https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/issue/feedeProceedings of Art & Design2026-01-19T21:38:09+07:00Telkom University Open Library[email protected]Open Journal Systems<p class="cvGsUA direction-ltr align-start para-style-body"><span class="OYPEnA text-decoration-none text-strikethrough-none">e-Proceedings of Art & Design is a media for publishing scientific work by graduates of Telkom University which contains </span><span class="OYPEnA text-decoration-none text-strikethrough-none">Art & Design studies. </span><span class="OYPEnA text-decoration-none text-strikethrough-none">Uploaded scientific papers will go through inspection procedures (reviewers) and approval from the relevant supervisor.</span></p>https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28795Board Game Museum Wayang Banyumas Sebagai Media Edukasi Anak Sekolah Dasar2025-12-24T14:35:15+07:00Eka Afriliani Fiska Setiowati[email protected]Emmareta Fauziah [email protected]Achmad Sultoni[email protected]<p>Wayang merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui UNESCO<br>sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity sejak 7 November 2003.<br>Namun, di tengah arus globalisasi, minat anak-anak terhadap wayang semakin menurun.<br>Menurut Ibu Tri Wahyuni, anak-anak lebih mengenal budaya asing daripada kebudayaan<br>tradisional seperti wayang. Upaya pengenalan yang dilakukan oleh pihak sekolah belum<br>mampu menarik perhatian anak-anak secara efektif. Berdasarkan kondisi tersebut,<br>dibutuhkan media pembelajaran yang lebih kreatif sesuai dengan karakter anak-anak<br>yang masih suka bermain. Penelitian ini bertujuan untuk merancang board game edukatif<br>berjudul Sendang Mas sebagai media pengenalan Museum Wayang Banyumas untuk<br>siswa sekolah dasar kelas 4–5. Teori The Art of Game Design karya Jesse Schell<br>menekankan empat elemen dasar permainan: mekanika, estetika, teknologi, dan cerita.<br>Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif, melalui proses identifikasi data dan<br>analisis data. Hasil perancangan ini diharapkan dapat menjadi sarana edukatif yang<br>menarik dan efektif dalam meningkatkan ketertarikan anak, serta memperkuat peran<br>Museum Wayang Banyumas sebagai pusat edukasi budaya di Kabupaten Banyumas.<br>Kata kunci : Museum Wayang, Banyumas, board game, anak-anak</p>2025-12-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28796Perancangan Artbook “Usman Janatin” Sebagai Arsip2025-12-24T14:45:30+07:00Celsy Novinda Kisty Pratiwi[email protected]Galih Putra Pamungkas[email protected]Gilang Ramadhan[email protected]<p>Pahlawan nasional merupakan sebuah gelar yang dianugerahi kepada seseorang<br>Warga Negara Indonesia yang telah gugur dalam membela bangsa maupun negara.<br>Pahlawan nasional yang berasal dari Kabupaten Purbalingga yaitu Sersan Dua KKO<br>Anumerta Usman Janatin. Janatin merupakan anggota KKO (Korps Komando Operasi)<br>yang mendapatkan tugas operasi DWIKORA (Dwi Komando Rakyat) untuk melakukan<br>sabotase di pusat kota Singapura saat masa konfrontasi Indonesia – Malaysia. Walaupun<br>Janatin telah berkontribusi dalam perjuangan nasional, banyak aspek baik dari kehidupan<br>maupun perjuangannya kurang dikenal oleh masyarakat luas terlebih lagi generasi muda<br>di Purbalingga. Perancangan artbook ini menggunakan metode kualitatif dengan<br>pendekatan studi pustaka, observasi, wawancara, serta analisis SWOT. Hasil perancangan<br>ini diharapkan dapat menjadi sebuah media arsip untuk melestarikan sejarah perjalanan<br>hidup dan perjuangan Usman Janatin, serta diharapkan dapat memberikan tambahan<br>pengetahuan mengenai sosok Usman Janatin kepada generasi muda yang berusia 16 – 30<br>tahun di Kabupaten Purbalingga.<br>Kata Kunci: artbook, Usman Janatin, sejarah</p>2025-12-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28797Perancangan Identitas Visual Taman Budaya Soetedja Sebagai Brand Awareness2025-12-24T14:54:16+07:00Vania Geralda[email protected]Gilang Ramadhan[email protected]Galih Putra Pamungkas[email protected]<p>Banyumas memiliki potensi seni dan budaya yang sangat kaya, yang salah satunya<br>tercermin melalui keberadaan Taman Budaya Soetedja. Taman ini berfungsi sebagai<br>ruang untuk ekspresi, apresiasi, serta sebagai pusat kegiatan kesenian dan<br>kebudayaan. Meskipun demikian, Taman Budaya Soetedja masih menghadapi<br>tantangan terkait identitas visualnya, sehingga citra yang dimiliki belum cukup kuat<br>dalam benak masyarakat. Identitas visual sangat penting dalam membangun<br>kesadaran merek (brand awareness) dan meningkatkan daya tarik serta eksistensi<br>suatu institusi kebudayaan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang identitas visual<br>Taman Budaya Soetedja sebagai upaya untuk meningkatkan brand awareness dan<br>mengembangkan media aplikasi yang relevan. Metode yang digunakan dalam<br>penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, yang mencakup wawancara dengan pihak<br>pengelola serta observasi langsung di lapangan. Proses perancangan dilakukan<br>melalui beberapa tahapan, yaitu riset, analisis, eksplorasi visual, dan pengembangan<br>desain. Hasil dari perancangan ini berupa identitas visual yang mencakup logo baru<br>dan penerapannya pada berbagai media promosi. Kesimpulan penelitian<br>menunjukkan bahwa perancangan identitas visual dapat berfungsi sebagai strategi<br>komunikasi visual yang efektif, dengan tujuan memperkuat citra, meningkatkan<br>jangkauan audiens, serta menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap seni dan<br>budaya lokal Banyumas. Identitas yang dihasilkan dirancang agar fleksibel dan<br>berkelanjutan, sehingga dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa<br>mengabaikan akar budaya yang menjadi inti dari institusi tersebut.<br>Kata kunci : Brand awareness, identitas visual, Taman Budaya Soetedja</p>2025-12-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28798Perancangan Maskot Wisata Goa Laga Sebagai Penguat Identitas Visual2025-12-24T15:10:30+07:00Alfenito Yunian Yudhistira[email protected]Galih Putra Pamungkas[email protected]Gladi Pawestri Utami[email protected]<p>Goa Laga merupakan salah satu desƟnasi wisata alam di Purbalingga yang<br>terbentuk secara alami dari aliran lava Gunung Slamet. Awalnya ditemukan sebagai<br>lorong yang dihuni oleh kelelawar, goa ini kemudian dikembangkan menjadi objek wisata<br>pada tahun 1979. Meskipun telah menjadi desƟnasi populer, Goa Laga belum memiliki<br>maskot sebagai media promosi dan penguatan idenƟtas visual. Maskot berperan<br>penƟng dalam membangun daya tarik emosional, meningkatkan kesadaran merek, serta<br>memperkuat hubungan antara tempat wisata dan pengunjung. Banyak desƟnasi wisata<br>lain yang telah sukses menggunakan maskot, seperƟ Dufan di Ancol. Oleh karena itu,<br>perancangan maskot untuk Goa Laga diharapkan dapat menjadi strategi efekƟf dalam<br>meningkatkan daya tarik wisata serta mempermudah pengunjung dalam mengingat<br>desƟnasi ini.<br>Kata Kunci: Goa Laga, Maskot, IdenƟtas Visual</p>2025-12-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28799Redesign Identitas Visual Ghani Production Untuk Meningkatkan Brand Awareness2025-12-24T15:23:47+07:00Dede Nurcahya[email protected]Galih Pamungkas[email protected]Gladi Pawestri Utami[email protected]<p>Ghani Production adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa live<br>streaming dan multimedia. Berawal dari hobi fotografi dan membangun relasi di<br>berbagai bidang, usaha ini akhirnya didirikan pada tahun 2022. Namun, perusahaan<br>menghadapi beberapa permasalahan dalam identitas visualnya, seperti ketiadaan<br>filosofi dalam logo, masalah hak cipta, serta ketidakkonsistenan dalam penggunaan<br>logo. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk melakukan<br>redesign identitas visual Ghani Production guna meningkatkan brand awareness<br>serta memperkuat citra perusahaan sebagai penyedia layanan live streaming dan<br>multimedia. Melalui perancangan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal<br>akan keberadaan Ghani Production. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif<br>dengan pendekatan deskriptif, yang diperoleh melalui wawancara, observasi,<br>dokumentasi, dan studi literatur. Hasil perancangan ini diimplementasikan ke dalam<br>beberapa media, yaitu logo sebagai karya utama, graphic standard manual serta<br>berbagai media pendukung lainnya.<br>Kata kunci: redesign, identitas visual, brand awarenes, Ghani Production</p>2025-12-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28800Eksperimen Limbah kubis Sebagai Alternatif Material Vegan Leather2025-12-24T15:54:40+07:00Fitria Nur Rohimah[email protected]Pricilla Tamara[email protected]Laurensius Windy Octanio Haryanto[email protected]<p>Produksi kubis di Indonesia menempati posisi tinggi dalam kategori sayuran<br>dengan hasil panen terbesar, salah satunya berasal dari daerah Lembang. Dalam proses distribusi di pasar, pedagang sering memisahkan dan membuang lapisan kulit luar kubis yang rusak atau membusuk, sehingga menghasilkan limbah dalam jumlah besar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengolah limbah kubis menjadi material alternatif vegan leather yang ramah lingkungan. Metode penelitian dilakukan melalui serangkaian eksperimen, meliputi pemilihan limbah kubis, proses pengolahan, penggunaan bahan perekat alami berbasis bubuk agar-agar dan jelly kiloan, uji coba kekuatan material, serta pengaplikasian material pada produk fesyen dengan berbagai metode, seperti menjahit manual, menjahit dengan mesin, penggunaan lem dan tanpa menggunakan lem ataupun jahitan. Hasil analisis menunjukkan bahwa biomaterial berbasis agar-agar memiliki karakteristik yang lebih stabil, kokoh, dan tahan jamur dibandingkan biomaterial berbahan jelly kiloan, meskipun fleksibilitasnya sedikit lebih rendah. Material yang dihasilkan memiliki tekstur alami menyerupai kulit konvensional, cukup fleksibel, dan tahan lama sehingga berpotensi diaplikasikan pada berbagai produk fesyen, salah satunya sling bag. Penelitian ini membuktikan bahwa limbah kubis dapat diolah menjadi bahan vegan leather inovatif yang mendukung nilai keberlanjutan dalam industri fesyen.<br>Kata kunci : Biomaterial, kulit sintetis ramah lingkungan, limbah kubis</p>2025-12-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28801Pemanfaatan Limbah Botol Plastik Jenis Pet Menjadi Filament Untuk Perancangan Clutch Bag Pada Merek Blasustudio2025-12-24T16:04:55+07:00Shafa [email protected]Laurensius Windy Octanio Haryanto[email protected]Pricilla Tamara Irawan [email protected]<p>Keberadaan botol plastik jenis PET (Polyethylene Terephthalate)<br>sebagai kemasan sekali pakai merupakan salah satu tantangan bagi<br>lingkungan karena dapat menimbulkan masalah sampah dari penggunaan dan<br>produksinya yang tidak seimbang dengan pengolahan plastik yang tidak<br>terorganisir ditambah sifatnya juga sulit terurai. Penelitian ini bertujuan untuk<br>memberikan solusi inovatif melalui pemanfaatan limbah botol plastik jenis<br>PET tersebut menjadi material filament untuk pencetakan produk<br>menggunakan teknologi 3D printing, yang kemudian diaplikasikan dalam<br>perancangan clutch bag pada untuk blasustudio. Studi dilakukan<br>menggunakan metode mixed methods yang mencakup kegiatan observasi,<br>studi literatur, penyebaran kuesioner, dan eksperimen langsung bersama<br>blasustudio. Proses perancangan mengacu pada metode double diamond<br>yang dimulai dari eksplorasi material, analisis kebutuhan pasar, hingga<br>visualisasi desain clutch bag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filament<br>berbahan dasar PET mampu menghasilkan material yang kuat, fleksibel dan<br>ringan, purwarupa clutch bag yang dikembangkan tidak hanya mencerminkan<br>karakter visual blasustudio yang ikonik, clean, dan rapi, tetapi juga menjawab<br>kebutuhan pengguna yang peduli terhadap isu lingkungan dan nilai<br>keberlanjutan. Penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi berbasis daur ulang<br>limbah plastik dapat memberikan nilai tambah baik secara estetika maupun<br>fungsional, serta berpotensi memperluas eksplorasi material daur ulang<br>dalam industri kreatif.<br>Kata kunci: limbah plastik PET, filament, 3D print, clutch bag, desain berkelanjutan,</p>2025-12-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28802Perancangan Media Edukasi Interaktif Berbasis Permainan untuk Pengenalan Huruf Anak Usia 4 hingga 5 Tahun2025-12-24T16:09:28+07:00Jodi Satya Hernawan[email protected]Laurensius Windy[email protected]Emmareta Fauziah[email protected]<p>Anak usia dini 4–5 tahun berada pada masa perkembangan penting dalam<br>kemampuan berbahasa, termasuk pengenalan huruf. Namun, banyak anak PAUD masih mengalami kesulitan mengenali bentuk dan bunyi huruf karena media belajar yang kurang menarik dan tidak sesuai gaya belajar anak. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang media edukasi interaktif berbasis permainan yang mendukung proses belajar mengenal huruf. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru, anak, dan orang tua, serta studi literatur dan analisis produk sejenis. Hasil perancangan berupa board game edukatif yang menggabungkan balok huruf, kartu bergambar, dan papan permainan yang dirancang ramah anak. Berdasarkan uji coba, media ini meningkatkan minat dan keterlibatan anak dalam belajar huruf secara menyenangkan. Kesimpulannya, media ini efektif mendukung pengenalan huruf dan sesuai dengan karakteristik belajar anak usia dini. <br>Kata kunci: belajar, media edukasi, pengenalan huruf, PAUD, permainan</p>2025-12-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28803Perancangan Meja Edukatif Interaktif untuk Menstimulasi Semangat Belajar, Kognitif, dan Motorik Anak 4-6 Tahun2025-12-24T16:14:52+07:00Deta Violeta[email protected]Pricilla Tamara[email protected]Laurensius Windy O.H[email protected]<p>Usia 4–6 tahun merupakan masa emas dalam perkembangan anak, di mana<br>stimulasi yang tepat dapat mendukung pertumbuhan kognitif dan motorik halus secara optimal. Namun, media belajar yang digunakan anak usia dini masih banyak yang kurang menarik dan belum ergonomis. Penelitian ini bertujuan merancang meja edukatif interaktif yang mampu meningkatkan semangat belajar sekaligus menstimulasi perkembangan kognitif dan motorik halus anak. Penelitian menggunakan metode Design Thinking melalui lima tahapan: empati, definisi masalah, ideasi, pembuatan prototipe, dan pengujian. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan studi literatur. Hasil akhir berupa meja berbahan kayu dengan fitur interaktif seperti puzzle 3D bertema tata surya, papan tulis, dan elemen edukatif lain yang disesuaikan dengan karakteristik anak usia dini. Desain memperhatikan aspek ergonomi, estetika, dan fungsionalitas Kata kunci: Meja Edukatif Interaktif, Usia 4-6 tahun, Kognitif, Motorik, Semangat belajar.</p>2025-12-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28804Perancangan Tray, Coaster, Dan Placemat Dari Pengembangan Material Limbah Serbuk Kayu Dengan Matriks Pati Singkong2025-12-24T16:22:16+07:00Ilham Abdul Malik[email protected]Laurensius Windy Octanio Haryanto[email protected]Pricilla Tamara[email protected]<p>Dominasi penggunaan material sintetis pada produk rumah tangga yang<br>belum sepenuhnya ramah lingkungan, serta melimpahnya limbah serbuk kayu dari aktivitas industri pengolahan kayu di Kabupaten Banyumas yang belum termanfaatkan secara optimal berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian ini membahas perancangan produk rumah tangga berupa tray, coaster, dan placemat dengan menggunakan material komposit berbahan dasar limbah serbuk kayu dan pati singkong. Perancangan ini menggunakan metode Design Thinking yang dilakukan melalui eksperimen tiga rasio komposisi material untuk mengetahui sifat fisik dan mekanik terbaik. Rasio 50:50 antara serbuk kayu dan pati singkong menunjukkan performa terbaik dari segi kekuatan, ketahanan terhadap air, dan kualitas visual. Adapun tema desain yang digunakan yaitu gaya natural minimalis dengan analisis ergonomi, tren pasar, dan proses produksi sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa produk tray, coaster dan placemat memiliki potensi sebagai alternatif material ramah lingkungan dengan nilai estetika dan fungsional yang baik.<br>Kata kunci: serbuk kayu, pati singkong, biodegradable, material komposit, ramah lingkungan</p>2025-12-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/29210BISAKAH AKU PAKAI INI KE HANGOUT? KETIKA SEPATU BASKET MELANGKAH KE DUNIA KASUAL2026-01-19T21:38:09+07:00Muhamad Amar Ma’ruf[email protected]Agatha Dinarah Sri Rumestri[email protected]Laurensius Windy Octanio Haryanto[email protected]<p>High cut basketball shoes are known for their superiority in providing<br>optimal stability for the user's feet. However, this safety feature often sacrifices<br>flexibility of movement, which is a challenge for athletes. This problem is increasingly<br>relevant with the finding that teenage male basketball athletes use basketball shoes<br>not only for sports needs, but also as a means of expressing themselves in the social<br>sphere known as athleisure. This phenomenon gives rise to the concept of "beauty is<br>pain" in the male version, where they are willing to sacrifice comfort for appearance.<br>To answer this need, high cut basketball shoes using design thinking method with<br>adjustable collars were developed as a solution with a styling approach using brand<br>archetypes, namely The Ruler and outlaw archetypes, which then gave birth to the<br>Project Monarch series and the Project Exile series.</p> <p><br>Keywords: athleisure, high cut, The Ruler, The Outlaw, brand archetype</p>2025-12-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28826Penerapan Human-Centered Design dalam Perancangan Ulang Perpustakaan Universitas Islam Bandung2025-12-29T09:47:23+07:00Hiramani Ruhma Insani[email protected]Doddy Friestya Asharsinyo[email protected]Santi Salayanti[email protected]<p>Perpustakaan sebagai tempat umum akademik memiliki peran penting dalam<br>mendukung proses belajar dan interaksi intelektual. Namun, perubahan perilaku<br>pengguna serta kemajuan teknologi memerlukan desain interior yang tidak hanya<br>fungsional, tetapi juga adaptif dan fokus pada pengalaman pengguna. Penelitian ini<br>mengambil pendekatan Human Centered Design dalam perancangan ulang interior UPT<br>Perpustakaan Universitas Islam Bandung, dengan mengusung tema Islamic Serenity in<br>Learning. Pendekatan yang diterapkan adalah kualitatif-desain yang berfokus pada HCD,<br>mencakup tahap empati, identifikasi masalah, pengembangan konsep, pembuatan<br>model, dan pengujian alternatif solusi. Metode pengumpulan data dilaksanakan dengan<br>cara observasi, wawancara, serta analisis kebutuhan pengguna. Hasil desain menunjukkan<br>bahwa penggabungan tema dan pendekatan HCD dapat menciptakan ruang yang lebih<br>inklusif, damai, dan selaras dengan nilai-nilai Islam. Hasil perancangan menunjukkan<br>bahwa perpustakaan dapat menjadi ruang yang inklusif, spiritual, dan sesuai dengan pola<br>belajar kontemporer.Pendekatan ini memberikan alternatif desain perpustakaan yang<br>tidak hanya fungsional, tetapi juga mampu merepresentasikan identitas institusi Islam<br>dengan suasana yang tenang, nyaman, dan bermakna.<br>Kata kunci: Perpustakaan, Human-Centered Design, Islamic Serenity, Desain Interior,<br>UNISBA</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28828PERANCANGAN AUDITORIUM PADA PERFORMING ARTS CENTER KOTA BARU PARAHYANGAN DENGAN PENDEKATAN FLEKSIBILITAS 2025-12-29T09:59:20+07:00Sarah Nurul Azizah[email protected]Ahmad Nur Sheha Gunawan[email protected]Raisya Rahmaniar Hidayat[email protected]<p>Auditorium pada Performing Arts Center merupakan fasilitas utama bagi<br>berbagai bentuk seni pertunjukan, seperti kerawitan, tari, pendalangan, dan musik.<br>Fasilitas seni yang ada saat ini masih menghadapi berbagai keterbatasan, seperti<br>kapasitas yang tidak memadai, infrastruktur yang kurang mendukung, serta<br>fleksibilitas ruang yang terbatas. Kendala ini berdampak pada kreativitas pelaku seni,<br>efisiensi produksi, dan minat audiens terhadap pertunjukan seni. Selain itu,<br>kurangnya sistem tata ruang yang fleksibel menjadi hambatan utama dalam<br>penyelenggaraan acara berskala kecil dan besar. Pemerintah telah menunjukkan<br>komitmen dalam pengembangan infrastruktur seni melalui RPJPD Jawa Barat 2025-<br>2045 dan Peraturan Presiden No. 78 Tahun 2021, yang menekankan pentingnya<br>fasilitas seni berbasis teknologi. Oleh karena itu, proyek ini bertujuan merancang<br>Auditorium Performing Arts Center yang modern dengan menerapkan fleksibilitas<br>yang didukung oleh smart system. Diharapkan, desain ini dapat menghadirkan<br>fasilitas seni yang lebih representatif, meningkatkan pengalaman pengguna, dan<br>mendukung pertumbuhan industri kreatif khususnya di Kabupaten Bandung Barat<br>umunya kota Bandung.<br>Kata kunci: Auditorium, Performing Arts Center, fasilitas seni, fleksibilitas ruang.</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28830PENDEKATAN USER ACTIVITY DALAM PENGEMBANGAN INTERIOR BANDUNG CREATIVE HUB : Menjawab Kebutuhan Komunitas Creative2025-12-29T10:05:12+07:00Viva Monica[email protected]Ully Irma Maulina Hanafiah[email protected]Akhmadi Akhmadi[email protected]<p>Pusat kreatif dapat mendukung pengembangan industri kreatif antara generasi<br>muda dan para pelaku industri kreatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini<br>termasuk studi literatur, survei lapangan, dan wawancara dengan pelaku di industri<br>kreatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa desain kreatif pusat harus memprioritaskan<br>konsep koneksi, kerja sama, dan produktivitas untuk menciptakan ruang yang fleksibel<br>dan menginspirasi. Dengan penerapan prinsip-prinsip berdasarkan aktivitas pengguna<br>ruang, bangunan ini akan memaksimalkan potensi situs dan menciptakan lingkungan<br>pendukung yang memiliki konektivitas, kolaborasi, dan produktivitas tinggi. Penelitian ini<br>juga menyoroti pentingnya integrasi teknologi, pencahayaan alami, dan tata ruang adaptif<br>untuk menunjang keberagaman aktivitas kreatif. Selain itu, keberadaan fasilitas yang<br>inklusif di pusat kreatif diharapkan mampu mendorong pertukaran ide, kolaborasi lintas<br>bidang, serta memperluas jejaring komunitas. Kesimpulan dari penelitian ini<br>mengonfirmasi bahwa pusat kreatif dapat berkontribusi positif terhadap pengembangan<br>ekonomi kreatif sekaligus meningkatkan kualitas hidup dan keterlibatan sosial<br>masyarakat. Pemanfaatan Kembali bangunan dengan pengembangan user activity agar<br>dapat menghidupkan Kembali fungsi social dan budaya pada Bandung Creative Hub<br>dengan berbagai komunitas dan aktivitas seni<br>Kata Kunci : Creative Hub, Generasi muda, Pelaku industri kreatif, UMKM, User Activity.