eProceedings of Art & Design
https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign
<p class="cvGsUA direction-ltr align-start para-style-body"><span class="OYPEnA text-decoration-none text-strikethrough-none">e-Proceedings of Art & Design is a media for publishing scientific work by graduates of Telkom University which contains </span><span class="OYPEnA text-decoration-none text-strikethrough-none">Art & Design studies. </span><span class="OYPEnA text-decoration-none text-strikethrough-none">Uploaded scientific papers will go through inspection procedures (reviewers) and approval from the relevant supervisor.</span></p>Telkom Universityen-USeProceedings of Art & Design2355-9349PERANCANGAN AUDITORIUM MODERN PERFORMING ARTS CENTER DI KOTA BARU PARAHYANGAN DENGAN PENDEKATAN PERILAKU
https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/30114
<p>Kota Baru Parahyangan (KBP) telah berkembang sebagai kota mandiri yang<br>lengkap, namun masih memiliki kekosongan fasilitas seni pertunjukan yang<br>representatif. Padahal, tingginya populasi seniman aktif di Jawa Barat dan dukungan<br>regulasi pengembangan ekonomi kreatif menuntut adanya ruang publik berbasis<br>seni. Permasalahan utama yang ditemukan adalah minimnya gedung pertunjukan<br>yang memenuhi standar teknis, kapasitas, dan akustik untuk pertunjukan modern.<br>Penelitian ini bertujuan merancang sebuah Auditorium Modern Performing Arts<br>Center di KBP sebagai solusi pemenuhan kebutuhan budaya dan rekreasi masyarakat<br>kelas menengah-atas. Menggunakan klasifikasi metropolitan centre, perancangan ini<br>difokuskan pada pertunjukan teater dan musik dengan standar internasional.<br>Metode perancangan menggunakan pendekatan perilaku, yang menyelaraskan<br>kebutuhan teknis pelaku seni dengan pengalaman emosional serta kenyamanan<br>pengunjung. Hasil rancangan diharapkan menjadi ikon budaya baru yang mampu<br>mengintegrasikan fungsi seni, sosial, dan komersial guna mendukung ekosistem<br>ekonomi kreatif di Bandung Barat.</p>Faudzah Dhiyaul AuliyahAida AndrianawatiDonny Trihanondo
Copyright (c) 2026
2026-06-302026-06-3013345964603ERANCANGAN BARU HOTEL LORIN CIAMIS BINTANG 3 DENGAN PENDEKATAN BUDAYA
https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/30118
<p>Perancangan Baru Lorin Hotel Bintang 3 di Kabupaten Ciamis dilatarbelakangi oleh peningkatan<br>aktivitas pariwisata, kebutuhan akan fasilitas akomodasi yang lebih memadai, serta keterbatasan<br>hotel berbintang dengan kualitas desain interior yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk<br>merumuskan konsep perancangan interior hotel berbintang 3 yang fungsional, nyaman, dan<br>berkarakter lokal. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, kuesioner, dokumentasi,<br>studi literatur, dan studi preseden untuk mengidentifikasi permasalahan serta merumuskan solusi<br>desain yang relevan. Hasil perancangan menerapkan pendekatan lokalitas berbasis nilai budaya<br>Sunda Someah Hade Ka Semah melalui tata ruang yang terbuka dan ramah, pemilihan material<br>bernuansa alami, serta suasana ruang yang hangat. Identitas budaya Ciamis diinterpretasikan<br>secara modern melalui elemen batik Galuh Pakuan, batik Lepaan Kembang, kerajinan bambu dan<br>rotan, serta gerabah dan keramik Ciamis dalam tema Modern Culture. Konsep restorative space<br>diwujudkan melalui area craft and showcase di lobby untuk memperkaya pengalaman ruang<br>sekaligus memperkuat karakter lokal hotel. Perancangan ini diharapkan menghasilkan desain<br>interior hotel yang fungsional, nyaman, beridentitas lokal, serta mendukung citra Kabupaten<br>Ciamis sebagai destinasi wisata yang berkembang.<br>Kata kunci: Experiential Design, Desain Interior Hotel, Restorative Space</p>Mario RenaldiArnanti Primiana YuniatiWidyanesti Liriantri
Copyright (c) 2026
2026-06-302026-06-3013346044616PERAN ELEMEN DESAIN INTERIOR DALAM MEMBENTUK INDENTITAS RUANG DAN CITRA BRAND PADA FASILITAS FRONT DESK DI KOTA BEKASI (STUDI KASUS: APARTEMEN GATEWAY PARK OF LRT CITY)
https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/30119
<p>Kepadatan penduduk di kawasan perkotaan seperti Kota Bekasi memicu terbatasnya ketersediaan<br>lahan permukiman, sehingga mendorong pembangunan hunian vertikal berupa apartemen.<br>Sebagai hunian publik, apartemen tidak hanya menawarkan fungsi tempat tinggal, tetapi juga<br>menyajikan pengalaman ruang yang mencerminkan identitas dan citra merek (brand image) dari<br>pengembang. Citra brand yang kuat berperan penting dalam membentuk persepsi pengguna<br>terhadap kualitas dan nilai dari apartemen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran<br>elemen desain interior dalam membentuk identitas ruang dan memperkuat citra brand pada<br>fasilitas publik apartemen, dengan studi kasus pada Apartemen Gateway Park of LRT City, Bekasi.<br>Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui<br>observasi langsung, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemenelemen desain interior seperti warna, material, pencahayaan, dan bentuk ruang memiliki kontribusi signifikan dalam membangun suasana ruang yang mendukung penyampaian nilai dan<br>karakter merek. Area-area seperti lobi, lounge, dan resepsionis menjadi ruang strategis dalam<br>memberikan kesan awal serta memperkuat branding apartemen. Temuan ini menunjukkan pentingnya integrasi antara strategi branding dan perancangan interior dalam menciptakan hunian yang tidak hanya fungsional, tetapi juga komunikatif secara visual dan<br>emosional.<br>Kata Kunci Apartemen Gateway Park Of LRT City, Desain Interior, Identitas Ruang, Citra Brand</p>Jihannida NurulhudaImtihan HanomAriesa Farida
