Perancangan Desain Karakter Animasi 3d Berjudul “pangeran Mundinglaya†Sebagai Media Pendidikan Karakter Untuk Anak Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.25124/eoe.v6i3.11020Abstract
Abstrak Mundinglaya Dikusumah adalah cerita rakyat sunda yang berasal dari lisan orang sunda yang disebut cerita pantun. Cerita ini meneritakan mengenai kehidupan seorang pangeran yang diangkat menjadi raja oleh Prabu Siliwangi karena telah berhasil mendapat Layang Salaka Domas dari kahyangan langit ketujuh. Melalui sifat dan kepribadian yang dimiliki Mundinglaya Dikusumah dapat dijadikan Pendidikan karakter untuk anak yang saat ini banyak mengalami krisis karakter dalam dirinya. Perancangan Desain Karakter Animasi 3D ini menjadi salah satu langkah dalam penyusunan sebuah film animasi, sebagai media untuk memperkenalkan cerita Mundinglaya Dikusumah yang sudah diadaptasi dan dikemas supaya lebih dipahami dengan mudah oleh anak sekolah dasar. Perancangan desain karakter ini menggunakan metode perancangan pengumpulan data, diantaranya observasi, wawancara dan studi literatur. Selain itu menggunakan metode analisis deskriptif yang bertujuan untuk lebih memahami secara mendalam permasalahan yang sedang dibahas. Merancang karakter Mundinglaya ini didasari pada proses adaptasi cerita rakyat dengan mempertahankan unsur-unsur utama dalam cerita supaya pesan moral tersampaikan dengan baik. Kata kunci: Cerita Rakyat, Mundinglaya, 3D Character, Desain Karakter Abstract Mundinglaya Dikusumah is a Sundanese folk tale that comes from the oral Sundanese people called the pantun story. This story tells about the life of a prince who was made king by King Siliwangi because he had succeeded in getting the Salaka Domas kite from the seventh heaven. Through the nature and personality possessed by Mundinglaya Dikusumah, it can be used as character education for children who currently experience many character crises in themselves. The Design of Character Design 3D Animation is one step in the preparation of an animated film, as a medium to introduce the story of Mundinglaya Dikusumah that has been adapted and packaged so that it is more easily understood by elementary school children. The design of this character design uses data collection design methods, including observation, interviews and literature studies. Besides that, it uses descriptive analysis method which aims to better understand in depth the problems being discussed. Designing the character of Mundinglaya is based on the process of adapting folklore by maintaining the main elements in the story so that the moral message is conveyed well. Keywords: Folklore, Mundinglaya, 3D Character, Character Design