</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28832PENGEMBANGAN DESAIN INTERIOR KANTOR ADMINISTRASI DAN LOGISTIK PT SELAHONJE JAYA ABADI DENGAN PENDEKATAN PSIKOLOGI RUANG2025-12-29T10:09:24+07:00Muhammad Hafizh Wirawan[email protected]Ahmad Nur Sheha Gunawan[email protected]Raisya Rahmaniar Hidayat[email protected]<p>PT. Selahonje Jaya Abadi merupakan perusahaan yang bergerak di bidang<br>makanan cepat saji dan distribusi logistik yang menghadapi tantangan efektivitas ruang<br>kerja, terutama pada komunikasi antar divisi, kenyamanan karyawan, dan kesejahteraan<br>mental. Permasalahan seperti tata letak ruang yang kurang efisien, minimnya ruang<br>kolaborasi, dan ketiadaan area istirahat memadai memicu stres, menurunkan<br>produktivitas, serta menghambat interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan merancang<br>ulang interior kantor dengan pendekatan psikologi ruang, berfokus pada kenyamanan,<br>interaksi sosial, keseimbangan kerja, dan kesehatan mental karyawan. Metode yang<br>digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, kajian pustaka, dan<br>studi banding untuk menganalisis kebutuhan serta merumuskan konsep desain. Hasil<br>perancangan mencakup tata letak baru yang memperpendek jarak antar divisi,<br>penambahan area istirahat ergonomis, pencahayaan dan warna yang mendukung<br>kreativitas, serta pengaturan sirkulasi udara yang sehat. Desain ini dapat menciptakan<br>lingkungan kerja yang humanis, sehat secara psikologis, dan selaras dengan produktivitas<br>modern, sehingga mampu meningkatkan motivasi, kualitas kerja, serta budaya kerja<br>positif di perusahaan.<br>Kata kunci: efektivitas kerja, interaksi sosial, kesejahteraan karyawan, produktivitas,<br>psikologi ruang.</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28833PENGEMBANGAN RANCANGAN DESAIN INTERIOR HOTEL PADA KIMAYA SUDIRMAN YOGYAKARTA DENGAN PENDEKATAN AKTIVITAS BISNIS2025-12-29T10:13:32+07:00Charisma Fatiha Artiani[email protected]Ully Irma Maulina Hanafia[email protected]Erlana Adli Wismoyo[email protected]<p>Pergeseran fungsi hotel dari akomodasi menjadi ruang pendukung<br>aktivitas bisnis menuntut transformasi interior, khususnya pada Hotel Kimaya<br>Sudirman Yogyakarta. Sebagai hotel bintang 4 di kawasan bisnis, hotel ini perlu<br>beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan pasar yang meningkat, terutama bagi<br>tamu bisnis dan MICE. Meskipun berlokasi strategis, identifikasi masalah<br>menunjukkan bahwa hotel ini belum memiliki fasilitas esensial seperti business<br>lounge untuk mengakomodasi kebutuhan aktivitas bisnis informal. Penelitian ini<br>bertujuan mengembangkan rancangan interior Hotel Kimaya Sudirman dengan<br>pendekatan aktivitas bisnis. Proyek ini berupaya menciptakan fasilitas dan tata<br>ruang yang efektif, fungsional, dan sesuai dengan standar kebutuhan tamu<br>profesional. Metode kualitatif deskriptif digunakan untuk mengumpulkan data,<br>termasuk survei pada 35 tamu hotel bisnis, serta studi banding dan studi<br>preseden. Hasil perancangan ini mencakup organisasi ruang yang terstandarisasi,<br>pemilihan furnitur ergonomis, penciptaan suasana kolaboratif, serta penerapan<br>elemen interior yang mendukung produktivitas. Desain yang diusulkan diharapkan<br>dapat meningkatkan kualitas fasilitas bisnis yang sudah ada dan menambah<br>fasilitas baru yang belum tersedia. Secara keseluruhan, perancangan ini menjadi<br>solusi konkret, memberikan kontribusi pada literatur desain interior, dan<br>meningkatkan pengalaman menginap yang berorientasi pada profesionalisme dan<br>kenyamanan.</p> <p>Kata Kunci: Pengembangan Rancangan Interior, Hotel Bintang 4, Hotel Bisnis,<br>Aktivitas Bisnis</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28834PERANCANGAN BARU ARION SUITES HOTEL BANDUNG DENGAN PENDEKATAN AKTIVITAS 2025-12-29T10:16:28+07:00Annisa Nurul Mardiyah[email protected]Erlana Adli Wismoyo[email protected]Teddy Ageng Maulana[email protected]<p>Ketiadaan fasilitas kerja yang ergonomis dan mendukung produktivitas di<br>hotel bintang empat menjadi hambatan bagi tamu bisnis yang seringkali<br>membutuhkan ruang kerja selama menginap. Berdasarkan kondisi tersebut,<br>perancangan ini difokuskan pada pengembangan interior hotel yang<br>mengakomodasi aktivitas kerja dalam konteks MICE, khususnya pada aspek meeting,<br>dengan pendekatan berbasis aktivitas. Metode yang digunakan meliputi studi<br>literatur, observasi lapangan, analisis preseden, serta identifikasi kebutuhan<br>pengguna. Gaya klasik kontemporer diterapkan untuk membentuk suasana ruang<br>yang profesional namun tetap hangat dan nyaman. Hasil perancangan menghasilkan<br>ruang-ruang kerja seperti executive lounge, coworking area, dan ruang diskusi yang<br>ditata untuk mendukung fleksibilitas, kenyamanan, serta pengalaman kerja yang<br>representatif di dalam hotel. Perancangan ini bertujuan untuk mengintegrasikan<br>fungsi kerja ke dalam fasilitas hotel secara menyeluruh, melalui desain ruang yang<br>adaptif terhadap kebutuhan pengguna, ergonomis, dan selaras secara visual. Desain<br>ini diharapkan menjadi alternatif hotel bintang empat yang mampu menjawab<br>tuntutan kerja masa kini secara fungsional maupun estetis.<br>Kata Kunci: interior, hotel bintang empat, aktivitas bisnis</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28835PERANCANGAN BARU CITY HOTEL BINTANG 4 DI KOTA BANDUNG DENGAN PENDEKATAN LOKALITAS2025-12-29T10:20:41+07:00Hanyna Nur Shadryna Irawan[email protected]Titihan Sarihati[email protected]Rexha Septine Faril Nanda[email protected]<p>Kota Bandung, sebagai destinasi pariwisata utama, mengalami peningkatan<br>jumlah wisatawan yang signifikan, sehingga mendorong kebutuhan akan akomodasi yang<br>unik dan berkualitas. Laporan ini membahas perancangan baru interior City Hotel bintang<br>4 di Bandung dengan pendekatan lokalitas, yang bertujuan untuk mengintegrasikan<br>kekayaan arsitektur heritage bergaya Art Deco di sekitar kawasan Asia Afrika dengan<br>fungsionalitas modern. Permasalahan utama yang diangkat adalah kurangnya hotel<br>bintang 4 yang menyasar segmen keluarga dengan tema Art Deco, serta kebutuhan untuk<br>menciptakan pengalaman menginap yang khas di tengah persaingan hotel di sekitarnya.<br>Metode perancangan yang digunakan meliputi pengumpulan data primer melalui<br>observasi dan kuesioner, serta data sekunder melalui studi literatur dan analisis studi<br>banding. Hasil perancangan ini mengusung tema "Timeless Local Modernism", yang<br>memadukan kemewahan dan detail geometris khas Art Deco dengan kenyamanan dan<br>efisiensi ruang modern. Desain ini diimplementasikan pada area lobi, lounge, business<br>center, restoran, ballroom, serta kamar tipe deluxe dan suite. Perancangan ini<br>menghasilkan sebuah konsep hotel yang tidak hanya memenuhi standar fasilitas hotel<br>bintang 4, tetapi juga berfungsi sebagai medium pengenalan budaya dan sejarah lokal,<br>menciptakan ruang yang nyaman, berkarakter, dan menarik bagi wisatawan domestik<br>maupun internasional.<br>Kata Kunci: Hotel Kota, Desain Interior, Lokalitas, Art Deco, Hotel Bintang 4, Bandung</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28836PERANCANGAN BARU GEDUNG KESENIAN GRAHA BAKTI BUDAYA DENGAN PENDEKTANA HUMAN CENTER DESIGN DI BANDUNG2025-12-29T10:23:43+07:00Azzahra Humaira Hasibuan[email protected]Niken Laksitarini[email protected]Aditya Bayu Perdana[email protected]<p>Tingginya antusiasme masyarakat Bandung terhadap kesenian, yang tercermin dari<br>pertumbuhan sanggar dan komunitas seni lokal, belum diimbangi dengan ketersediaan<br>fasilitas teater yang memadai untuk menunjang kegiatan pertunjukan secara optimal.<br>Menjawab tantangan tersebut, perancangan teater baru yang modern, fungsional, dan<br>sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat menjadi sangat penting. Perancangan ini<br>mengadopsi pendekatan Human-Center Design (HCD), yang menempatkan manusia sebagai<br>pusat dari proses desain. Melalui tahapan empati, perumusan masalah, ideasi, pembuatan<br>prototipe, dan pengujian, pendekatan ini menggali secara mendalam pengalaman serta<br>kebutuhan pengguna utama, seperti seniman, penonton, dan pengelola. Hasil desain yang<br>dihasilkan tidak hanya memenuhi fungsi teknis dan estetika, tetapi juga menciptakan ruang<br>yang inklusif, nyaman, dan berkelanjutan. Pendekatan HCD juga memastikan bahwa<br>rancangan ini selaras dengan konteks sosial dan budaya lokal Bandung, khususnya dalam<br>memanfaatkan potensi kawasan Kiaracondong sebagai pusat seni yang dinamis dan<br>partisipatif. Dengan demikian, teater ini diharapkan dapat menjadi ruang budaya yang<br>hidup dan membina hubungan yang erat antara masyarakat dan kesenian, serta mendorong<br>perkembangan ekosistem seni yang lebih luas dan berkelanjutan di Kota Bandung.<br>Kata kunci: Aktivitas, Fasilitas teater, Fungsional, Human-centered design, Peraturan<br>pemerintah, Seni pertunjukan</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28837PERANCANGAN BARU GEDUNG PERTUNJUKAN MUSIK DI KOTA BANDUNG DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI2025-12-29T10:28:00+07:00I Gusti Ngurah Ananta Surya Mahadewa[email protected]Tita Cardiah[email protected]Donny Trihanondo[email protected]<p>Musik sebagai seni performatif dan kolaboratif kini berkembang tidak hanya<br>dari segi kualitas karya, tetapi juga dari aspek visual dan pengalaman multisensori seperti<br>tata panggung, pencahayaan, dan atmosfer ruang. Namun, Indonesia masih kekurangan<br>gedung pertunjukan musik yang memenuhi standar internasional. Salah satu contohnya<br>adalah Jakarta Convention Centre (JCC), yang kondisinya kini memerlukan pembaruan. Di<br>Bandung, meskipun komunitas musik sangat aktif dan beragam, fasilitas pertunjukan yang<br>ergonomis dan layak belum tersedia. Hasil kuisioner menunjukkan 97,8% responden<br>sepakat bahwa Bandung membutuhkan gedung pertunjukan musik yang representatif.<br>Permasalahan umum mencakup kenyamanan tempat duduk, pencahayaan, ventilasi,<br>akustik, serta aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Pendekatan desain berbasis<br>ergonomi menjadi solusi penting untuk menciptakan ruang pertunjukan yang aman,<br>nyaman, dan mendukung kualitas artistik secara maksimal. Selain menjawab kebutuhan<br>komunitas musik, keberadaan gedung pertunjukan yang memadai juga berpotensi<br>menjadi daya tarik wisata budaya dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di<br>Bandung.<br>Kata Kunci: Ergonomi, Gedung Pertunjukan, Musik, Komunitas Seni</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28839PERANCANGAN BARU GEDUNG PUSAT SENI DAN KEBUDAYAAN DI KOTA BANDUNG DENGAN PENDEKATAN BUDAYA2025-12-29T10:31:03+07:00Haifa Nabila Otentia Supriyatna[email protected]Agustinus Nur Arief Hapsoro[email protected]Rexha Septine Faril Nanda[email protected]<p>Perancangan Gedung Pusat Seni dan Kebudayaan Sunda di Kota Bandung<br>dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan fasilitas seni budaya terintegrasi yang mampu<br>mengakomodasi komunitas seni yang selama ini belum terwadahi secara optimal,<br>sekaligus menciptakan suasana kebudayaan Sunda melalui elemen tradisional yang<br>mendukung pelestarian dan pengembangan seni budaya di Kota Bandung. Hasil observasi<br>lapangan dan studi banding ke Gedung Budaya Sabilulungan, Padepokan Seni Mayang<br>Sunda, dan Gedung Rumentang Siang menunjukkan adanya kebutuhan akan ruang<br>komunitas, terutama bagi komunitas tari, bela diri, dan musik tradisional serta program<br>kegiatan dan penerapan elemen tradisional Sunda. Dalam perancangan pendekatan<br>Budaya Sunda diterapkan sebagai inovasi melalui penciptaan suasana ruang yang selaras<br>dengan nilai-nilai budaya Sunda, yang terinspirasi dari filosofi ‘Tri Tangtu Buana’. Tema<br>perancangan ini mengadaptasi nilai-nilai arsitektur tradisional Sunda yang dielaborasikan<br>dengan perancangan Pusat Seni dan Kebudayaan Sunda untuk mengoptimalkan fungsi<br>ruang sekaligus menjadi sarana yang merepresentasikan dan menyampaikan nilai-nilai<br>budaya Sunda secara utuh.<br>Kata kunci: seni dan budaya Sunda, pusat seni, arsitektur tradisional, Tri Tangtu Buana,<br>Kota Bandung</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28841PERANCANGAN BARU GREEN FOREST RESORT DI DAGO DENGAN PENDEKATAN WELLNESS TOURISM2025-12-29T10:38:22+07:00Theresia Nara Filiasari[email protected]Irwana Zulfia Budiono[email protected]Teddy Ageng Maulana[email protected]<p>Penginapan resort merupakan pilihan berlibur menarik bagi wisatawan,<br>keluarga, bahkan pekerja, karena memberikan pengalaman menginap dengan<br>berbagai fasilitas relaksasi dilengkapi dengan fasilitas rekreasi dan fasilitas penunjang<br>lainnya. Dengan pemandangan pegunungan, pemandangan kota, keindahan alam,<br>udara sejuk, serta potensi wisata yang baik, kawasan Dago menjadi lokasi strategis<br>untuk pengembangan pariwisata. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang hotel<br>resort baru pada kawasan Dago yang sesuai dengan visi misi dari Green Forest Resort,<br>mengoptimalkan potensi alam hijau sekitar, merancang fasilitas relaksasi dan<br>kebugaran, juga penerapan pendekatan wellness tourism sebagai solusi dari<br>tingginya tingkat stress pada masyarakat perkotaan. Pada perancangan baru resort,<br>diterapkan aspek-aspek wellness pada interior melalui pengalaman menginap<br>dengan perpaduan konsep modern serta menyatu dengan alam natural, juga<br>penerapan fasilitas relaksasi dan kebugaran sehingga dapat memberi manfaat bagi<br>brand melalui pengembangan penerapan aspek wellness serta bermanfaat bagi<br>kesehatan jiwa dan badan pengunjung. Selain estetika, perancangan ini juga<br>mengedepankan kenyamanan dan keamanan pengunjung dari segi ergonomi, tata<br>letak, penggunaan material, serta kelengkapan fasilitas dan pelayanan bagi<br>pengunjung.<br>Kata kunci: Hotel Resort, Desain Interior, Wellness Tourism</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28843PERANCANGAN BARU GREENHOST BOUTIQUE HOTEL DI KOTA SEMARANG DENGAN PENDEKATAN LOKALITAS NEW DESIGN OF GREENHOST BOUTIQUE HOTEL IN SEMARANG CITY WITH LOCALITY APPROACH2025-12-29T10:47:42+07:00Drajat Aji Nugraha[email protected]Niken Laksitarini[email protected]Teddy Ageng Maulana[email protected]<p>Perancangan baru Greenhost Boutique Hotel di Kota Semarang<br>dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan fasilitas akomodasi yang tidak hanya<br>memenuhi standar hotel bintang empat, tetapi juga merepresentasikan identitas<br>lokal. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan serta tren gaya hidup seperti<br>staycation, dibutuhkan hotel yang mampu menghadirkan kenyamanan, nilai estetis,<br>dan pengalaman ruang yang khas daerah. Permasalahan utama yang diidentifikasi<br>meliputi belum terpenuhinya standar fasilitas hotel bintang empat, minimnya<br>penerapan elemen budaya lokal pada interior, serta kurangnya hotel butik di Kota<br>Semarang yang mengusung pendekatan lokalitas berbasis alam. Metode<br>perancangan yang digunakan mencakup observasi, studi literatur, studi banding,<br>wawancara, dan analisis data. Hasil perancangan difokuskan pada area lobby,<br>restoran, kamar standar, kamar deluxe, dan kamar suite, dengan penerapan nilainilai lokalitas yang bersumber dari budaya dan kondisi geografis Kota Semarang.<br>Perancangan ini juga menggunakan pendekatan teoritis berdasarkan buku Merah<br>Putih Arsitektur Nusantara karya Galih Widjil Pangarsa. Hasil dari perancangan ini<br>merupakan terciptanya hotel dengan standar yang telah ditentukan, terlibatnya<br>lokalitas berbasis alam maupun budaya sebagai elemen interior, dan perancangan<br>yang saling menguntungkan bagi pihak hotel dengan pihak pelaku UMKM.<br>Rancangan ini diharapkan dapat menjadi alternatif akomodasi yang tidak hanya layak<br>secara fungsional dan estetika, tetapi juga mampu memperkuat identitas budaya<br>lokal dalam konteks desain interior.<br>Kata kunci: Kota Semarang, Hotel Butik, Lokalitas</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28844PERANCANGAN BARU HOTEL AMAROOSSA DI KOTA PALU DENGAN PENDEKATAN BRAND IDENTITY2025-12-29T10:50:34+07:00Chelsea Angelica Kahagi[email protected]Teddy Ageng Maulana[email protected]Mohd Ridho Kurniawan[email protected]<p>Pariwisata di kota Palu, Sulawesi Tengah, terus menunjukkan pertumbuhan<br>signifikan setiap tahunnya. Pada September 2024, jumlah wisatawan mencapai 612,86<br>ribu, meningkat 5,46% dari bulan sebelumnya dan 89,46% dibandingkan tahun lalu.<br>Kondisi ini mencerminkan perlunya akomodasi yang layak dan strategis. Kota Palu masih<br>kekurangan hotel butik bintang 4 yang dekat dengan pusat wisata. Perancangan interior<br>Hotel Amaroossa Palu di Jl. Sudirman hadir sebagai solusi dengan pendekatan Brand<br>Identity yang memperhatikan standar hotel serta kenyamanan pengguna. Tema<br>“Elegance in Simplicity” diwujudkan melalui elemen geometris, warna khas kota Palu, dan<br>organisasi ruang yang mencerminkan karakter brand Amaroossa. Perancangan ini<br>diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisatawan, okupansi hotel, serta mendukung<br>pertumbuhan ekonomi lokal.<br>Kata kunci: Pariwisata, Hotel Butik, Desain Interior, Brand Identity</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28846PERANCANGAN HOTEL BINTANG 4 THE LUXTON DI JALAN DOKTER WAHIDIN SEMARANG DENGAN PENDEKATAN AKTIVITAS LEISURE2025-12-29T10:53:27+07:00Adia Maryam[email protected]Teddy Ageng Maulana[email protected]Mohd Ridho Kurniawan[email protected]<p>Meningkatnya Tingkat Penghunian Kamar (TPK) pada jenis hotel bintang 4 di<br>Kota Semarang menandakan tingginya minat penginap masyarakat. Hal ini<br>memunculkan kebutuhan baru bagi penginap hotel yang perlu difasilitasi oleh pihakpihak hotel, dengan perancangan baru yang dilakukan bertujuan untuk menciptakan<br>akomodasi hotel dengan standar bintang 4 serta dilengkapi dengan fasilitas penunjang<br>yang dapat digunakan penginap selama beraktivitas di hotel. Fasilitas penunjang yang<br>disediakan mendukung kegiatan leisure (waktu senggang) pengguna hotel dari kegiatan<br>olahraga (gym dan pilates), restoran, cafe dan bar, dan juga retail oleh-oleh. Perancangan<br>hotel bintang 4 ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak yang hendak melakukan<br>perancangan dengan menerapkan referensi yang sama.<br>Kata kunci: Hotel Bintang 4, Kota Semarang, Aktivitas Leisure</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28848PERANCANGAN BARU HOTEL FOUR POINTS BY SHERATON BANDUNG DENGAN PENDEKATAN BRAND IDENTITY2025-12-29T10:59:33+07:00Aiza Selvira Putri[email protected]Teddy Ageng Maulana[email protected]Mohd Ridho Kurniawan[email protected]<p>Perancangan baru Hotel Four Points by Sheraton Bandung ini menggunakan denah<br>fiktif yang berada di Jalan Astana Anyar, Kota Bandung dengan pendekatan brand<br>identity. Lokasi denah berada di Jalan Jenderal Sudirman, Astana Anyar, Kota<br>Bandung termasuk ke dalam zona perdagangan dan jasa sub wilayah K2 di Kota<br>Bandung sehingga area ini strategis dan belum tersedia hotel bintang 4 yang dapat<br>mengakomodasi pengunjung domestik maupun mancanegara yang sedang berlibur<br>ke Kota Bandung. Hotel yang dijadikan objek studi banding merupakan hotel Sari Ater<br>Kamboti Bandung dan Hotel ASTON Pasteur Bandung keduanya merupakan hotel<br>bintang 4 di Kota Bandung. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk menyediakan<br>hotel yang dapat memerikan kenyamanan bagi pengunjung ataupun penggunanya<br>serta dapat menaikan values dari hotel Four Points by Sheraton Bandung. Metode<br>perancangan yang digunakan adalah observasi lapangan, wawancara, kuesioner, dan<br>studi literatur.</p> <p>Kata Kunci: Hotel, Brand Identity, Bandung City</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28849PERANCANGAN BARU HOTEL RESORT BINTANG 4 DI DESA KADUWULUNG DENGAN PENDEKATAN LOKALITAS2025-12-29T11:02:36+07:00Muhammad Fikri[email protected]Reza Hambali Wilman Abdulhadi[email protected]Raisya Rahmaniar Hidayat[email protected]<p>Perkembangan pariwisata lokal mendorong peningkatan kebutuhan akomodasi<br>yang tidak hanya nyaman, tetapi juga mampu merepresentasikan identitas budaya<br>setempat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang hotel resort yang mengusung<br>pendekatan lokalitas Sunda di kawasan pedesaan Jawa Barat sebagai bentuk pelestarian<br>budaya sekaligus strategi diferensiasi destinasi wisata. Pendekatan kualitatif dengan studi<br>literatur, observasi lapangan, dan wawancara digunakan untuk menggali elemen-elemen<br>arsitektur dan interior khas Sunda. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan<br>elemen lokalitas seperti bentuk atap Julang Ngapak, material alami, pola ruang tradisional,<br>serta ornamen dan motif khas mampu menciptakan ruang akomodasi yang tidak hanya<br>estetik tetapi juga bermakna. Diharapkan rancangan ini dapat menjadi model perancangan<br>akomodasi berkelanjutan yang berpihak pada kearifan lokal.<br>Kata kunci: perancangan hotel resort, lokalitas Sunda, budaya lokal, arsitektur tradisional,<br>interior etnik</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28851PERANCANGAN BARU INTERIOR ISLAMIC CENTRE DI SAMBAS DENGAN PENDEKATAN LOKALITAS2025-12-29T11:05:38+07:00Aulia Amanda[email protected]Aida Andrianawati[email protected]Tita Cardiah[email protected]<p>Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki kearifan lokal dan kekayaan<br>budaya yang beragam. Salah satunya adalah budaya Melayu di daerah Sambas.<br>Dengan mayoritas penduduk muslim (579.114 jiwa), Sambas membutuhkan fasilitas<br>publik seperti Islamic Centre sebagai pusat pembinaan, pengembangan, dan<br>penyebaran dakwah Islam. Melalui pendekatan lokalitas, perancangan ini bertujuan<br>untuk menciptakan interior yang mampu mengakomodasi beragam kegiatan<br>keagamaan, sosial, dan budaya dengan merepresentasikan identitas lokal Sambas.<br>Metode perancangan meliputi studi lapangan (observasi dan wawancara dengan<br>pengurus Islamic Centre), studi banding, serta studi literatur. Tema dari perancangan<br>ini adalah "Reflecting the Beauty of Sambas Culture" dan memiliki konsep "Cultural<br>Harmony." Hasil perancangan menerapkan elemen visual budaya lokal, seperti palet<br>warna, bentuk arsitektur daerah, pemilihan material, dan aplikasi ornamen pada<br>interior.