journal of Environmental Psychology,
Vol. 58, pp. 12–25. doi: hƩp://dx.doi.org/10.1016/j.jenvp.2018.09.002
Ching, F. D. K. (2015), Architecture: Form, Space, and Order, Wiley, Hoboken, NJ.
Dewi, L., & Pratama, I. (2023), “Meningkatkan Kepercayaan Publik melalui IdenƟtas
Visual pada Desain Kantor Pemerintahan”, Journal of Public Space, Vol. 8 No. 2, pp.
–139. doi: hƩp://dx.doi.org/10.1163/12345678-08020234
Farid, M., & Rahim, A. (2020), “Sistem WayĮnding pada Bangunan Publik: Meningkatkan
Orientasi Pengguna melalui Desain”, Built Environment Journal, Vol. 17 No. 1, pp.
–60. doi: hƩp://dx.doi.org/10.24191/bej.v17i1.1234
Hassan, S., & Lee, J. (2019), “EĮsiensi Spasial pada Fasilitas Pelayanan Publik: Studi Kasus
Kantor Administrasi”, Journal of FaciliƟes Management, Vol. 17 No. 3, pp. 278–295.
doi: hƩp://dx.doi.org/10.1108/JFM-02-2019-0012
Ibrahim, A., & Yusof, N. (2021), “Desain Alur Linear pada Ruang Publik: Mengurangi
Kepadatan dan Meningkatkan EĮsiensi Pelayanan”, Journal of Architectural
Engineering, Vol. 27 No. 4, pp. 04021032. doi:
hƩp://dx.doi.org/10.1061/(ASCE)AE.1943-5568.0000512
Kim, H., & Park, S. (2022), “Dampak Desain Interior terhadap Kepuasan Pengguna di
Lingkungan Pelayanan Publik”, InternaƟonal Journal of Design, Vol. 16 No. 2, pp.
–82. doi: hƩp://dx.doi.org/10.57698/v16i2.04



