Perancangan Storyboard Untuk Film Animasi 2d Lontong Cap Go Meh

Authors

DOI:

https://doi.org/10.25124/eoe.v6i3.11067

Abstract

Abstrak Perancangan storyboard untuk film animasi 2D “Lontong Cap Go Meh†adalah sebuah karya yang mengangkat tema kuliner salah satu resep masakan di Indonesia, tepatnya berada di kota Semarang. Berangkat dari fenomena akulturasi budaya yang ada sejak nusantara masih berbentuk kerajaan dan nuansa budaya ini masih lestari hingga zaman modern seperti saat ini. Mulanya terjadi interaksi antara imigran Cina dengan penduduk lokal yang lama-kelamaan melahirkan etnis baru di nusantara yaitu etnis Tionghoa. Tidak hanya budaya baru yang muncul,tetapi budaya baru tersebut juga menghasilkan produk budaya,contohnya seperti kuliner. Keberadaan makanan tradisional turun-temurun bernama Lontong Cap Go Meh ini tentunya menambah daftar keragaman budaya dan identitas dinusantara. Namun sayangnya selama ini masih banyak masyarakat di Indonesia belum mengetahui akan keberadaan konsep dibalik makanan satu ini. Maka dari itu, upaya sederhana yang saya lakukan adalah diawali dengan pembuatan skema fenomena akulturasi kuliner dan diakhiri dengan tahap menyajikan rancangan dalam bentuk artbook storyboard. Perancangan ini dimaksudkan agar pembaca dapat mengetahui sekaligus menambah wawasan tentang konsep budaya dibalik makanan Lontong Cap Go Meh dan bagaimana proses saya dalam merancang storyboard. Dimulai dari pengumpulan data yang menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi pustaka kemudian berlanjut ke tahap analisis menggunakan metode kualitatif, disertai dengan teori para ahli dibidang animasi dan storyboard oleh : Andrew Selby dan Giuseppe Cristiano untuk mengarahkan bagaimana atau apa yang harus dilakukan agar bisa menciptakan rangkaian gambar dari sebuah naskah, berikut dengan dukungan dari karya sejenis seperti beberapa film animasi internasional untuk dijadikan inspirasi dalam penggambaran. Memasuki tahap visualisasi, ada tahap-tahapan pula yang harus dilakukan, antara lain tahap Rough Thumbnail 

Storyboard, The Agreed Rough Storyboard dan Final Board. Masing-masing dalam tahapan tersebut perlu memperhatikan serta mengaplikasikan elemen bahasa storyboard, antara lain: Line of Action, Camera Angles,Framing Expressions, Camera Movement and Notation, Continuity and Storytelling, dan Composition. Keyword : Animasi, Storyboard, Tionghoa, Semarang, Lontong Cap Go Meh Abstract The storyboard design for the 2D animated film "Lontong Cap Go Meh" is typically a creative work that reasonably takes the culinary theme of one of the authentic recipes in Indonesia, completed in the capital city of Semarang. Dearly departing from the historical phenomenon of societal acculturation in the archipelago as it is today, there is an social interaction between Chinese immigrants with local residents who gradually gather new ethnic groups, namely ethnic Tionghoa. Not only new cultures are emerging, but these contemporary cultures also produce cultural products, for example like culinary. The potential existence of traditional hereditary food named Lontong Cap Go Meh instantly adds to the local list of cultural diversity of cultural products and national identity. However, until lively now there has been withal many local people in Indonesia who do not understand will discuss intelligently the philosophical concept behind this one delicious food. Therefore, a classic experiment that I willingly undertook was instantly starting by discussing the phenomenon of acculturation and presenting it in the form of a storyboard artbook. From the data obtained using the method of observation, interviews, and literature studies then proceed with analysis implementing qualitative methods with the theory of experts in the field of animation and storyboarding: Andrew Selby and Giussepe Christiano, from images to a completed script, along with the visible support of similar works of several international animated films to be used as ideas, examples and references in the description. Entering the visualization stage, some stages must be done, including the rough storyboard section, the rough storyboard agree and the final board. Each of these stages needs to be considered as well as applying storyboard language elements, namely: Action Lines, Camera Angles, Framing Expressions, Camera Movements and Notations, Continuity and Storytelling, and Composition. Keywords: Animation, Storyboard, Tionghoa, Semarang, Lontong Cap Go Meh

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2019-12-01

Issue

Section

Program Studi S1 Desain Komunikasi Visual

How to Cite

Agari, F., & Budiman, A. (2019). Perancangan Storyboard Untuk Film Animasi 2d Lontong Cap Go Meh. EProceedings of Art & Design, 6(3). https://doi.org/10.25124/eoe.v6i3.11067