Perancangan Purwarupa Aplikasi Mobile Untuk Situs Trowulan

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.25124/eoe.v6i3.11062

Abstrak

Abstract

Di masa lalu, banyak kerajaan Hindu-Budha tersebar di Indonesia, sehingga peninggalan cagar budaya yang dimiliki oleh Indonesia sangat beragam. Di kabupaten Mojokerto, khususnya di daerah kecamatan Trowulan yang merupakan tempat penelitian mengenai arkeologi sejak tahun 1800an. Di kawasan kecamatan Trowulan ditemukan banyak peninggalan kerajaan Majapahit. Seperti candi Wringin Lawang, candi Tikus, candi Brahu, dan candi Bajang Ratu. Berdasarkan data dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Mojokerto, jumlah wisatawan yang bekunjung di candi Tikus, Wringinlawang, Brahu, Kolam Segaran, dan Bajangratu jumlah pengunjung setiap tahun mengalami penurunan. Hal ini disebabkan

karena

informasi mengenai situs Trowulan masih kurang. Selain itu, minat masyarakat terhadap cagar budaya masih kurang. Perlu adanya media aplikasi mobile untuk memperluas publikasi dari cagar budaya di Trowulan dengan tujuan untuk memberikan informasi sehingga masyarakat

memperoleh nilai-nilai peninggalan kerajaan Majapahit. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan daftar pustaka, untuk analisis data yaitu menggunakan analisis matrik perbandingan untuk menghasilkan data yang sesuai dengan perancangan aplikasi mobile. Aplikasi mobile yang akan dirancang memiliki fitur audio, GPS, filter kamera, serta event yang diselenggarakan oleh BPCB di Trowulan dengan adanya fitur tersebut diharapkan aplikasi mobile yang akan dirancang dapat menjadi media informasi dan hiburan untuk pengunjung situs Trowulan. Keywords Purwarupa, aplikasi, mobile, situs, trowulan Abstract In the past, many Hindu-Buddhist kingdoms are scattered in Indonesia, so the heritage of Indonesian cultural heritage is very diverse. In Mojokerto district, especially in the Trowulan sub-district which was the site of research on archeology since the 1800s. In the area of Trowulan sub-district found many relics of the Majapahit kingdom. Such as Wringin Lawang temple, Tikus temple, Brahu temple, and Bajang Ratu temple. Based on data from the Mojokerto Cultural Preservation Center, the number of tourists visiting Tikus, Wringinlawang, Brahu, Segaran Ponds and Bajangratu temples decreased the number of visitors each year. This is because information about the Trowulan site is still lacking. In addition, people's interest in cultural heritage is still lacking.There needs to be a mobile media application

to expand the publication of cultural heritage in Trowulan with the aim of providing information for the community to obtain the heritage values of the Majapahit kingdom.The method used is observation,

interview, documentation, and bibliography, for data analysis, namely using comparative matrix analysis to produce

data

that is in accordance with the design of mobile applications.The mobile application that will be designed has audio, GPS, camera filters, and an event organized by BPCB in Trowulan. With this feature, it is expected that the mobile application that will be designed can be an information and entertainment medium for visitors to the Trowulan site. Keyword: Mobile app, prototype, Majapahit, Trowulan site, heritage

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Diterbitkan

2019-12-01

Terbitan

Bagian

Program Studi S1 Desain Komunikasi Visual

Cara Mengutip

Rohmawan, A. Z., & Adriyanto, A. R. (2019). Perancangan Purwarupa Aplikasi Mobile Untuk Situs Trowulan. eProceedings of Art & Design, 6(3). https://doi.org/10.25124/eoe.v6i3.11062