Copyright (c) 2026
2026-06-302026-06-3013346174636PERANCANGAN BARU PERPUSTAKAAN UMUM KOTA BEKASI DENGAN PENDEKATAN AKTIVITAS
https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/30121
<p>Perpustakaan Umum Kota Bekasi merupakan fasilitas publik yang berperan<br>sebagai pusat literasi, edukasi, dan rekreasi masyarakat. Pentingnya tata ruang,<br>kapasitas bangunan, serta kelengkapan fasilitas pada perpustakaan sangat<br>mempengaruhi keoptimalan dan kenyamanan aktivitas pengguna perpustakaan di<br>dalamnya. Hal ini harus di sesuaikan dengan standarisasi perpustakaan umum.<br>Pengolahan tata ruang dan pembagian zonasi yang tidak efektif dapat<br>mempengaruhi fungsi masing-masing ruang sehingga aktivitas berjalan tidak<br>maksimal. Oleh karena itu dirancang pengembangan baru dengan pendekatan<br>berbasis aktivitas (activity-based design) yang merujuk pada user dan aktivitasnya.<br>Hal ini bertujuan mewujudkan ruang perpustakaan yang lebih fungsional, inklusif,<br>dan adaptif terhadap kebutuhan pengguna dari berbagai kelompok usia dan<br>kemampuan sehingga Perpustakaan Umum Kota Bekasi dapat bertransformasi<br>menjadi sebuah tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran,<br>kolaborasi, interaksi sosial, yang mampu meningkatkan minat baca masyarakat.<br>Selain itu, pengembangan juga diharapkan mampu mengintegrasikan pemanfaatan<br>teknologi informasi, penyediaan ruang yang fleksibel, serta suasana yang nyaman<br>dan menarik bagi pengunjung. Dengan perencanaan yang matang dan berorientasi<br>pada aktivitas pengguna, perpustakaan dapat berfungsi secara optimal sebagai ruang<br>publik yang hidup dan dinamis. Keberadaan perpustakaan yang tertata baik<br>diharapkan dapat mendorong budaya literasi, meningkatkan partisipasi masyarakat,<br>serta memperkuat peran Perpustakaan Umum Kota Bekasi sebagai pusat kegiatan<br>edukatif dan kultural di lingkungan perkotaan.<br>Kata kunci: perancangan baru, perpustakaan, desain interior, pendekatan aktivitas</p>Marcella Erianti PutriErlana Adli WismoyoVika Haristianti
Copyright (c) 2026
2026-06-302026-06-3013346374646PERANCANGAN INTERIOR TKIT BIRRUL WAALIDAYN DENGAN PENDEKATAN HUMAN CENTERED DESIGN
https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/30124
<p>KIT Birrul Waalidayn merupakan pendidikan anak usia dini yang belum<br>memenuhi Standar Nasional Pendidikan yang mengacu pada Permendikbud Nomor<br>137 Tahun 2014 dan Pedoman Prasarana PAUD – Direktorat Pembinaan PAUD<br>Kemendikbud 2014 tentang standar sarana dan prasarana dalam bentuk fasilitas<br>yang diwujudkan ke dalam interior PAUD sebagai pemenuhan sertifikasi akreditasi.<br>Dengan mempertimbangkan permasalahan yang ada, maka pendekatan Human<br>Centered Design (HCD) ditentukan karena pendekatan ini berfokus kepada<br>kebutuhan manusia sebagai pengguna ruang. Pada perancangan ini metode yang<br>digunakann berupa observasi, wawancara, studi literatur dan analisis. Tujuan dari<br>perancangan ini adalah menciptakan ruang kelas yang mempertimbangkan<br>kebutuhan, kenyamanan serta keamanan anak melalui human centered design<br>melalui pemilihan bentuk, warna, tekstur, hingga penggunaan material pada ruang<br>yang dirancang sehingga dapat mendukung aktivitas pembelajaran anak di sekolah<br>secara optimal. Hasil dari perancangan ini diharapkan dapat menciptakan keamanan<br>dan kenyamanan anak dengan mempertimbangkan kebutuhan anak itu sendiri.<br>Kata kunci: Pendidikan Anak Usia Dini, Desain berpusat pada Manusia, TKIT Birrul Waalidayn</p>Khalishah Hasna SiahaanAhmad Nur Sheha GunawanDesthyo Putra Pangestu
Copyright (c) 2026
2026-06-302026-06-3013346474665PERANCANGAN ULANG FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO DENGAN PENDEKATAN BRAND IDENTITY
https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/30416
<p>Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang interior Gedung Fakultas Kedokteran<br>Universitas Muhammadiyah Metro menggunakan pendekatan Brand Identity guna<br>meningkatkan fungsi ruang, kenyamanan pengguna, serta penguatan citra institusi.<br>Permasalahan utama pada kondisi eksisting meliputi sirkulasi yang kurang jelas,<br>kenyamanan visual yang rendah, dan lemahnya representasi identitas fakultas.<br>Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan,<br>wawancara, kuesioner terbuka, serta analisis literatur dan studi preseden. Hasil<br>penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep Brand Identity ke dalam elemen<br>interior seperti warna institusi, material, tata ruang, pencahayaan, serta elemen<br>visual mampu meningkatkan keterbacaan fungsi ruang, kualitas pengalaman spasial,<br>dan rasa keterikatan pengguna terhadap institusi. Implementasi desain terutama<br>terlihat pada area lobby, ruang pembelajaran, ruang dosen, dan laboratorium yang<br>menunjukkan peningkatan dari aspek fungsional, visual, dan psikologis. Dengan<br>demikian, perancangan ulang ini tidak hanya menyelesaikan persoalan teknis, tetapi<br>juga membangun lingkungan belajar yang profesional, humanis, dan representatif<br>sesuai karakter pendidikan kedokteran.</p> <p>Kata kunci: brand identity, desain interior, fakultas kedokteran, kenyamanan pengguna, ruang pendidikan</p>M Daffa Khalisya MyandraAgustinus Nur Arief HapsoroSanti Salayanti
Copyright (c) 2026
2026-06-302026-06-3013346664679PERANCANGAN ULANG GEDUNG A PADA BANDUNG TECHNO PARK DENGAN PENDEKATAN CORPORATE IDENTITY
https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/30418
