PERANCANGAN IKLAN REXONA DEO-LOTION ”STAY ACTIVE SCENT ATTRACTIVE” UNTUK TUJUAN BRAND SALIENCE DI KOTA JAKARTA

Authors

  • Kayla Rayana Putri Telkom University
  • Ligar Muthmainnah Telkom University
  • Nina Nursetia Ningrum Telkom University

Abstract

Fenomena konser K-pop yang semakin digemari oleh generasi muda di
Indonesia menciptakan kebutuhan baru akan kenyamanan, khususnya dalam hal
kebersihan diri. Namun, kesadaran untuk menggunakan produk deodoran seperti
Rexona Deo-Lotion masih tergolong rendah, terutama di kalangan pengunjung
konser berusia 21–25 tahun yang aktif secara sosial dan fisik saat menghadiri acara.
Penelitian ini bertujuan untuk merancang strategi promosi yang tepat sasaran dan
relevan guna meningkatkan brand salience, menggunakan pendekatan kualitatif
melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner. Analisis dilakukan dengan
metode AOI (Activities, Opinions, Interests), SWOT, AISAS, dan perbandingan
kompetitor. Hasil menunjukkan bahwa strategi visual yang komunikatif dan
pemanfaatan media promosi terintegrasi (ATL dan BTL) mampu meningkatkan
keterpaparan merek serta mendorong tindakan penggunaan produk. Promosi yang
dirancang memosisikan Rexona sebagai solusi terhadap permasalahan bau badan
saat konser, sekaligus membentuk persepsi positif terhadap produk. Pendekatan
emosional, visual yang menarik, serta relevansi dengan gaya hidup K-popers terbukti
efektif dalam menciptakan hubungan yang lebih kuat antara merek dan target
audiens.
Kata kunci: brand salience, iklan, promosi, Rexona, konser K-pop

References

Aaker, D. A. (1991). Managing Brand Equity: Capitalizing on the Value of a Brand

Name. New York: Free Press.

Afriyansyah, K., Syawalia, A. P., Irma, I., Perangin Angin, M. C., & Rohmaliana, R.

(2023). Musnahkan bau badan dengan inovasi herbal deodorant spray

ramah lingkungan sebagai peluang wirausaha mahasiswa dan

peningkatan ekonomi kreatif masyarakat. SiKemas: Jurnal Ilmiah Bidang

Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(3), 89–94. https://publish.ojsindonesia.com/index.php/SIKEMAS/article/view/1526

Ambarwati, M., & Kuswahyuni, D. K. (2022). Dasar-dasar desain komunikasi

visual untuk SMK/MAK kelas X semester 2. Jakarta: Kementerian

Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Belch, G. E., & Belch, M. A. (2018). Advertising and Promotion: An Integrated

Marketing Communications Perspective(11th ed.). New York: McGraw-Hill

Education.

Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2011). The SAGE Handbook of Qualitative

Research (4th ed.). Thousand Oaks: SAGE Publications.

GoodStats. (2023, November 1). Fenomena musik Korea: Indonesia tempati

posisi ke-3 dalam pasar K-pop dunia. Diakses dari https://goodstats.id

Hariyadi, G. T., Nuryanto, I., & Wijaya, M. P. (2020). Upaya brand salience untuk

mendorong terjadinya brand resonance. Society: Jurnal Ilmiah Sosiologi,

(2), 694–704.

Ilhamsyah. (2021). Strategi Komunikasi Visual dalam Pemasaran Digital. Jakarta:

Prenadamedia Group.

Kamleitner, B., & Marckhgott, E. (2021). Silent persuasion: Incidental use of

promotional merchandise benefits unfamiliar brands. International

Journal of Advertising, 40(3), 453–474.

Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). Harlow:

Pearson Education.

Nielsen. (2021). Consumer Behavior Report on Personal Care in Southeast Asia.

Diakses pada 12 Juni 2025 dari https://www.nielsen.com

Published

2026-02-23

Issue

Section

Prodi S1 Desain Komunikasi Visual