Perancangan Karakter Untuk Film Animasi Pendek 2d Lontong Cap Go Meh
DOI:
https://doi.org/10.25124/eoe.v6i3.11034Abstrak
Abstrak Kota Semarang memiliki ragam kebudayaan dan kehidupan masyarakat yang menarik, salah satunya adalah akulturasi yang terjadi antara etnis Jawa dan etnis Tionghoa di Kota Semarang, yang salah satunya kemudian menghasilkan sebuah produk kebudayaan baru yaitu Lontong Cap Go Meh. Lontong Cap Go Meh merupakan sebuah produk makanan khas etnis Tionghoa di Indonesia; khususnya di Jawa, yang merupakan adaptasi dari makanan tradisional masyarakat Muslim Jawa yaitu Opor Ayam. Keharmonisan dan akulturasi yang terjadi di Kota Semarang tersebut kemudian sangat menarik untuk dijadikan sebagai ide dasar dalam pembuatan sebuah film animasi pendek 2D, maka dibuatlah perancangan karakter berdasarkan naskah yang mengangkat fenomena tersebut. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif interpretatif yang meliputi observasi, wawancara, dan studi literatur dengan penambahan unsur-unsur fiktif. Teori yang digunakan sebagai landasan dalam perancangan karakter ini adalah Teori Animasi oleh Munir, Prinsip Animasi oleh Ollie Johnston dan Frank Thomas, Teori Desain Karakter milik Chris Webster, Konsep Tiga Dimensional Karakter oleh Biran, Teori Shape, Siluet, style dan proporsi oleh Tony White, Teori Warna dan Kepribadian oleh Bryan Tillman, serta Teori Kostum oleh Sherm Cohen. Dengan menggunakan teori-teori perancangan karakter tersebut, perancang membuat karakter yang dapat menggambarkan sifat dan fisik masyarakat etnis Jawa dan etnis Tionghoa yang ada di Kota Semarang yang dapat menggambarkan fenomena yang terjadi di Kota Semarang tersebut. Hasil dari penelitian menghasilkan perancangan dua karakter utama yaitu karakter Pangeran etnis Tionghoa dan karakter Ayu etnis Jawa, serta karakter pendukung lainnya antara lain adalah Kaisar, Permaisuri, dan warga etnis Tionghoa dan etnis Jawa, se rta satu karakter mitologi yaitu karakter Naga. Perancangan karakter tersebut kemudian dipresentasikan melalui media utama berupa artbook, dan media pendukung berupa poster film, stiker, serta artprint color script penggabungan antara karakter dan background. Kata Kunci: Perancangan Karakter, Animasi Pendek 2D, Akulturasi, Jawa, Tionghoa Abstract Semarang has an interesting variety of cultures and people's lives, one of which is acculturation that occurs between Javanese and Chinese ethnic in Semarang, one of which then produces a new cultural product, namely Lontong Cap Go Meh. Lontong Cap Go Meh is a typical Chinese ethnic food product in Indonesia; especially in Java, which is an adaptation of traditional Javanese Muslims food namely Opor Ayam. The harmony and acculturation that took place in Semarang was very interesting to be a basic idea in mak ing a short 2D animated film, so a character design based on a script was made that will support the phenomenon. The method that was used is the interpretative qualitative method which includes observation, interviews, and literature studies with the addition of fictional elements. The theory used as the base in the design of these characters are the Theory of Animation by Munir, The Principle of Animation by Oll ie Johnston and Frank Thomas, Character Design Theory by Chris Webster, The Concept of Three-Dimensional Characters by Biran, Shape, Silhouette, Style and Proportion Theory by Tony White, Color and Personality Theory by Bryan Tillman, and Costume Theory by Sherm Cohen. By using those character design theories, designer creates characters that can describe the nature and physicality of Javanese and Chinese ethnic groups in Semarang which can describe the phenomenon that occurred in Semarang. The results of the study resulted in the design of two main characters, namely the ethnic Chinese Prince character and Javanese ethnic Ayu character and other additional characters including the Emperor, Empress, and ethnic Chinese and Javanese, including one mythological character, the Dragon character. The character design is then presented with the ma in media in the form of artbook, and supporting media in the form of movie posters, stickers, and artprint of color scripts that combine characters and backgrounds. Keywords: Character Design, 2D Short Animation, Acculturation, Javanese, Chinese



