Perancangan Buku Ilustrasi Interaktif Tentang Pengenalan Istana Maimoon Untuk Anak Usia 5-8 Tahun Di Sumatera Utara
DOI:
https://doi.org/10.25124/eoe.v6i3.11007Abstrak
Istana Maimoon merupakan salah satu cagar budaya yang berada di jantung kota Medan, Sumatera Utara. Dalam bangunan cagar budaya tersebut terdapat beberapa budaya asing yang ikut serta dalam arsitektur Istana Maimoon. Diantara adalah arsitektur Eropa, India dan Timur Tengah. Namun begitu, budaya Melayu yang merupakan budaya asli dari Istana Maimoon tetap terlihat menonjol. Keanekaragaman budaya yang menyatu dalam satu bangunan cagar budaya tersebut menjadi sebuah representasi yang baik dalam meningkatkan rasa toleransi dalam kehidupan. Belakangan ini banyak fenomena yang terjadi dimasyarakat terkait kurangnya rasa toleransi dalam kehidupan, untuk itu membangun rasa toleransi sebaiknya dilakukan sejak dini. Sebab, rasa toleransi merupakan sebuah pemikiran yang tidak bisa begitu saja di tanamkan tanpa adanya kesadaran diri sejak dini. Untuk itu, diperlukannya sebuah media yang tepat sebagai pembelajaran rasa toleransi untuk anak-anak sebagai sarana memupuk kesadaran diri sejak dini. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara, kuesioner, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka yang menghasilkan data yang dibutuhkan untuk membuat perancangan buku ilustrasi anak tentang pengenalan Istana Maimoon. Diharapkan dengan adanya buku ilustrasi ini dapat menambah informasi anak terkait Istana Maimoon serta dapat menjadi salah satu media yang efektif dalam menumbuhkan rasa toleransi dalam berkehidupan. Kata Kunci : Buku Ilustrasi, Istana Mimoon, Sumatera Utara. Abstract Maimoon Palace is one of the cultural reserves in Medan, North Sumatra. In the cultural heritage building there are several foreign cultures that participated in the architecture of Maimoon Palace. Among are European, Indian and Middle Eastern architecture. However, Malay culture which is the original culture of Maimoon Palace still stands out. Cultural diversity that blends in one cultural heritage building becomes a good representation in increasing tolerance in life. Lately many phenomena that occur in the community related to lack of tolerance in life, for that to build a sense of tolerance should be done early. Because, tolerance is a thought that cannot be instilled without the existence of self-awareness from an early age. For this reason, it is necessary to have the right media as a learning tool for tolerance for children as a means of fostering selfawareness from an early age.The methods used in data collection are interviews, questionnaires,
observation,
documentation, and literature studies that produce the data needed to design a children's illustration book about the introduction of Maimoon Palace. It is hoped that thisÂ
illustrated book can add information on children related to Maimoon Palace and can be one of the effective media in fostering a sense of tolerance in life. Keywords: Illustration Books, Mimoon Palace, North Sumatra.



