PENYUTRADARAAN FILM ‘JAM WAJIB BELAJAR’ TENTANG GENERATION GAP TERHADAP PERUBAHAN CARA BELAJAR ANAK
Abstract
Perkembangan zaman mengubah cara anak-anak menikmati proses belajar. Pada masa
kini, anak-anak cenderung belajar secara interaktif melalui aktivitas berbasis minat.
Sementara itu, sebagian orang tua masih memegang pandangan konvensional bahwa
belajar harus dilakukan secara formal. Perbedaan pandangan ini memunculkan
generation gap dalam keluarga yang dapat menghambat komunikasi dan pemahaman
terhadap proses belajar anak. Kondisi ini mendorong hadirnya media yang dapat
menyuarakan isu tersebut sebagai bentuk refleksi. Film memiliki kekuatan untuk
merekam dan menampilkan realitas, sekaligus memicu dialog antar generasi. Oleh karena
itu, perancangan film pendek fiksi dengan pendekatan realisme dipilih untuk
menggambarkan generation gap, dengan mempertimbangkan latar sosial dan budaya
setempat. Proses perancangan dilakukan melalui tahap Pra-produksi, Produksi, dan
Pasca-produksi dengan metode observasi lapangan, wawancara, studi literatur, serta
analisis karya sejenis. Analisis tematik digunakan dalam merumuskan konsep
perancangan. Pendekatan realisme AndrÈ Bazin diterapkan dalam teknik visual dan
penyutradaraan. Hasil perancangan menunjukkan bahwa film pendek fiksi pendekatan
realisme mampu merepresentasikan realitas sebagai sarana refleksi bagi penontonnya.
Kata Kunci : Generation Gap, Perubahan Belajar Anak, Era Digital, Film Pendek, Penyutradaraan, Realisme
References
Gunawan, R., Billah, M. Z., Silalahi, R., & Tuka, H. (2024). Gaya belajar Gen Alpha
di era digital. Dewantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 3(4), 277-
Tuada, N. J., & Raihani, N. P. (2025). Generasi Z, Tantangan dan Peluang Bagi
Pendidikan. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan, 5(1),
-234.
Shalima, S. (2025, Januari 3). Dinamika konflik antara anak dan orang tua:
Perbedaan pandangan karier, pendidikan, dan gaya hidup di era digital.
Retizen Republika. Diakses pada
https://retizen.republika.co.id/posts/502156/dinamika-konflik-antaraanak-dan-orang-tua-perbedaan-pandangan-karier-pendidikan-dan-gayahidup-di-era-digital. (24 Juli 2025, 15.25).
Khansa. (2021, April 27). Pengasuhan di era digital. Universitas Gadjah Mada.
Diakses pada https://ugm.ac.id/id/berita/21063-pengasuhan-di-eradigital. (23 Juli 2025, 18.30)
Faisol, L. R. (2025, May 15). Memahami generation gap di keluarga, gak cuma soal
usia. IDN Times. Diakses pada
https://www.idntimes.com/life/family/memahami-generation-gap-dikeluarga-gak-cuma-soal-usia-c1c2-01-6cnpl-77jnr. (24 Juli 2025, 17.50)
Ansory, A., Zaenal, M., & Adi, A. E. (2024). Impact of radicalism and terrorism
through social media among youth in the Film The Lone Wolf Next Door.
International Journal of Visual & Performing Arts, 6(1).
Riyadi, A., Anwar, A. A., & Putra, W. T. G. (2022). PENYUTRADARAAN FILM FIKSI
“PESAN SINGKAT” TENTANG KRISIS REGENERASI PETANI DI KECAMATAN
ARJASARI KABUPATEN BANDUNG. eProceedings of Art & Design, 9(5).
Hakim, R. T. R., & Adi, A. E. (2020). Penyutradaraan Film Pendek Tentang Minimnya
Kesempatan Bekerja Bagi Kaum Disabilitas Di Purbalingga. eProceedings of
Art & Design, 7(2).
Sentana, I. K. A. C., Darmawan, I. D. M., & Payuyasa, I. N.(2023). Penerapan setting
properti dengan konsep realis pada film fiksi “Kambing Hitam. Calaccitra:
Jurnal Film dan Televisi, 3(1).
Hasnida, S. S., Adrian, R., & Siagian, N. A. (2024). Tranformasi pendidikan di era
digital. Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia, 2(1), 110-116.
Ariyani, N. S., Aisah, A. S., & Alsabet, E. B. (2024). Gap generation. Maliki
Interdisciplinary Journal, 2(6), 239-244.
Harahap, M. A., Yusnita, T., & Adeni, S. (2024). Komunikasi Keluarga: Bagaimana
Orang Tua Berinteraksi Dengan Anak Gen Z. RAMBIDEUN: Jurnal
Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(1), 129-138.
Alberto, D. J. (2021). Peran Sutradara dalam Pembuatan Film Pendek Berjudul
Unknown. OMNICOM: Jurnal Ilmu Komunikasi, 7(1), 1-10.2



