PENYUTRADARAAN FILM PENDEK LAYU SEBAGAI MEDIA MEDIA EDUKASI TERHADAP KEKERASAN BERBASIS GENDER DI LINGKUNGAN KERJA
Abstrak
Kekerasan berbasis gender masih menjadi tantangan besar yang sulit
diatasi di Indonesia, terutama karena budaya patriarki yang sudah mengakar kuat dalam
kehidupan masyarakat. Budaya ini menempatkan laki-laki pada posisi dominan,
sementara perempuan sering kali mengalami diskriminasi dan ketidakadilan dalam
berbagai aspek kehidupan, baik sosial maupun ekonomi. Kondisi ini tidak hanya
merugikan perempuan, tetapi juga menghambat kemajuan masyarakat secara
keseluruhan. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat
tentang dampak kekerasan berbasis gender. Penelitian ini menggunakan
penyutradaraan film pendek sebagai media edukasi untuk mengubah persepsi stereotip
gender, khususnya di lingkungan pedesaan. Dengan metode kualitatif deskriptif yang
melibatkan wawancara, observasi, dan studi literatur, penelitian ini bertujuan
mendorong partisipasi aktif perempuan dalam berbagai bidang kehidupan sosial dan
ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan masih banyaknya kasus kekerasan, diskriminasi,
dan ketidakadilan yang dialami perempuan, sehingga edukasi melalui film pendek
diharapkan dapat menjadi langkah efektif untuk meningkatkan kesadaran dan
mendorong perubahan positif di masyarakat.
Kata kunci: Film Pendek, Kekerasan Berbasis Gender, Penyutradaraan.
Referensi
Salsabila, A. (2023). Patriarki sebagai Budaya Turun Temurun: Analisis Sosial.
Jurnal Budaya & Gender, 8(1), 45–58.
Sari, R., & Nugroho, Y. (2021). Film sebagai Media Kritik Sosial. Jurnal Media dan
Budaya, 7(2), 33–41.
Sunaryanto, R., Syamsuri, A. R., & Rizal, S. (2025). Melawan Borjuisasi Gaya Hidup
Perempuan Desa: Kajian Film Jagoku untuk Mbak Mentik. Jurnal Media
Sosial dan Budaya, 11(1), 21–35.
Sali Susiana & Dwiarti Simanjuntak. (2024, Desember). Ketimpangan gender dan
kekerasan terhadap perempuan. Info Singkat XVI‑24‑II/P3DI. Pusat
Analisis Keparlemenan, Badan Keahlian DPR RI. Tersedia di
berkas.dpr.go.id
Fauziah, D., & Hadi, R. (2022). Observasi Sosial dalam Studi Budaya. Jurnal
Komunikasi Visual, 8(2), 45–56.
Herlina, S., & Arifin, Z. (2023). Pendekatan Deskriptif dalam Kajian Sosial. Jurnal
Penelitian Sosial, 9(1), 13–27.
Komnas Perempuan. (2024). Catatan Tahunan (CATAHU) 2024. Jakarta: Komnas
Perempuan.
Laporan Akhir. (2025). Penyutradaraan Film Pendek Layu sebagai Media
Kampanye Kesetaraan Gender terhadap Perempuan di Lingkungan
Pedesaan. Bandung: Universitas Telkom.
Nugraheni, W. (2021). Teknik Wawancara dalam Penelitian Kualitatif. Jurnal
Psikologi Sosial, 7(2), 22–33.
Nurhidayati, L., & Sari, D. (2022). Memahami Realitas Sosial melalui Metode
Kualitatif. Jurnal Ilmu Sosial, 10(3), 54–67.
Putri, A. F., & Lestari, M. (2023). Studi Literatur sebagai Landasan Perancangan
Visual. Jurnal Desain Komunikasi Visual, 11(1), 15–26.
Ramadani, Y., & Putra, I. G. (2021). Validitas Penelitian Kualitatif melalui
Triangulasi. Jurnal Metodologi Penelitian, 5(2), 77–89.
Nuraeni, N., & Sulastri, R. (2024). Akses pendidikan bagi perempuan dalam
belenggu patriarki Kota Bandung. Jurnal Sosiologi Reflektif, 15(1), 45–58.



