PERANCANGAN BUKU ILUSTRASI UNTUK ANAK SEBAGAI MEDIA INFORMASI TENTANG BAHAYA BEGADANG BERMAIN GIM BAGI KESEHATAN
Abstract
Disampaikan oleh menteri Kemkomdigi, Meutya Hafid Pada tahun 2025. ada sekitar 221 juta lebih atau sekitar 79,5% dari total populasi masyarakat Indonesia mengakses internet, sebanyak 9,17% merupakan anak dengan usia dibawah 12 tahun kebawah. Hal ini menjadikan Indonesia pasar game mobile terbesar ketiga di dunia. Banyak game yang berasal dari luar negeri yang masuk ke Indonesia untuk memasarkan produknya. Dengan terjadinya fenomena tersebut menyebabkan perubahan kebiasaan Masyarakat Indonesia yang merusak Kesehatan, seperti kegiatan begadang karena bermain Game online, Data penelitian menyebutkan anak sekolah dasar memiliki pola tidur yang tidak teratur yang disebabkan dari beberapa faktor, salah satunya kebiasaan bermain Game sampai larut malam. Didukung dengan Banyak jurnal yang telah meneliti tentang keterhubungan antara Game online dengan kebiasaan anak. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah Buku ilustrasi untuk menginformasi anak - anak mengenai bahayanya begadang bagi kesehatan anak. Penelitian ini juga berfokus untuk meningkatkan Kesadaran akan dampak negatif begadang dalam kehidupan sehari-hari melalui pendekatan visual yang menarik. Metode penelittian menggunakan kualitatif deskrptif dan analisis data visual, untuk metode pengumpulan data menggunakan Teknik Observasi, Wawancara, Kuesioner, dan Studi Literatur. Kata kunci: Internet, begadang, Game, buku ilustrasi
References
Putri, M. R. (2023). Indonesia jadi pasar game "mobile" terbesar ketiga di dunia. Diambil kembali dari Antaranews.
Sicca, S. P. (2021). Hobi Begadang Bermain Game, Remaja Asal Thailand Ditemukan Meninggal di Kamarnya. Diambil kembali dari kompas.com.
Sihombing, J. (2025). Menkomdigi: Indonesia Pengguna Internet Terbesar di Dunia. Diambil kembali dari rri.co.id.
Soewardikoen, D. W. (2019). Metodologi Penelitian: Desain Komunikasi Visual. Bandung: PT Kanisius.
Wibisono, A. (2019). Memahami Metode Penelitian Kualitatif. Diambil kembali dari Kementrian Keuangan Direktorat Jenderal kekayaan Negara.



