PERANCANGAN ULANG RESTORAN HOTEL BISNIS BIGLAND SENTUL BINTANG 4 DENGAN PENDEKATAN PSIKOLOGI RUANG

Authors

Abstract

Restoran merupakan salah satu fasilitas yang disediakan oleh Bigland Hotel Sentul yang dimana pengunjung yang datang dodominasikan dengan tamu bisnis. Namun saat ini pada restoran seringkali menerima tamu non-bisnis yang disebabkan dengan lokasi strategis sehingga membuat banyak pengunjung non-bisnis untuk berdatangan untuk makan di restoran. Dengan adanya 2 jenis tamu yang berbeda dengan perbedaan tujuan kunjungan menimbulkan sejumlah permasalahan, seperti suasana ruang yang kurang relevan bagi tamu non bisnis, kesan ruang yang kurang menarik, kurangnya batas privasi untuk tamu bisnis yang sangat membutuhkan area private, hingga bentroknya aktivitas antar pengguna. Perancangan ini bertujuan menciptakan interior hotel yang dapat mengakomodasi kebutuhan kedua jenis tamu secara seimbang melalui pendekatan psikologi ruang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kualitatif melalui pengumpulan teori, analisis tapak, dan survei. Kesimpulan dan manfaat dari perancangan ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan psikologi ruang dapat menjadi landasan dalam menciptakan desain interior hotel yang lebih responsif terhadap kebutuhan fisik maupun emosional dan fungsional pengguna. Kata kunci: Hotel Bisnis, Psikologi Ruang, Suasana Ruang.

References

Annisa, D.A.N. and Lestari, K.K. (2021) ‘Pengaruh Pemilihan Jenis dan Warna Pencahayaan pada Suasana Ruang Serta Kesan Pengunjung Kafe’, Sinektika: Jurnal Arsitektur, 18(1), pp. 78–84. Available at: https://doi.org/10.23917/sinektika.v18i1.13325.

Augustin, S. (2009) ‘Place Advantage: Applied Pshychology for Interior Architecture’, p. 328.

Brower, S.N. (1980) ‘Territory in Urban Settings’, in. Available at: https://api.semanticscholar.org/CorpusID:140794626.

Ching, F.D.K. (2015) ‘Arsitektur : Bentuk, Ruang, dan Tatanan’, Proceedings of the National Academy of Sciences, 3(1), pp. 1–15. Available at: http://dx.doi.org/10.1016/j.bpj.2015.06.056%0Ahttps://academic.oup.com/bioinformatics/articleabstract/34/13/2201/4852827%0Ainternalpdf://semisupervised3254828305/semisupervised.ppt%0Ahttp://dx.doi.org/10.101 /j.str.2013.02.005%0Ahttp://dx.doi.org/10.10.

Chressetianto, A. (2013) ‘Pengaruh Aksesoris dan Elemen Pembentuk Ruang terhadap Suasana dan Karakter Interior Lobi Hotel Artotel Surabaya’, Jurnal Intra, 1(1), pp. 1–7.

E.J., E. and B.I., I. (2023) ‘Hotel Atmospherics and Guests’ Experience in the Nigerian Hospitality Industry’, Research Journal of Hospitality and Tourism Management, 2(1), pp. 1–17. Available at: https://doi.org/10.52589/rjhtm-w5dtneuv.

Hall, E.T. (1982) The Hidden Dimension, Sustainability (Switzerland). Available at: http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/R

ED2017-Eng8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.

/j.regsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps://www.researchga

te.net/publication/305320484_SISTEM_PEMBETUNGAN_TERP

USAT_STRATEGI_MELESTARI.

Huang, H. Te and Tsaih, L.S.J. (2022) ‘Prioritizing hotel lobby design factors: perspectives of hotel operators in China’, Journal of Asian Architecture and Building Engineering, 21(5), pp. 1801–1813. Available at: https://doi.org/10.1080/13467581.2021.1966016.

McCann, G.C. and Sommer, R. (1970) ‘Personal Space: The Behavioral Basis of Design.’, American Sociological Review, 35(1), p. 164. Available at: https://doi.org/10.2307/2093905.

Mouwn Erland (2020) Metodologi Penelitian Kualitatif. In Metodologi Penelitian Kualitatif, Rake Sarasin.

Published

2025-12-01

Issue

Section

Prodi S1 Desain Interior