<br>Kata kunci: Islamic Centre, Lokalitas, Melayu, Sambas</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28852PERANCANGAN BARU INTERIOR MUSEUM OTOMOTIF RODAWAKTU DI KAWASAN PASAR BARU JAKARTA PUSAT DENGAN PENDEKATAN TEKNOLOGI INTERAKTIF2025-12-29T11:11:38+07:00Aditya Fadhila Rusydi[email protected]Athifa Sri Ismiranti[email protected]Raisya Rahmaniar Hidayat[email protected]<p>Museum Otomotif RodaWaktu dirancang untuk menjadi ruang edukatif,<br>rekreatif, dan konservatif dengan pendekatan teknologi interaktif berbasis<br>multisensori. Meskipun minat masyarakat terhadap dunia otomotif terus meningkat,<br>terutama terlihat dari tingginya antusiasme pada pameran otomotif nasional seperti<br>GIIAS dan IIMS, ketersediaan ruang edukatif publik yang relevan masih terbatas.<br>Museum yang ada saat ini belum sepenuhnya memenuhi standar dalam hal<br>pencahayaan, penghawaan, keamanan, dan alur sirkulasi pengunjung. Oleh karena<br>itu, perancangan museum ini mengintegrasikan teknologi interaktif, yang melibatkan<br>elemen visual, auditori, taktil, dan olfaktori untuk menciptakan pengalaman yang<br>mendalam bagi pengunjung. Dengan menggunakan pendekatan teknologi interaktif,<br>museum tidak hanya menyajikan koleksi secara statis, tetapi juga memberikan<br>pengalaman langsung yang dapat meningkatkan pemahaman sejarah otomotif<br>secara lebih menarik. Museum ini juga akan mengakkomodasi kebutuhan generasi<br>milenial dan Gen Z yang lebih responsif terhadap teknologi digital. Diharapkan<br>Museum Otomotif RodaWaktu dapat menjadi pusat edukasi dan rekreasi yang<br>berkontribusi pada pelestarian budaya otomotif di Indonesia<br>Kata kunci: Museum, Interior, Otomotif, Interaktif</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28853PERANCANGAN BARU INTERIOR PONDOK PESANTREN PUTERI ALBASYARIYAH 2 BANDUNG DENGAN PENDEKATAN SUSTAINABILITY DESIGN2025-12-29T11:24:44+07:00Lulu Amalia Nasution[email protected]Arnanti Primiana Yuniati[email protected]Teddy Ageng Maulana[email protected]<p>Pesantren merupakan lembaga pendidikan berbasis asrama yang didirikan untuk<br>mendidik santri (siswa) dalam ilmu agama Islam, pendidikan formal, dan pengembangan<br>karakter. Pondok Pesantren Al-Basyariyah 2 Bandung menggunakan kurikulum TMI<br>(Tarbiyatul Mu’alimin Al-Islamiyyah) yang merupakan campuran kurikulum khas pesantren<br>dan kurikulum merdeka. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, ditemukan<br>permasalahan pada distribusi pencahayaan alami, kelembapan ruang, ventilasi yang buruk,<br>kapasitas berlebih di ruang kelas dan asrama, serta belum tersedianya fasilitas laboratorium<br>dan sistem keselamatan. Tujuan perancangan ini adalah menciptakan ruang belajar dan<br>tempat tinggal yang nyaman, sehat, dan mendukung kegiatan santri melalui pendekatan<br>Indoor Health and Comfort (IHC) dan sustainability design. Metode yang digunakan adalah<br>observasi lapangan, studi literatur, dan GBCI, serta wawancara dengan pengguna. Hasilnya<br>adalah rancangan interior yang memprioritaskan sirkulasi udara yang baik, pencahayaan<br>alami optimal, furnitur ergonomis dan multifungsi, serta penggunaan material ramah<br>lingkungan. Desain ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung<br>kesehatan, kenyamanan, dan produktivitas belajar santri.<br>Kata kunci: pesantren, berkelanjutan, kesehatan dalam ruang, bandung</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28854PERANCANGAN BARU INTERIOR PRAMBANAN CULTURAL TOURISM RESORT DENGAN PENDEKATAN LOKALITAS2025-12-29T11:30:59+07:00Rifky Athallah Fahrudin[email protected]Aida Andrianawati[email protected]Aditya Bayu Perdana[email protected]<p>Perancangan Prambanan Cultural Tourism Resort bertujuan menciptakan<br>resort bintang empat bertipe mountain resort yang berfungsi sebagai akomodasi<br>wisata sekaligus media pelestarian dan edukasi budaya lokal. Berlokasi di Kalurahan<br>Sambirejo, Sleman, desain mengusung pendekatan lokalitas untuk<br>merepresentasikan nilai budaya Prambanan dan kearifan lokal Sleman.<br>Permasalahan utama mencakup minimnya penerapan elemen budaya, kurangnya<br>variasi material lokal, serta pengaruh globalisasi yang melemahkan identitas budaya.<br>Dengan tema "Timeless Culture" dan konsep "Krawang Prambanan", desain<br>memadukan material lokal, pola tradisional, dan elemen visual khas Prambanan.<br>Area yang dirancang meliputi lobi, restoran, kamar, villa, dan workshop, diharapkan<br>menjadi destinasi pariwisata berkelanjutan yang menyajikan pengalaman ruang<br>berbudaya dan edukatif.<br>Kata kunci: Resort, Pendekatan Lokalitas, Pelestarian Budaya, Material Lokal,<br>Sleman</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28864PERANCANGAN BARU INTERIOR PUSAT DESAIN KREATIF TANGERANG DENGAN PENDEKATAN AKTIVITAS2025-12-29T13:15:51+07:00Cahya Kamila[email protected]Rangga Firmansyah[email protected]Desthyo Putra Pangestu[email protected]<p>Kebutuhan akan ruang inovasi dan kolaborasi menjadi alasan utama bagi kelompok kecil<br>berkolaborasi untuk dalam menciptakan ide dan inovasi, terutama pada sektor ekonomi kreatif<br>yang memiliki peran dalam pertumbuhan ekonomi. Tangerang menjadi salah satu kota yang<br>berpotensi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dengan fashion dan kuliner<br>sebagai sub sektor unggulan serta pembuatan konten kreatif menjadi sub sektor yang<br>berpotensi. Dalam upaya menjadikan kota yang lebih kreatif, Tangerang perlu memiliki prasarana<br>yang dapat menampung kegiatan ekonomi kreatif seperti creative hub. Creative hub menjadi<br>penting dalam hal ini karena merupakan tempat yang dapat mendukung terjadinya kolaborasi<br>dan inovasi. Meskipun Tangerang memiliki kegiatan ekonomi kreatif yang tinggi, belum ada<br>fasilitas seperti creative hub yang dapat menjadi pusat dalam menampung kegiatan tersebut.<br>Selain itu juga dilakukan studi banding pada creative hub lain dan ditemukan permasalahan<br>berupa kebisingan, pencahayaan, serta terdapatnya ruang yang kurang terpakai. Oleh karena itu,<br>dirancang sebuah Pusat Desain kreatif Tangerang sebagai wadah bagi para pelaku ekonomi<br>kreatif dan masyarakat sekitar dalam melakukan kegiatannya. Dengan tujuan mewadahi para<br>pelaku kreatif khususnya di Tangerang melalui pendekatan aktivitas, sehingga kebeutuhan<br>pengguna ruang dapat terpenuhi. Metode penelitian yang digunakan dalam Menyusun laporan<br>dan perancangan meliputi studi banding, studi literatur, wawancara dan kuesioner. Hasil dari<br>perancangan ini adalah sebuah pusat desain kreatif yang dapat menjadi fasilitas pendorong<br>dalam meningkatkan perekonomian daerah berupa ruang dengan fasilitas yang dapat<br>mengakomodasi kegiatan ekonomi kreatif unggulan pada Tangerang.<br>Kata Kunci: creative hub; Ekonomi kreatif; Tangerang</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28866PERANCANGAN BARU INTERIOR SMPIT IHSANUL FIKRI BOARDING SCHOOL PUTRI MUNGKID DENGAN PENDEKATAN HUMAN BEHAVIOUR2025-12-29T13:27:11+07:00Fadia Fathania Shifwa[email protected]Niken Laksitarini[email protected]Rangga Firmansyah[email protected]<p>Islamic boarding school merupakan sistem pendidikan berasrama yang<br>mengintegrasikan pembelajaran agama Islam dengan pendidikan formal, umumnya<br>memiliki siswa berusia 12–19 tahun yang berada pada masa perkembangan emosional.<br>Ketidakmampuan beradaptasi di awal masuk, seperti yang terjadi di SMPIT Ihsanul Fikri<br>Boarding School Putri, dapat memicu penurunan akademik dan perilaku menyimpang.<br>Selain faktor psikososial, kondisi spasial turut memengaruhi kenyamanan dan<br>produktivitas, antara lain rasio luas kamar yang tidak seimbang dengan jumlah penghuni,<br>desain kelas yang belum sesuai dengan kebutuhan program peminatan dan perlunya<br>perancangan interior yang mendukung perilaku positif dan kenyamanan siswa boarding<br>school putri. Perancangan ini bertujuan menciptakan ruang belajar inspiratif dan hunian<br>nyaman melalui pendekatan Human Behaviour untuk mendukung adaptasi, produktivitas,<br>serta pembentukan karakter Islami siswa. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif<br>melalui observasi, wawancara, kuesioner, dokumentasi, dan studi literatur. Ruang yang<br>dirancang meliputi kamar asrama, ruang kelas, student lounge, laboratorium bahasa,<br>laboratorium IPA, laboratorium komputer, dan perpustakaan. Solusi desain difokuskan<br>pada efisiensi tata ruang, furnitur adaptif, pencahayaan dan penghawaan optimal, serta<br>elemen visual inspiratif yang mendorong ketenangan, interaksi sosial, dan produktivitas.<br>Hasil perancangan menunjukkan bahwa interior berbasis perilaku dapat meningkatkan<br>kenyamanan, mendukung penyesuaian diri, dan memperkuat produktivitas belajar di<br>lingkungan boarding school.<br>Kata kunci: Desain Interior, Sekolah Berasrama, Human Behavior, Asrama Putri.</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28868PERANCANGAN BARU KANTOR REKTORAT UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARI KABUPATEN BARITO KUALA DENGAN PENDEKATAN BRAND IDENTITY2025-12-29T13:32:59+07:00Judith Amanda Istiazah[email protected]Arnanti Primiana Yuniati[email protected]Ganesha Puspa Nabila[email protected]<p>Sebagai pusat kendali operasional dan pengambilan keputusan, kantor<br>rektor memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran kegiatan akademik<br>maupun administratif di lingkungan universitas. Di Universitas Islam Kalimantan<br>Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA MAB), dinamika perkembangan institusi<br>yang terus meningkat belum sepenuhnya diimbangi dengan kualitas infrastruktur<br>yang memadai, terutama pada fasilitas gedung kantor rektorat. Kondisi eksisting<br>menunjukkan bahwa tata letak ruang, alur sirkulasi, serta aspek representatif<br>terhadap identitas institusi masih belum tertata secara optimal. Penelitian ini<br>bertujuan untuk merumuskan konsep redesain kantor rektor UNISKA MAB dengan<br>pendekatan brand identity yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman serta ke<br>dalam narasi arsitektural. Proses perancangan juga memperhatikan standar<br>kebutuhan ruang kantor modern di lingkungan perguruan tinggi, guna menciptakan<br>lingkungan kerja yang lebih efisien, nyaman, dan fungsional. Dengan pendekatan<br>ini, desain yang dihasilkan tidak hanya diharapkan mampu menunjang aktivitas<br>internal secara maksimal, tetapi juga memperkuat citra institusi sebagai universitas<br>Islam yang berakar kuat pada budaya lokal.<br>Kata kunci : Perancangan, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari, Identity, Desain Ruang kerja lanjutan.</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28869PERANCANGAN BARU PANTI WERDHA EBEN HAEZER DI BANDUNG DENGAN PENDEKATAN HEALING ENVIRONMENT2025-12-29T13:36:41+07:00M Labib Harun[email protected]Santi Salayanti[email protected]Rexha Septine Faril Nanda[email protected]<p>Perancangan ini bertujuan untuk merancang ulang Panti Werdha Eben Haezer<br>di Bandung dengan pendekatan Healing Environment guna menciptakan hunian lansia<br>yang aman, nyaman, dan mampu menunjang kesejahteraan fisik, psikologis, indera, serta<br>sosial penghuninya. Konsep ini dipilih untuk menjawab kebutuhan lansia, termasuk yang<br>memiliki keterbatasan penglihatan, melalui integrasi unsur alam, rangsangan indera, dan<br>dukungan psikologis di dalam desain interior. Proses perancangan dilakukan melalui<br>observasi langsung, studi banding, studi preseden, dan kajian literatur untuk<br>mendapatkan data yang akurat dan sesuai standar perancangan. Hasilnya adalah konsep<br>“Rasa Aman Melalui Indera” yang diwujudkan melalui penggunaan material alami,<br>pencahayaan yang optimal, elemen vegetasi, lantai tactile, huruf Braille, sirkulasi udara<br>yang baik, dan pemilihan warna yang menenangkan. Fasilitas dirancang mengacu pada<br>standar nasional dan internasional, mencakup gedung yayasan, hunian, serbaguna,<br>fasilitas kesehatan, dan ibadah. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi pada<br>pengembangan desain hunian lansia yang memenuhi prinsip ergonomi dan aksesibilitas,<br>sekaligus menjadi referensi bagi desainer dan pengelola panti dalam menciptakan<br>lingkungan yang mendukung kualitas hidup penghuninya.<br>Kata kunci: Healing Environment, desain interior, lansia, panti werdha</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28870PERANCANGAN BARU PERPUSTAKAAN ITB JATINANGOR DENGAN PENDEKATAN PSIKOLOGI RUANG 2025-12-29T13:43:52+07:00Na’im Jadid[email protected]Athifa Sri Ismiranti[email protected]Teddy Ageng maulana[email protected]<p>Perpustakaan adalah bagian penting dari setiap organisasi, institusi,<br>universitas, atau organisasi lainnya. Perpustakaan hari ini tidak lagi hanya tempat<br>menyimpan dan mencari buku, mereka telah berubah menjadi tempat untuk mencari<br>dan mendapatkan informasi. Pada penelitian ini digunakan metode penelitian<br>pengumpulan data premier, pengumpulan data sekunder, analisis data,<br>programming, pengembangan desain dan output akhir. Perancangan perpustakaan<br>ini bertujuan untuk menciptakan perpustakaan yang mampu memenuhi segala aspek<br>fungsi dan menjadi tempat bagi mahasiswa maupun khalayak umum untuk<br>beraktifitas sesuai kebutuhan dengan standarisasi yang sudah ditetapkan, bukan<br>hanya untuk membaca, tetapi bisa menjadi fasilitas penunjang yang nyaman yang<br>dilandasi dengan pendekatan psikologi ruang. Perancangan ini diharapkan dapat<br>membantu perkembangan perpustakaan di perguruan tinggi agar semakin lebih baik<br>dari segi visual maupun fungsionalitas yang sesuai dengan ergonomi.<br>Kata kunci : Perpustakaan; Interior; ergonomi</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28871PERANCANGAN BARU PERPUSTAKAAN UMUM KOTA BANDUNG DENGAN PENDEKATAN ZONASI 2025-12-29T13:46:35+07:00Fikri Akbar Muhtadi[email protected]Widyanesti Liritantri[email protected]Desthyo Putra Pangestu[email protected]<p>Perpustakaan Umum Kota Bandung saat ini berlokasi di Dinas Arsip dan<br>Perpustakaan Kota Bandung yang beralamat di Jalan Seram No. 2, Citarum,<br>Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat. Namun saat ini Dinas Arsip<br>dan Kota Bandung tersebut memiliki bangunan yang menyatu dengan Dinas<br>Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Kondisi ini mengakibatkan<br>keterbatasan ruang bagi layanan perpustakaan, yang hanya berada di lantai dasar.<br>Ruang yang terbatas tersebut berdampak pada fasilitas, seperi area lobi yang<br>tergabung dengan area baca, sehingga fungsi masing-masing ruang menjadi tidak<br>maksimal. Oleh karena itu, diperlukan perancangan baru Perpustakaan Umum Kota<br>Bandung dengan pendekatan zonasi sebagai solusi atas permasalah tata ruang yang<br>ada. Tujuan dari perancangan ini adalah menciptakan lingkungan perpustakaan yang<br>lebih ideal, fungsional, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara lebih<br>baik.<br>Kata kunci: desain interior, zonasi, perpustakaan umum</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28872PERANCANGAN BARU POINT ARENA E-SPORTS GAMING AND TRAINING CENTER DI BANDUNG DENGAN PENDEKATAN TEKNOLOGI2025-12-29T13:51:02+07:00Nyayu Azalia Syahla Ashifa[email protected]Akhmadi Akhmadi[email protected]Irwana Zulfia Budiono[email protected]<p>Perkembangan industri e-sports di Indonesia menunjukkan tren yang pesat dan<br>memiliki potensi besar untuk terus berkembang di masa mendatang. Namun,<br>ketersediaan fasilitas yang mendukung kegiatan e-sports masih tergolong minim,<br>khususnya di Kota Bandung yang memiliki komunitas pemain yang cukup aktif dan<br>antusias. Perancangan Point Arena E-Sports Gaming and Training Center ini<br>bertujuan untuk menyediakan sarana dan prasarana yang optimal bagi aktivitas<br>bermain maupun pelatihan e-sports, dengan mempertimbangkan aspek fungsional,<br>ergonomis, estetika, dan kenyamanan visual bagi seluruh pengguna. Metode<br>perancangan dilakukan melalui studi literatur, analisis kebutuhan pengguna,<br>observasi lapangan, studi banding, wawancara dengan pelaku industri, serta<br>pendekatan desain berbasis konsep ruang yang fleksibel dan adaptif. Elemen desain<br>meliputi tata letak yang efisien, penggunaan furnitur ergonomis dan adjustable,<br>pengaturan indirect lighting otomatis, sistem penghawaan pintar, serta pemilihan<br>material yang menunjang privasi, kualitas akustik, dan daya tahan. Perancangan ini<br>diharapkan dapat mendukung performa pemain, memperkuat identitas e-sports<br>secara visual dan fungsional, serta menciptakan pengalaman ruang yang menarik,<br>nyaman, dan inspiratif.<br>Kata kunci: e-sports, pusat permainan, desain interior, ergonomi, Kota Bandung</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28874PERENCANAAN INTERIOR RUMAH SAKIT HEWAN DOMESTIK ANJING DAN KUCING JAWA BARAT DENGAN PENDEKATAN ANIMAL WELLNESS2025-12-29T13:57:52+07:00Tartila Dinda Prasetyo[email protected]Irwana Zulfia Budiono[email protected]Raisya Rahmaniar Hidayat[email protected]<p>Penelitian ini berfokus pada perencanaan Rumah Sakit Hewan domestik<br>untuk anjing dan kucing di Jawa Barat, dilatarbelakangi oleh meningkatnya<br>kebutuhan fasilitas kesehatan hewan serta pemahaman yang lebih baik tentang<br>pentingnya kesejahteraan hewan. Selama ini, banyak fasilitas di Indonesia dirancang<br>menyerupai rumah sakit manusia, mengabaikan kebutuhan perilaku dan emosional<br>hewan. Oleh karena itu, pendekatan kesejahteraan hewan (animal wellness) dan<br>konsep bebas stres (fear-free) diterapkan untuk menciptakan lingkungan yang<br>tenang, aman, dan minim tekanan. Melalui studi literatur yang mendalam, penelitian<br>ini menghasilkan sebuah perancangan yang menerapkan prinsip-prinsip seperti<br>pemisahan ruang ketat antara anjing dan kucing, penggunaan pencahayaan yang<br>menenangkan, serta material dan ventilasi yang higienis. Prinsip-prinsip ini terbukti<br>dapat menurunkan tingkat Fear, Anxiety, and Stress (FAS) pada hewan. Desain akhir<br>diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup hewan dan pemiliknya, sekaligus<br>berfungsi sebagai ruang publik yang edukatif dan bermanfaat bagi masyarakat luas.<br>Kata kunci: rumah sakit hewan, animal wellness, kesejahteraan hewan, fasilitas<br>kesehatan hewan</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28876PERANCANGAN BARU RUMAH SAKIT SWASTA TIPE C DI KOTA BANJARMASIN DENGAN PENDEKATAN HEALING ENVIRONMENT2025-12-29T14:00:08+07:00Melissa Celia[email protected]Vika Haristianti[email protected]Widyanesti Liritantri[email protected]<p>Pertumbuhan penduduk di Kota Banjarmasin yang semakin tinggi menyebabkan<br>kebutuhan akan fasilitas kesehatan meningkat. Namun, jumlah rumah sakit swasta Tipe C<br>pada kota ini masih terbatas, sehingga dibutuhkan upaya penyediaan fasilitas baru yang<br>memenuhi standar teknis dan mampu mendukung proses penyembuhan pasien.<br>Perancangan ini bertujuan untuk menciptakan interior Rumah Sakit Swasta Tipe C di Kota<br>Banjarmasin dengan pendekatan healing environment. Metode penelitian meliputi studi<br>literatur, observasi lapangan, wawancara dengan tenaga medis, serta studi banding ke<br>beberapa rumah sakit referensi. Perancangan dilakukan dengan menerapkan elemenelemen penyembuhan seperti tata letak yang eįsien, pencahayaan alami, warna yang<br>menenangkan dan penggunaan elemen alami. Hasil perancangan menunjukkan bahwa<br>pendekatan healing environment mampu menciptakan ruang yang lebih nyaman secara<br>psikologis dan fungsional, serta berpotensi mempercepat proses penyembuhan pasien.<br>Perancangan ini diharapkan menjadi referensi dalam pembangunan rumah sakit tipe C<br>yang tidak hanya eįsien secara operasional, tetapi juga memperhatikan aspek psikologis<br>pasien.<br>Kata Kunci: Perancangan baru, rumah sakit tipe C, healing environment</p> <p> </p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28877PERANCANGAN BARU RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TIPE D BEDAS TEGALLUAR DENGAN PENDEKATAN BIOFILIK 2025-12-29T14:07:13+07:00Fadhila Amajida Zahra[email protected]Hana Faza Surya Rusyda[email protected]Vika Haristianti[email protected]<p>Kabupaten Bandung merupakan salah satu daerah di Jawa Barat dengan jumlah<br>penduduk sebanyak 3,7 juta jiwa. Wilayah ini memiliki 15 rumah sakit untuk melayani kebutuhan<br>kesehatan masyarakat, namun jumlah tempat tidur rumah sakit yang tersedia masih sekitar<br>2.000 unit berdasarkan data dinas Kesehatan bandung,2022. Hal ini di bawah standar WHO yang<br>merekomendasikan minimal 1 per 1.000 penduduk dan berdasarkan data dari BPS Lokasi Rumah<br>sakit yang ada di Kabupaten bandung belum tersebar secara merata sehingga membutuhkan<br>rumah sakit yang berkualitas di daerah yang belum tersedia layanan Kesehatan. Permasalahan<br>yang di dapat dari layout perancangan dan studi banding, yaitu : Layout Rumah sakit ini memiliki<br>alur aktivitas yang belum sesuai standar yang telah ditetapkan, tidak semua ruang inap memiliki<br>bukaan ventilasi ke arah luar, hal ini belum memenuhi standar yang telah ditetapkan Permenkes<br>no 40 tahun 2022. Permasalahan tersebut membuat aktivitas pengguna tidak efisien dan kurang<br>nyaman. Penelitian ini ditujukan untuk memberikan solusi bagi permasalahan di Rumah sakit<br>melaui perancangan interior dengan menggunakan pendekatan Biofilik sehingga dapat<br>membantu menyediakan fasilitas ruangan yang nyaman dan menenangkan bagi pengguna.<br>Metode yang digunakan pada penelitian ini merupakan metode kualitatif. Solusi tersebut<br>diharapkan dapat efektif dalam membantu kenyamanan dan ketenangan pengguna.<br>Kata kunci: Rumah sakit,Desain Biofilik, Kabupaten Bandung.</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28888PERANCANGAN BARU SEKOLAH TINGGI EKONOMI MANAJEMEN BISNIS ISLAM MALANG DENGAN PENDEKATAN BRAND IDENTITY2025-12-29T15:13:17+07:00Jois Anggun Putri Carera[email protected]Athifa Sri Ismiranti[email protected]Mohd Ridho Kurniawan[email protected]<p>Brand Identity merupakan representasi yang strategis dan dengan sengaja dari<br>suatu merek, yang mencakup elemen-elemen visual, verbal, dan emosional yang secara<br>keseluruhan membedakan merek tersebut dari kompetitornya (Lee, 2024). Dalam era<br>persaingan pendidikan yang semakin ketat, Brand Identity yang kuat dan positif menjadi<br>kunci untuk membangun reputasi dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi<br>pendidikan. Perancangan ini dimaksudkan untuk meningkatkan penerapan brand identity<br>pada ruang-ruang di STEMBI, agar dapat meningkatkan minat para mahasiswa maupun<br>orangtua wali. Tahapan perancangan ini dimulai dengan pengumpulan data, analisis data,<br>programming, menentukan tema dan konsep perancangan, kemudian pengimplemetasian<br>desain. Hasil dari perancangan ini merupakan bentuk dari pengimplementasian elemen<br>yang mencerminkan identity dari STEMBI. Elemen yang diterapkan pada ruang interior<br>STEMBI diambil dari logo, warna, bentuk, dan juga budaya-budaya yang ada pada STEMBI.