Perancangan Background Untuk Animasi 2D Sebagai Medium Fenomena Fatherless Bagi Masyarakat Kabupaten Bandung

Authors

  • Muhammad Farell Irsyaf Telkom University
  • Muhammad Adharamadinka Telkom University
  • Mario Mario Telkom University

Abstract

Tidak semua orang tumbuh dalam keluarga harmonis, terutama dengan
adanya fenomena fatherless yang dapat terjadi pada keluarga dari berbagai latar
belakang. Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bandung, tercatat sebagai wilayah
dengan tingkat perceraian tertinggi di Indonesia menurut Badan Pusat Statistik 2024,
yang juga turut berkontribusi terhadap meningkatnya kasus fatherless. Namun,
fatherless tidak hanya disebabkan oleh perceraian atau kematian, tetapi karena
ketidakhadiran ayah dalam pengasuhan. Fenomena ini masih salah dipahami oleh
masyarakat, sehingga perlu disuarakan melalui media yang menarik. Penulis
melakukan penelitian dengan metode mix-method melalui studi pustaka, observasi,
wawancara, survei, dan studi dokumen. Hasilnya menunjukkan bahwa fatherless
perlu diangkat, bahkan dari hal kecil, melalui media seperti animasi dua dimensi yang
dilengkapi dengan background agar lebih relevan dengan masyarakat.
Kata kunci: Animasi, Background, fatherless, pengasuhan.

References

Budiman, A. (2019). KEBERADAAN KEBUTUHANEXISTENCE, RELATEDNESS,

GROWTH,DALAM VIDEOGAMEHARVEST MOON BACK TO NATURE.

Bahasa Rupa, 134.

Creswell, J. (2018). Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods . Dalam J.

Creswell, Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods (hal. 242).

Singapore: SAGE Publication.

Darmawan, A. D. (2024, Desember 12). Data 2024: Jumlah Penduduk

Kabupaten Bandung 3,77 Juta Jiwa. Diambil kembali dari

databoks.katadata.co.id:

https://databoks.katadata.co.id/demografi/statistik/029db565b23b3

ef/data-2024-jumlah-penduduk-kabupaten-bandung-3-77-juta-jiwa

Direktorat PAUD. (2021, Juni 21). Lima Peran Penting Ayah. Diambil kembali

dari paudpedia,kemendikdasmen.go.id:

https://paudpedia.kemendikdasmen.go.id/komunitaspembelajar/warga-inovatif/lima-peran-pentingayah?ref=MjAyMTA2MjExMjE5NDYtNzkxMjhiZWU=&ix=My1jMzJlNm

I1OQ==

Herhuth, E. (2017). Pixar and The Aesthetic Imagination. California: University

of California Press.

Jadhav, O. P. (2024). Psychological Effects of Animated Media. Internation

Journal of Creative Research Thoughts.

Lesmana, S. I. (2005). PERBEDAAN PENGARUH METODE LATIHAN BEBAN

TERHADAP KEKUATAN DAN DAYA TAHAN OTOT BICEPS BRACHIALIS

DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER (STUDI KOMPARASI PEMBERIAN

LATIHAN BEBAN METODE DELORME DAN METODE OXFORD PADAMAHASISWA FAKULTAS ILMU KESEHATAN DAN FISIOTERAPI. Jurnal

Fisioterapi Indonusa Vol. 5 No. 1.

Noviantie, A. (2024). Identifikasi Karakter Anak Yang Tumbuh Tanpa Peran

Ayah. 10.

O'Niel, J. M. (1981). Pattern of Gender Role Conflict and Strain: Sexism and

Fear of Femininity in Men's Lives.

Pratomo, R. R. (2019, Februari 19). Hasil Survey Kegemaran Menonton Film

Millennials. Diambil kembali dari rumahmillennials.com:

https://rumahmillennials.com/2019/02/14/hasil-survey-kegemaranmenonton-film-millennials/

Purwanto, A. (2024, Februari 28). Mengenal Wajah Kelas Menengah

Indonesia. Diambil kembali dari kompas.com:

https://www.kompas.id/baca/riset/2024/02/28/mengenal-wajahkelas-menengah-indonesia

Sakinah. (2022). DAMPAK FATHERLESS TERHADAP PERKEMBANGAN

SOSIALEMOSIONAL ANAK USIA DINI DI LINGKUNGAN KELURAGAN

CEMPEDAK KECAMATAN KOTABUMI KABUPATEN LAMPUNG UTARA. 6.

Sugiarti, U. (2025, Februari 10). Mayoritas Generasi Z Menghabiskan Waktu

Luang dengan Media Sosial. Diambil kembali dari goodstats.id:

https://goodstats.id/article/mayoritas-generasi-z-menghabiskanwaktu-luang-dengan-media-sosial-KT9NM

Published

2026-04-06

Issue

Section

Prodi S1 Desain Komunikasi Visual