PENATA KAMERA FILM 'JAM WAJIB BELAJAR' TENTANG GENERATION GAP TERHADAP PERUBAHAN CARA BELAJAR ANAK
Abstract
Perkembangan teknologi digital telah memengaruhi cara belajar anak-anak masa
kini, yang cenderung lebih menyukai metode belajar visual dan interaktif. Sementara itu,
sebagian besar orang tua masih mengandalkan pendekatan belajar tradisional yang lebih
terstruktur dan tenang. Ketimpangan ini kerap memicu konflik dalam keluarga,
menunjukkan adanya kesenjangan antar generasi. Film pendek fiksi berjudul Jam Wajib
Belajar dirancang sebagai media reflektif yang menyoroti dinamika tersebut, sekaligus
mengangkat pentingnya peran orang tua dalam menyesuaikan pola komunikasi dan
pengasuhan di era digital. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini
mengumpulkan data melalui observasi, studi literatur, serta analisis terhadap film sejenis
sebagai acuan visual, dengan analisis deskriptif dan matriks perbandingan untuk
merancang konsep visual yang tepat. Tahap pra-produksi mencakup riset, penulisan
skenario, dan perencanaan visual, sementara tahap produksi difokuskan pada penataan
kamera, komposisi gambar, dan pencahayaan guna memperkuat pesan emosional film.
Pada tahap pascaproduksi dilakukan penyuntingan visual, koreksi warna, dan penyusunan
narasi akhir yang sesuai dengan konsep awal. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah film
pendek berdurasi ±15 menit yang diharapkan mampu menjadi media reflektif sekaligus
edukatif untuk mendorong keterlibatan orang tua dalam menciptakan lingkungan rumah
yang mendukung pengembangan literasi anak.
Kata Kunci: Film Pendek, kesenjangan generasi, Penataan Kamera, Sinematografi.
References
Ansory, M. Z. A., & Adi, A. E. (2024). Impact of radicalism and terrorism through social media
among youth in the film The Lone Wolf Next Door. International Journal of Visual and
Performing Arts, 38–39.
Brown, B. (2021). Cinematography: Theory and practice: Image making for
cinematographers and directors (3rd ed.). Routledge.
Creswell, J. W. (2012). Educational research: Planning, conducting, and evaluating
quantitative and qualitative research (4th ed.). Pearson Education.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2019). Indeks aktivitas literasi membaca. Pusat
Penilaian Pendidikan.
Mascelli, J. V. (1998). The five C's of cinematography: Motion picture filming techniques.
Silman-James Press.
Meilasari, M., & Diana, N. (2020). Peran keluarga dalam menumbuhkan minat baca anak.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 21–30.
Meilasari, M., & Diana, N. (2022). Partisipasi orang tua dalam pendidikan literasi di rumah.
Jurnal Literasi dan Pendidikan Dasar, 6(2), 101–110.
Noor Baiti, A. (2020). Meningkatkan kemampuan literasi anak melalui pendekatan orang
tua. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 25(3), 87– 95.
Pratista, H. (2017). Memahami film (Edisi 2). Homerian Pustaka.s
Wibowo, P. N. H. (2021). Teknik longtake pada film pendek “Paket” terinspirasi dari
kehidupan masyarakat di masa pandemi COVID-19. Jurnal Film dan Televisi, 6(1), 14–



