PERANCANGAN ULANG HOTEL “X” DI KOTA YOGYAKARTA DENGAN PENDEKATAN FUNGSIONAL
Abstrak
Peran hotel dalam industri pariwisata dan bisnis telah berkembang pesat dalam dua dekade terakhir, tidak lagi hanya sebagai tempat istirahat tetapi juga penyedia fasilitas pendukung aktivitas komersial yang kompleks. Di Yogyakarta, khususnya Kabupaten Sleman, peningkatan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara mencapai lebih dari 5,4 juta pada 2023, didominasi oleh kegiatan bisnis dan MICE, menimbulkan kebutuhan akomodasi yang mendukung produktivitas tinggi. Namun, di Jalan Affandi Gejayan, belum ada hotel bisnis bintang empat yang representatif, menyebabkan kusulitan akses bagi pekerja kantor, tamu universitas, dan eksekutif, sehingga mereka memilik lokasi lebih jauh yang menurunkan efisiensi. Observasi dan wawancara pada Hotel “X” mengungkap kendala seperti keterbatasan fasilitas premium, sirkulasi area publik yang tidak efisien, dan masalah akustik kamar yang mengganggu konsentrasi. Tujuan penelitian ini adalah merancang ulang interior Hotel “X” dengan pendekatan fungsional untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan optimalisasi operasional. Metode melibatkan analisis prinsip form follows function, pemaksimalan ruang, zonasi dan pemenuhan standar teknis kenyamanan. Hasil temuan menunjukkan redesain dapat menutup celah pasar dengan fasilitas lengkap dan terzonasi baik. Kesimpulan menyatakan bahwa pendekatan ini mendukung pertumbuhan sektor bisnis di Sleman, sementara manfaatnya mencakup peningkatan efisiensi aksesibilitas, produktivitas tamu, dan citra hotel sebagai akomodasi bisnis utama.
Kata Kunci: Bisnis hotel, fungsional, redesain, Yogyakarta, hotel bintang empat
Referensi
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Nomor
PM.53/HM.001/MPEK/2013. (2014). Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014. 1–23. http://www.intimultimasertifikasi.com/wpcontent/uploads/2018/09/Peraturan-tentang-Standar-UsahaHotel.pdf
Metric. (2012). Metric Handbook. In Metric Handbook. https://doi.org/10.4324/9780080963419 Neufert, Ernest. 2002. Data Arsitek Edisi Kedua Jilid 2. Jakarta: Erlangga (Ahli Bahasa oleh Sjamsu Amril)
Perda DIY No. 1. (2021). Peraturan Daerah Istimewa Yogyakarta No. 1 tahun tentang Mendorong Pengembangan Sektor Parawisata Berlandaskan Nilai Budaya.
Perda DIY No. 6. (2012). Peraturan Daerah Istimewa Yogyakarta No. 6 tahun tentang Pelestarian Warisan Budaya dan Cagar Budaya.
Putri, K., Purnomo, A. D., & Sarihati, T. (2023). Perancangan interior hotel butik di kawasan Pecinan Kota Bandung. e-Proceeding of Art & Design, 10(3), 5010-5022.
Satwiko. 2009. Pengertian Kenyamanan Dalam Suatu Bangunan. Yogyakarta: Wignjosoebroto SNI 03-6386-2000 Spesifikasi Tingkat bunyi dan Waktu Dengung Dalam
Bangunan Gedung dan direkomendasikan). (2000).
Szokolay, S. V. (2014). Introduction to architectural science : the basis of sustainable design (Third edition.). Routledge.
Utami, T. N., Salayanti, S., & Laksitarini, N. (2020). Penerapan healing environment pada perancangan interior hotel resort and spa di Bandung. e-Proceeding of Art & Design, 7(2), 4235–4246.