<p>Bandung Techno Park (BTP) adalah kawasan sains dan teknologi berbasis<br>universitas yang berfungsi sebagai pusat inovasi, inkubasi bisnis, dan pengembangan<br>teknologi. Gedung A, sebagai bangunan utama, memiliki tujuan strategis untuk<br>mendukung kegiatan tersebut dan menunjukkan identitas institusi. Namun demikian,<br>kondisi interior saat ini menunjukkan beberapa masalah: tata ruang yang tidak efisien,<br>kenyamanan ruang yang tidak ideal, sirkulasi dan aksesibilitas yang tidak terarah, dan<br>kurangnya penerapan identitas visual perusahaan. Oleh karena itu, untuk meningkatkan<br>citra institusi dan meningkatkan kualitas ruang, interior Gedung A dirancang ulang<br>menggunakan pendekatan identitas perusahaan. Wawancara dengan pengguna,<br>observasi lapangan, penelitian literatur, dan studi banding pada bangunan sejenis adalah<br>semua metode yang digunakan dalam perancangan. Hasil perancangan menunjukkan<br>bahwa penerapan elemen identitas perusahaan melalui pengolahan tata ruang, sirkulasi,<br>warna, material, pencahayaan, dan sistem wayfinding dapat membuat lingkungan kerja<br>lebih representatif, fungsional, dan nyaman. Diharapkan perancangan ini akan<br>meningkatkan produktivitas pengguna dan mendukung peran Bandung Techno Park<br>sebagai pusat kewirausahaan dan inovasi berbasis teknologi.<br>Kata kunci: desain interior, perancangan ulang, corporate identity, Bandung Techno Park</p>Nabila Fairuz SafaNiken LaksitariniTeddy Ageng Maulana
Copyright (c) 2026
2026-06-302026-06-3013346804698PERANCANGAN ULANG GEDUNG B GALERI NASIONAL INDONESIA DENGAN PENDEKATAN EXPERIENTIAL DESIGN
https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/30419
<p>Perancangan ulang Gedung B Galeri Nasional Indonesia dilakukan untuk<br>meningkatkan kualitas ruang pamer tetap dengan menghadapi sejumlah<br>permasalahan, seperti sirkulasi pengunjung yang kurang efisien, keterbatasan<br>fasilitas interaktif dan edukatif, serta pencahayaan yang belum optimal<br>terhadap standar konservasi karya. Temuan observasi, wawancara, dan<br>kuesioner terhadap 51 responden menunjukkan kebutuhan ruang yang lebih<br>fleksibel, interaktif, nyaman secara visual, serta mampu membangun<br>keterhubungan emosional dengan karya seni. Tantangan bertambah karena<br>Gedung B merupakan bangunan cagar budaya Tipe A yang tidak dapat<br>mengalami perubahan bentuk, struktur, dan material utama. Melalui<br>pendekatan experiential design, perancangan dilakukan dengan pengolahan<br>narasi ruang, atmosfer pencahayaan, materialitas, teknologi interaktif, dan<br>elemen multisensori. Hasil perancangan menunjukkan peningkatan<br>keterlibatan visual, emosional, dan kognitif pengunjung serta memperkuat<br>fungsi edukatif dan sosial galeri, tanpa menghilangkan nilai historis<br>bangunan.<br>Kata kunci: experiential design, museum, galeri seni, cagar budaya, pengalaman pengunjung</p>Rahmat Tio SaputraFernando Septony SiregarAthifa Sri Ismiranti
Copyright (c) 2026
2026-06-302026-06-3013346994717PERANCANGAN ULANG HOTEL “X” DI KOTA YOGYAKARTA DENGAN PENDEKATAN FUNGSIONAL
https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/30421
<p>Peran hotel dalam industri pariwisata dan bisnis telah berkembang pesat dalam dua dekade terakhir, tidak lagi hanya sebagai tempat istirahat tetapi juga<br>penyedia fasilitas pendukung aktivitas komersial yang kompleks. Di Yogyakarta, khususnya Kabupaten Sleman, peningkatan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara mencapai lebih dari 5,4 juta pada 2023, didominasi oleh kegiatan bisnis<br>dan MICE, menimbulkan kebutuhan akomodasi yang mendukung produktivitas tinggi. Namun, di Jalan Affandi Gejayan, belum ada hotel bisnis bintang empat yang representatif, menyebabkan kusulitan akses bagi pekerja kantor, tamu universitas, dan eksekutif, sehingga mereka memilik lokasi lebih jauh yang menurunkan efisiensi. Observasi dan wawancara pada Hotel “X” mengungkap kendala seperti keterbatasan<br>fasilitas premium, sirkulasi area publik yang tidak efisien, dan masalah akustik kamar yang mengganggu konsentrasi. Tujuan penelitian ini adalah merancang ulang interior Hotel “X” dengan pendekatan fungsional untuk meningkatkan kualitas pelayanan<br>dan optimalisasi operasional. Metode melibatkan analisis prinsip form follows function, pemaksimalan ruang, zonasi dan pemenuhan standar teknis kenyamanan.<br>Hasil temuan menunjukkan redesain dapat menutup celah pasar dengan fasilitas lengkap dan terzonasi baik. Kesimpulan menyatakan bahwa pendekatan ini mendukung pertumbuhan sektor bisnis di Sleman, sementara manfaatnya mencakup<br>peningkatan efisiensi aksesibilitas, produktivitas tamu, dan citra hotel sebagai akomodasi bisnis utama.</p> <p>Kata Kunci: Bisnis hotel, fungsional, redesain, Yogyakarta, hotel bintang empat</p>Nabila Putri CarmediTitihan SarihatiAditya Bayu Perdana
Copyright (c) 2026
2026-06-302026-06-3013347184732PERANCANGAN ULANG HOTEL ASTON PASTEUR DENGAN PENDEKATAN WELLNESS
https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/30424