<br>Perancangan ini diharapkan dapat meningkatkan brand identity dari STEMBI yang dapat<br>dilihat dari interior ruangnya, sehingga dapat memberikan awareness dan citra yang lebih<br>baik di masyarakat.<br>Kata Kunci: brand identity, desain interior, Sekolah Tinggi Ekonomi Manajemen Bisnis<br>Islam,</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28892PERANCANGAN INTERIOR SMP/MTS PONDOK PESANTREN AL-MUHAJIRIN DI BANDUNG DENGAN PENDEKATAN WELL-BEING INTERIOR DESIGN OF AL-MUHAJIRIN ISLAMIC BOARDING SCHOOL IN BANDUNG WITH A WELL-BEING APPROACH 2025-12-29T15:18:22+07:00Saraswati Lismawan[email protected]Akhmadi Akhmadi[email protected]Arnanti Primiana Yuniati[email protected]<p>Pondok pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan<br>moral generasi muda. Peningkatan jumlah peminat pondok pesantren dan siswa SMP di<br>kota Bandung menunjukkan adanya keterkaitan pada dunia pendidikan, namun<br>ditemukan pula adanya ketimpangan jumlah fasilitas pendidikan dan isu mengenai<br>kesehatan mental di lingkungan remaja dan santri. Berdasarkan isu dan fakta yang<br>beredar, Yayasan Al-Muhajirin berinisiatif untuk melakukan pembangunan kampus baru<br>di Kota Bandung sebagai langkah untuk merealisasikan visi yayasan dalam membangun<br>komunitas umat yang berkualitas. Akan tetapi, pondok pesantren sebelumnya belum<br>memenuhi kriteria dalam memberikan suasana lingkungan belajar yang mendukung<br>aspek fungsi dan kenyamanan santri. Dengan demikian, perancangan interior pada<br>kampus baru ini diusulkan menggunakan pendekatan well-Being yang bertujuan untuk<br>menghasilkan ruang yang dapat mendukung kesehatan fisik dan mental santri. Pada<br>perancangan ini dihasilkan tata ruang kelas yang adaptif, memanfaatkan pencahayaan<br>dan ventilasi alami, serta menggunakan material dan warna yang menenangkan. Desain<br>pada bangunan pondok pesantren ini juga menawarkan area komunal untuk berinteraksi<br>dan bersantai juga ruang pengembangan diri, sehingga santri tidak hanya fokus pada<br>akademik, tetapi dapat mengembangkan potensi diri secara maksimal. Penelitian ini<br>menunjukkan bagaimana desain dapat menghasilkan lingkungan pembelajaran yang<br>sehat, aman, dan mendukung kesejahteraan santri, sehingga dapat menghasilkan lulusan<br>yang cerdas dan berkarakter kuat.<br>Kata kunci: Pesantren, fasilitas pendidikan, interior, Well-Being.</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28893PERANCANGAN BARU SWISS-BELHOTEL DI KOTA PALU DENGAN PENDEKATAN AKTIVITAS BISNIS2025-12-29T15:41:14+07:00Nadya Permatasari[email protected]Ully Irma Maulina Hanafiah[email protected]Rexha Septine Faril Nanda[email protected]<p>Perancangan baru Swiss-Belhotel di Kota Palu mengangkat pendekatan aktivitas<br>bisnis sebagai upaya untuk merespon kebutuhan para pelaku bisnis, instansi pemerintah, dan<br>sektor swasta yang berkembah di wilayah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Hotel ini dirancang<br>sebagai fasilitas bintang empat yang mampu mengakomodasi berbagai aktivitas bisnis, mulai<br>dari kegiatan rapat, ruang kolaboratif, hingga kebutuhan beristirahat secara nyaman dan<br>efisien. Tahapan perancangan dilalu dengan metode observasi lapangan melalui studi<br>banding, wawancara, serta penyebaran kuesioner guna mengidentifikasi permasalahan utama<br>pada hotel sejenis, rendahnya kualitas akustik pada dinding kamar tidur, pencahayaan yang<br>kurang optimal, serta sirkulasi yang belum efektif dalam memisahkan zona publik dan provat.<br>Tema “BIZ-FIT” dirancang untuk menghasilkan tata ruang fleksibel, mendukung berbagai<br>fungsi dan memenuhi standar MICE. Lokalitas Palu diangkat melalui integrasi motif<br>tradisional seperti Batik Bomba, yang diolah ke dalam elemen interior berupa elemen dinding.<br>Penggunaan bentuk simetris dan geometri memperkuat kesan profesional dan menghadirkan<br>kenyamanan visual. Melalui pendekatan ini, desain diharapkan mampu menjadi solusi ruang<br>yang mendukung produktivitas pengguna sekaligus mencerminkan nilai</p> <p>Keywords: Swiss-Belhotel, Business Hotel, Business Activities, Interior Design, Palu, Local<br>Culture</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28894PERANCANGAN HOTEL BISNIS BINTANG 4 FOUR POINT BY SHERATON PONTIANAK DENGAN PENDEKATAN LOKALITAS2025-12-29T15:48:04+07:00Alayla muharani kiryanti [email protected]Donny Trihanondo[email protected]Moh Ridho Kurniawan[email protected]<p>Pontianak, Kalimantan Barat, merupakan daerah yang kaya akan kearifan<br>lokal, mulai dari kekayaan alam hingga budaya seperti motif batik yang memiliki<br>berbagai makna. Sayangnya, potensi ini belum banyak dimanfaatkan dalam industri<br>perhotelan, padahal hotel dapat menjadi media penting dalam pelestarian budaya.<br>Perancangan Hotel Four Points by Sheraton di Pontianak hadir sebagai respons<br>terhadap kebutuhan tersebut, dengan menggabungkan elemen modern dan nilainilai lokal dalam desain interiornya. Pendekatan lokalitas ini tidak hanya ditampilkan<br>secara visual, namun juga melalui atmosfer ruang dan layanan yang diberikan,<br>menciptakan pengalaman emosional yang kuat bagi tamu hotel. Oleh karena itu, dari<br>itulah, perancangan sebuah hotel yang dapat mengimplementasikan budaya daerah<br>lokalnya menjadi sangat penting . Integrasi material tradisional, motif budaya, dan<br>arsitektur khas Kalimantan Barat diharapkan dapat memperkuat identitas hotel<br>sekaligus mengenalkan budaya Pontianak kepada pengunjung hotel . Perancangan<br>ini bertujuan untuk memberikan pengalaman menginap yang nyaman dan berkesan,<br>sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal melalui pendekatan desain yang<br>kontekstual dan bermakna.<br>Kata kunci: Lokalitas, pelestarian budaya, perhotelan</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28895PERANCANGAN HOTEL SWISS-BEL BOUTIQUE DI UBUD BALI DENGAN PENDEKATAN LOKALITAS2025-12-29T15:56:47+07:00Dara Lastri Sutiaragen[email protected]Titihan Sarihati[email protected]Widyanesti Liritantri[email protected]<p>Perancangan Hotel Swiss-Bel Boutique di Ubud, Bali, dirancang dengan<br>pendekatan lokalitas yang mengedepankan integrasi filosofi Tri Hita Karana sebagai<br>landasan utama desain interior. Latar belakang perancangan berangkat dari<br>kebutuhan akan akomodasi berkualitas tinggi di tengah pesatnya perkembangan<br>pariwisata Ubud, yang menuntut perpaduan antara kenyamanan modern dan<br>pelestarian identitas budaya Bali. Tujuan perancangan ini adalah menciptakan hotel<br>butik bintang empat yang memanfaatkan material alami, ornamen tradisional, serta<br>pengaturan ruang yang harmonis untuk menghadirkan suasana yang fungsional,<br>estetis, dan sarat makna budaya. Proses perancangan dilakukan melalui observasi<br>lapangan, studi literatur, studi banding, studi preseden, dokumentasi visual, dan<br>penyebaran kuesioner kepada pengguna hotel butik bintang empat. Hasil<br>perancangan diwujudkan dalam penerapan tema Aesthetics of Harmony dan konsep<br>Balance in Authenticity pada setiap elemen interior, mulai dari area publik hingga<br>privat, sehingga menghasilkan pengalaman ruang yang natural dan personal.<br>Perancangan ini diharapkan dapat memperkuat citra Ubud sebagai destinasi wisata<br>budaya, mendukung keberlanjutan lingkungan, dan memberikan nilai tambah bagpengunjung melalui pengalaman menginap yang berkesan serta terhubung secara<br>emosional dengan budaya lokal.<br>Keywords : Hotel Boutique, Lokalitas, Swiss-bel, Tri Hita Karana, Ubud</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28927PERANCANGAN INTERIOR HOTEL BISNIS BINTANG 4 DI SURABAYA DENGAN PENDEKATAN AKTIVITAS BISNIS2025-12-30T09:40:37+07:00Ratu Bunga Aliyah[email protected]Akhmadi Akhmadi[email protected]Fajarsani Retno Palupi[email protected]<p>Sebagai salah satu kota metropolitan terbesar di Indonesia, Surabaya<br>memiliki banyak potensi ekonomi yang signifikan sebagai pusat perdagangan dan<br>industri. Meningkatnya kunjungan mancanegara serta kebutuhan akan hotel yang<br>berkualitas tinggi, khususnya hotel bisnis, meningkat hingga 5,07 pada tahun 2023.<br>Maka dari itu, perancangan interior hotel bisnis bintang 4 di Surabaya dirancang<br>dengan pendekatan aktivitas bisnis untuk menyediakan hotel yang dapat mewadahi<br>kegiatan binis yang terjadi, baik secara formal maupun informal. Tema "Business-first<br>Design" berfokus memenuhi kebutuhan pelaku bisnis dalam menyediakan ruang<br>MICE (Meeting, Incentives, Convention, Exhibitions) dan fasilitas pendukung lainnya<br>yang mendukung kelancaran aktivitas business profesional. Konsep "SPACE"<br>dirancang untuk mendukung kebutuhan tamu bisnis dengan menghadirkan<br>lingkungan yang Smart, Productive, Adaptive, Collaborative, dan Effective. Interior<br>hotel dirancang untuk memberikan kenyamanan, mendukung efisiensi waktu, dan<br>fleksibilitas dalam menjalankan berbagai aktivitas bisnis. Sehingga, perancangan<br>interior hotel bisnis ini diharapkan dapat memenuhi berbagai kebutuhan tamu bisnis<br>dan menjadikan hotel sebagai pilihan utama dalam berbisnis.</p> <p>Kata kunci: Hotel Bisnis, Aktivitas Bisnis, MICE, Business-First Design, SPACE.</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28931PERANCANGAN INTERIOR HOTEL ROYAL WONDER BATURADEN2025-12-30T09:48:35+07:00Hanifah Fajri Masykur[email protected]Aida Andrianawati[email protected] Teddy Ageng Maulana[email protected]<p>Pertumbuhan pariwisata di kawasan Baturaden yang pesat tidak diimbangi<br>dengan ketersediaan fasilitas akomodasi berstandar internasional, khususnya hotel<br>bintang empat. Hal ini menjadi latar belakang dilakukannya perancangan interior<br>Hotel Royal Wonder Baturaden sebagai solusi atas kebutuhan akan akomodasi yang<br>tidak hanya fungsional, namun juga mampu mencerminkan identitas lokal. Tujuan<br>dari proyek ini adalah menciptakan desain interior hotel resort bintang empat yang<br>menggabungkan kenyamanan modern dengan sentuhan lokalitas Banyumas secara<br>harmonis. Metode perancangan yang digunakan meliputi pengumpulan data primer<br>dan sekunder, analisis site dan bangunan, studi banding terhadap hotel sejenis, serta<br>pengembangan desain melalui pendekatan konsep tema lokalitas, khususnya<br>keindahan alam. Hasil perancangan menghasilkan tata ruang yang efisien, integrasi<br>desain fasad dan interior yang selaras, serta penerapan elemen lokal seperti material<br>olahan bernuansa alam dan aksen motif batik Banyumas. Proyek ini diharapkan<br>dapat meningkatkan daya tarik wisata Baturaden sekaligus mendukung pelestarian<br>budaya lokal melalui desain interior yang kontekstual dan fungsional.<br>Kata kunci: desain interior; hotel resort; Baturaden; lokalitas; hotel bintang empat.</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28933PERANCANGAN PLAYGROUP & TAMAN KANAK-KANAK 3 BAHASA DI BANDUNG DENGAN PENDEKATAN PERILAKU 2025-12-30T09:52:41+07:00Alvi Yunita[email protected]Irwan Sudarisman[email protected]Tri Haryotedjo[email protected]<p>Masa anak usia dini (0-6 tahun) adalah periode penting dalam perkembangan otak<br>anak, di mana kemampuan intelektual anak berkembang pesat. Pendidikan anak usia dini<br>(PAUD) memiliki peran besar dalam mendukung perkembangan kognitif, motorik, sosial,<br>emosional, dan bahasa anak. Salah satu bentuk PAUD nonformal, yaitu playgroup, dirancang<br>untuk membantu perkembangan sosial dan motorik anak, terutama bagi usia 2-4 tahun.<br>Meskipun beberapa tempat di Kota Bandung sudah memiliki taman kanak-kanak (PAUD) dengan<br>kurikulum trilingual, kawasan Podomoro Park masih kekurangan fasilitas PAUD yang mendukung<br>pembelajaran seperti itu. Perancangan playgroup dan taman kanak-kanak dengan pendekatan<br>perilaku anak dalam belajar. Konsep desain yang diusulkan menekankan ruang yang fleksibel,<br>warna yang cerah, pencahayaan yang baik, dan furnitur yang aman serta nyaman bagi anak-anak<br>dan pengasuh. Dengan desain ini, diharapkan anak-anak bisa lebih semangat belajar, fokus,<br>mandiri, dan percaya diri, terutama dalam pembelajaran trilingual. Selain itu, proyek ini juga<br>bertujuan untuk memberikan solusi bagi kekurangan fasilitas PAUD di daerah tersebut dan<br>memenuhi kebutuhan keluarga bekerja yang menginginkan PAUD yang inovatif dan mendukung<br>tumbuh kembang anak secara menyeluruh.<br>Kata kunci: Pendidikan anak usia dini, pembelajaran trilingual, Perilaku</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28934PERANCANGAN PUSAT LITERASI BERBASIS KOMUNITAS DI KOTA BANDUNG DENGAN PENDEKATAN AKTIVITAS PARTISIPATIF 2025-12-30T09:56:28+07:00Nayla Istiqomah Sukarno Tuah[email protected]Ully Irma Maulina Hanafiah[email protected]Doddy Friestya Asharsinyo[email protected]<p>Literasi tidak lagi terbatas pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga<br>mencakup keterampilan komunikasi, berpikir kritis, serta pemahaman dan penggunaan<br>informasi dalam berbagai konteks. Kota Bandung, sebagai pusat pendidikan dan budaya,<br>menghadapi tantangan dalam mempertahankan keberlanjutan komunitas literasi di tengah arus<br>digitalisasi. Meski begitu, potensi literasi di kota ini tetap tinggi dengan dukungan pemerintah,<br>komunitas, dan program-program literasi yang terus berkembang. Perancangan pusat literasi<br>berbasis komunitas di Bandung diarahkan untuk menciptakan tempat berkumpul untuk<br>kelompok minat khusus, seperti klub buku atau komunitas penulis, fotografi, dan lainnya yang<br>memperkuat ikatan sosial di antara anggota masyarakat. Menyediakan ruang untuk kegiatan<br>kreatif seperti menulis, menggambar, atau produksi video, mengadakan kompetisi menulis atau<br>pameran seni lokal untuk mendorong pengunjung berpartisipasi dan mengekspresikan diri<br>mereka secara kreatif. Pusat ini tidak hanya menyediakan akses ke koleksi buku cetak dan digital,<br>tetapi juga mendukung kegiatan kreatif, edukatif, dan rekreatif. Dengan penggabungan<br>teknologi, inovasi desain, serta kolaborasi berbagai pihak, pusat literasi ini diharapkan dapat<br>meningkatkan minat baca masyarakat, memperkuat budaya literasi, dan menjadi model<br>pengembangan literasi nasional.<br>Kata Kunci: Literasi, Pusat Literasi, Komunitas Literasi, Literasi Digital.</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28935PERANCANGAN SEKOLAH DASAR INKLUSI PENDEKATAN PSIKOLOGI PERILAKU SISWA DAN KEBUTUHAN FASILITAS PROGRAM SEKOLAH 2025-12-30T10:00:09+07:00Aulia Rahmah[email protected]Niken Laksitarini[email protected]Tri Haryotedjo[email protected]<p>Semua anak termasuk dengan anak berkebutuhan khusus memiliki hak untuk dapat<br>mengakses layanan pendidikan dengan metode belajar bersama di sekolah. Namun,<br>pelaksanaan sekolah inklusi masih belum maksimal walaupun sudah mulai banyak yang<br>menerapkan pendidikan inklusi. Tantangan yang dihadapi oleh pendidikan inklusi yaitu<br>keterbatasan akses informasi, kesiapan orang tua, ketidakmerataan akses, serta jumlah dan<br>kualitas guru yang belum memadai. Selain itu, sarana dan prasarana pendukung<br>pembelajaran juga masih terbatas. Adanya kekurangan dalam layanan pendidikan inklusi<br>sehingga dibutuhkan sekolah yang memiliki sarana dan prasarana yang mampu menunjang<br>kebutuhan semua peserta didik. Berdasarkan literatur, saat ini Yogyakrta menjadi icon kota<br>pelajar yang beberapa diantaranya sudah ditetapkan sebagai sekolah inklusi. Akan tetapi,<br>Hingga saat ini pelaksanaan pendidikan inklusi tidak berjalan dengan baik. Beberapa sekolah di<br>Yogyakarta belum siap dalam hal menyediakan fasilitas infrasturktur pendidikan inklusif.<br>Dibuatnya inovasi perancangan sekolah inklusi dengan pendekatan psikologi perilaku siswa<br>diharapkan mampu menunjang kebutuhan aktivitas dan kenyamanan belajar semua peserta<br>didik. Proses perancangan menggunakan beberapa metode yaitu tahap pengumpulan data<br>(data literatur, observasi, wawancara), tahap pengolahan data (analisis data proyek dan<br>programming), serta tahap pengembangan desain (konsep dan pengembangan desain).<br>Konsep yang diterapkan dalam perancangan yaitu Calming and Enchanting Elements dengan<br>penerapan suasana ruang minim distraksi, tenang, aman, dan nyaman hingga perlengkapan<br>fasilitas ruang seperti ruang kelas, area bermain,ruang terapi dan fasilitas ruang lain yang<br>menunjang kebutuhan pengguna sekolah yang memperhatikan standar ergonomi dan<br>antropometri.<br>Kata kunci : Sekolah, Pendidikan Inklusi, Psikologi Perilaku, Siswa.</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28936PERANCANGAN RAWAT INAP TIPE B DAN POLIKLINIK TIPE 3 RSUD dr. SOESELO KABUPATEN TEGAL DENGAN PENDEKATAN BIOFILIK2025-12-30T10:03:02+07:00Ciputra Tegar Perkasa[email protected]Agustinus Nur Arief Hapsoro[email protected]Arnanti Primiana Yunianti[email protected]<p>Dalam fenomena yang terkait dengan PERPRES No.59 tahun 2024 yang<br>menyangkut tentang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). PERPRES itu mengamanatkan<br>pelayanan kesehatan peserta BPJS Kesehatan berlaku Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yang<br>berisikan 12 Aspek Faktanya dalam peralihan PERPRES No. 59 tahun 2024 di RSUD dr.<br>Soeselo, dan ditemukan permasalahan di seƟap ruang rawat inap khususnya di gedung<br>Mawar seperƟ seƟap ruang rawat inap belum menyesuaian regulasi Kelas Rawat Inap<br>Standar BPJS tahun 2024 yang terdapat pada Gedung dan peraturan tentang 12 aspek ini<br>menyangkut di ruangan gedung lain non inap yang terkhususnya pada Poliklinik. Tujuan<br>perancangan interior ruang rawat inap gedung mawar dan poliklinik RSUD dr. Soeselo ialah<br>dapat memaksimalkan tata letak bangsal tempat Ɵdur pasien agar dapat membantu<br>proses penyembuhan terhadap pasien. Perancangan dilakukan dengan metode observasi<br>langsung, studi literatur, dokumentasi dan wawancara. Perancangan Rumah sakit ini<br>menggunakan pendekatan BioĮlik ini dengan konsep “Healing with Natural Aspects”<br>dengan Tujuan yang diinginkan adalah proses penyembuhan pasien dengan menyertakan<br>alam yang merupakan Įtur hijau sebagai komponen pembantu dalam penyembuhan<br>dengan bioĮlik sebagai treatmentnya, Melalui perancangan ini, diharapkan fasilitas<br>kesehatan yang ideal untuk user didalamnya dapat terealisasi sesuai dengan KRIS BPJS<br>yang terbaru. Lebih lanjut, peneliƟan ini diharapkan dapat menjadi sumber yang baru bagi<br>para perancang interior lainnya, organisasi kesehatan, serta memberikan manfaat bagi<br>masyarakat luas.<br>Kata Kunci : Rumah Sakit, RSUD dr. Soeselo, Rawat Inap, Poliklinik, BioĮlik.</p>2025-12-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28939PERANCANGAN ULANG BOARDING LOUNGE DOMESTIK BANDARA INTERNASIONAL JAWA BARAT DENGAN PENDEKATAN LOKALITAS2025-12-30T10:32:13+07:00Tika Nabila Dewantari[email protected]Akhmadi Akhmadi[email protected]Raisya Rahmaniar Hidayat[email protected]<p>Boarding lounge domestik di Bandara Internasional Jawa Barat berpotensi<br>untuk meningkatkan pengalaman pengguna melalui pendekatan desain yang<br>mencerminkan lokalitas Jawa Barat. Namun, pada kondisi eksistingnya masih<br>menunjukkan minimnya identitas lokal, kurangnya fasilitas penunjang serta sistem<br>penunjuk arah yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang<br>boarding lounge domestik dengan pendekatan lokalitas melalui penerapan filosofi<br>sunda ''Someah Hade Ka Semah“ dan elemen budaya sunda, seperti motif batik mega<br>mendung, seni tari merak, dan arsitektur tradisional Sunda serta meningkatkan<br>kenyamanan dan fungsionalitas ruang sesuai standar pelayanan penumpang. Metode<br>penelitian melibatkan wawancara, observasi lapangan, dokumentasi, dan studi literatur<br>serta kuesioner untuk mengidentifikasi permasalahan eksisting serta kebutuhan desain.<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi budaya lokal dalam desain boarding<br>lounge dapat menciptakan pengalaman berkesan bagi pengguna sekaligus memperkuat<br>daya tarik BIJB sebagai gerbang utama transportasi udara di Jawa Barat. Desain boarding<br>lounge yang estetis, fungsional, dan berakar pada budaya lokal menjadi strategi penting<br>dalam meningkatkan daya tarik Bandara Internasional Jawa Barat dan menciptakan<br>pengalaman ruang yang lebih berkesan bagi pengguna.<br>Kata Kunci: Boarding lounge domestik, bandara internasional, lokalitas, budaya sunda,<br>desain interior</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28940PERANCANGAN ULANG BOUTIQUE RESORT WAPA DI UME UBUD DENGAN PENDEKATAN BIOPHILIC2025-12-30T10:37:22+07:00Dewa Ayu Putu Nadea Jyothi Alesyarare[email protected]Titihan Sarihati[email protected]Fernando Septony Siregar[email protected]<p>Wapa di Ume Ubud adalah butik resort di Ubud, Bali yang mengusung<br>konsep Back to Nature, namun ulasan tamu menunjukkan bahwa suasana ruang<br>belum sepenuhnya mendukung relaksasi, koneksi dengan alam, dan ekspektasi<br>terhadap fasilitas resort. Tujuan perancangan ulang ini adalah menciptakan interior<br>yang alami, humanis, dan mampu menghubungkan tamu dengan alam serta budaya<br>lokal. Pendekatan biophilic diterapkan untuk meningkatkan kenyamanan psikologis<br>dan kesejahteraan tamu melalui elemen multisensori seperti pencahayaan alami,<br>vegetasi tropis, suara air, aroma kayu, serta tekstur material organik. Selain itu,<br>konsep Tri Hita Karana digunakan untuk mengarahkan fungsi ruang berdasarkan<br>prinsip hubungan manusia dengan Tuhan (Parahyangan), sesama (Pawongan), dan<br>alam (Palemahan), agar ruang tidak hanya estetis tetapi juga mendukung aktivitas<br>spiritual dan sosial. Proses perancangan dilakukan melalui observasi lapangan, studi<br>literatur, wawancara, analisis ulasan pengguna, dan studi banding. Hasil rancangan<br>diharapkan meningkatkan kualitas relaksasi dan memperjelas hubungan antar ruang,<br>serta memperkuat identitas Wapa di Ume sebagai boutique resort yang kontekstual<br>dengan budaya lokal Ubud.<br>Kata kunci: Wapa di Ume Ubud, Resort Butik, Desain Biofilik, Tri Hita Karana</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28941PERANCANGAN ULANG DESAIN INTERIOR KANTOR PT. PAGEO UTAMA DENGAN PENDEKATAN CORPORATE IDENTITY 2025-12-30T10:45:22+07:00Faiq Arkan[email protected]Santi Salayanti[email protected]Arnanti Primiana Yuniati[email protected]<p>Di tengah industri energi yang semakin kompleks dan globalisasi saat ini,<br>kebutuhan akan ruang kerja yang fungsional dan mencerminkan identitas<br>perusahaan menjadi semakin penting. Kantor tidak lagi hanya menjadi tempat kerja,<br>melainkan menjadi alat platform komunikasi visual yang menunjukkan<br>profesionalisme, nilai, dan ciri khas perusahaan kepada klien dan karyawan.<br>Perusahaan yang berbasis di kota besar seperti Jakarta, yang merupakan pusat<br>ekonomi nasional dan medan persaingan pasar global yang ketat, menjadikannya<br>semakin penting. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang survei kelautan,<br>minyak, dan gas, PT. Pageo Utama memerlukan perancangan ulang desain interior<br>untuk menggambarkan gambar ini. Melalui pendekatan corporate identity,<br>perancangan ini bertujuan mengoptimalkan kembali elemen interior agar selaras<br>dengan karakter perusahaan, sekaligus mempertahankan suasana ruang eksisting<br>yang homey dan nyaman sebagai bagian dari pendekatan psikologis untuk<br>mencerminkan identitas perusahaan yang sehat, ramah dan profesional terhadap<br>produktivitas dan kenyamanan kerja pengguna. Penelitian dilakukan dengan metode<br>Observasi secara langsung dan wawancara terhadap pengguna untuk memahami<br>kebutuhan perusahaan selain itu studi pustaka, dan analisis visual juga dilakukan<br>sebagai panduan perancangan agar tetap memenuhi standar dan kenyamanan.<br>Hasilnya menunjukkan bahwa penguatan citra perusahaan dapat diwujudkan melalui<br>pembagian suasana ruang per lantai berdasarkan karakter pengguna, serta<br>penerapan elemen identitas seperti warna, bentuk, layout, dan atmosfer ruang.<br>Perancangan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan efisiensi,<br>tetapi juga membentuk persepsi profesionalisme yang kuat bagi perusahaan.<br>Kata kunci: Desain Interior Kantor, Identitas Perusahaan, Suasana Ruang,<br>Profesionalisme</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28942PERANCANGAN ULANG FAKULTAS ILMU TERAPAN TELKOM UNIVERSITY BANDUNG DENGAN PENDEKATAN AKTIVITAS2025-12-30T10:50:11+07:00Muhammad Ilham Agussalim[email protected]Ahmad Nur Sheha Gunawan[email protected]Reza Hambali Wilman Abdulhadi[email protected]<p>Perkembangan pendidikan tinggi menuntut terciptanya lingkungan belajar yang efektif dan<br>nyaman, sehingga diperlukan perancangan interior yang selaras dengan aktivitas pengguna.<br>Penelitian ini membahas permasalahan tata ruang di FIT meliputi zonasi, sirkulasi yang<br>terhambat, pencahayaan yang tidak memadai, minimnya elemen alami, keseragaman<br>material dan warna, serta furnitur yang tidak ergonomis. Tujuan penelitian adalah<br>merancang ulang interior FIT dengan pendekatan aktivitas untuk meningkatkan fungsi,<br>kenyamanan, dan efisiensi aktivitas akademik maupun administratif. Metode penelitian<br>menggabungkan observasi lapangan, wawancara, studi literatur, studi banding, dan analisis<br>desain. Solusi yang diusulkan mencakup pemisahan zonasi yang jelas, optimalisasi sirkulasi<br>linier, peningkatan pencahayaan alami dan buatan, penerapan palet warna natural-hangat,<br>penggunaan furnitur modular ergonomis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan<br>ulang mampu mengakomodasi beragam aktivitas, meningkatkan kenyamanan ruang, dan<br>mendukung kesejahteraan pengguna. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan<br>desain interior berbasis aktivitas di lingkungan pendidikan vokasi, dengan implikasi pada<br>efisiensi ruang dan kepuasan pengguna. Keterbatasan penelitian ini terletak pada ruang<br>lingkup studi kasus tunggal, sehingga penelitian selanjutnya disarankan melibatkan berbagai<br>fakultas dengan pola aktivitas berbeda.<br>Kata kunci : desain berbasis aktivitas, efisiensi ruang, lingkungan belajar, redesain</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28943PERANCANGAN ULANG FAKULTAS INFORMATIKA TELKOM UNIVERSITY LANDMARK TOWER BANDUNG DENGAN PENDEKATAN BIOPHILIC 2025-12-30T10:56:09+07:00Syahrani Mustika Oktavia[email protected]Ahmad Nur Sheha Gunawan[email protected]Reza Hambali Wilman Abdulhadi[email protected]<p>Perkembangan pendidikan tinggi menuntut terciptanya lingkungan belajar yang<br>fungsional sekaligus mendukung kenyamanan psikologis dan fisiologis penggunanya.<br>Fakultas Informatika Telkom University Landmark Tower menghadapi permasalahan<br>tata letak ruang yang kurang optimal, pencahayaan dan ventilasi yang terbatas, serta<br>minimnya elemen alami yang berdampak pada menurunnya fokus dan kenyamanan.<br>Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang interior FIF dengan menggunakan<br>pendekatan biophilic untuk menghadirkan ruang belajar dan bekerja yang sehat serta<br>memiliki keterhubungan dengan alam. Penelitian yang digunakan adalah kualitatif<br>deskriptif melalui tahapan observasi, wawancara, studi literatur, studi banding, dan<br>analisis data. Temuan menunjukkan bahwa penerapan prinsip biophilic mencakup<br>nature in the space, natural analogues, dan nature of the space. Secara keseluruhan,<br>desain biophilic terbukti dapat memperbaiki lingkungan fisik dan psikologis, mendorong<br>produktivitas. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan penerapan biophilic pada<br>bangunan pendidikan tinggi.<br>Kata Kunci : biofilik desain, desain interior, pendidikan tinggi, produktivitas, ruang<br>belajar</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28944PERANCANGAN ULANG GEDUNG BANDUNG TECHNO PARK DENGAN PENERAPAN INTERIOR HEALTH AND COMFORT (IHC)2025-12-30T11:04:33+07:00Ameilia Tiara Putri[email protected]Hana Faza Surya Rusyda[email protected]Fernando Septony Siregar[email protected]<p>Bandung ditetapkan sebagai kota kreatif dunia oleh UNESCCO pada tahun 2015<br>sehingga semakin memperkuat Bandung sebagai pusat inovasi dan industri kreatif di<br>Indonesia. Atmosfer kewirausahaannya yang kuat membuat banyak startup bermunculan.<br>Pertumbuhan startup ini perlu didukung dengan fasilitas seperti coworking space. Bandung<br>Techno Park berperan dalam penyediaan fasilitas coworking space. Dalam perancangan ini<br>dilakukan tiga metode untuk mengumpulkan data yaitu, observasi atau survei, studi literatur,<br>dan wawancara untuk mengetahui permasalahan yang ada pada BTP guna meningkatkan<br>kenyamanan dan memenuhi fasilitas. Dengan penerapan interior health and comfort ini<br>bertujuan pada meningkatkan Kesehatan serta kenyamanan bagi pengguna-Nya.<br>Kata kunci: Bandung Techno Park, coworking space, startup, Interior Health and Comfort,<br>kenyamanan</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28947PERANCANGAN ULANG GEDUNG DUVAL DI RUMAH SAKIT BAPTIS KEDIRI KELAS B DENGAN PENDEKATAN HEALING ENVIRONMENT2025-12-30T11:11:35+07:00Cressida Amnesti Sukma[email protected]Vika Haristianti [email protected]Fernando Septony Siregar[email protected]<p>Pelayanan kesehatan di Kota Kediri kini tidak hanya menekankan kualitas medis, tetapi<br>juga pentingnya lingkungan fisik rumah sakit yang mendukung proses penyembuhan.<br>Perancangan ulang Gedung Duval di Rumah Sakit Baptis Kediri merupakan upaya untuk<br>merespons kebutuhan tersebut, dengan tujuan menyediakan fasilitas kesehatan yang berfokus<br>pada aspek non medis. Gedung Duval, yang merupakan salah satu area paling aktif di rumah<br>sakit, saat ini belum memenuhi standar lingkungan penyembuhan. Hal ini terlihat dari beberapa<br>permasalahan seperti tidak adanya elemen seni terapeutik, rendahnya fleksibilitas ruang publik<br>untuk mendukung interaksi sosial, desain ruang kerja yang belum menjamin privasi,<br>pencahayaan alami yang menyilaukan tanpa penanganan khusus, serta sistem penunjuk arah<br>yang tidak intuitif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan hasil analisis<br>menunjukkan perlunya peningkatan kualitas interior melalui treatmen khusus glare, desain tata<br>ruang yang adaptif, sistem navigasi yang mudah dipahami, serta integrasi elemen seni dan<br>suasana menenangkan seperti healing installation.<br>Kata kunci: rumah sakit, healing environment, healing installation, penyembuhan</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28950PERANCANGAN ULANG GEREJA SANTA THERESIA JAMBI DENGAN PENDEKATAN KEARIFAN LOKAL JAMBI2025-12-30T11:18:03+07:00Cecilia Irene [email protected]Agustinus Nur Arief Hapsoro[email protected]Aditya Bayu Perdana[email protected]<p>Gereja Katolik masa kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah,<br>tetapi juga sebagai ruang komunitas yang memenuhi kebutuhan rohani dan jasmani<br>umatnya. Hal ini menjadi penting bagi Gereja Santa Theresia Jambi yang melayani<br>lebih dari 7.000 umat, sementara kapasitas bangunannya hanya menampung 750<br>orang. Pertumbuhan jumlah umat, meningkatnya aktivitas kategorial, serta buruknya<br>kualitas akustik menunjukkan perlunya dilakukan perancangan ulang gereja.<br>Renovasi gereja tidak hanya ditujukan untuk perbaikan fisik dan kapasitas, tetapi juga<br>sebagai upaya memperkuat citra dan Gereja melalui kearifan lokal. Konteks kearifan<br>lokal Jambi memiliki keterkaitan erat dengan kearifan lokal Jawa, yang tercermin dari<br>sejarah, bahasa, kesenian batik, hingga situs Candi Muaro Jambi. Hal ini turut<br>memengaruhi desain awal Gereja Santa Theresia Jambi yang banyak mengadopsi<br>unsur kearifan lokal Jawa. Namun, seiring pertumbuhan umat lokal Jambi, muncul<br>kebutuhan untuk merancang ulang Gereja dengan pendekatan yang sesuai arahan<br>Konsili Vatikan II, pendekatan kearifan lokal, yang diperbolehkan selama tidak<br>bertentangan dengan nilai iman Katolik. Perancangan ulang dilakukan dengan tetap<br>mempertahankan kearifan lokal Jawa yang sudah melekat, sekaligus menghadirkan<br>elemen kearifan lokal Jambi secara harmonis.<br>Kata kunci: Gereja Katolik, kearifan lokal, Jambi, Jawa</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28951PERANCANGAN ULANG HOTEL ATLANTIC CITY BANDUNG DENGAN PENDEKATAN CITRA PERUSAHAAN2025-12-30T11:20:45+07:00Delsa Rezna Junita[email protected]Agustinus Nur Arief Hapsoro[email protected]Rexha Septine Faril Nanda[email protected]<p>Bandung adalah kota di Indonesia dengan potensi wisata dan bisnis signifikan,<br>menarik wisatawan internasional maupun domestik. Dikenal karena kreativitas dan<br>inovasinya. Bandung unggul dalam berbagai sektor, termasuk industri kreatif,<br>teknologi, dan pariwisata. Sebagai Ibukota Provinsi Jawa Barat, Bandung menjadi<br>pusat kegiatan ekonomi, politik, dan budaya. Berdasarkan data Badan Pusat<br>Statisitik (BPS) Kota Bandung, pertumbuhan ekonomi kota ini mencapai 5,07% pada<br>tahun 2023 namun menurun menjadi 4,99% pada 2024 akibat penurunan jumlah<br>wisatawan yang memengaruhi pendapatan sektor perhotelan dan pariwisata. Hotel<br>Atlantic City Bandung, hotel bisnis biintang 3 di Pasir Kaliki No.126, menghadapi<br>tantangan mempertahakan sekaligus menningkatkan daya tariknya. Hotel ini perlu<br>memperbaiki pelayanan, terutama fasilitas dan daya tarik, untuk menjaga<br>kepuasan dan loyalitas tamu. Perancangan ulang bertujuan menciptakan desain<br>interior yang mencerminkan nilai, visi dan misi hotel, mengimplementasikan solusi<br>akustik, serta menyediakan fasilitas lengkap sesuai standar bintang 3.<br>Kata kunci : Bandung; Pariwisata; Hotel Bisnis; Citra Merek; Kepuasan Pelanggan</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28958PERANCANGAN ULANG HOTEL BALCONY SUKABUMI DENGAN PENDEKATAN LOKALITAS2025-12-30T13:25:48+07:00Alfat Aditya Baniarsyah[email protected]Titihan Sarihati[email protected]Donny Trihanondo[email protected]<p>Hotel punya peran penting dalam mendorong pertumbuhan sektor<br>pariwisata, terutama karena keterkaitannya yang erat dengan kebutuhan wisatawan<br>akan akomodasi. Menurut data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,<br>kunjungan wisatawan Indonesia pada Januari 2023 mengalami peningkatan<br>signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan pertumbuhan pesat di<br>sektor ini. Kota Sukabumi, sebagai salah satu tempat yang sering dikunjungi oleh<br>wisatawan dengan kekayaan alam dan budaya yang melimpah, juga mengalami tren<br>peningkatan kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Hal ini<br>membuka peluang besar bagi pelaku industri perhotelan, salah satunya Balcony<br>Hotel, untuk memperkuat daya tariknya melalui pendekatan desain interior yang<br>mengusung nilai lokalitas. Balcony Hotel yang mengusung konsep modern dengan<br>sentuhan budaya lokal, dalam praktiknya belum sepenuhnya merepresentasikan<br>nilai-nilai kearifan lokal Sukabumi. Unsur budaya dan produk lokal masih kurang<br>ditonjolkan dalam desain interiornya, sehingga belum mampu menciptakan<br>pengalaman yang autentik bagi para tamu. Dengan demikian, tujuan dari penelitian<br>ini adalah untuk mengevaluasi sejauh mana pengaruh dari lokalitas terhadap desain<br>interior hotel, serta bagaimana penerapannya dapat meningkatkan daya tarik dan<br>pengalaman wisatawan. Studi ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pelaku<br>industri perhotelan dalam mengembangkan desain interior berbasis kearifan lokal,<br>guna memperkuat identitas daerah dan mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif<br>di Sukabumi.</p> <p>Keywords: interior design, locality, tourism, Hotel Balcony, Sukabumi</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28959PERANCANGAN ULANG HOTEL BINTANG 3 METLAND HOTEL BEKASI DENGAN PENDEKATAN BRAND IDENTITY2025-12-30T13:52:02+07:00Kamayasti Perwitaningrum[email protected]Titihan Sarihati[email protected] Fajarsani Retno Palupi[email protected]<p>Bekasi merupakan kawasan tingkat industri yang tinggi sekitar 65 persen<br>dan jumlah kunjungan wisatawan meningkat 127 persen yang menjadi potensi bagi<br>hotel. Metland Hotel Bekasi merupakan hasil perubahan citra merek dari @HOM<br>Hotel Tambun yang bertransformasi dari kategori hotel berbintang dua menjadi<br>hotel berbintang tiga yang merupakan hotel bisnis. Metland Hotel Bekasi belum<br>diikuti dengan pembaharuan desain yang mencerminkan identitas merek hotel.<br>Melalui metode observasi, wawancara, dan pembagian kuesioner, permasalahan<br>utama pada hotel, yaitu kurangnya penerapan elemen identitas merek di dalam<br>aspek interior, ketidaksesuaian standar untuk hotel bintang tiga, dan kurangnya<br>fasilitas penunjang seperti penanda ruang dan penataan sirkulasi yang efisien.<br>Perancangan ulang dilakukan dengan pendekatan identitas merek untuk<br>memperkuat visualisasi dan menciptakan pengalaman yang berkesan bagi tamu.<br>Tema yang digunakan dalam perancangan adalah “Revalora: Revitalize, Value, Aura”<br>dan konsep yang digunakan “Framing Identity Through Space” dengan gaya modern<br>kontemporer yang menekankan tampilan bersih, dinamis, dan profesional.<br>Implementasi untuk desain pada integrasi nilai-nilai merek, optimalisasi standar<br>ruang, dan peningkatan aspek pencahayaan, tata akustik, dan sirkulasi ruang.<br>Kata kunci: Identitas Merek, Visualisasi, Perubahan Citra Merek</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28960PERANCANGAN ULANG HOTEL HORISON ULTIMA BEKASI DENGAN PENDEKATAN BRAND IDENTITY 2025-12-30T13:58:38+07:00Assyla Dwi Retna Putri[email protected]Ully Irma Maulina Hanafiah[email protected]Teddy Ageng Maulana[email protected]<p>Hotel Horison Ultima Bekasi, sebagai hotel bintang empat pertama di<br>Bekasi, menghadapi tantangan untuk memperbarui desain interior dan fasilitas agar<br>tetap relevan dengan tren industri perhotelan modern. Penelitian dan perancangan<br>ulang ini menggunakan metode kualitatif untuk memahami kebutuhan pengguna<br>dan menerapkan pendekatan brand identity yang mengintegrasikan elemen budaya<br>lokal Bekasi, khususnya sungai Candrabhaga dan batik Bekasi, sebagai inspirasi<br>utama desain. Konsep desain mengusung tema “Singgah di Bawah Candra” yang<br>merepresentasikan suasana tenang dan bermakna di tengah hiruk- pikuk perkotaan.<br>Penerapan elemen visual, bentuk organik, warna hangat, serta tata ruang yang<br>meniru aliran sungai menciptakan pengalaman ruang yang autentik dan mendukung<br>fungsi hotel sebagai akomodasi bisnis modern. Fasilitas penunjang seperti ballroom<br>multifungsi dan kamar ergonomis melengkapi konsep tersebut. Hasil perancangan<br>ini diharapkan memperkuat identitas merek Hotel Horison Ultima Bekasi,<br>meningkatkan daya tarik visual, dan membangun hubungan emosional antara tamu<br>dan budaya lokal, sekaligus mengoptimalkan posisi hotel di pasar perhotelan yang<br>kompetitif.<br>Kata kunci: hotel, bintang 4, identitas brand</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28962PERANCANGAN ULANG HOTEL BINTANG 4 SARI ATER KAMBOTI DENGAN PENDEKATAN BRAND IDENTITY2025-12-30T14:29:03+07:00Yulia Yasmin Maudi[email protected]Irwana Zulfia Budiono[email protected]Mohd Ridho Kurniawan[email protected]<p>Perubahan preferensi wisatawan yang kini lebih memilih penginapan<br>dengan pengalaman unik, personal, nyaman seperti di rumah, dekat dengan alam,<br>serta dilengkapi teknologi, sejalan dengan tren desain interior yang memadukan<br>konsep modern dan alami, menjadikan persaingan hotel semakin ketat. Hotel Sari<br>Ater Kamboti adalah hotel bintang 4 di Bandung dengan lokasi strategis dan fasilitas<br>memadai, namun menghadapi permasalahan desain interior yang belum<br>sepenuhnya mencerminkan identitas merek. Selain itu, terdapat kekurangan pada<br>aspek pencahayaan, penghawaan, akustik, tata letak, signage, dan aksesibilitas<br>sesuai standar hotel bintang 4. Perancangan hotel ini bertujuan merancang interior<br>yang mampu meningkatkan daya tarik dan daya saing hotel melalui penerapan<br>konsep desain tren terkini dan mencerminkan identitas serta karakter hotel,<br>sehingga memberikan pengalaman berkesan bagi pengunjung. Metode yang<br>digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara, kuesioner, dokumentasi, dan<br>studi literatur, dilanjutkan analisis dan sintesis data. Konsep Natural Modern dipilih<br>untuk menggabungkan gaya modern, nuansa alam, dan budaya lokal, dengan<br>mengacu pada pendekatan brand identity berdasarkan teori interior branding Kim<br>Kuhteubl (clear vision, unique story, energy) dan teori place identity Kim & Wang<br>(physical setting, activity, meaning). Hasil perancangan diharapkan dapat menjadi<br>solusi untuk meningkatkan daya tarik dan saing hotel sesuai identitas merek dan<br>standar hotel bintang 4.<br>Kata kunci: hotel, identitas merek, natural modern, desain interior</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28963EKSPLORASI GAYA ART DECO DALAM KARYA SCHOEMAKER : Studi Komparasi Hotel Preanger dan Kantor Perkebunan Nusantara X2025-12-30T14:31:45+07:00Ajeng Ayu Aini[email protected]Ully Irma Maulina Hanafiah[email protected]<p>Arsitektur bukan hanya soal bentuk dan fungsi, tetapi juga mencerminkan nilai, budaya,<br>dan semangat zamannya. Gaya Art Deco yang berkembang pada awal abad ke-20 menjadi simbol<br>kemajuan dan kemewahan, dengan ciri khas geometris dan dekoratif. Di Indonesia, gaya ini<br>mendapat sentuhan lokal berkat peran arsitek Belanda seperti C.P.W. Schoemaker, yang<br>memadukan Art Deco dengan iklim tropis dan budaya Nusantara. Penelitian ini bertujuan untuk<br>membandingkan dua karya Schoemaker—Grand Hotel Preanger di Bandung dan Kantor PTPN X di<br>Surabaya—yang dibangun pada rentang waktu 1925–1928. Studi ini menggunakan metode<br>deskriptif kualitatif dan pendekatan komparatif melalui observasi langsung, dokumentasi visual,<br>dan kajian literatur. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun kedua bangunan memiliki fungsi<br>berbeda, keduanya memancarkan karakter yang kuat melalui pola geometris, komposisi garis<br>tegas, serta adaptasi cerdas terhadap iklim dan konteks lokal. Dari fasad hingga detail interior,<br>tampak upaya Schoemaker dalam menciptakan ruang yang tidak hanya indah secara visual tetapi<br>juga akrab dan nyaman bagi penghuninya. Penelitian ini diharapkan dapat menginspirasi upaya<br>pelestarian warisan arsitektur kolonial, sekaligus menjadi referensi dalam merancang ruang publik<br>yang berakar pada sejarah namun tetap relevan dengan kebutuhan masa kini.<br>Kata kunci : Art Deco, Schoemaker, Hotel, Kantor</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28966PERANCANGAN ULANG RESTORAN HOTEL BISNIS BIGLAND SENTUL BINTANG 4 DENGAN PENDEKATAN PSIKOLOGI RUANG 2025-12-30T14:50:22+07:00Salsabila Nazhifa Khansa[email protected]Ahmad Nur Sheha Gunawan[email protected]Imtihan Hanom[email protected]<p>Restoran merupakan salah satu fasilitas yang disediakan oleh Bigland Hotel<br>Sentul yang dimana pengunjung yang datang dodominasikan dengan tamu bisnis.<br>Namun saat ini pada restoran seringkali menerima tamu non-bisnis yang disebabkan<br>dengan lokasi strategis sehingga membuat banyak pengunjung non-bisnis untuk<br>berdatangan untuk makan di restoran. Dengan adanya 2 jenis tamu yang berbeda<br>dengan perbedaan tujuan kunjungan menimbulkan sejumlah permasalahan, seperti<br>suasana ruang yang kurang relevan bagi tamu non bisnis, kesan ruang yang kurang<br>menarik, kurangnya batas privasi untuk tamu bisnis yang sangat membutuhkan area<br>private, hingga bentroknya aktivitas antar pengguna. Perancangan ini bertujuan<br>menciptakan interior hotel yang dapat mengakomodasi kebutuhan kedua jenis tamu<br>secara seimbang melalui pendekatan psikologi ruang. Metode yang digunakan dalam<br>penelitian ini bersifat kualitatif melalui pengumpulan teori, analisis tapak, dan survei.<br>Kesimpulan dan manfaat dari perancangan ini menunjukkan bahwa penerapan<br>pendekatan psikologi ruang dapat menjadi landasan dalam menciptakan desain<br>interior hotel yang lebih responsif terhadap kebutuhan fisik maupun emosional dan<br>fungsional pengguna.<br>Kata kunci: Hotel Bisnis, Psikologi Ruang, Suasana Ruang.</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28967PERANCANGAN ULANG HOTEL LINGIAN BINTANG TIGA DI UNIVERSITAS TELKOM BANDUNG DENGAN PENDEKATAN DESAIN HIJAU 2025-12-30T15:00:08+07:00Lois Charoline Lase[email protected]Agustinus N. Arief Hapsoro[email protected]Fernando Septony Siregar[email protected]<p>otel Lingian adalah hotel edukasi di kawasan Universitas Telkom yang<br>berfungsi sebagai akomodasi tamu serta sarana pembelajaran bagi mahasiswa<br>perhotelan. Seiring meningkatnya jumlah mahasiswa dan kegiatan universitas,<br>permintaan akan penginapan yang nyaman, ramah lingkungan, dan sesuai standar<br>hotel Bintang 3 semakin tinggi. Namun, kondisi eksisting menunjukkan keterbatasan<br>kamar, pemanfaatan ruang yang kurang optimal, tidak adanya area komunal, serta<br>permasalahan akustik dan termal yang mengganggu kenyamanan tamu. Selain itu,<br>hotel belum menerapkan konsep desain hijau yang mendukung visi Universitas<br>Telkom sebagai kampus ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan merancang ulang<br>Hotel Lingian dengan pendekatan desain hijau untuk meningkatkan kualitas fasilitas<br>dan standar hotel. Metode yang digunakan adalah metode campuran kualitatif dan<br>kuantitatif melalui observasi, wawancara, studi literatur, dan studi banding terhadap<br>dua hotel referensi. Hasil analisis menunjukkan bahwa perancangan ulang perlu<br>mencakup efisiensi sirkulasi ruang, optimalisasi pencahayaan dan ventilasi alami,<br>peningkatan fasilitas publik dan kamar, serta penggunaan material ramah<br>lingkungan. Dengan implementasi konsep desain hijau dan standar hotel Bintang 3,<br>Hotel Lingian dapat menjadi akomodasi yang lebih fungsional, nyaman, serta<br>mendukung keberlanjutan lingkungan dan citra Universitas Telkom sebagai<br>institusi yang peduli lingkungan.