PERANCANGAN AUDITORIUM MODERN PERFORMING ARTS CENTER DI KOTA BARU PARAHYANGAN DENGAN PENDEKATAN PERILAKU

Authors

Abstract

Kota Baru Parahyangan (KBP) telah berkembang sebagai kota mandiri yang lengkap, namun masih memiliki kekosongan fasilitas seni pertunjukan yang representatif. Padahal, tingginya populasi seniman aktif di Jawa Barat dan dukungan regulasi pengembangan ekonomi kreatif menuntut adanya ruang publik berbasis seni. Permasalahan utama yang ditemukan adalah minimnya gedung pertunjukan yang memenuhi standar teknis, kapasitas, dan akustik untuk pertunjukan modern. Penelitian ini bertujuan merancang sebuah Auditorium Modern Performing Arts Center di KBP sebagai solusi pemenuhan kebutuhan budaya dan rekreasi masyarakat kelas menengah-atas. Menggunakan klasifikasi metropolitan centre, perancangan ini difokuskan pada pertunjukan teater dan musik dengan standar internasional. Metode perancangan menggunakan pendekatan perilaku, yang menyelaraskan kebutuhan teknis pelaku seni dengan pengalaman emosional serta kenyamanan pengunjung. Hasil rancangan diharapkan menjadi ikon budaya baru yang mampu mengintegrasikan fungsi seni, sosial, dan komersial guna mendukung ekosistem ekonomi kreatif di Bandung Barat.

References

Appleton, I. (1996). Building for the performing arts: A design and development guide. Oxford, UK: Butterworth-Heinemann.

Ham, R. (1987). Theatre planning. London, UK: Architectural Press.

Listyapratiwi, N., Nuryani, & Rizka. (2017). Evaluasi gedung pertunjukan di Jawa Barat. Jurnal Seni dan Budaya, 9(2), 45–56.

Strong, J. (2010). Theatre buildings: A design guide. London, UK: Routledge.

Published

2026-06-01

Issue

Pages

4596 - 4603

Section

Prodi S1 Desain Interior