PENATAAN KAMERA FILM PENDEK TENTANG KESEJAHTERAAN PEKERJA TEH DI CIANJUR

Penulis

  • Telkom University
  • Telkom University
  • Telkom University

Abstrak

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil teh terbesar di dunia, namun
masih menghadapi masalah kesejahteraan bagi para pekerja perkebunan teh.
Perancangan ini mengangkat kondisi pekerja di perkebunan teh Maleber, Cianjur, Jawa
Barat, yang terdampak oleh alih fungsi lahan menjadi tambang pasir, sehingga
mengurangi luas kebun dan hasil panen. Film pendek Pergi Petik Pulang dibuat sebagai
media visual untuk menggambarkan tantangan tersebut dan menyampaikan pesan sosial
tentang pentingnya kesejahteraan pekerja serta keberlanjutan industri teh. Proses
perancangan dilakukan melalui observasi lapangan dan observasi karya sejenis dengan
pendekatan analisis tematik dan konten. Tahapan produksi dimulai dari pra produksi
dengan observasi lokasi, penyusunan shotlist dan storyboard, hingga persiapan alat. Saat
produksi, pengambilan gambar dilakukan sesuai konsep visual dengan memperhatikan
angle, shot size, movement, dan composition. Pada tahap pasca produksi, penata kamera
berperan dalam penyelarasan visual melalui camera report dan membantu proses editing
seperti color grading. Hasil perancangan menunjukkan bahwa pendekatan sinematografi
yang terarah dan sesuai konteks dapat memberikan representasi yang kuat, serta menjadi
media edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu kesejahteraan
pekerja teh.
Kata kunci: Kesejahteraan, Teh, Film pendek, Penata kamera

Referensi

Brown, B. (2016). Cinematography: Theory and PracƟce (3rd ed.). Focal Press.

Ramadhan, A., & Adi, A. E. (2016). SinematograĮ dalam Film Pendek. Jakarta:

Akademika.

Rosandi, A., & Adi, A. E. (2018). Dasar-Dasar Penataan Kamera. Yogyakarta:

Andi Publisher.

Aīandi, H. (2021). Teknik Komposisi Visual dalam SinematograĮ. Bandung: CV.

Komunikasi Visual.

Ansory, R., & Adi, A. E. (2024). Realisme dalam Film: Pendekatan NaraƟf dan

Visual. Yogyakarta: DKV Books.

Laksmi, T. (2020). Kesejahteraan Sosial di Perkebunan. Jakarta: LIPI Press.

Priyanto, B. (2021). Gender dan Keadilan Sosial di Perkebunan. Jakarta:

Gramedia.

Prasetyo, A. (2021). Alih Fungsi Lahan dan Dampaknya. Malang: UB Press.

Suhadi, H., dkk. (2020). Transformasi Lahan dan Ekonomi Lokal. Yogyakarta:

Gadjah Mada University Press.

Rizal, M. (2014). Media Film dan Komunikasi Sosial. Jakarta: Komunika.

Badan Pusat StaƟsƟk. (2022). StaƟsƟk Produksi Teh Nasional 2022. Jakarta: BPS.

BPS Jawa Barat. (2023). StaƟsƟk Produksi Teh Provinsi Jawa Barat 2023.

Bandung: BPS Jabar.

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using themaƟc analysis in psychology. QualitaƟve

Research in Psychology, 3(2), 77–101.

Krippendorī, K. (2004). Content analysis: An introducƟon to its methodology

(2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage PublicaƟons.

Sugiantoro. (2016). Hubungan antara upah kerja, jaminan sosial, dan fasilitas

perusahaan dengan kesejahteraan rumah tangga pemeƟk teh perempuan

(Studi pada pemeƟk teh di PTPN XII Kebun Kertowono, Kecamatan

Gucialit) [Skripsi, Universitas Brawijaya]. Brawijaya Knowledge Garden.

Liputan TIMES Malang. (2025, Juni 16). Ajak Warga Pacitan Belajar Film, Garin

Nugroho: Film Itu Medium Sosial dan Budaya. TIMES Malang.

Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang

PerĮlman, Pasal 1 ayat 1. Lembaran Negara 2009 Nomor 45, Tambahan

Lembaran Negara Nomor 5060.

Rohmat. (2022, Oktober 19). Film pendek makin digandrungi, ini konsep menurut

sutradara.

Subono, D. (2023, 6 Maret). Film Pendek Sebuah Kebebasan Ide. Harian Bekasi

& Humaniora.id.

Safrillah, A. (2021). Representasi karakter melalui sinematograĮ sudut pandang

dalam Įlm Įksi “FAMILIA” [Skripsi, InsƟtut Seni Indonesia Yogyakarta].

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-04-06

Terbitan

Bagian

Prodi S1 Desain Komunikasi Visual