<br>Kata kunci: hotel lingian, hotel edukasi, universitas telkom, desain hijau, ramah<br>lingkungan</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28968PERANCANGAN ULANG HOTEL BISNIS BINTANG 4 PADA BANGUNAN MIX-USED DI TANGERANG SELATAN DENGAN PENDEKATAN BRAND IDENTITY2025-12-30T15:02:19+07:00Nisa Umniyyatun Naa’ifah[email protected]Hana Faza Surya Rusyda[email protected]Fernando Septony Sirega[email protected]<p>Hotel Trembesi di BSD Tangerang Selatan, yang merupakan hotel bisnis bintang<br>4, memiliki permasalahan dalam layout ruang yang tidak efisien, kenyamanan ruang yang<br>kurang, dan kurangnya penerapan identitas brand. Perancangan ulang interior hotel<br>dengan pendekatan identitas brand untuk mengatasi masalah tersebut. Melalui analisis<br>layout dan fasilitas, desain baru ini bertujuan untuk menciptakan ruang yang lebih<br>fungsional, nyaman, dan terintegrasi dengan identitas brand yang kuat. Perancangan ini<br>diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing hotel di pasar, tetapi juga<br>menjadikannya destinasi favorit, khususnya bagi para pebisnis, serta mendukung<br>pariwisata dan perekonomian lokal.<br>Kata kunci hotel trembesi, perancangan ulang, identitas brand, hotel modern.</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28969PERANCANGAN ULANG INTERIOR GEDUNG PASCASARJANA UNIVERSITAS SURYAKANCANA CIANJUR DENGAN PENDEKATAN RUANG KOLABORATIF 2025-12-30T15:11:19+07:00Siti Safa Hanifah[email protected]Irwana Zulfia Budiono[email protected]Desthyo Putra Pangestu[email protected]<p>Pendidikan Pascasarjana merupakan salah satu program yang diselenggarakan oleh<br>berbagai pendidikan tinggi, termasuk Universitas Suryakancana Cianjur, yang merupakan<br>sebuah perguruan tinggi swasta di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Universitas ini<br>menyelenggarakan tiga program studi magister dalam program Pascasarjananya, dengan<br>mengedepankan perancangan kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia<br>(KKNI). Pada kurikulum berbasis KKNI ini, para pelajar didorong untuk menerapkan<br>pembelajaran mandiri, yang tentu akan meningkatkan kebutuhan untuk berdiskusi dan bertukar<br>pikiran antar pelajar untuk mencapai sasaran pembelajaran yang dituju. Namun sayangnya,<br>pada interior Gedung Pascasarjana Universitas Suryakancana Cianjur, kebutuhan diskusi ini<br>masih belum terfasilitasi dengan baik. Hal ini dapat berakibat pada berkurangnya efektifitas dan<br>kualitas pembelajaran. Karena itulah diperlukan perancangan ulang pada interior gedung, untuk<br>menyesuaikan organisasi dan kebutuhan interior dengan kebutuhan pembelajaran dimana<br>diskusi merupakan salah satu hal yang paling penting. Melalui perancangan ulang ini, diharapkan<br>hasil desain dapat membantu para pengguna ruangan merasa lebih nyaman dan dapat<br>meningkatkan kinerja dalam ruangan.<br>Kata kunci: Perancangan ulang, pascasarjana, diskusi</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/28970PERANCANGAN ULANG INTERIOR KANTOR ADMINISTRASI 2 PT BIOFARMA DENGAN PENDEKATAN ACTIVITY BASED WORKPLACE2025-12-30T15:13:41+07:00Pasya Dini Fitriani[email protected]Tita Cardiah[email protected]Ahmad Nur Sheha[email protected]<p>Perancangan ulang interior kantor Administrasi PT Biofarma dilakukan sebagai<br>respons terhadap kebutuhan ruang kerja yang lebih fleksibel, kolaboratif, dan mendukung<br>produktivitas pegawai. Ruang eksisting cenderung statis, tertutup, dan terkotak per divisi,<br>sehingga membatasi interaksi antarpegawai. Oleh karena itu, pendekatan Activity Based<br>Workplace (ABW) diterapkan dalam perancangan untuk menciptakan lingkungan kerja<br>yang adaptif dan berorientasi pada aktivitas. ABW memungkinkan pegawai bekerja dari<br>mana saja di dalam kantor, bergantung pada jenis aktivitas yang dilakukan, seperti fokus<br>individu, kerja tim, diskusi cepat, atau istirahat. Metode perancangan dilakukan melalui<br>observasi langsung, wawancara, dokumentasi, serta analisis kebutuhan ruang dan alur<br>aktivitas tiap divisi. Zona-zona kerja kemudian dibentuk berdasarkan fungsi, seperti focus<br>zone, collaborative zone, serta lounge & pantry. Hasil perancangan menunjukkan<br>peningkatan kualitas ruang secara fungsional dan psikologis. Ruang menjadi lebih terbuka,<br>komunikatif, dan selaras dengan kebutuhan kerja modern yang dinamis. Perancangan ini<br>diharapkan dapat mendukung aktivitas pegawai serta memperkuat citra perusahaan<br>melalui lingkungan kerja yang lebih fleksibel.<br>Kata kunci: perancangan interior, kantor, activity based workplace, fleksibilitas</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/29026PERANCANGAN ULANG INTERIOR KANTOR BPK PERWAKILAN PROVINSI SULAWESI UTARA DENGAN METODE PENDEKATAN KONEKTIVITAS TATA RUANG DAN HIERARKI 2026-01-06T14:05:56+07:00Ulla Alifia Hidayat Putri[email protected]Rangga Firmansyah[email protected]Fernando Siregar[email protected]<p>Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai lembaga pengawas<br>keuangan negara memerlukan lingkungan kerja yang fungsional, ergonomis,<br>serta mencerminkan nilai integritas dan identitas kelembagaan. Hasil observasi<br>di Kantor BPK Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara menunjukkan sejumlah<br>permasalahan, seperti keterbatasan ruang akibat peningkatan jumlah staf,<br>penataan furnitur yang belum optimal, alur sirkulasi tamu VIP yang masih<br>melewati ruang pimpinan, serta belum adanya pemisahan tegas antara area<br>publik dan privat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang tata ruang<br>kantor BPK dengan pendekatan konektivitas antarruang, penerapan hierarki<br>ruang yang jelas, serta optimalisasi ruang kosong dan penyediaan storage yang<br>memadai. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara,<br>dokumentasi, studi literatur, studi banding, dan studi preseden. Hasil analisis<br>dijadikan dasar dalam perancangan interior yang mendukung kenyamanan dan<br>produktivitas kerja, serta memperkuat citra profesional lembaga. Rekomendasi<br>desain meliputi zonasi ruang yang jelas, penggunaan furnitur modular,<br>peningkatan sirkulasi dan aksesibilitas tamu, serta fasilitas pendukung<br>kesejahteraan pegawai. Dengan pendekatan ini, diharapkan tercipta lingkungan<br>kerja yang representatif, efisien, dan sejalan dengan nilai-nilai kelembagaan<br>Kata Kunci : Kantor BPK, Konektivitas, Hierarki Ruang, Integritas, Identitas</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/29027IMPLEMENTASI KONSEP BRAND IDENTITY DALAM DESAIN INTERIOR BTN KANTOR CABANG BANDUNG2026-01-06T14:15:18+07:00Shafa Amira Dyandra[email protected]Ully Irma Maulina Hanafiah[email protected]Mohd. Ridho Kurniawan[email protected]<p>Identitas merek dalam sektor perbankan tidak hanya tercermin melalui logo<br>atau strategi komunikasi, tetapi juga melalui elemen fisik, khususnya desain interior<br>kantor cabang. Ruang yang digunakan oleh pegawai dan nasabah berperan penting<br>dalam membentuk pengalaman serta persepsi mereka terhadap institusi. Desain<br>interior dapat menjadi medium efektif untuk menyampaikan nilai-nilai, citra, dan<br>profesionalisme bank secara konsisten. Penataan ruang, pemilihan warna, material,<br>pencahayaan, hingga tata letak furnitur dapat memengaruhi atmosfer yang<br>dirasakan, sehingga mampu memperkuat kesan kepercayaan, kenyamanan, dan<br>kredibilitas. Studi ini bertujuan mengkaji sejauh mana identitas merek diterapkan<br>dalam aspek interior kantor cabang bank, serta bagaimana penerapan tersebut<br>memengaruhi persepsi pengguna. Melalui analisis ini, diharapkan diperoleh<br>pemahaman mendalam mengenai hubungan antara desain interior dan citra<br>institusi, sehingga dapat menjadi acuan bagi perbankan dalam mengembangkan<br>konsep ruang yang tidak hanya fungsional, tetapi juga selaras dengan identitas<br>merek. Dengan demikian, desain interior dapat menjadi strategi penting dalam<br>membangun hubungan emosional dan loyalitas, baik bagi pegawai maupun nasabah.<br>Kata kunci: identitas merek, interior kantor, perbankan.</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/29028PERANCANGAN ULANG INTERIOR RUANG PELAYANAN KANTOR DEPOT ARSIP KOTA TANGERANG SELATAN DENGAN PENDEKATAN TEKNOLOGI 2026-01-06T14:25:11+07:00Mikayla Prinsara Syarief[email protected]Ahmad Nur Sheha Gunawan[email protected]Akhmadi Akhmadi[email protected]<p>Mengacu pada Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor<br>31 Tahun 2015, gedung depot arsip harus dapat mengakomodasi tiga fungsi utama,<br>yaitu pelayanan publik, ruang kerja pegawai, dan penyimpanan dokumen. Minimnya<br>fasilitas ruang publik serta ketidakoptimalan tata ruang kerja dan sistem<br>penyimpanan pada Gedung Depot Arsip Kota Tangerang Selatan berdampak pada<br>ketidaksesuaian peran dan fungsi bangunan sebagai kantor pelayanan administratif<br>yang bertanggungjawab atas pengolahan, penyimpanan, serta pelestarian arsip<br>tingkat kota. Adanya masalah terkait lay out dan blocking ruang yang belum optimal<br>menyebabkan terjadinya gangguan alur aktivitas dan cenderung bertolak belakang<br>dengan visi dan misi instansi. Selain itu, adanya berbagai kebijakan pemerintah yang<br>menuntut kantor pemerintahan dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi<br>untuk efisiensi dan peningkatan kualitas pelayanan turut menjadi permasalahan yang<br>dihadapi. Oleh karena itu, dilakukan perancangan ulang dengan pendekatan<br>teknologi untuk meningkatkan efisiensi kerja, keamanan arsip, dan kenyamanan<br>pengguna yang dapat meningkatkan kualitas, efektivitas, dan produktivitas yang<br>signifikan baik dalam pelayanan, penyimpanan, maupun ruang kerja pegawai.<br>Integrasi teknologi yang memudahkan serta menciptakan lingkungan yang adaptif,<br>modern, dan efisien menjadi fokus dari perancangan dalam memenuhi tuntutan<br>pemerintah dan mewujudkan Visi Misi DPK Kota Tangerang Selatan sebagai instansi<br>yang saling terkoneksi, efektif, dan efisien.<br>Kata kunci: Depot Arsip, Kantor, Pelayanan Publik, Efisiensi, Teknologi</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/29029PERANCANGAN ULANG INTERIOR KANTOR PT ISM BOGASARI JAKARTA UTARA DENGAN PENDEKATAN AKTIVITAS 2026-01-06T14:30:42+07:00Khansa Nazhifa[email protected]Hana Faza Surya Rusyda[email protected]Ganesha Puspa Nabila[email protected]<p>PT Indofood Sukses Makmur Divisi Bogasari Flour Mills merupakan perusahaan<br>penggilingan tepung terigu terbesar di Indonesia. Perancangan ulang kantor Gedung Pulen Sari<br>berfokus pada permasalahan tata letak ruang kerja yang dinilai tidak sesuai dengan hubungan<br>struktur organisasi dan menghambat efisiensi alur aktivitas kerja. Jarak fisik antar ruang dan<br>meja kerja yang memiliki keterkaitan fungsi tugas, terutama antara pimpinan departemen,<br>sub-departemen, dan staf di lantai 3, 3A, dan 5, memperlambat komunikasi langsung. Tujuan<br>dari perancangan ulang interior kantor ini adalah untuk mengoptimalkan alur aktivitas kerja<br>karyawan berdasarkan struktur organisasi perusahaan dan memenuhi standarisasi elemen<br>interior kantor. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi, wawancara, studi<br>literatur, studi banding, programming, pengembangan konsep, dan visualisasi hasil<br>perancangan. Pendekatan perancangan yang diterapkan adalah pendekatan aktivitas dengan<br>tema "professional workplace" dan konsep implementasi "structured design". Hasil<br>perancangan berupa penataan ruang kerja yang teratur berdasarkan aktivitas kerja, didukung<br>desain interior yang bersih, rapi, dan konsisten untuk menciptakan lingkungan kerja yang<br>efisien, teratur, dan nyaman.<br>Kata kunci: Desain interior kantor, struktur organisasi kantor, efektivitas kerja</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/29030PERANCANGAN ULANG INTERIOR PONDOK PESANTREN SABILUNNAJAH BANDUNG (PUTRA) DENGAN PENDEKATAN AKTIVITAS2026-01-06T14:36:47+07:00Muhammad Rifqy Adi Susilo[email protected]Donny Trihanondo[email protected]Vika Haristianti[email protected]<p>Perkembangan era globalisasi memberikan tantangan besar terhadap dunia<br>pendidikan, termasuk dalam aspek moral dan perilaku generasi muda. Pondok<br>pesantren hadir sebagai solusi untuk membentuk karakter santri yang berilmu,<br>berakhlak, dan memiliki landasan nilai-nilai Islam yang kuat. Namun, meningkatnya<br>jumlah santri dari tahun ke tahun menimbulkan berbagai permasalahan, terutama<br>terkait kenyamanan ruang, dan penyesuaian fasilitas mengingat aktivitas yang<br>dilakukan berbeda dengan sekolah pada umumnya. Perancangan ini bertujuan untuk<br>merancang ulang interior Pondok Pesantren Sabilunnajah Bandung dengan<br>pendekatan aktivitas, yang berfokus pada peningkatan kualitas lingkungan fisik dan<br>fasilitas sesuai dengan kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas dan<br>kenyamanan penghuni pondok pesantren. Pendekatan ini diharapkan mampu<br>menciptakan ruang yang aman, nyaman, serta mendukung aktivitas belajar dan<br>kehidupan sehari-hari penghuni pondok pesantren, terutama santri. Metode yang<br>digunakan mencakup observasi langsung, wawancara, serta kajian literatur, untuk<br>menganalisis kebutuhan ruang dan aktivitas pengguna. Hasil perancangan<br>diharapkan dapat meningkatkan kualitas fasilitas yang tersedia, sehingga pada<br>akhirnya dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan kenyamanan di lingkungan<br>pesantren.</p> <p>Kata kunci: Pondok pesantren, Desain interior, Aktivitas, Fungsional, Fasilitas</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/29031PERANCANGAN ULANG INTERIOR PPTQ SMPIT IBNU ABBAS KLATEN DENGAN PENDEKATAN PERILAKU 2026-01-06T14:48:46+07:00Azizah Nur Aini[email protected]Irwan Sudarisman[email protected]Tri Haryotedjo[email protected]<p>Pondok pesantren merupakan salah satu bentuk pendidikan di Indonesia.<br>Dulunya pesantren bukan termasuk dari pendidikan resmi. Namun seiring<br>berjalannya waktu pesantren pun mengikuti perkembangan zaman dan melahirkan<br>pesantren modern. Minat masyarakat terhadap pesantren modern semakin melesat<br>seiring dengan perkembangan zaman. Banyak orang tua yang lebih memilih<br>memasukkan anaknya ke pesantren modern karena fasilitas yang didapatkan lebih<br>bagus dibanding dengan pesantren tradisional. Namun fasilitas yang ada di beberapa<br>pesantren masih ada yang tidak memenuhi kebutuhan aktivitas sehingga<br>penggunanya merasa tidak nyaman saat berkativitas di pesantren. Tujuan dari<br>proyek ini adalah menciptakan desain pesantren yang optimal, nyaman, dan tepat<br>sasaran dengan pendekatan perilaku yang berfokus pada kebutuhan pengguna dan<br>perilakunya. Masalah di analisis dan dicarikan solusi dengan menggunakan<br>pendekatan dan metode perancangan kualitatif. Hasil dari analisis ini nantinya<br>berupa tema dan konsep serta hasil desain perancangan ulang. Harapannya<br>perancangan ini dapat digunakan dan bermanfaat sebagai acuan bagi berbagai pihak<br>yang terkait dan pihak yang membutuhkan.<br>Kata kunci: Pesantren, perilaku, perancangan ulang, asrama.</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/29032PENGEMBANGAN INTERIOR MTs DAN MA PONDOK PESANTREN SABILUNNAJAH PUTRI DI BANDUNG MELALUI PENDEKATAN AKTIVITAS TERHADAP PERILAKU PENGGUNA2026-01-06T14:56:21+07:00Annur Hanan Alhani[email protected]Ully Irma M.H[email protected]Rangga Firmansyah[email protected]<p>Pondok pesantren berfungsi tidak hanya sebagai pusat pendidikan agama,<br>tetapi juga sebagai tempat pembinaan karakter dan kepribadian santri. Struktur sebuah<br>pesantren pada umumnya tediri dari beberapa komponen utama, diantaranya adalah<br>kiai, santri, masjid dan asrama. Pondok pesantren dapat dibagi menjadi dua macam :<br>tradisional dengan metode pembelajaran klasik berfokus pada kajian kitab- kitab islam,<br>serta modern yang mencangkup perkembangan pendidikan melalui penggabungan<br>sistem tradisional dan pendidikan formal seperti madrasah. Perbedaan antar keduanya<br>terletak pada pendekatan pembelajaran, kurikulum dan fasilitas. Perancangan ini<br>bertujuan menciptakan ruang yang nyaman dan fungsional berdasarkan dengan<br>kurikulum, capaian pembelajaran serta standarisasi pondok pesantren dengan<br>menggunakan pendekatan aktivitas perilaku pengguna, dimana pembentukan tata<br>ruang memiliki keterkaitan yang kuat sesuai dengan pendekatan yang ada. Melalui<br>metode observasi, wawancara, kuesioner, studi banding, dan kajian pustaka, rancangan<br>difokuskan pada ruang-ruang seperti kelas, asrama, laboratorium, ruang keterampilan,<br>perpustakaan, dan area komunal. Aspek ergonomi, pencahayaan, material, dan privasi<br>menjadi pertimbangan utama dalam desain, yang ditujukan untuk menunjang<br>pembentukan santri muslimah yang berkarakter, berpengetahuan, dan adaptif terhadap<br>perkembangan zaman.</p> <p>Kata kunci: Pondok pesantren , desain interior, pendidikan islam, perilaku santri,<br>remaja putri</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/29033PERANCANGAN ULANG INTERIOR SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI CICENDO KOTA BANDUNG DENGAN PENDEKATAN BEHAVIOR SETTING 2026-01-06T15:10:32+07:00Fellmy Yehezkiel Ririhena[email protected]Tita Cardiah[email protected]Rangga Firmansyah[email protected]<p>Penelitian ini berfokus pada perancangan ulang interior Sekolah Luar Biasa<br>Negeri (SLBN) Cicendo, sebuah bangunan cagar budaya yang berlokasi di Kota Bandung,<br>dengan menerapkan pendekatan Behavior Setting untuk menciptakan lingkungan belajar<br>yang inklusif, nyaman, dan adaptif bagi siswa-siswi tunarungu. Urgensi perancangan ini<br>muncul dari beberapa permasalahan yang teridentifikasi, yaitu perpaduan warna interior<br>yang monoton sehingga kurang merangsang stimulasi visual, akustik ruang kelas yang<br>belum optimal dalam mendukung kebutuhan komunikasi, serta pola sirkulasi yang<br>terganggu oleh keberadaan pengunjung eksternal selama jam sekolah. Proses<br>perancangan diawali dengan identifikasi masalah dan kajian literatur untuk<br>mengeksplorasi teori-teori yang relevan terkait pendidikan inklusif, optimasi akustik, dan<br>komunikasi visual bagi siswa tunarungu. Studi banding terhadap institusi sejenis dilakukan<br>untuk mengidentifikasi praktik terbaik, yang kemudian menjadi dasar perumusan tema<br>“Inclusive Harmony” dan konsep “Structured Unity” sebagai panduan integrasi elemen<br>fungsional dan estetis. Tahap pengembangan desain meliputi optimalisasi zonasi ruang,<br>pemilihan material dan warna yang tepat, penerapan elemen akustik, serta penyesuaian<br>tata ruang untuk mendukung sirkulasi dan aksesibilitas yang efisien. Rancangan awal<br>dievaluasi melalui pengujian berulang guna memastikan kesesuaian dengan kebutuhan<br>pendidikan sekaligus ketentuan pelestarian bangunan cagar budaya.<br>Kata kunci: Desain Interior, Sekolah Luar Biasa, Tunarungu, Behavior Setting, Inklusif,<br>Cagar Budaya.</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/29037PERANCANGAN ULANG INTERIOR SMA AISYIYAH BOARDING SCHOOL PUTRI DENGAN PENDEKATAN LEARNING COMMONS 2026-01-07T10:13:13+07:00Satria Juan Pablo Sihotang[email protected]Tita Cardiah[email protected]Tri Haryotedjo[email protected]<p>Perubahan paradigma dalam dunia pendidikan menuntut adanya penyesuaian pada desain<br>ruang belajar, khususnya di tingkat sekolah menengah. Pendekatan learning commons merupakan<br>salah satu konsep desain interior pendidikan yang menekankan fleksibilitas ruang, kolaborasi antar<br>siswa, serta integrasi teknologi untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih aktif dan<br>partisipatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan pendekatan learning<br>commons terhadap kualitas dan fungsi interior di SMA 'Aisyiyah Boarding School Putri.<br>Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan dan<br>analisis literatur. Observasi dilakukan terhadap elemen-elemen interior seperti tata letak, perabot,<br>pencahayaan, dan sirkulasi ruang yang mencerminkan prinsip learning commons. Selain itu, persepsi<br>pengguna ruang—baik siswa maupun guru—dikaji untuk mengevaluasi efektivitas konsep tersebut<br>dalam mendukung kegiatan belajar di lingkungan sekolah berasrama. Hasil studi menunjukkan<br>bahwa penerapan pendekatan learning commons pada interior sekolah memberikan dampak positif<br>terhadap interaksi sosial siswa, peningkatan motivasi belajar, serta fleksibilitas penggunaan ruang.<br>Ruang yang dirancang secara terbuka, adaptif, dan berorientasi pada kolaborasi terbukti mampu<br>meningkatkan dinamika pembelajaran di luar pendekatan konvensional.<br>Kata kunci: learning commons, desain interior pendidikan, ruang belajar kolaboratif, sekolah<br>berasrama, fleksibilitas ruang</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/29039KAJIAN PENERAPAN PENDEKATAN BEHAVIOR SETTING TERHADAP TERMINAL LEUWI PANJANG TIPE A DI BANDUNG STUDY ON THE APPLICATION OF THE BEHAVIOR SETTING APPROACH TO LEUWI PANJANG TYPE A TERMINAL IN BANDUNG2026-01-07T10:18:44+07:00Salsa Ruzika Maruwa[email protected]Santi Salayanti[email protected]Ully Irma Maulina Hanafiah[email protected]<p>Terminal Leuwi Panjang merupakan terminal tipe A utama dan terbesar di<br>Kota Bandung yang telah mengalami revitalisasi, namun masih menghadapi<br>permasalahan dalam penataan ruang dan fasilitas yang belum optimal sehingga<br>dapat menghambat alur sirkulasi pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk<br>merancang ulang interior terminal dengan menggunakan pendekatan Behavior<br>Setting sehingga dapat mengoptimalkan penggunaan ruang, memperbaiki sirkulasi<br>alur aktivitas pengguna, serta meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi<br>pengguna, termasuk penumpang penyandang disabilitas, lansia dan ibu hamil.<br>Metode penelitian meliputi observasi, wawancara, studi literatur, dan studi banding<br>dengan terminal tipe A lain seperti Terminal Pulo Gebang, Harjamukti, dan Tirtonadi.<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa penataan ulang ruang berdasarkan zonasi<br>aktivitas dapat memperbaiki alur sirkulasi dan meningkatkan hubungan antar ruang<br>serta dapat memaksimalkan fungsi fasilitas terminal. Konsep desain yang diusulkan<br>mengintegrasikan elemen ergonomi, pencahayaan, penghawaan, serta signage yang<br>jelas untuk mendukung aktivitas pengguna. Perancangan ulang ini diharapkan dapat<br>meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum melalui terminal<br>yang lebih nyaman, aman, dan terorganisir.