<p>Pertumbuhan kegiatan bisnis dan MICE di Kota Bandung meningkatkan kebutuhan<br>akan hotel bisnis yang mampu menyediakan lingkungan yang produktif sekaligus mendukung<br>pemulihan tamu. Hotel Aston Pasteur Bandung sebagai hotel berbintang di koridor strategis<br>Pasteur memiliki potensi tinggi untuk memenuhi kebutuhan tersebut, namun hasil observasi<br>awal menunjukkan beberapa isu interior seperti pencahayaan yang tidak mendukung ritme<br>sirkadian, kebisingan lalu lintas, workstation yang kurang ergonomis, keterbatasan fasilitas<br>pengisian daya, serta minimnya ruang restoratif pada area publik. Pendekatan desain berbasis<br>wellness menjadi relevan untuk menjawab tantangan ini melalui optimalisasi kualitas<br>pencahayaan, penghawaan, akustik, material, elemen biophilic, serta ruang Ňeksibel yang<br>mendukung fokus kerja dan relaksasi. Tren global menunjukkan peningkatan signiįkan pada<br>permintaan wellness travel dan bleisure, sementara penelitian internasional menegaskan<br>bahwa interior terapeutik dapat meningkatkan fokus, menurunkan stres, dan memperbaiki<br>kepuasan pengguna. Penelitian ini bertujuan merancang ulang kamar bisnis, lobby, restoran,<br>area Įtness, dan spa di Hotel Aston Pasteur dengan pendekatan wellness berbasis evidencebased design dan acuan WELL Building Standard, sehingga dapat meningkatkan kenyamanan, performa kerja, serta kualitas pengalaman tamu bisnis secara holistik.</p> <p>Kata kunci: Desain Interior, Hotel Bisnis, Wellness, Bleisure Kenyamanan, Aston Pasteur.</p>Nadia SalsabilaTeddy Ageng MaulanaReza Hambali Wilman Abdulhadi
Copyright (c) 2026
2026-06-302026-06-3013347334748PERANCANGAN ULANG HOTEL BINTANG 5 ARTOTEL SUITES MANGKULUHUR JAKARTA DENGAN PENDEKATAN BRAND IDENTITY
https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/30428
<p>Artotel Suites Mangkuluhur merupakan hotel bintang lima di kawasan pusat bisnis<br>Jakarta yang dikelola Artotel Group dengan karakter arƟsƟk dan kontemporer. Namun,<br>penerapan idenƟtas brand pada ruang utama seperƟ lobby resepsionis, lobby lounge, meeƟng<br>room, dan kamar Ɵpe suite belum sepenuhnya merepresentasikan nilai Artotel. Perancangan<br>ulang ini bertujuan mengopƟmalkan penerapan brand idenƟty melalui pendekatan Branding +<br>Interior Design dengan tetap memenuhi standar hotel bintang lima dan kebutuhan pengguna.<br>Metode perancangan melipuƟ studi literatur, observasi lapangan, studi banding, wawancara, dan<br>dokumentasi, serta analisis berdasarkan teori Kim Kuhteubl yang mencakup clear vision, unique<br>story, dan energy. Hasil perancangan diwujudkan melalui tema Betawi Heritage dengan konsep<br>Nusantara Reimagine yang menginterpretasikan budaya lokal secara kontemporer pada tata<br>ruang, sirkulasi, elemen interior, material, warna, furnitur, dan integrasi seni. Perancangan ini<br>diharapkan mampu meningkatkan pengalaman ruang dan memperkuat citra Artotel Suites<br>Mangkuluhur.<br>Kata kunci: perancangan interior, brand idenƟty, hotel bintang lima, Artotel Suites Mangkuluhur, Betawi Heritage</p>Lintang Alihan MahardhikaAida AndrianawatiMohd Ridho Kurniawan
Copyright (c) 2026
2026-06-302026-06-3013347494768PERANCANGAN ULANG HOTEL KRISTAL URBAN RESORT BINTANG 4 DI JAKARTA SELATAN DENGAN PENDEKATAN BRAND IDENTITY
https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/30432
<p>Hotel Kristal dengan tipe hotel urban resort merupakan hotel bintang<br>empat yang berlokasi di Jakarta Selatan, kawasan yang dikenal sebagai pusat<br>bisnis dan gaya hidup masyarakat modern. Seiring berkembangnya tren<br>wisata perkotaan serta meningkatnya kebutuhan tamu terhadap kenyamanan<br>dan pengalaman menginap yang berkesan, diperlukan perancangan ulang<br>interior yang mampu memperkuat citra dan karakter Hotel Kristal.<br>Perancangan ini menggunakan pendekatan brand identity untuk<br>menampilkan kepribadian dan nilai-nilai merek Hotel Kristal ke dalam desain<br>ruang. Unsur identitas seperti warna, bentuk, material, dan pencahayaan<br>diolah secara terpadu agar menciptakan suasana yang modern, hangat, serta<br>elegan, sesuai dengan karakter hotel sebagai urban resort di tengah kota.<br>Selain itu, perancangan interior juga memperhatikan aspek fungsional,<br>kenyamanan visual, serta alur sirkulasi pengguna. Hasil perancangan<br>menunjukkan bahwa penerapan elemen identitas merek secara konsisten<br>pada seluruh area hotel mampu memperkuat citra visual, meningkatkan<br>kenyamanan ruang, serta membangun pengalaman menginap yang lebih<br>menyatu dan berkesan bagi para tamu.</p> <p>Kata kunci: Hotel Kristal, perancangan interior, hotel bintang empat, brand identity, desain urban, pengalaman tamu.</p>Mutiara azraRangga FirmansyahRexha Septine Faril Nanda
Copyright (c) 2026
2026-06-302026-06-3013347694777PERANCANGAN ULANG HOTEL THE ACACIA JAKARTA DENGAN PENDEKATAN PENDEKATAN PSIKOLOGI RUANG
https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/30434
<p>Perancangan ulang interior Hotel The Acacia Jakarta dilakukan sebagai respon terhadap<br>permasalahan psikologi ruang yang berdampak pada pengalaman pengguna,<br>khususnya ketidakteraturan organisasi ruang, sirkulasi yang tumpang tindih, dan<br>inkonsistensi karakter visual antar area hotel. Sebagai hotel business-leisure bintang<br>empat, kualitas pengalaman ruang menjadi faktor penting dalam pembentukan<br>persepsi dan keputusan tamu untuk kembali menginap. Tujuan dari perancangan ini<br>adalah menghasilkan konsep desain interior baru yang mendukung kenyamanan<br>psikologis pengguna melalui pendekatan psikologi ruang. Metode perancangan<br>meliputi pengumpulan data melalui observasi lapangan, analisis kebutuhan ruang, studi<br>literatur terkait psikologi ruang, serta perumusan konsep berdasarkan identiįkasi<br>masalah visual, fungsional, dan emosional. Konsep desain yang dihasilkan berfokus<br>pada perbaikan zonasi formal dan non-formal, optimalisasi sirkulasi, serta penerapan<br>warna dan pencahayaan berbasis mood dan fungsi. Hasil perancangan menunjukkan<br>peningkatan kualitas pengalaman ruang melalui terciptanya transisi ruang yang lebih<br>terstruktur, konsistensi identitas visual hotel, dan suasana yang mendukung fungsi<br>rekreatif maupun produktif. Perancangan ini diharapkan menjadi strategi implementatif<br>bagi pihak hotel dalam meningkatkan kepuasan pengguna, memperkuat identitas, dan<br>mengoptimalkan fungsi business-leisure Hotel The Acacia Jakarta.</p> <p>Kata kunci: psikologi ruang, pengalaman ruang, business- leissure</p>Shafarian Muhammad Rafi ZidhanAhmad Nursheha GunawanTeddy Ageng Maulana
