Penyutradaraan Film Dokumenter 9 Nyawa

Authors

  • Aldila Andrani Telkom University
  • Teddy Hendiawan Telkom University

Abstract

Abstrak Indonesia merupakan salah satu Negara dengan populasi kucing terbesar di dunia. Dengan banyaknya jumlah kucing di Indonesia yang menyebar di berbagai kota, membuat kucing tidak hanya dipelihara namun juga hidup di jalanan. Kucing-kucing jalanan tidak berpemilik inilah yang pada umumnya menjadi sasaran kekerasan oleh manusia. Rumah Kucing Bandung merupakan shelter atau rumah perlindungan sementara kucing, memiliki prosedur rescue, rehab dan rehome untuk kucing-kucing yang sakit maupun terluka karena sesama hewan maupun atas korban kekerasan manusia. Namun, belum banyak pihak yang mengetahui prosedur Rumah Kucing ini. Perancangan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan riset naratif, dengan pengumpulan data yang terdiri dari observasi, wawancara dan studi literatur. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis, sehingga dapat diolah menjadi perancangan film dokumenter. Tujuan penulis yaitu menyampaikan informasi mengenai upaya Rumah Kucing dalam menanggulangi kekerasan terhadap kucing di Bandung, serta masyarakat dapat memahami bahwa kepedulian memerlukan sebuah tindakan, sedangkan simpati tanpa suatu tindakan sama dengan bentuk ketidakpedulian. Kata Kunci: Rumah Kucing, Kucing, Kekerasan, Film Dokumenter, Naratif. Abstract Indonesia is one of the countries with the largest cat population in the world. With the large number of cats in Indonesia that spread in various cities, making cats not only maintained but also live on the streets. These stray street cats are generally the target of human violence. Rumah Kucing Bandung is a shelter who has rescue, rehab and rehome procedures for cats who are sick or injured because of their fellow animals or for victims of human violence. However, not many parties are aware of Rumah Kucing’s procedure. This design uses qualitative research methods with a narrative research approach, with data collection consisting of observation, interviews and literature studies. The data that has been collected is then analyzed, so that it can be processed into a documentary film design. The aim of the author is to convey information about the efforts of the Cat House in tackling violence against cats in Bandung, and the public can understand that caring requires action, while sympathy without an action is the same as a form of indifference. Keywords: Rumah Kucing, Cats, Violence, Documentary Film, Narrative.

Downloads

Published

2018-12-01

Issue

Section

Program Studi S1 Desain Komunikasi Visual