<br>Kata kunci: perancangan ulang; interior terminal; Behavior Setting; sirkulasi ruang;<br>kenyamanan pengguna</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/29042PERANCANGAN ULANG INTERIOR TERMINAL REGULER PELABUHAN BAKAUHENI LAMPUNG DENGAN PENDEKATAN INDOOR HEALTH AND COMFORT (IHC)2026-01-07T10:26:34+07:00Bunga Annisa Prinada[email protected]Hana Faza Surya Rusyda[email protected]Fernando Septony Siregar[email protected]<p>Pelabuhan merupakan fasilitas yang menghubungkan perairan dan daratan<br>dalam batas wilayah tertentu dalam aktivitas pelayanan jasa dan pemerintahan.<br>Pelabuhan Bakauheni merupakan gerbang utama Pulau Sumatra dengan Pulau Jawa<br>melalui perairan yang sudah melayani ribuan penumpang setiap tahun, sehingga<br>pelabuhan penumpang memerlukan ruang tunggu yang nyaman. Namun, terdapat<br>berbagai masalah yang muncul di area ruang tunggu Reguler Pelabuhan Bakauheni<br>seperti ketidaknyamanan akibat suhu pada ruang tunggu, pencahayaan yang kurang<br>baik, kebisingan tinggi, serta fasilitas umum dan disabilitas kurang optimal.<br>Hal yang dilakukan saat observasi dan hasil wawancara menunjukan bahwa belum<br>optimalnya sirkulasi udara pada area belakang, pencahayaan area depan terasa silau<br>karena area tunggu depan didominasi oleh kaca. Permasalahan ini menyebabkan<br>ketidaknyamanan pada ruang tunggu dan beberapa ruang lainnya. Oleh karena itu,<br>diperlukan perancangan ulang mengusung Green Concept dengan pendekatan<br>Indoor Health dan Comfort (IHC) yang meliputi penggunaan material ramah<br>lingkungan serta memiliki Green Label, penghawaan, pencahayaan alami yang<br>optimal, pengurangan kebisingan, serta memenuhi fasilitas disabilitas yang sesuai<br>dengan standar.<br>Tujuan dari proyek perancangan ulang ini adalah menciptakan ruang tunggu dan<br>ruang lainnya lebih fungsional, nyaman, aman dan sesuai standar. Dengan demikian,<br>desain ruang tunggu dan ruang lainnya mampu meningkatkan kualitas pelayanan di<br>Pelabuhan Bakauheni dan mendukung aktivitas penumpang secara optimal.<br>Kata kunci : Pelabuhan Bakauheni, Green Concept, Indoor Health and Comfort (IHC), Ramah Lingkungan.</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/29045PERANCANGAN ULANG KANTOR DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP) PROVINSI ACEH DENGAN PENDEKATAN MAKRO ERGONOMI 2026-01-07T10:30:48+07:00Sajiba Farabi[email protected]Tita Cardiah[email protected] Imtihan Hanom[email protected]<p>Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu<br>(DPMPTSP) Aceh merupakan kantor unsur pelaksana Pemerintah Aceh di tingkat<br>provinsi. Kantor ini berperan dalam mengelola kegiatan penanaman modal dan<br>memberikan pelayanan perizinan secara terpadu bagi masyarakat dan dunia usaha.<br>Berdasarkan hasil observasi, penataan ruang di kantor ini masih belum optimal. Hal<br>ini terlihat dari alur sirkulasi yang kurang efisien, tata letak ruang yang belum<br>memperhatikan hubungan antar pengguna, serta tidak adanya fasilitas penunjang<br>yang dapat meningkatkan kenyamanan, kesehatan, dan kesejahteraan pegawai.<br>Kondisi tersebut membuat proses kerja menjadi kurang efektif, menghambat<br>komunikasi, dan dapat menurunkan produktivitas. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan<br>perancangan ulang kantor dengan menggunakan pendekatan makro ergonomi.<br>Pendekatan ini didukung dengan menggunakan metode Metode-Makro Ergonomi<br>Analisis dan Desain (MEAD), dimana metode ini memperhatikan penyesuaian sistem<br>kerja secara menyeluruh, mulai dari pengaturan lingkungan fisik, organisasi, hingga<br>interaksi antar pengguna ruang. Dengan perancangan ulang ini diharapkan tercipta<br>tata ruang yang efisien, nyaman, dan memenuhi hak pengguna ruang.<br>Kata kunci: Kantor, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu<br>(DPMPTSP) Aceh, Perancangan Ulang, Pendekatan Makro Ergonomi</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/29046Perancangan Ulang Kantor Keuskupan Bandung dengan Pendekatan Religius 2026-01-07T10:35:10+07:00Venesia Geraldine Lisan[email protected]Agustinus Nur Arief Hapsoro[email protected]Ganesha Puspa Nabila[email protected]<p>Kantor Keuskupan Bandung merupakan pusat administrasi dan pastoral yang<br>berlokasi di Jalan Moh. Ramdan, Kota Bandung. Dengan luas 12.000 meter persegi dan<br>fasilitas penginapan untuk tamu-tamu klerus dan komunitas luar kota, kantor ini tidak<br>hanya menjalankan fungsi administratif tetapi juga menjadi ruang aktivitas lintas<br>komunitas. Namun, sejumlah permasalahan teridentifikasi, antara lain beberapa<br>ruang memiliki intensitas penggunaan yang berbeda seperti ruang Uskup dan ruangruang pertemuan, tidak tersedia ruang pendukung seperti ruang P3K dan laktasi dan perlu penyesuaian konfigurasi dan suasana ruang dan aktivitas untuk atrium iman anak.<br>Perancangan ulang kantor ini bertujuan untuk menciptakan ruang kerja dan ruang<br>lintas komunitas yang lebih sehat, efisien, dan inklusif dengan pendekatan desain yang<br>mengintegrasikan nilai spiritual Keuskupan Bandung, yaitu “Silih Asih” yang sejalan<br>dengan nilai dan ajaran agama Katolik. Konsep ini diharapkan menghadirkan ruang<br>yang tidak hanya fungsional, tetapi juga merefleksikan semangat kasih, pelayanan, dan<br>keterbukaan terhadap semua pengunjung. Dengan memperhatikan kebutuhan fisik,<br>emosional, dan spiritual pengguna, baik dari sisi pengunjung maupun karyawan kantor.</p> <p>Kata kunci: Kantor keuskupan, Katolik, Ruang Komunitas</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/29047PERANCANGAN ULANG KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA TIGARAKSA DENGAN PENDEKATAN BRAND IDENTITY2026-01-07T10:38:22+07:00Ichza Rifa Iwari[email protected]Arnanti Primiana Yuniati[email protected]Mohd Ridho Kurniawan[email protected]<p>Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tigaraksa menghadapi tantangan operasional<br>seperƟ antrean panjang, sirkulasi ruang terbatas, minimnya fasilitas pendukung, dan rendahnya<br>kepercayaan masyarakat akibat persepsi buruk terhadap layanan perpajakan. PeneliƟan ini<br>bertujuan merancang ulang interior KPP Pratama Tigaraksa dengan konsep alur akƟvitas linear<br>dan zonasi fungsional untuk meningkatkan eĮsiensi operasional, kenyamanan pengguna, serta<br>citra insƟtusi. Metode peneliƟan menggunakan pendekatan kualitaƟf berbasis studi kasus,<br>melipuƟ observasi lapangan, wawancara dengan petugas dan pengunjung, dokumentasi visual,<br>dan analisis literatur tentang desain ruang publik. Hasil peneliƟan menunjukkan bahwa desain<br>eksisƟng memiliki masalah seperƟ jalur sirkulasi sempit, kurangnya zonasi yang jelas, dan<br>minimnya sistem wayĮnding. Solusi desain yang diusulkan melipuƟ alur pengunjung berurutan<br>(masuk–antrean–tunggu–pelayanan–keluar), zonasi fungsional (tunggu, konsultasi, pelayanan),<br>penambahan fasilitas ergonomis, jalur sirkulasi lebar sesuai PermenPUPR 22/2018, dan<br>signage berbasis warna untuk memperkuat idenƟtas Direktorat Jenderal Pajak. Pendekatan ini<br>meningkatkan eĮsiensi operasional, mengurangi waktu tunggu, dan menciptakan pengalaman<br>pengguna yang lebih baik, sekaligus mendorong kepatuhan pajak melalui persepsi posiƟf<br>masyarakat.</p> <p>Kata kunci: alur akƟvitas linear; zonasi fungsional; desain interior; eĮsiensi pelayanan; KPP Pratama Tigaraksa</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/29048PERANCANGAN ULANG KANTOR WILAYAH TELKOM (WITEL) JAKARTA UTARA DENGAN PENDEKATAN CORPORATE IDENTITY2026-01-07T10:41:36+07:00Nuralya Sabrina[email protected]Ahmad Nur Sheha Gunawan[email protected]Niken Laksitarini[email protected]<p>Kantor Wilayah Telkom (Witel) Jakarta Utara merupakan salah satu unit<br>kerja PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang berfungsi mengawasi dan mengelola<br>layanan telekomunikasi di wilayah Jakarta Utara. Sebagai perusahaan penyedia<br>layanan digital, kantor ini tidak hanya menjadi pusat kegiatan operasional, tetapi juga<br>perlu mencerminkan identitas perusahaan pada elemen interiornya. Hasil observasi<br>menunjukkan adanya permasalahan seperti organisasi ruang yang kurang efisien,<br>pencahayaan dan penghawaan yang belum optimal, serta penerapan corporate<br>identity yang belum maksimal. Penelitian ini menggunakan metode observasi,<br>wawancara, dokumentasi, dan studi literatur dengan acuan standar Human<br>Dimension & Interior Space serta Neufert Architects’ Data. Perancangan ulang<br>dilakukan dengan pendekatan corporate identity untuk menghasilkan ruang kerja<br>yang efisien, nyaman, dan mampu merepresentasikan citra perusahaan. Konsep<br>perancangan difokuskan pada pengaturan layout, pemilihan warna, material,<br>pencahayaan, penghawaan, keamanan, serta elemen interior lainnya. Hasil<br>perancangan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja, memberikan<br>kenyamanan bagi pengguna, serta memperkuat citra perusahaan di mata pelanggan.</p> <p>Kata kunci: Kantor Wilayah Telkom (Witel) Jakarta Utara, Corporate Identity, Interior Kantor</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/29050Optimalisasi Ruang dan Fasilitas Laboratorium Multi Matra SBSN ISI Surakarta Melalui Pendekatan Aktivitas2026-01-07T10:45:32+07:00Singgih Rayhan Sinatrya[email protected]Tita Cardiah[email protected]Imtihan Hanom[email protected]<p>Perancangan ulang Laboratorium Terpadu Multi Matra SBSN ISI Surakarta<br>bertujuan untuk menciptakan ruang kerja yang lebih efisien, adaptif, dan nyaman, sesuai<br>dengan kebutuhan aktivitas akademik serta kreatif mahasiswa. Permasalahan yang<br>ditemukan meliputi tata letak peralatan yang tidak ergonomis, jarak antar ruang kerja<br>yang terlalu jauh, sirkulasi yang memaksa pengguna memutar, pencahayaan yang kurang<br>memadai, serta ventilasi dan pengendalian kebisingan yang belum optimal. Kondisi ini<br>berdampak pada menurunnya efektivitas proses belajar-mengajar, kenyamanan<br>pengguna, serta kualitas hasil karya. Pendekatan berbasis aktivitas digunakan untuk<br>menyesuaikan desain ruang dengan pola kerja pengguna, memastikan alur produksi lebih<br>singkat, dan meminimalkan hambatan sirkulasi. Desain baru menerapkan zoning yang<br>terstruktur sesuai alur kerja, penempatan peralatan secara strategis, serta penggunaan<br>material ramah lingkungan. Pemilihan warna yang mendukung fokus dan kreativitas,<br>pencahayaan adaptif, serta ventilasi alami menjadi bagian integral dari rancangan. Ruang<br>juga dirancang fleksibel untuk mengakomodasi kegiatan lintas jurusan seperti workshop,<br>diskusi, dan pameran. Hasil perancangan diharapkan menghadirkan lingkungan belajar<br>yang fungsional, sehat, dan inspiratif, sekaligus memperkuat peran laboratorium sebagai<br>pusat pengembangan seni, desain, dan kolaborasi di lingkungan akademik kreatif.<br>Kata kunci: laboratorium, desain interior, aktivitas, sirkulasi, ISI Surakarta.</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/29052PERANCANGAN ULANG LANTAI 21 DAN 22 AREA LAYANAN KOLEKSI MONOGRAF TERBUKA PERPUSTAKAAN NASIONAL RI DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI2026-01-07T10:51:13+07:00Athayasany Thalita Arundati[email protected]Akhmadi Akhmadi[email protected]Fajarsani Retno Palupi[email protected]<p>Perkembangan zaman yang semakin maju khususnya daerah perkotaan<br>membuat minat pengunjung pergi ke perpustakaan yang tinggi karena banyak<br>aktivitas di dalamnya yang dapat dilakukan. Perpustakaan tidak lagi sekedar tempat<br>membaca buku, namun sekarang sudah memiliki fasilitas dan daya tarik tersendiri.<br>Namun, dengan banyaknya buku yang tersedia, sirkulasi ruang pada perancangan ini<br>tidak lagi menjadi optimal dan membuat pengunjung kekurangan fasilitas duduk,<br>tempat untuk berdiskusi, maupun tempat untuk berkolaborasi. Perancangan ini<br>bertujuan untuk menerapkan prinsip ergonomi ruang dalam redesain interior lantai<br>21 dan 22 area layanan monograf terbuka Perpustakaan Nasional Republik<br>Indonesia. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pengumpulan data<br>melalui observasi, wawancara, studi literatur dan studi banding di beberapa<br>perpustakaan yang sejenis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ergonomi<br>perpustakaan secara teknis akan memberikan pembaharuan positif terhadap<br>lingkungan perpustakaan, baik sistem dan fasilitasnya, terutama bagi penggunanya.<br>Komponen interior seperti sirkulasi gerak, organisasi ruang, pencahayaan,<br>pencegahan kebisingan, kapasitas, dan pemilihan furnitur yang multifungsi serta<br>ergonomis dapat mempengaruhi kenyamanan penggunanya melalui konsep yang<br>disesuaikan dengan kebutuhan ruang tersebut.<br>Kata kunci : interior, ergonomi, perpustakaan nasional, monograf</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/29053PERANCANGAN ULANG MAHA VIHARA MAITREYA DI KALIMANTAN BARAT DENGAN PENDEKATAN AKTIVITAS2026-01-07T10:55:24+07:00Shaula Egi Wiranti[email protected]Santi Salayanti[email protected]Titihan Sarihati[email protected]<p>Agama Buddha Maitreya, sebagai bagian dari aliran Mahayana yang<br>berkembang pesat di Indonesia, menempatkan Maha Vihara Maitreya Kalimantan<br>Barat tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, budaya,<br>sosial, dan objek wisata religi. Namun, fasilitas ruang kelas untuk sekolah minggu dan<br>diklat Mandarin belum sesuai standar kapasitas, sirkulasi pengguna tercampur dan<br>tidak nyaman, serta organisasi ruang belum memenuhi kebutuhan multifungsi<br>vihara. Penelitian ini bertujuan merancang ulang interior Maha Vihara Maitreya<br>Kalimantan Barat dengan pendekatan aktivitas, guna mengoptimalkan fungsi ruang,<br>meningkatkan kenyamanan, produktivitas, dan kualitas interaksi pengguna. Metode<br>yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara, studi preseden, serta<br>perancangan berbasis analisis aktivitas dan standar perencanaan arsitektur. Hasil<br>perancangan diharapkan mencakup: (1) fasilitas ruang kelas yang memadai sesuai<br>kapasitas, (2) sistem sirkulasi terpisah dan terorientasi jelas untuk staf, peserta diklat,<br>dan pengunjung umum, serta (3) organisasi ruang yang fleksibel mendukung<br>kegiatan ibadah, pendidikan, dan wisata religi. Implementasi desain ini diharapkan<br>memberikan dampak positif berupa peningkatan kenyamanan, efisiensi akses, dan<br>pengalaman sakral bagi seluruh pengguna vihara.</p> <p>Kata kunci: Desain Interior, Vihara Maitreya, Pendekatan Aktivitas, Sirkulasi Pengguna, Multifungsi, Wisata Religi</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/29054PERANCANGAN ULANG MUSEUM WAYANG JAKARTA DENGAN PENDEKATAN TEMATIK 2026-01-07T10:59:56+07:00Nabila Faidza Sudartha[email protected]Aida Andrianawati[email protected]Aditya Bayu Perdana[email protected]<p>Museum Wayang Jakarta memiliki peran penting dalam melestarikan<br>keberagaman wayang di Indonesia. Namun, kurangnya alur storyline yang jelas,<br>display koleksi yang kurang informatif, serta minimnya fasilitas interaktif membuat<br>daya tarik museum menurun, berdampak pada rendahnya jumlah pengunjung<br>dibandingkan museum lain di Jakarta. Penelitian ini bertujuan merancang ulang<br>interior Museum Wayang Jakarta dengan pendekatan tematik untuk meningkatkan<br>daya tarik dan pengalaman pengunjung lewat suasana ruang dan elemen visual yang<br>di aplikasikan pada desain berdasarkan narasi per tema. Solusi yang diusulkan<br>meliputi perbaikan alur storyline, optimalisasi display koleksi, serta penerapan<br>fasilitas interaktif yang inovatif. Dengan pengembangan ini, museum diharapkan<br>menjadi sarana edukasi yang lebih efektif serta menarik lebih banyak wisatawan.</p> <p>Kata kunci: Museum Wayang Jakarta, keberagaman wayang, desain interior, tematik</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/29055PERANCANGAN ULANG PERPUSTAKAAN & GALERI KOTA BOGOR DENGAN PENDEKATAN AKTIVITAS2026-01-07T11:04:57+07:00Intan Dharma Putri Sutomo[email protected]Niken Laksitarini[email protected]Imtihan Hanom[email protected]<p>Perpustakaan berperan sebagai pusat pengelolaan dan layanan informasi yang<br>menginspirasi pembaca serta memikat kecintaan terhadap buku. Keberhasilan<br>perpustakaan tidak hanya bergantung pada koleksi bukunya, tetapi juga pada<br>kemampuannya membangkitkan minat baca masyarakat. Perpustakaan dan Galeri Kota<br>Bogor yang didirikan pada 5 Juli 1972 menghadapi permasalahan kurangnya fasilitas<br>tempat duduk dan akustik yang kurang memadai di area auditorium. Penelitian ini<br>bertujuan merancang ulang interior Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor agar dapat<br>memenuhi kebutuhan pengunjung dan meningkatkan kenyamanan dalam menggunakan<br>semua fasilitas yang tersedia. Rumusan masalah yang dikaji meliputi: 1)Tidak tersedia<br>area privasi untuk pengunjung individu yang memerlukan ketenangan. 2)Ketersediaan rak<br>buku yang masih kurang sehingga pengunjung merasa sulit untuk mencari buku tertentu.<br>3)Tidak tersedia ruang diskusi informal untuk pengunjung berkelompok yang menunjang<br>aktivitas pengunjung.4)Akustik ruang yang tidak mendukung kenyamanan pengguna<br>membuat ruang terasa tidak nyaman.. Metode yang digunakan adalah re-design dengan<br>menganalisis sistem klasifikasi yang dipakai, analisis site, analisis akses tapak proyek,<br>analisis matahari, vegetasi, kebisingan, analisis kasus redesign (eksisting), serta studi<br>banding dengan beberapa perpustakaan di Indonesia seperti Jakarta Library H.B JassinCikini, Jakarta Pusat, Jusuf Kalla Library, dan Perpustakaan Gasibu Jawa Barat. Pendekatan<br>Teori Interioritas, Teori ini memandang hubungan antara manusia (subjek) dan objeknya,<br>dengan lingkungan atau alat sebagai perantara. Ruang dianggap sebagai sarana yang<br>memfasilitasi aktivitas manusia, sementara interioritas muncul ketika manusia<br>mengadaptasi ruang melalui tindakan dan interaksi. Penataan ruang perpustakaan yang<br>baik diharapkan dapat menciptakan kenyamanan bagi pemustaka sehingga mendorong<br>kunjungan rutin. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan rancangan redesain<br>interior perpustakaan yang tidak hanya estetis namun juga fungsional dan responsif<br>terhadap kebutuhan aktivitas pengunjung, yang pada akhirnya akan mendukung misi<br>Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor dalam "Mewujudkan Kota Yang Cerdas" melalui<br>peningkatan budaya literasi.<br>Kata Kunci: Perpustakaan Umum, Redesain Interior, Aktivitas Pengunjung Perpustakaan.</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/29056PERANCANGAN PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN KENDAL DENGAN PENDEKATAN BEHAVIOR2026-01-07T11:10:55+07:00Salma Hasna Kamila[email protected]Akhmadi Akhmadi[email protected]Irwan Sudarisman[email protected]<p>Perpustakaan Ɵdak lagi sekadar berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi<br>telah berkembang menjadi ruang publik yang mendukung pembelajaran, interaksi sosial, serta<br>kenyamanan bagi berbagai kelompok usia. PeneliƟan ini bertujuan untuk menganalisis<br>preferensi dan perilaku pengunjung terhadap penggunaan ruang di Perpustakaan Daerah<br>Kabupaten Kendal, serta mengidenƟĮkasi elemen-elemen desain interior yang memengaruhi<br>kenyamanan dan efekƟvitas penggunaan ruang. Metode yang digunakan adalah metode<br>kualitaƟf melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Hasil peneliƟan<br>menunjukkan adanya perbedaan perilaku berdasarkan kategori usia: anak-anak membutuhkan<br>ruang yang aman dan Ňeksibel, remaja memerlukan ruang diskusi dengan fasilitas digital, dewasa<br>menginginkan ruang tenang dan privat, sementara lansia membutuhkan area baca yang nyaman,<br>aman, dan mudah diakses. Temuan ini menunjukkan bahwa desain ruang perpustakaan harus<br>memperhaƟkan aspek perilaku ruang seperƟ kenyamanan, aksesibilitas, legibilitas, privasi, dan<br>teritorialitas. Berdasarkan hasil kuesioner, perpustakaan masih perlu berbenah terutama dalam<br>hal kenyamanan ruang dan kesesuaian terhadap kebutuhan perilaku penggunanya sebagaimana<br>prinsip dari Weinstein & David. PeneliƟan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan<br>desain ruang perpustakaan yang lebih humanis dan adapƟf.<br>Kata kunci: perpustakaan, perilaku pengguna, desain interior, zonasi ruang, kenyamanan,<br>preferensi ruang.</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/29057PENGARUH TATA LETAK RUANG TERHADAP MINAT KUNJUNG DENGAN PENDEKATAN AKTIVITAS DAN PERILAKU PADA PERPUSTAKAAN KOTA SUBANG2026-01-07T11:19:34+07:00Liestya Desyana Fitri[email protected]Hana Faza Surya Rusyda[email protected]Irwan Sudarisman[email protected]<p>Perpustakaan umum telah mengalami transformasi dari sekadar tempat penyimpanan<br>koleksi buku menjadi ruang sosial yang menyediakan pengalaman belajar, interaksi, dan<br>pengembangan potensi diri. Namun, perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang<br>semakin digital menuntut perpustakaan untuk menyesuaikan tata ruang dan layanannya. Studi<br>kasus pada Perpustakaan Umum Kota Subang menunjukkan penurunan signifikan jumlah<br>kunjungan dari 27.129 pada tahun 2023 menjadi 18.774 pada tahun 2024, yang mengindikasikan<br>adanya persoalan daya tarik ruang perpustakaan terhadap kebutuhan masyarakat modern. Hasil<br>observasi mengungkapkan bahwa tata letak ruang baca dan sirkulasi, khususnya antara area<br>diskusi kelompok dan area baca individu, sangat memengaruhi kenyamanan serta efektivitas<br>penggunaan ruang. Permasalahan utama yang muncul adalah kebisingan dari area diskusi yang<br>mengganggu ketenangan area baca individu, serta sirkulasi pengunjung yang tumpang tindih.<br>Penelitian terdahulu menekankan pentingnya zonasi yang jelas antara area baca individu dan area<br>diskusi untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi pembelajaran dan interaksi sosial. Penataan<br>meja, kursi, serta jarak antar furnitur harus memperhatikan aspek ergonomi dan privasi. Selain itu,<br>karakteristik pengguna perpustakaan umum yang sangat beragam menuntut penyediaan koleksi<br>dan fasilitas yang inklusif. Dengan demikian, penataan ruang perpustakaan berbasis aktivitas dan<br>perilaku pengguna menjadi kunci untuk meningkatkan kenyamanan, efektivitas layanan, serta<br>mendukung pembelajaran mandiri sepanjang hayat<br>Kata Kunci : Perpustakaan umum, Tata ruang, Zonasi ruang, Perilaku dan Aktivitas pengguna</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/29058PERANCANGAN ULANG PERPUSTAKAAN UMUM KOTA TANGERANG SELATAN DENGAN PENDEKATAN LEARNING COMMON S 2026-01-07T11:22:27+07:00abila Putri Firdausy[email protected]Widyanesti Liritantri[email protected]Raisya Rahmaniar Hidayat[email protected]<p>Perpustakaan Umum Kota Tangerang Selatan memiliki peran penting dalam menyediakan akses<br>informasi serta meningkatkan literasi masyarakat. Namun, kondisi eksisting menunjukkan<br>keterbatasan, antara lain luasan ruang yang tidak memadai, fasilitas yang belum sesuai standar,<br>serta pengaturan tata ruang yang belum optimal. Dalam kondisi tersebut serta dominasi<br>pengunjung dari kalangan anak-anak dan remaja, perancangan ini mengusulkan perancangan<br>ulang interior perpustakaan dengan pendekatan Learning Commons. Pendekatan Learning<br>Commons mengedepankan lingkungan pembelajaran yang kolaboratif, fleksibel, dan interaktif.