Copyright (c) 2026
2026-06-302026-06-3013347784787PERANCANGAN ULANG INTERIOR BATIQA HOTEL DARMO DENGAN PENDEKATAN LOKALITAS OUDE STAD VAN SOERABAJA
https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/30443
<p>Surabaya merupakan pusat ibukota dari provinsi jawa timur serta kota wisata<br>yang selalu dikunjungi oleh wisatawan. Pemkot Surabaya saat ini melakukan upaya<br>revitalisasi dan mengembangkan budaya lokal kota lama Surabaya dalam upaya menjaga<br>ciri khas identitas dari kota Surabaya. Selain itu, terdapat komitmen dari brand Batiqa<br>Hotel Darmo yang ingin menghadirkan pengalaman budaya asli Indonesia yang berkesan<br>kepada tamu hotel. Namun saat ini, Batiqa Hotel Darmo belum memberikan pengalaman<br>budaya asli yang berkesan pada interiornya. Terdapat juga masalah yang timbul seperti<br>fasilitas mendukung pada hotel yang kurang sesuai dengan standar, dan sirkulasi serta<br>akses yang kurang. Tujuan dari perancangan ini diharapkan dapat memperkenalkan dan<br>menghadirkan budaya lokal asli daerah serta memberikan pengalaman yang berkesan<br>kepada tamu melalui interior hotel. Pengumpulan data untuk perancangan dilakukan<br>melalui observasi langsung, dokumentasi, studi banding dan preseden, serta studi<br>literatur untuk di jadikan acuan dalam perancangan ulang. Perancangan ulang interior<br>Batiqa hotel Darmo ini mengusung tema “Sneak Peek Soerabaja” dengan mengambil<br>fondasi dasar dari “Oude Stad Van Soerabaja” yang menghadirkan dan memperkenalkan<br>sekilas suasana kota lama Surabaya ke dalam interior bangunan melalui pembagian<br>kawasan dalam ruang melalui esensi fungsi serta pembagian dalam aspek parameter<br>pendekatan untuk menghadirkan ciri khas akulturasi budaya lokal kota lama Surabaya.<br>Kata kunci: Desain interior, Hotel Batiqa, Kota lama, Surabaya, lokalitas</p>Alvin Novanda SuwardaniAditya Bayu PerdanaRexha Septine Faril Nanda
Copyright (c) 2026
2026-06-302026-06-3013348074807PERANCANGAN ULANG INTERIOR FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS TELKOM UNIVERSITY DENGAN PENDEKATAN HUMAN CENTERED DESIGN (HCD)
https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/30444
<p>Perubahan pola kerja di lingkungan akademik menuntut ruang kerja dosen<br>yang mampu mengakomodasi berbagai aktivitas secara efektif. Ruang kerja dosen<br>Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Telkom University saat ini menunjukkan<br>keterbatasan dalam fleksibilitas tata ruang, kenyamanan akustik, serta ketersediaan<br>fasilitas khusus untuk kegiatan bimbingan mahasiswa. Kondisi tersebut<br>mempengaruhi efektivitas penggunaan ruang dan kualitas aktivitas akademik yang<br>berlangsung di dalamnya. Perancangan ulang interior ini bertujuan untuk<br>meningkatkan fleksibilitas, kenyamanan, dan fungsi ruang kerja dosen agar sesuai<br>dengan kebutuhan aktivitas akademik yang beragam. Metode perancangan yang<br>digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara dengan pengguna ruang, studi<br>literatur, analisis kebutuhan ruang, serta penerapan pendekatan desain berbasis<br>manusia. Proses analisis difokuskan pada pengaturan tata ruang, pemilihan furnitur,<br>peningkatan kualitas akustik, dan penyediaan ruang bimbingan. Hasil perancangan<br>berupa konsep tata ruang yang lebih adaptif, penggunaan furnitur yang dapat<br>disusun ulang, penerapan elemen peredam suara untuk mengurangi tingkat<br>kebisingan, serta penambahan ruang bimbingan dosen dan mahasiswa yang terpisah<br>dari area kerja utama. Rancangan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi<br>penggunaan ruang, mendukung kelancaran aktivitas akademik, serta memberikan<br>kondisi kerja yang lebih terstruktur dan fungsional bagi dosen dan staf di lingkungan<br>Fakultas Ekonomi dan Bisnis.</p> <p>Kata kunci: ruang kerja fleksibel; desain interior; ruang dosen; kenyamanan akustik; lingkungan akademik</p>Sayed Ahmed Maulana Al-MahdaliAkhmadi AkhmadiRangga Firmansyah
Copyright (c) 2026
2026-06-302026-06-3013348084822PERANCANGAN ULANG INTERIOR KANTOR UPTD PSDA WILAYAH SUNGAI CIMANUK-CISANGGARUNG DENGAN PENDEKATAN ACTIVITY BASED WORKING (ABW)
https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/30445
<p>Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai<br>Cimanuk Cisanggarung memiliki peran strategis dalam pengelolaan sumber daya air<br>yang mencakup kegiatan administratif, operasional, dan pengawasan. Namun,<br>kondisi interior kantor eksisting belum sepenuhnya mendukung kebutuhan kerja<br>pegawai yang dinamis, adaptif, dan beragam. Permasalahan yang ditemukan<br>meliputi tata ruang yang kurang efisien, sistem penyimpanan yang tidak terorganisir,<br>pencahayaan yang kurang optimal, furnitur yang tidak memenuhi standar ergonomi,<br>serta minimnya privasi dan kenyamanan visual. Kondisi tersebut berdampak pada<br>menurunnya fokus, kenyamanan, dan produktivitas kerja pegawai. Selain itu,<br>karakter pekerjaan pegawai yang tidak hanya bekerja di dalam kantor tetapi juga di<br>lapangan menuntut ruang kerja yang fleksibel dan mampu mengakomodasi berbagai<br>aktivitas. Oleh karena itu, perancangan ulang interior kantor dengan pendekatan<br>Activity Based Working (ABW) menjadi solusi yang relevan. Pendekatan ABW<br>menyediakan variasi ruang kerja berdasarkan jenis aktivitas, seperti ruang kerja<br>fokus, kolaborasi, diskusi, dan dokumentasi. Penerapan konsep ini diharapkan dapat<br>meningkatkan efektivitas penggunaan ruang, mendukung mobilitas pegawai, serta<br>menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif, efisien, dan nyaman sesuai<br>dengan standar perkantoran pemerintahan.<br>Kata kunci: desain interior, kantor pemerintahan, Activity Based Working.</p>Haifa Agis KarmilaDoddy Friestya AsharsinyoNiken Laksitarini
