PERANCANGAN ACTIVATION MAKE OVER HYDRASTAY LIQUID TINT BLUSH “ENDLESS HYDRATION, EFFORTLESS GLOW” UNTUK MENINGKATKAN BRAND EXPERIENCE MELALUI COLOR ANALYSIS DI KOTA BANDUNG
Abstract
Brand activation merupakan strategi pemasaran yang bertujuan membangun
pengalaman langsung dan interaktif antara konsumen dan merek. Make Over, sebagai
brand kosmetik lokal, mengalami penurunan penjualan pada produk blush on sehingga
membutuhkan pendekatan baru untuk meningkatkan keterlibatan dan loyalitas
konsumen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur,
observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada perempuan muda di Kota
Bandung. Studi ini mengkaji konsep brand activation dan personal color analysis sebagai
pendekatan promosi, serta mengevaluasi strategi kompetitor. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa edukasi mengenai pemilihan warna berdasarkan analisis warna
kulit dapat meningkatkan daya tarik dan keterlibatan emosional terhadap brand.
Sebagai solusi, dirancang brand activation bertajuk Tint Your Tone berupa event
interaktif yang menghadirkan zona color analysis dan pengalaman personal dengan
produk Hydrastay Liquid Tint Blush. Media visual pendukung juga disiapkan secara
terintegrasi berdasarkan tahapan AISAS. Perancangan ini diharapkan mampu
memperkuat brand experience dan meningkatkan awareness produk dalam persaingan
industri kosmetik yang semakin kompetitif.
Kata Kunci: Brand Activation, Blush On, Make Over, Color Analysis, Brand Experience
References
Hamilton, J. (2007). Consumer insights: Finding meaning in everyday consumer life. Oxford:
Blackwell.
Harsanto, A. (2016). Fotografi dalam desain komunikasi visual. Jurnal Seni & Desain, 3(2), 90– 97.
Ilhamsyah, M. R. (2021). Strategi promosi merek lokal melalui media sosial. Jurnal Komunikasi dan
Bisnis, 6(1), 15–23.
Kennedy, J. E. (2009). Event marketing: How to successfully promote events, festivals, conventions,
and expositions. New York: Wiley.
Ki, C. W., & Kim, Y. K. (2019). The mechanism by which social media influencers persuade
consumers: The role of consumers’ desire to mimic. Psychology & Marketing, 36(10), 905–
Kotler, P., & Armstrong, G. (2012). Principles of marketing (14th ed.). New Jersey: Pearson.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2009). Manajemen pemasaran (Edisi ke-13, Jilid 1). Jakarta: Erlangga.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2013). Marketing management (14th ed.). Harlow: Pearson Education.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2021). Marketing management (16th ed.). Harlow: Pearson Education.
Krisnawati, Y. (2016). Analisis brand awareness terhadap keputusan pembelian. Jurnal Ekonomi
dan Bisnis, 4(2), 100–110.
Kusrianto, A. (2007). Pengantar desain komunikasi visual. Jakarta: Grasindo.
Lamb, C. W., Hair, J. F., & McDaniel, C. (2009). Marketing (10th ed.). Mason: South-Western
Cengage Learning.
Lemon, K. N., & Verhoef, P. C. (2016). Understanding customer experience throughout the
customer journey. Journal of Marketing, 80(6), 69–96.
Liu, M. (2023). The role of community engagement in cosmetic brand activation: A case study.
International Journal of Marketing, 12(2), 44–58.
Madjadikara, S. (2004). Strategi komunikasi media cetak. Jakarta: Rajawali Pers.
Mahr, D. (2016). Color theory in marketing: Impact on consumer trust and engagement.
Journal of Marketing Psychology, 8(1), 33–41.
Marini, L., et al. (2024). Influencer marketing dan perilaku berbagi konsumen. Jurnal
Pemasaran Digital, 3(1), 45–57.
Moriarty, S., Mitchell, N., & Wells, W. (2011). Advertising: Principles and practice (9th ed.).
Boston: Pearson.
Muliadi, H., Prabowo, R., & Wijaya, R. (2024). Consumer search behavior in the beauty
industry. Jurnal Ekonomi Digital, 5(1), 77–89.
Nadira, R., Santika, D., & Auliya, N. (2020). Pengaruh penggunaan warna dan media visual
terhadap persepsi konsumen. Jurnal DKV Indonesia, 2(3), 60–71.
Neumeier, M. (2014). The brand gap: How to bridge the distance between business strategy
and design. Berkeley: New Riders.
Nissa, R. P., Permata, A., & Fadillah, R. (2024). Pengaruh kualitas produk dan brand image
terhadap loyalitas konsumen. Jurnal Bisnis dan Manajemen, 10(1), 54–65. Permatasari, R., &
Ferdinand, A. (2022). Analisis penurunan penjualan blush on Make Over.
Jurnal Strategi Pemasaran, 4(2), 80–91.
Primasanti, I. (2023). Prinsip layout dalam desain promosi produk kosmetik. Jurnal DKV
Nusantara, 5(1), 12–22.
Putri, A., & Afriyeni, L. (2023). Perbandingan Top Brand kosmetik lokal dan global. Jurnal Ilmu
Komunikasi dan Branding, 7(1), 33–42.
Putri, D., Hidayat, T., & Rahmawati, F. (2024). Tahapan interest dalam model AISAS untuk produk
kecantikan. Jurnal Komunikasi Visual, 6(1), 13–20.
Qorib, M. (2024). Teori komunikasi menurut Julia T. Wood. Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(1), 10– 17.
Rahmani, F., Putri, A., & Salsabila, A. (2024). Tren konsumsi kosmetik pada generasi milenial dan
Gen Z. Jurnal Gaya Hidup Modern, 8(2), 100–110.
Rainmaker Digital. (2016). The ultimate guide to copywriting. Texas: Rainmaker FM.
Ririn, R., & Mastuti, R. (2011). Penerapan bauran pemasaran dalam industri kosmetik. Jurnal
Manajemen & Bisnis, 3(1), 45–51.
Riswanto, R., Kusnadi, M., & Yulia, N. (2023). Peran beauty advisor dalam strategi pemasaran
kosmetik. Jurnal Retail dan Konsumen, 9(2), 101–108.
Sanyoto, S. (2009). Psikologi warna dalam desain grafis. Yogyakarta: Andi.