<br>Metode perancangan yang digunakan mencakup studi literatur, observasi lapangan, wawancara<br>dengan pihak terkait, dan analisis kebutuhan pengguna. Hasil perancangan mencakup konsep<br>organisasi ruang berdasarkan segmentasi pengguna dan penerapan elemen interior seperti<br>pencahayaan, warna, dan material yang mendukung kenyamanan, estetika, serta fungsi ruang.<br>Perancangan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sirkulasi ruang, meminimalisasi gangguan<br>kebisingan, serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan melalui tata ruang<br>yang fleksibel dan mudah diakses. Kesimpulan dari perancangan menunjukkan bahwa<br>pendekatan Learning Commons sangat relevan untuk mengubah fungsi perpustakaan<br>konvensional menjadi ruang publik dinamis yang mendukung aktivitas edukatif, sosial, dan<br>komunitas.<br>Kata Kunci: Perpustakaan Umum, Learning Commons, Transformasi Perpustakaan, Desain ramah anak dan remaja.</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/29059PERANCANGAN ULANG PESANTREN MODERN AL – IHSAN DENGAN PENDEKATAN FUNGSIONAL 2026-01-07T11:25:40+07:00Fadli Akmal Fauzi[email protected]Santi Salayanti [email protected]Fajarsani Retno Palupi[email protected]<p>Pondok Pesantren Modern Al-Ihsan Baleendah menghadapi permasalahan<br>dalam penataan ruang yang kurang optimal, yang menghambat kenyamanan dan<br>efektivitas aktivitas santri. Latar belakang perancangan ini adalah untuk menciptakan<br>ruang belajar yang lebih fungsional dan efisien yang mendukung kegiatan spiritual,<br>akademis, dan sosial penghuni. Permasalahan yang muncul mencakup ketidaksesuaian<br>antara fungsi ruang dengan elemen interior yang ada, serta kurangnya integrasi antara<br>berbagai fasilitas. Tujuan dari perancangan ulang ini adalah untuk mengoptimalkan<br>penggunaan ruang dengan pendekatan fungsional yang terintegrasi. Metode yang<br>digunakan meliputi analisis zonasi ruang, perencanaan elemen interior, dan pengaturan<br>sirkulasi ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip desain yang<br>efisien dan fleksibilitas ruang dapat menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan<br>mendukung berbagai kegiatan pesantren. Kesimpulannya, perancangan ulang interior<br>pesantren dengan pendekatan fungsional mampu meningkatkan kualitas lingkungan<br>belajar dan ibadah. Manfaat dari perancangan ini diharapkan dapat meningkatkan<br>kenyamanan penghuni dan efektivitas kegiatan di Pondok Pesantren Modern Al-Ihsan<br>Baleendah.</p> <p>Kata kunci: perancangan ulang, pondok pesantren, fungsional, elemen interior, zonasi ruang.</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/29060PERANCANGAN ULANG PLAZA ASIA SUMEDANG DEPARTMENT STORE, FOOD COURT, DAN LOBBY 2026-01-07T11:31:59+07:00Muhammad Faris Naufal[email protected]Widyanesti Liritantri[email protected]Fajarsani Retno Palupi[email protected]<p>Plaza Asia Sumedang yang berlokasi di Jalan Mayor Abdurahman Kota Sumedang<br>merupakan pusat perbelanjaan berkonsep mixed-use yang tidak hanya digunakan sebagai<br>area untuk berbelanja namun terdapat fasilitas hotel Bintang Tiga, Bioskop, serta aula<br>sebagai fasilitas untuk melaksanakan acara seperti seminar, resepsi pernikahan atau acara<br>lainnya. Sejalan dengan visi Plaza Asia yaitu menjadi menjadi perusahaan di bidang retail<br>yang termaju, terdepan dan terbesar di wilayah Priangan Timur, dengan<br>memperhitungkan minat pengunjung yang semakin tinggi akibat adanya akses dari exit<br>jalan tol Cisumdawu dan cukup pesatnya perkembangan daya tarik wisata di Kabupaten<br>Sumedang, mengharuskan untuk memiliki tampilan visual yang lebih menarik sehingga<br>membuat pengunjung betah hingga tertarik untuk berbelanja dan kembali lagi<br>dikemudian hari. Salah satu upayanya adalah melakukan perancangan ulang interiornya.<br>Perancangan ulang Plaza Asia Sumedang dilakukan pada area Asia Fashion di lantai dasar<br>(Ground Floor), Food court Teras Jajan di lantai 2, dan Lobby GF Utama yang berfokus<br>untuk menciptakan suasana dan penerapan standar perancangan sebagai solusi untuk<br>kenyamanan dan pengalaman baru dalam berbelanja serta menambah daya tarik<br>pengunjung dengan konsep perancangan yang lebih baik mengikuti tren desain retail store<br>terkini.<br>Kata Kunci: Asia Fashion, Food court Teras Jajan, Lobby GF Utama, Tren desain interior retail store</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/29062IMPLEMENTASI PENDEKATAN BRAND IDENTITY DALAM PERANCANGAN ULANG RUMAH SAKIT INSAN PERMATA TIPE C TANGERANG SELATAN 2026-01-07T13:27:59+07:00Fauzia Aisyah Wisdhiputri[email protected]Vika Haristianti[email protected]Hana Faza Surya Rusyda[email protected]<p>Perancangan Rumah Sakit Umum Syariah Insan Permata di Tangerang Selatan<br>dilatarbelakangi oleh kebutuhan fasilitas kesehatan yang mengintegrasikan pelayanan<br>medis dengan nilai-nilai Islam. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana merancang<br>rumah sakit yang tidak hanya memenuhi standar teknis rumah sakit kelas C sesuai<br>Permenkes, tetapi juga menampilkan identitas syariah secara menyeluruh pada interior<br>dan fasilitasnya. Tujuan perancangan ini adalah menciptakan lingkungan penyembuhan<br>yang nyaman, menenangkan, dan islami melalui pendekatan brand identity. Metode yang<br>digunakan meliputi studi literatur, analisis kebutuhan ruang, observasi lapangan, dan<br>penerapan konsep desain islami. Hasil perancangan menunjukkan penerapan elemen<br>identitas pada bentuk furnitur, skema warna, pencahayaan, dan penataan ruang yang<br>mendukung suasana tenang dan religius. Kesimpulan dari perancangan ini adalah bahwa<br>penerapan identitas merek berbasis syariah dapat meningkatkan pengalaman pasien,<br>memperkuat citra rumah sakit, serta menjadi pembeda di antara rumah sakit umum<br>lainnya. Manfaatnya adalah memberikan alternatif desain rumah sakit yang fungsional,<br>estetis, dan bernilai spiritual.<br>Kata kunci: brand identity, desain interior, rumah sakit, syariah.</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/29064PERANCANGAN ULANG RUMAH SAKIT TK.II MOH.RIDWAN MEURAKSA (RS KESDAM JAYA) JAKARTA DENGAN PENDEKATAN INDOOR HEALTH COMFORT 2026-01-07T14:59:04+07:00Dimas Fantri Yudha[email protected]Widyanesti Liritantri[email protected] Fernando Septony Siregar[email protected]<p>Rumah Sakit Tk. II Moh. Ridwan Meuraksa adalah fasilitas kesehatan militer di bawah Kesdam<br>Jaya yang juga melayani masyarakat umum dan menjadi pusat pemeriksaan kesehatan bagi calon anggota<br>TNI-AD, sehingga membutuhkan kondisi interior yang mendukung kenyamanan. Namun, ditemukan<br>beberapa permasalahan seperti pencahayaan alami yang berlebih, suhu ruang yang tidak stabil, sirkulasi pasca<br>pandemi yang kurang maksimal, serta elemen interior seperti material, furnitur dan signage yang belum<br>memenuhi standar. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dilakukan perancangan ulang dengan pendekatan<br>Indoor Health Comfort (IHC) yang terdiri dari delapan aspek utama. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif<br>melalui observasi, wawancara, studi literatur, studi preseden, dan dokumentasi lapangan. Tema perancangan<br>adalah Healing in Common Place, yang menggambarkan rumah sakit sebagai tempat penyembuhan bagi<br>semua pengguna dari berbagai latar belakang, sedangkan konsep yang digunakan adalah Modern Space Based<br>on Comfort and Identity, yaitu desain interior modern yang menekankan kenyamanan tanpa menghilangkan<br>karakter militer. Hasil perancangan menghasilkan ruang yang lebih aman, nyaman dan mendukung proses<br>penyembuhan, namun masih diperlukan pengembangan lebih lanjut bagi peneliti selanjutnya dikarenakan<br>perkembangan teknologi material serta desain di masa yang akan datang agar rumah sakit dapat lebih optimal<br>terhadap kebutuhan di masa mendatang.<br>Kata kunci : Fasilitas Kesehatan Militer, Indoor Health Comfort, Healing in Common Place, Modern Space,<br>Comfort and Identity.</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/29065KAJIAN PENERAPAN DESAIN BIOFILIK PADA KAMAR RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TIPE B OTO ISKANDAR DI NATA SOREANG2026-01-07T15:04:33+07:00Elita Felisiana Ananda Setiawan[email protected]Agustinus Nur Arief Hapsoro[email protected]Raisya Rahmaniar Hidayat[email protected]<p>Dengan adanya peningkatan kebutuhan manusia terhadap lingkungan<br>penyembuhan yang dapat mendukung kenyamanan psikologis pasien di rumah sakit<br>menjadi latar belakang penting dalam penelitian ini, khususnya pada penerapan desain<br>biofilik di Rumah Sakit Umum Daerah Tipe B Oto Iskandar Di Nata. Lingkungan rumah<br>sakit yang seringkali menimbulkan kecemasan dan stress pada pasien menuntut adanya<br>pendekatan desain yang lebih beriorientasi pada penyembuhan. Pada penyusunan penelitian<br>ini digunakan beberapa metode seperti penggunaan metode kualitatif dengan pendekatan<br>observasi langsung terhadap ruang rawat inap, dilakukan dokumentasi visual terhadap<br>elemen interior, beserta wawancara semi-terstruktur dengan pengguna dan staff rumah sakit<br>hingga dilakukannya proses desain dalam mencapai kebutuhan pengguna sesuai dengan<br>konsep desain biofilik. Penelitian ini bertujuan memberikan masukan untuk pengembangan<br>desain interior rumah sakit yang lebih mendukung proses penyembuhan secara holistik.<br>Sehingga hasil penelitian menunjukkan bahwa desain biofilik dipandang sebagai solusi<br>potensial yang mampu menghadirkan elemen alami ke dalam ruang rawat inap untuk<br>meningkatkan kesejahteraan pasien. Dengan menerapkan elemen seperti pencahayaan<br>alami, kehadiran tanaman, koneksi visual dengan alam terbukti dapat mengurangi tingkat<br>kecemasan dan depresi pada pasien serta dapat menciptakan suasana ruang yang lebih<br>tenang dan nyaman. Oleh karena itu, integrasi elemen biofilik secara menyeluruh sangat<br>disarankan untuk meningkatkan kualitas lingkungan penyembuhan di rumah sakit.<br>Kata kunci : Desain, Biofilik, Kesehatan, Rawat Inap, Kenyamanan Psikologis</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/29066PERANCANGAN ULANG SEKOLAH KHARISMA BANGSA DENGAN PENDEKATAN AKTIVITAS BERDASARKAN KURIKULUM CAMBRIDGE2026-01-07T15:14:04+07:00Fathimah Fathimah[email protected]Rangga Firmansyah[email protected]Irwan Sudarisman[email protected]<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan Sekolah Kharisma Bangsa<br>untuk menciptakan ruang belajar yang mampu menjawab tantangan pendidikan<br>masa kini dan juga masa depan. Hasil observasi menunjukkan bahwa beberapa ruang<br>belajar dan fasilitas pendukung belum sepenuhnya mendukung aktivitas belajar<br>mengajar, kolaborasi, dan pekerjaan administratif. Tujuan penelitian ini adalah<br>merancang ulang interior sekolah dengan mengusung tema Future-Ready Learning<br>Space dan konsep Adaptive Learning, selaras dengan Kurikulum Cambridge yang<br>menekankan pembentukan pribadi Confident, Responsible, Reflective, Innovative,<br>dan Engaged. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, studi literatur,<br>studi preseden, dan analisis kebutuhan pengguna. Hasil perancangan ini diwujudkan<br>melalui tata ruang modular dan multifungsi, furnitur fleksibel, ruang kolaboratif<br>terbuka, area tenang untuk belajar mandiri, integrasi teknologi, dan zonasi efisien.<br>Kesimpulannya, rancangan ini dapat mengatasi permasalahan layout yang kaku,<br>kapasitas ruang yang kurang sesuai dengan standar, dan minimnya fasilitas<br>kolaboratif, sehingga bermanfaat dalam menciptakan ekosistem belajar yang<br>adaptif, fungsional, dan dapat mendukung perkembangan siswa secara optimal.</p> <p>Kata kunci: Adaptive Learning, Cambridge Curriculum, desain interior sekolah,Future-Ready Learning Space, ruang kolaboratif</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/29067PERANCANGAN ULANG SHOWROOM VOLKSWAGEN BANDUNG DENGAN PENDEKATAN BRAND INDENTITY2026-01-07T15:17:40+07:00Dani Kahil Muharram Soetopo[email protected]Aditya Bayu Perdana[email protected]esthyo Putra Pangestu[email protected]<p>Perubahan tren industri otomotif global, khususnya transisi menuju<br>kendaraan listrik (EV), mendorong Volkswagen untuk memperkuat identitas<br>mereknya melalui pendekatan desain showroom yang baru, yaitu New Brand Design<br>(NBD). Namun, showroom Volkswagen Bandung belum sepenuhnya mengadopsi<br>identitas visual dan fungsional tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk merancang<br>ulang interior showroom Volkswagen Bandung agar sesuai dengan identitas brand<br>terkini dan dapat meningkatkan pengalaman pelanggan. Metode yang digunakan<br>mencakup observasi, wawancara, studi literatur, dan studi preseden. Hasil<br>perancangan menekankan penerapan elemen-elemen identitas merek seperti<br>pemilihan warna cerah, bentuk dinamis, pencahayaan aksen, serta material yang<br>merepresentasikan nilai inovatif dan berkelanjutan dari Volkswagen. Desain ulang ini<br>juga menata ulang sirkulasi ruang, sistem display, serta fasilitas penunjang seperti<br>lounge dan area interaktif untuk mendukung informasi seputar kendaraan listrik.<br>Implementasi pendekatan brand identity diharapkan mampu membentuk showroom<br>yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat jual beli, tetapi juga sebagai ruang<br>pengalaman yang memperkuat citra merek Volkswagen di mata konsumen<br>Indonesia.<br>Kata kunci: Showroom, Brand Identity, Volkswagen, Desain Interior, Mobil Listrik</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/29068KAJIAN TEORI COLLABORATIVE LEARNING DALAM PERANCANGAN INTERIOR RUANG KELAS SLBN NEGERI TAMANSARI 2026-01-07T15:20:53+07:00Nasya Nabila[email protected]Doddy Friestya Asharsinyo[email protected]Rexha Septine Faril Nanda[email protected]<p>Perancangan ulang SLB Negeri Tamansari di Tasikmalaya dengan<br>pendekatan Collaborative Learning bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang<br>inklusif, aman, nyaman, serta sepenuhnya mendukung kebutuhan siswa<br>berkebutuhan khusus dalam berbagai aspek perkembangan mereka. Proyek ini<br>berangkat dari identifikasi sejumlah permasalahan nyata di lapangan, seperti ruang<br>kelas yang terlalu sempit untuk aktivitas belajar yang optimal, furnitur yang tidak<br>ergonomis dan kurang ramah bagi siswa dengan keterbatasan fisik, minimnya zona<br>individual untuk konsentrasi belajar, serta kurangnya fasilitas keamanan dan sistem<br>pemeliharaan bangunan yang memadai. Melalui pendekatan desain yang<br>menitikberatkan pada kerja sama, fleksibilitas tata ruang, dan integrasi fungsi,<br>perancangan mencakup penyediaan furnitur yang sepenuhnya ramah disabilitas,<br>pencahayaan alami yang memadai, ventilasi silang yang baik, serta elemen desain<br>yang mendukung stimulasi sensorik positif bagi siswa dengan beragam kebutuhan.<br>Selain itu, rancangan juga memperhatikan kemudahan aksesibilitas antar ruang,<br>penataan area belajar kelompok dan ruang pribadi secara proporsional, penggunaan<br>material yang aman, ramah lingkungan, dan mudah dirawat, serta penambahan<br>ruang terbuka hijau dan area bermain interaktif untuk mendorong perkembangan<br>fisik, emosional, dan sosial siswa. Hasil desain diharapkan mampu meningkatkan<br>kenyamanan, efektivitas pembelajaran, interaksi sosial yang inklusif, sekaligus<br>menjadi model referensi yang dapat diaplikasikan pada pengembangan sekolah<br>inklusif lainnya di Indonesia.<br>Kata kunci: Collaborative Learning, inklusivitas, desain interior, SLB, disabilitas.</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/29069PERANCANGAN ULANG TRENMATIKA ISLAMIC BOARDING SCHOOL DENGAN PENDEKATAN BEHAVIOUR2026-01-07T15:23:56+07:00Sahira Elmerillia Lubna[email protected]Niken Laksitarini[email protected]Rexha Septine Faril Nanda[email protected]<p>Perancangan ulang interior Trenmatika Islamic Boarding School dengan<br>menggunakan pendekatan perilaku manusia (Human Behaviour). SMP dan SMA<br>Trenmatika, atau Pesantren Matematika, merupakan lembaga pendidikan<br>berasrama yang mengintegrasikan kurikulum pesantren dengan kurikulum sekolah,<br>menggunakan konsep modernisasi pesantren dengan perpaduan antara ilmu<br>pengetahuan (sains) dan nilai-nilai keislaman. Metode penelitian yang digunakan<br>meliputi observasi langsung, wawancara dengan pengelola dan siswa, serta studi<br>literatur. Pendekatan desain berbasis perilaku dipilih karena ruang dipandang<br>sebagai elemen yang memengaruhi dan merespons perilaku penggunanya. Hasil<br>perancangan menunjukkan bahwa desain yang berfokus pada kebutuhan dan<br>perilaku pengguna mampu meningkatkan kenyamanan, efektivitas proses belajar<br>mengajar, serta mendukung internalisasi nilai-nilai dasar Islam sesuai visi dan misi<br>sekolah. Tema "Ruang Tumbuh Berkarakter" diterapkan dengan konsep warna netral<br>dan lembut, material alami, serta elemen visual edukatif untuk mendukung<br>pengalaman ruang yang mendidik<br>Kata Kunci : Interior, Karakter, Lingkungan Belajar, Kenyamanan, Nilai Islam</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/29070PERANCANGAN ULANG UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA DENGAN PENDEKATAN LEARNING COMMONS 2026-01-07T15:26:58+07:00Sharla Rahma Martiza[email protected]Doddy Friestya Asharsinyo[email protected]Santi Salayanti[email protected]Fajarsani Retno Palupi[email protected]<p>UPT Perpustakaan Universitas Kristen Maranatha memiliki peran penting<br>dalam mendukung kegiatan akademik. Namun, memiliki sejumlah tantangan terkait<br>tata letak, fasilitas dan kebutuhan pengguna yang terus berkembang di era digital.<br>Penelitian ini bertujuan untuk mencancang ulang perpustakaan dengan pendekatan<br>learning commons guna menciptakan ruang yang produktif, kolaboratif dan adaptif<br>terhadap kebutuhan generasi digital. Metode penelitian yang digunakan adalah<br>pendekatan kualitatif melalui observasi langsung, wawancara dengan kepala UPT<br>Perpustakaan Universitas Kristen Maranatha serta penyebaran kuesioner kepada<br>mahasiswa lintas fakultas. Hasil analisis menunjukkan perlunya penataan zona<br>berdasarkan aktivitas, penyediaan fasilitas teknologi serta pengolahan desain<br>interior yang mencerminkan tema PLAYce (Productive, Learning dan Active Space).<br>Perancangan ini menggabungkan konsep fleksibilitas ruang, ergonomi, kenyamanan<br>serta identitas visual kampus. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa<br>transformasi perpustakaan dengan pendekatan learning commons mampu<br>meningkatkan kualitas ruang dan mendukung proses pembelajaran aktif. Penelitian<br>ini memberikan manfaat dalam pengembangan desain ruang belajar yang sesuai<br>dengan kebutuhan pengguna dan standar perpustakaan modern.<br>Kata Kunci: Perpustakaan Perguruan Tinggi, Learning Commons, Desain Interior</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/29071REDESAIN HOTEL SAVOY HOMANN BANDUNG DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL 2026-01-07T15:30:43+07:00Faishal Muhammad Qurthuby Suharja[email protected]Titihan Sarihati [email protected]Donny Trihanondo[email protected]<p>Perancangan ulang interior Hotel Savoy Homann dilatarbelakangi oleh<br>permasalahan kenyamanan dan estetika ruang yang berdampak pada pengalaman<br>pengunjung dan karyawan. Ketidakharmonisan elemen desain seperti material, bentuk,<br>warna, dan pencahayaan mengurangi daya tarik historis hotel dan belum mencerminkan<br>kekayaan budaya lokal serta nilai arsitektural bangunan. Penelitian ini bertujuan<br>mengembalikan karakter khas hotel melalui pendekatan desain berbasis konteks budaya dan<br>sejarah, sekaligus menciptakan ruang yang representatif dan nyaman. Metode yang<br>digunakan adalah mixed methods, dengan pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif<br>melalui observasi, wawancara, serta kuesioner kepada pengguna ruang. Hasil analisis<br>menunjukkan bahwa integrasi gaya Art Deco dengan unsur budaya lokal dapat menghasilkan<br>ruang interior yang estetis, fungsional, serta mengandung nilai edukatif dan historis.<br>Perancangan ini diharapkan dapat memperkuat identitas Hotel Savoy Homann sebagai ikon<br>arsitektur warisan di Kota Bandung, serta menjadi referensi desain interior yang mampu<br>menjawab tantangan pelestarian nilai historis dalam konteks modern.<br>Kata kunci: desain interior, hotel warisan budaya, nilai lokal, hotel savoy homann, art deco</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/29072Pendekatan Teknologi Imersif Pada Sistem Display di Redesain Museum Zoologi Kota Bogor 2026-01-07T15:34:08+07:00Amir Muhammad Zia Ulhaq[email protected]Ahmad Nur Sheha Gunawan[email protected]Raisya Rahmaniar Hidayat[email protected]<p>Museum Zoologi Bogor merupakan museum khusus yang berfungsi sebagai<br>sarana perlindungan, edukasi, dan pameran koleksi hewan yang telah diawetkan.<br>Didirikan sejak tahun 1894 oleh J.C. Koningsberger, museum ini terletak di kawasan Kebun<br>Raya Bogor dengan luas bangunan ±2450 m². Dalam perancangan ini terdapat 4 metode<br>untuk melakukan pengumpulan data yaitu observasi atau survei, kuesioner dan<br>wawancara, serta studi literatur. Berdasarkan data yang ditemukan, terdapat 3<br>kesimpulan permasalahan, (1) Terdapat benda koleksi yang penempatan yang belum<br>sesua dengan klasifikasinya sehingga membuat pengunjung merasa bingung ketika<br>didalam ruang pamer dan belum bisa memahami storyline yang ada, (2) Pengunjung<br>merasa penyampaian informasi pada sistem display masih sangat terbatas, sehingga<br>pengunjung belum bisa mendapatkan informasi tentang benda koleksi secara lengkap, (3)<br>minimnya penggunaan media interaktif dan teknologi digital dalam sistem display<br>membuat pengunjung merasa bosan ketika berada didalam ruangan karena terbatasnya<br>aktivitas yang bisa dilakukan selain melihat benda koleksi. Perancangan ulang museum ini<br>bertujuan untuk meningkatkan kualitas sistem display melalui penerapan teknologi ruang<br>imersif dan media interaktif, guna menciptakan pengalaman edukatif yang lebih menarik<br>dan komunikatif. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat fungsi museum sebagai<br>pusat edukasi dan rekreasi, serta selaras dengan visi dan misi Museum Zoologi Bogor<br>dalam mengembangkan sarana pameran yang mengikuti perkembangan ilmu dan<br>teknologi.<br>Kata Kunci : Museum Zoologi, Teknologi, Imersif, Interaktif</p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026