Copyright (c) 2026
2026-06-302026-06-3013348234839PERANCANGAN ULANG INTERIOR MAL PELAYANAN PUBLIK KOTA BANDUNG DENGAN PENDEKATAN HUMAN CENTETED DESIGN (HCD)
https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/30446
<p>Abstrak Perancangan ulang interior Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota<br>Bandung dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya permasalahan pada tata ruang<br>dan kualitas lingkungan interior yang berdampak pada kenyamanan serta kelancaran<br>aktivitas pengguna. Permasalahan utama meliputi penataan ruang yang belum<br>efisien sehingga menimbulkan penumpukan pengunjung, sistem wayfinding yang<br>kurang jelas, serta belum terpenuhinya fasilitas yang ramah bagi pengguna<br>berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang interior MPP<br>Kota Bandung dengan menerapkan pendekatan Human-Centered Design (HCD) guna<br>meningkatkan kenyamanan, efektivitas pelayanan, dan inklusivitas ruang. Metode<br>penelitian yang digunakan meliputi studi literatur, observasi lapangan, dan analisis<br>kebutuhan pengguna sebagai dasar perumusan konsep perancangan. Hasil<br>perancangan menunjukkan bahwa penerapan HCD mampu menghasilkan zonasi<br>ruang yang lebih terstruktur, sirkulasi yang lebih lancar, sistem signage yang mudah<br>dipahami, serta peningkatan kualitas pencahayaan, penghawaan, dan akustik ruang.<br>Selain itu, penyediaan fasilitas aksesibel seperti jalur landai, loket ramah difabel,<br>guiding block, dan ruang penunjang keluarga mendukung terciptanya lingkungan<br>pelayanan yang inklusif. Kesimpulannya, perancangan ulang berbasis HCD<br>menjadikan MPP Kota Bandung lebih adaptif terhadap kebutuhan pengguna dan<br>berkontribusi pada peningkatan kualitas interaksi antara masyarakat dan<br>pemerintah.<br>Kata kunci: Human-Centered Design, Inklusivitas, Kenyamanan Pengguna, Kota Bandung, Mal Pelayanan Publik</p>Mochamad Daffa FurkanDoddy Friestya AsharsinyoArnanti Primiana Yuniati
Copyright (c) 2026
2026-06-302026-06-3013348404854PERANCANGAN ULANG INTERIOR MANAJEMEN ASET, PENGADAAN MATERIAL PRODUKSI NON PESAWAT TERBANG, KEUANGAN DAN BISNIS PARTNER PT DIRGANTARA INDONESIA DENGAN PENDEKATAN ACTIVITY BASED WORKING (ABW)
https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/30447
<p>Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang interior Manajemen Aset,<br>Pengadaan Material Produksi Non Pesawat Terbang, Keuangan, dan Bisnis Partner<br>PT Dirgantara Indonesia dengan pendekatan Activity-Based Working (ABW). Area ini<br>berperan penting dalam mendukung aktivitas administratif, pengelolaan keuangan,<br>pengadaan material, serta koordinasi bisnis antar divisi. Metode penelitian yang<br>digunakan meliputi survei lapangan untuk mengamati kondisi eksisting, studi<br>literatur sebagai landasan teori dan standar perancangan, serta wawancara untuk<br>memahami kebutuhan dan pola aktivitas pengguna ruang. Hasil analisis<br>menunjukkan bahwa pemanfaatan ruang kerja belum optimal, kurangnya variasi<br>area kerja sesuai aktivitas, minimnya fasilitas pendukung interaksi dan kenyamanan<br>karyawan, desain interior yang cenderung monoton dan tidak adaptif terhadap<br>perkembangan pola kerja modern, serta pencahayaan yang belum memenuhi<br>standar ergonomi ruang kerja. Pendekatan Activity-Based Working (ABW) diterapkan<br>dengan menyediakan berbagai tipe ruang kerja, seperti area fokus, area kolaborasi,<br>area diskusi informal, dan area relaksasi. Penerapan pendekatan ini diharapkan<br>mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih fleksibel, nyaman, dan efisien, serta<br>mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan karyawan.<br>Kata kunci: Activity-Based Working, perancangan interior, ruang kerja perkantoran</p>Carisasyeva Widi RamarenaUlly Irma Maulina Hanafiah
Copyright (c) 2026
2026-06-302026-06-3013348554874PERANCANGAN ULANG INTERIOR PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS RIAU DENGAN PENDEKATAN SMART LIBRARY
https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/30448
<p>Perpustakaan Universitas Riau merupakan salah satu pusat informasi akademik yang<br>berperan penting dalam mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan<br>pengembangan ilmu pengetahuan di Provinsi Riau. Namun, kondisi interior<br>perpustakaan saat ini masih menghadapi sejumlah permasalahan, antara lain<br>keterbatasan ruang baca, kurangnya area kolaboratif, penghawaan yang belum<br>optimal, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi dalam menunjang sistem<br>dan layanan perpustakaan. Seiring dengan perkembangan perpustakaan modern<br>menuju konsep smart library, diperlukan perancangan ulang interior yang mampu<br>mengintegrasikan teknologi digital, efisiensi tata ruang, kenyamanan, serta<br>keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang interior<br>Perpustakaan Universitas Riau dengan pendekatan smart library guna menciptakan<br>lingkungan belajar yang adaptif, modern, dan efektif. Metode penelitian yang<br>digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara, kuesioner, studi literatur, dan<br>studi preseden. Hasil perancangan diharapkan mampu meningkatkan kualitas<br>layanan perpustakaan melalui penyediaan ruang yang lebih fungsional, nyaman, dan<br>inklusif, serta mendukung optimalisasi aktivitas akademik, pembelajaran, penelitian,<br>dan kolaborasi sivitas akademika di lingkungan perguruan tinggi.</p> <p>Kata kunci: Perpustakaan pintar, interior perpustakaan, teknologi digital</p>Fatih Amwal AbdullahAgustinus Nur Arief HapsoroDoddy Friestya Asharsinyo
Copyright (c) 2026
2026-06-302026-06-3013348754893PERANCANGAN ULANG KANTOR BAPPELITBANGDA KOTA TASIKMALAYA DENGAN PENDEKATAN LOKALITAS
https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/30449
<p>Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah<br>(Bappelitbangda) Kota Tasikmalaya adalah lembaga pemerintah daerah yang<br>bertugas membantu Wali Kota dalam menjalankan fungsi pemerintahan di bidang<br>perencanaan pembangunan, penelitian, dan pengembangan daerah. Saat ini, interior<br>kantor Bappelitbangda belum menggambarkan identitas lokal Tasikmalaya dan<br>kurang mendukung efisiensi kerja pegawai secara maksimal. Beberapa masalah yang<br>timbul meliputi kurangnya penerapan unsur lokalitas dalam desain interior, penataan<br>furnitur yang kurang optimal, serta pengelolaan kabel yang kurang rapi. Kurangnya<br>penerapan unsur lokalitas dipengaruhi oleh globalisasi, universalisasi, westernisasi,<br>dan liberalisasi menyebabkan hilangnya keunikan arsitektur lokal, sehingga<br>diperlukan pendekatan desain yang mampu menonjolkan kembali nilai budaya<br>daerah agar sesuai dengan standarisasi dan peraturan yang berlaku. Melalui<br>penerapan pendekatan lokalitas dan mengikuti standarisasi yang ada, diharapkan<br>desain interior kantor Bappelitbangda dapat menciptakan suasana kerja yang lebih<br>produktif, kolaboratif, dan selaras dengan nilai-nilai budaya Tasikmalaya, sekaligus<br>memperkuat citra instansi pemerintah yang modern dengan menonjolkan kearifan lokal.<br>Kata kunci: Bappelitbangda, Kantor Pemerintahan, Interior, Lokalitas</p>Ihsan FadillahSanti SalayantiDea Aulia Widyaevan
Copyright (c) 2026
2026-06-302026-06-3013348944904PERANCANGAN ULANG KANTOR PLN NUSANTARA POWER CONSTRUCTION DENGAN PENDEKATAN AKTIVITAS
https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/30450
<p>Perancangan ulang Kantor PLN Nusantara Power Construction dilatarbelakangi oleh<br>kebutuhan akan lingkungan kerja yang mampu mendukung aktivitas, kolaborasi, serta<br>efisiensi karyawan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, ditemukan<br>permasalahan utama berupa organisasi ruang yang belum optimal, keterbatasan area<br>kolaborasi, sistem penyimpanan dokumen yang tidak memadai, serta ketiadaan sistem<br>signage yang jelas. Kondisi tersebut berdampak terhadap kenyamanan, efektivitas kerja,<br>dan produktivitas pengguna ruang. Perancangan ini menggunakan pendekatan aktivitas<br>(activity-based approach) yang menitikberatkan pada pola kerja, hubungan antar divisi,<br>serta kebutuhan ruang pengguna. Metode perancangan yang diterapkan bersifat<br>kualitatif melalui pengumpulan data primer dan sekunder, analisis aktivitas, analisis<br>kebutuhan ruang, serta studi banding. Pendekatan ini digunakan sebagai dasar dalam<br>penyusunan zoning, blocking, penataan furnitur, perancangan ruang kolaborasi, dan<br>sistem penyimpanan dokumen. Hasil perancangan menunjukkan terciptanya tata ruang<br>yang lebih terstruktur dan efisien, area kolaborasi yang fleksibel, sistem penyimpanan<br>terintegrasi, serta sistem signage yang lebih informatif. Dengan penerapan pendekatan<br>aktivitas, perancangan ulang kantor ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan,<br>produktivitas, serta citra profesional PLN Nusantara Power Construction.<br>Kata kunci: desain kantor berbasis aktivitas, perancangan ulang, area kolaborasi</p>Syauqi Ghulamun KaamilHana Faza Surya RusydaTogar Mulya Raja
Copyright (c) 2026
2026-06-302026-06-3013349054916PERANCANGAN ULANG KANTOR PT. SELERIS MEDITEKNO INTERNASIONAL DENGAN PENDEKATAN AKTIVITAS
https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/30451
<p>Penelitian ini membahas perancangan ulang kantor PT. Seleris Meditekno<br>Internasional dengan menggunakan pendekatan aktivitas sebagai dasar utama dalam<br>proses perancangan interior. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kondisi eksisting<br>kantor yang masih bersifat formal dengan tata ruang tertutup dan hierarkis, sehingga<br>membatasi interaksi antarpegawai, mengurangi fleksibilitas ruang, serta kurang<br>mendukung produktivitas dan dinamika kerja modern. Kondisi tersebut mendorong<br>perlunya perancangan ulang yang lebih responsif terhadap kebutuhan pengguna ruang.<br>Pendekatan aktivitas diterapkan untuk memahami kebutuhan pengguna secara<br>komprehensif dengan memperhatikan pola kerja, intensitas dan jenis interaksi, alur<br>aktivitas harian, serta tingkat kenyamanan pegawai dan pengunjung. Proses analisis<br>perancangan mencakup berbagai aspek interior, meliputi pengolahan tata ruang, sistem<br>pencahayaan alami dan buatan, penghawaan, akustik, pemilihan material, furnitur, serta<br>sistem sirkulasi yang mendukung kelancaran aktivitas. Setiap aspek dianalisis untuk<br>menciptakan ruang kerja yang efisien, ergonomis, dan adaptif. Hasil analisis tersebut<br>menjadi dasar dalam perumusan konsep desain interior yang lebih terbuka, fleksibel, dan<br>mampu mengakomodasi kebutuhan kolaborasi maupun kerja individual. Penelitian ini<br>menghasilkan konsep perancangan ruang kerja yang tidak hanya meningkatkan efisiensi,<br>kenyamanan, dan produktivitas, tetapi juga mencerminkan visi perusahaan dalam<br>menciptakan lingkungan kerja yang inovatif, komunikatif, dan berorientasi pada pengguna.<br>Kata kunci: kantor, PT. Seleris Meditekno Internasional., pendekatan aktivitas.</p>Muhammad Riza Aidi FachroniKiki Putri AmeliaErlana Adli Wismoyo
Copyright (c) 2026
2026-06-302026-06-3013349174926PERANCANGAN ULANG KANTOR PT. SO GOOD FOOD DENGAN PENDEKATAN AKTIVITAS
https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/30452
<p>Peningkatan jumlah karyawan pada kantor PT. So Good Food dalam<br>beberapa tahun terakhir berdampak langsung pada meningkatnya kebutuhan akan<br>ruang kerja yang lebih efisien, nyaman, dan mampu mengakomodasi aktivitas kerja<br>secara optimal. Kondisi eksisting kantor menunjukkana adanya permasalahan<br>berupaa kepadatan ruang yang tinggi (overcrowded), organisasi ruang yang kurang<br>efektif, serta belum diterapkannya prinsip ergonomic dan fleksibiltas ruang secara<br>maksimal. Permasalahan tersebut berpengaruh terhadap menurunnya tingkat<br>kenyamanan, fokus, serta efektivitas kerja karyawan dalam menjalankan aktivitas<br>sehari-hari. Oleh karena itu, perancangan ini bertujuan untuk merancang ulang<br>interior kantor PT. So Good Food dengan menerapkan pendekatan aktivitas sebagai<br>dasar perencanaan ruang, sehingga desain yang dihasilkan dapat menyesuaikan<br>dengan kebutuhan dan pola kerja pengguna. Metode perancangan dilakukan melalui<br>tahapan pengumpulan data, analisis aktivitas pengguna, analisis kebutuhan ruang,<br>serta evaluasi kondisi fisik eksisting. Hasil analisis tersebut kemudian diterjemahkan<br>ke dalam konsep perancangan yang meliputi organisasi ruang, zoning, sirkulasi, dan<br>tata letak interior. Melalui perancangan ini diharapkan tercipta lingkungan kerja yang<br>lebih ergonomis, fleksibel, efisien, serta mampu meningkatkan kenyamanan,<br>produktivitas, dan kualitas kerja karyawan.</p> <p>Kata kunci: Kantor PT. So Good Food, Pendekatan Aktivitas, Kepadatan Ruang Kerja, Organisasi Ruang.</p>Diva Marshanda YusriantaMohd. Ridho KurniawanWidyanesti Liritantri
Copyright (c) 2026
2026-06-302026-06-3013349274941PERANCANGAN ULANG RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK ALISLAM KELAS C DI KOTA BANDUNG DENGAN PENDEKATAN HEALING ENVIRONMENT
https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/30453
<p>Rumah Sakit Ibu dan Anak ialah badan yang menyediakan fasilitas kesehatan<br>yang mempunyai peran penting demi meningkatkan kualitas dan kesejahteraan bagi<br>masyarakan, terutama bagi ibu dan anak. Rumah sakit yang menjadi pelayaanan<br>kesehatan perlu mengutamakan kebutuhan masyarakat sebagai pasiennya sebab<br>kesejahteraan tingkat kesehatan masyarakan menjadi peran penting dalam kemajuan<br>negara. Rumah sakit khususnya rumah sakit ibu dan anak mengutamakan kebutuhan dan<br>kualitas dari layanan yang disediakan untuk pasiennya. Namun demikian, penyediaan<br>pelayanan yang baik tidaklah cukup, aspek fisik suatu interior ruang rumah sakit juga perlu<br>diperhatikan. Metode yang akan digunakan dalam perancangan ini adalah dengan<br>pengumpulan data melalui survey lapangan secara langsung, wawancara dengan<br>pengguna, studi banding, dan dilakukannya studi literatur dari jurnal, buku, ataupun<br>artikel yang ada di internet. Tujuan dari perancangan ini demi menciptakan penerapan<br>interior ruangan yang tepat sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan<br>agar dapat memenuhi kepuasan pasien dalam masa penyembuhan atau pemulihan. Oleh<br>karena itu, dilakukan perancangan ulang interior Rumah Sakit Ibu dan Anak Al-Islam.<br>Kata kunci: Interior redesign, Rumah Sakit, ibu dan anak, healing environment.</p>Maryam Sayidina Mutia SabilaAgustinus Nur Arief HapsoroUlly Irma Maulina Hanafiah
Copyright (c) 2026
2026-06-302026-06-3013349424953PERANCANGAN ULANG SMAIT AS-SYIFA BOARDING SCHOOL PUTRA DI SUBANG DENGAN PENDEKATAN HUMAN CENTERED
https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/30454
<p>SMAIT As-Syifa Boarding School Putra merupakan institusi pendidikan Islam terpadu di<br>Subang yang menerapkan Kurikulum Merdeka dengan integrasi nilai keislaman.<br>Berdasarkan observasi lapangan, ditemukan ketidaksesuaian fasilitas fisik dengan standar<br>pendidikan dan kebutuhan pengguna, meliputi overcrowding pada ruang kelas, sirkulasi<br>yang tidak ideal, serta masalah kenyamanan termal dan akustik yang mengganggu fokus<br>belajar. Penelitian ini bertujuan merancang ulang interior sekolah dengan pendekatan<br>Human-Centered Design (HCD) untuk menciptakan lingkungan belajar yang adaptif dan<br>responsif terhadap perilaku siswa remaja. Metode penelitian melibatkan observasi,<br>wawancara, dan studi literatur untuk memahami kebutuhan pengguna, dilanjutkan<br>dengan analisis spasial dan perancangan konsep. Hasil perancangan mengusung konsep<br>"Dynamic Zoning" yang membagi ruang berdasarkan nilai Ilmiah, Ukhuwah, dan Ruhiyah.<br>Implementasi desain mencakup penggunaan furnitur fleksibel untuk mendukung<br>pembelajaran kolaboratif, penerapan panel akustik, serta pemilihan skema warna<br>psikologis (biru dan hijau sage) untuk menyeimbangkan fokus dan relaksasi. Perancangan<br>ini menghasilkan solusi ruang yang tidak hanya memenuhi standar teknis dan ergonomi,<br>tetapi juga memperkuat interaksi sosial dan nilai spiritual siswa, menjadikan lingkungan<br>asrama sebagai ekosistem pendidikan yang holistik.<br>Kata kunci Boarding School, Desain Interior, Human-Centered Design, Lingkungan Belajar, Sekolah Islam</p>Dimas Arya PrawiraRangga FirmansyahFernando Septony Siregar
Copyright (c) 2026
2026-06-302026-06-3013349544962